CDAP SEASON 2

CDAP SEASON 2
CDAP, S2 : 44


Vincent Greifenhagen.


Pria itu, sangat terkejut mendengar penuturan adiknya, yang menyukai salah satu keluarga Marquez, jika ia melarang maka adiknya yang akan tersakiti bahkan ia tau selama ini adiknya tidak pernah mendapatkan kasih sayang atau kebahagiaan, masa saat adiknya susah menemukan kebahagiaannya ia harus melarangnya.


"Aku, harus apa sekarang? Aku tidak ingin menyakiti hati adikku, tapi aku tidak menginginkan hira berhubungan dengan keluarga pembunuh, apa lagi dia sudah membunuh orangtuaku. aku tidak ingin hira di sakiti oleh para pangeran Marquez," batin Vincentius.


Vincentius, berjalan masuk kedalam kamar Hira yang saat ini sedang berdiri di jendela sambil menatap ke arah langit malam. Vincentius pun memegang pundak adiknya lalu ia berkata,


"Kenapa kamu belum tidur hm?"


"Hira, belum ingin tidur kak, Hira masih ingin menatap bulan. Andaikan bulan bisa di gapai dengan mudah pasti kita akan sangat bahagia." ujar hira.


"Kenapa, kamu berbicara seperti itu? apa ada yang kamu pikirkan sampai membuat kamu ingin menggapai bulan?" tanya Vincentius.


"Hira, tidak memikirkan apa-apa, Hira cuma sedih aja melihat bilang yang selalu sendirian, walaupun dia di temani oleh bintang, tapi bulan sangat kesepian karena tidak ada matahari." jawab Hira nyeleneh.


Vincentius, yang paham akan sifat adiknya, mengetahui apa yang saat ini dia bicara, Hira sedang membicarakan diri sendiri tapi dia menggunakan kata bulan.


"Apa, kamu sedang mencintai seseorang? Jika saat ini kamu sedang mencintai seseorang apa bisa kamu beri tau kepada kakak?" tanya Vincentius.


Hira, menatap terkejut kepada Vincentius, karena dia tidak pernah cerita kepada siapa-siapa, tapi kenapa kakak'nya bisa mengetahui kalau dirinya sedang mengalami jatuh cinta.


"Tanpa, kamu cerita Kaka mengetahui semua'nya, tapi kakak hanya ingin dengar dari mulut kamu sendiri, karena kakak tidak ingin mendengar dari mulut orang lain.! Jadi Kakak mohon cerita kepada kakak apa benar kamu sedang jatuh cinta? Dan siapa orang yang sudah menepati hati adik kakak hm?" tanya Vincentius.


"Kakak, ini sangat cerewet. " ujar hira, karena kakak'nya sangat cerewet, sampai membuat telinganya pegal.


"Jadi gimana?"


"Iya, kak Hira sedang jatuh cinta, tapi Hira tidak yakin kalah dia juga mencintai Hira, karena status kami berbeda, dia seorang pangeran dari Marquez sedangkan Hira hanya wanita biasa." ucap Hira dengan sedih.


"Hussst.! Kakak, tidak ingin mendengar kamu mengatakan seperti itu, karena sekarang kamu juga seorang putri, bahkan tingkat kamu jauh lebih tinggi dari pada wanita lain. Dan, kamu juga adalah wanita yang sangat mahal." ujar Vincentius.


"Jadi, jangan pernah mengatakan kalau kamu adalah wanita rendahan atau wanita biasa." sambung Vincent.


Hira, terdiam mendengar perkataan dari kakak'nya. dirinya memang adalah wanita biasa, karena sebelum mereka sukses mereka berada di bawah standar. Jadi jika mereka bersanding dengan para pangeran itu bagaikan seperti tikus dan gajah.


"Apa, kakak boleh tau siapa orang yang kamu sukai? Dan sejak kapan kamu jatuh cinta dengan orang itu?" tanya Vincentius.


"Dia, adalah...


Belum sempat hira menyebutkan nama orang itu, mereka mendengar keributan dari ruang bawah, karana mereka sangat penasaran mereka pun turuh ke lantai bawah, dan mendapati Cho Kyuhyun, memarahi dan mencaci maki suaminya itu.


"TANTE, ADA APA INI?!" bentak Vincentius.


"Lihat, paman kamu yang tidak berguna itu, sudah lumpuh, tubuh tidak bisa di gerakan, tidak bisa mencari nafkah, dia malah mengatur hidup saya." ucap cho kyuhyun, dengan sangat sinis.


"Tapi, gak seperti ini juga, walau bagaimanapun juga dia masih tetap suami tante, andaikan tidak ada om. mungkin sekarang Tante dan yang lain seorang gembel." ucap Vincent.


"Vincentius, harusnya kamu sadar kalau pria ini terus-terusan berada di sini akan membuat harga kamu habis. Apa lagi pria itu selalu menyusahkan kita." bentak cho kyuhyun.


"Ma, sudah sebaiknya mama istirahat karena ini sudah malam, lagian kasian papa selalu di bentak dan. di siksa oleh mama," ucap hira dengan lembut.


Plak.


"Berani sekali kamu melawan perkataan mama, apa kamu ingin menjadi anak durhaka karena melawan mama hah?" bentak cho.


Vincentius, yang melihat adiknya di tampar pun menarik tang Hira, guna menjauh dari mama kejamnya itu, lalu ia berhadapan langsung dengan Tante.


"Tante, jangan pernah sekalipun kamu menampar pipi adikku, jika sampai akh mengetahuinya, maka saya akan menghentikan uang belanja kalian." bentak Vincentius.


Vincentius, langsung membuka ponselnya dia pun menggerakkan jari-jarinya di atas layar ponsel lalu, ia mengirimkan sejumlah uang untuk tantenya gunakan.


Ting.


"Saya, sudah mengirimkan uang kepada tante'nya. Jadi mulai sekarang tanya jangan pernah melukai mereka, jika sampai saya mengetahuinya, maka kalian yang harus menerima semua ini." ucap Vincent dengan dingin. Dia langsung pergi bersama dengan om Cho dan adiknya.


Hal itu membuat cho marah karena Vincent terlalu membela pria yang selalu menyusahkan mereka. Berbeda dengan anak sulungnya dia sedang menggait.


"Sekarang, om istirahat di sini dulu ya. Karana gak mungkin om harus tidur bersama dengan tante. Dan kamu Hira, kamu harus tidur." ucap Vincent.


Setelah itu om Cho dan adiknya langsung pergi ke kamarnya, Vincentius juga pergi ke kamarnya karena saat ini ia sedang menginap di mansion milik Kyuhyun, ia menginap di situ karena terpaksa adiknya yang meminta tapi, jika bukan adiknya mungkin ia tidak akan. menginap di situ.


*


*


*


Saat ini sudah banyak yang kalah karena permainan yang mereka buat, bahkan muka mereka sudah cemong karena para wanita mencoreng muka orang yang kalah menggunakan tepung. Bahkan mereka juga menyuruh mereka untuk untuk meminum yang sudah di buat oleh kimli.


Huekkk.


Vander, merasakan tidak enak saat mencicipi minuman yang di buat oleh kimli, karena yang di minum oleh vander adalah pare. hal itu yang membuat vander merasakan mual.


"Habiskan dong, masa minum itu aja gak kuat, bukan pria dong kalau tidak bisa meminum juice pare." ejek kimli. Dan di ikuti oleh grenatta, vernia dan valeeqa.


Karena, merasa di rendahkan vander pun meminum habis juice pare. Walaupun vander merasa mual karena rasanya yang sangat tidak enak. Tapi ia tetap melakukannya agar harga dirinya tidak di ejek.


Sekarang giliran grayland, pria yang selanjutnya mendapatkan hukuman. Dan ia pun memilih juice berwarna merah, berarti grayland memilih juice tomat.


"Ayok, gray kamu harus habisi minuman ini karena kamu sudah memilih sendiri juice itu, jadi kamu harus habisi." ucap kimli.


"Tante, bisakah minumannya di ganti?" tanya grayland.


 "Tidak bisa, dan ini semua sudah pilihan kamu maka kamu harus meminumnya dengan habis jika tidak maka kami akan mengganti pakaian kamu dengan pakaian wanita." ancam kimli.


Mau tidak mau grayland memulai minum juice tomat, dengan rasa yang sangat tidak enak bahkan ia hampir mual karena meminum juice tomat buatan kimli.


Melihat grayland, sudah meminum juice tersebut, kimli menatap ke arah saudara yang lain'nya dan tatapan tajam.


"Sekarang penentuan jika salah satu di antara kalian, ada yang menang maka dua orang terpaksa harus meminum juice buatan saya."