CDAP SEASON 2

CDAP SEASON 2
CDAP, S2 : 51


Setelah, kepergian Vincentius, mereka mun kembali melanjutkan acara pernikahan mereka, resepsi demi resepsi sudah mereka lakukan, karena, mereka memiliki darah Jawa yang sangat kental mereka terpaksa menggunakan adat itu, apa lagi mereka sangat kelelahan karena acaranya sangat banyak.


Vegas, langsung pergi ke kamarnya, meninggalkan kedua istrinya yang ia nikahi, ia bahkan tidak menyangka kalau dirinya akan menikahi dua wanita di tempat, hari dan waktu yang sama. Hal itu tidak terpikir di benaknya.


Saat baru memejamkan matanya, ia mendengar suara ketokan pintu dari luar. ia dengan kesal pun mengangkat panggilan telepon tersebut dan setelah pintu kamar terbuka yang dia lihat adalah ketiga sepupunya.


"Ada apa?"


Bukannya menjawab ketiga sepupunya menyelonong masuk kedalam kamar milik Vegas. Kamar keraton yang sangat indah, bahkan kamarnya nasib sangat kona.


"Selamat saudara ku akhirnya kamu menikah juga, dan selamat juga sudah memiliki dua istri." ucap green.


"Vegas. Nanti kalau kamu tidak sanggup saya siap kok menjadi penggantinya." ujar grayland.


"Cih, jangan harap mereka bisa mendapatkan saya, karena ulah mereka. Hidup saya menjadi kacau bahkan saya harus menikah dengan wanita yang tidak saya cintai." ucap Vegas dengan sangat tegas..


"Bukannya kamu menyukainya kak, jadi apa salahnya jika kamu menerima semua istri kamu." ucap chalian.


"Itu, tidak akan pernah terjadi, saya tidak akan pernah menerima semua para wanita yang sudah menghancurkan hidup saya. Maka akan aku buat mereka seperti di dalam neraka." bentak Vegas dengan sangat keras.


Hal itu terdengar oleh vanandya yang baru saja masuk kedalam, ia langsung mendekati. Dan ia menampar pipi anaknya karena perkataannya membuat ia marah.


"Vegas, jika kamu sampai melukai Alara, maka mommy sendiri yang akan turun tangan, dan untuk urusan wanita itu biar menjadi urusan kami, jadi kamu hanya perlu mengurusi Alara dam perlakuan dia seperti kamu memperlakukan mommy kamu." ujar vanandya.


Vegas, hanya bisa diam saja karena mommy'nya sudah memberikan ultimatum kepadanya, jika ia sampai menyakiti Alara maka ia akan menerima semua kemarahan dari vanandya.


Lalu, Vanandya menyuruh Vegas untuk segera turun karena masih banyak tamu undangan yang harus di temui.


"Sayang segeralah turun nanti mommy menyusul karena adik kamu sedikit memberontak di dalam perut.


"Mommy,Are you ok?" tanya Vegas.


"Mommy tidak apa-apa, yang sekarang kamu lakukan segera ke pelaminan, karena mommy tidak ingin orang-orang bertanya-tanya tentang kamu tidak ada di pelaminan." ucap vanandya.


Green da yang lain pun mengajak Vegas untuk segera turun dari kamar mereka. setelah mereka pergi vanandya berjalan ke kamar rahasia yang menghubungkan langsung ke kamar milik sang raja. Karena saat ini mereka sedang melakukan rencana untuk menghancurkan mereka.


Saat sudah sampai di kamar raja. Ia melihat suami dan kedua suami-isteri. Lalu ia menghampiri suami'nya, tak lupa jika ia memeluk tubuh suaminya.


"Sayang, kenapa kamu mengizinkan Vegas menikahi wanita itu? Kamu tau kan kalau aku tidak menyukai dia. aku hanya ingin putra kita menikah dengan Alara." ucap Vanandya.


"Vanandya, Valdes mengizinkan putranya menikahi kali karena itu semua suruhan dari saya. Jadi kamu tidak perlu menyalahkan suami kamu atau putra kamu oke?"


"Apa! Jadi kamu yang menyuruh Valdes menikah dengan kali? Kamu ini ayah dari Alara tapi kenapa kamu mengizinkan Vegas menikahi kali dan itu palah membuat Alara putri kita sakit hati." Anvaya membentak suami'nya.


Kedua pria itu, sangat pusing jika sudah berbicara seperti ini, karena mereka tidak bisa mencegah bibir mereka yang terus saja memberontak.


"Husstt.! Kalian diam biarkan kami menjelaskan kepada kalian oke?" ucap adipati.


"Baiklah, sekarang kalian jelaskan kenapa kalian mengizinkan Vegas menikahi kali." ucap kedua wanita yang sudah siap mendengarkan penjelasan suami mereka.


Adipati dan Valdes menjelaskan kepada istri meraka kenapa adipati dan Valdes mengizinkan menikahi kali.


*


*


*


*


Seorang pria yang baru saja sampai di kamarnya sangat marah kepada mereka, karena sudah berani melawan dirinya, bahkan mereka sudah berani menikahi wanita yang sudah membuat senjatanya bangun.


"Lihat saja tuan Vegas, aku akan membuat Alara jatuh kedalam pelukan saya. Karena saya tidak akan membiarkan Alara menjadi milik kamu. Karena dia hanya berhak di miliki oleh Vincentius Greifenhagen. Karena jika Vincentius Greifenhagen menginginkan sesuatu itu harus menjadi miliknya." ucap Vincent dengan kemarahan.


Mendengar keributan dari dalam kamar, sekertaris daven dan Jendral raksa, segera masuk kedalam kamar dan menghentikan kegilaan tuan mereka yang saat ini sudah menghancurkan kamarnya. Sampai membuat kamarnya seperti kapal pecah,


"Tuan, berhenti lah merusak kamar anda. Nanti kamar anda akan hancur." ucap raksa.


"Diam! Kalian gak usah menghalangi saya, karena saya sedang kesal." ucap Vincent.


"Tuan, kenapa anda tidak melampiaskan saja kepada wanita yang sudah membuat tahanan tuan kabur? Kan seperti yang kita tau saat ini Jono sudah kembali lagi, jadi tuan gunakan saja." ujar daven, yang langsung di tatap tajam oleh raksa. Karena sudah mengatakan itu kepada tuannya.


Dan, Vincent langsung keluar dari dalam kamar, entah mau pergi ke mana dia, tapi yang jelas mereka tidak tau. Dan mereka harus mengerjakan pr yang sudah di buat oleh Vincent dengan merusak kamarnya itu.


"Eka, kita harus apa sekarang? Masa iya kita harus mengerjakan semua ini?" tanya sekertaris daven.


"Hm, Sebaiknya kita panggil pelayan saja. Karena ini kan memang tugas mereka membersihkan mansion dan tugas kita adalah.. Bergosip karena kita harus mengetahui berita terkini." ujar raksa.


Daven, pun menyetujui ide raksa mereka pun segera memanggil pelayan untuk membersihkan kamar milik tuan mereka, setelah memanggil raksa dan Daven pergi ke paviliun belakang, tempat para bodyguard beristirahat.


"Selamat sore jendral.!" ucap seluruh bodyguard yang sedang beristirahat, karena mereka sudah di berikan tugas mereka masing-masing.


"Hm ya.!" ujar


*


*


*


Setelah acara pernikahan selesai, keluarga Marquez berserta rombongannya akan pergi meninggalkan keraton adipati, mengantarkan pengantin baru ke kraton Adiwilaga, yang akan menjadi tempat baru seorang sultan dan permaisuri.


Saat pengantin wanita dan sang ibu berpisah mereka pun menangis karena mereka harus berpisah.


"Jaga, diri kamu baik-baik saya bunda akan selalu ada buat kamu. Pesan bunda kamu harus menjadi istri dan mantu yang baik buat mereka, jangan membuat mereka kecewa kepada kamu. Bunda sudah mempercayakan kamu kepada vanandya, karena bunda tau kalau vanandya adalah mertua yang sangat baik."


"Vegas, jaga putriku baik-baik, karena dia bunda sudah melahirkan Alara dengan mempertaruhkan nyawa saya agar bisa memberikan kehidupan buat Putri. Jadi jangan pernah kamu sakiti dia" ucap Anvaya, kepada pengantin baru yang saat ini berada di dalam pelukannya.


"Vegas janji tante." ucap Vegas dengan datar.


Puk.


"Panggil lah kami seperti Alara memanggil kami. Aku tau kalau didikan Valdes dan vanandya tidak pernah gagal jadi ayah berpesan kepada kamu. Jika sekiranya kamu sudah tidak mencintai putriku kembalikan dia kepada ku. Karena saya akan menerimanya dengan ikhlas. Dan saya tidak pernah berlaku kasar kepada Alara, jadi saya mohon perlakuan Alara seperti sebagaimana kamu memperlakukan mommy kamu." adipati memberikan nasehat


Mereka lalu berjalan ke arah mobil mereka dan vanandya menyuruh Alara dan Vegas duduk di mobil depan yang sudah di hias dengan sangat cantik. Namun ada seorang wanita yang ikut masuk bersama dengan pengantin baru tersebut.


"Hai Tempat kamu bukan di situ...