
Citt.
Sebuah mobil berhenti di depan kediaman milik Miharjo, mansion bak seperti istana itu hanya di tinggali oleh tiga orang dan selebihnya para penjaga dan para pelayan.
Lalu keluar lah seorang pria dan wanita dengan sangat tampan dan cantik, saat ke-dua nya akan masum ada sebuah mobil yang ikut masuk juga, dan mereka sangat mengenali mobil itu.
Mobil Alphard berwarna putih itu berhenti tepat di depan Vegas dan Alara. Dan setelah berhenti keluar lah dua orang paru baya, yang sudah tua Namun masih tetap cantik dan tampan, bahkan mereka seperti seorang anak muda.
"Grandma, grandpa, kalian kesini?" ucap Vegas.
Plak.
Rebecca Marquez.
Yang mendengar perkataan dari sang cucu merasa kesal bahkan sampai ia memukul lengan milik si Vegas. Yang membuat Vegas meringis kesakitan akibat pukulan dari sang grandma.
"Kenapa grandma memukulku?" tanya vegas.
"Habis'nya pertanyaan kamu sangat aneh, memangnya grandma tidak boleh main kesini?" tanya rebecca.
Walaupun sudah tidak muda lagi rebecca masih sangat tangguh untuk menghajar cucunya, Bakan sekarang ia sudah memilik banyak cucu tapi tingkahnya seperti seorang anak muda.
Namun pandangannya menatap ke arah kantong plastik yang di bawa oleh Alara ia pun langsung merebut kantong plastik itu dari tangan alara. Alara yang terkejut spontan melepaskan kantong plastik itu.
Rebecca yang melihat isi kantong plastik itu sangat terkejut, lalu ia menatap Vegas dan Alara dengan tajam ia mengira kalau cucunya Vegas menghamili Alara sebelum dia menikah.
"Jangan bilang kalau kamu menghamili Alara sebelum kalian menikah?" tanya rebecca dengan tatapan mengintimidasi,
Glek.
Vegas dan Alara saling menelan ludahnya sendiri karena mendatangkan tuduhan dari sang grandma yang sangat tidak masuk dj akal bahkan. Bahkan tatapan mata rebecca tidak pernah lepas dari pandanganya.
"Ti-tidak grandma, kami tidak melakukan itu, bahkan Vegas tidak ingin menghamili wanita." ujar Vegas.
Namun perkataan Vegas di salah artikan oleh Alara, ia mengira kalau Vegas tidak ingin memiliki seorang anak bersama dengan dirinya sampai membuat hatinya sakit.
"Kalau, kamu tidak ingin menghamili wanita. Lantas buat apa mangga muda itu?"
"Untuk mommy."
Jawaban dari Vegas membuat kedua bola mata rebecca yang sudah kendur langsung membulat, karena mangga muda yang di bawa oleh Vegas untuk mantunya,
Lantas rebecca dan Victor saling menatap satu sama lain sebelum mereka tersenyum. Keduanya pun langsung berjalan mendahului Vegas dan Alara yang terdiam. Keduanya ingin mengetahui apa saat ini mantu mereka sedang hamil atau tidak. Karena jarang-jarang mantu keluarga Marquez meminta mangga muda. Mereka makan Manda muda saat sedang hamil saja.
"Vanandya..!! Valdes..!!" teriak rebecca.
Teriakan rebecca pun menggema di dalam mansion milik Miharjo. Karena Rebecca sangat tidak sabar ingin mengetahui apa yang terjadi. Dan apa benar saat ini Vanandya tengah hamil?
Valdes dan vanandya yang akan mengulangi kegiatan panas mereka Langsung terhenti tak kala mendengan teriakan mama mereka, segeralah mereka pergi ke kamar mandi dan mereka segera membersihkan badan mereka yang baru saja melakukan kegiatan panas.
Padahal Valdes belum puas tapi mereka keburu di panggil oleh mama mereka, yang super duper sangat cerewet dan sangat rempong.
Setelah mandi mereka pun langsung berpakaian dan segera lah mereka turun ke bawah untuk menemui mama mereka. yang di situ sudah ada mama rebecca, papa Victor, Vegas dan Alara yang sedang menunggu kedatangan pasutri tua.
"Kalian sudah lama?" tanya Valdes dan vanandya.
"Kami sudah tiga jam di sini menunggu raja dan ratu Keluar dari dalam goa." ujar Vegas dengan ketus.
Vanandya pun menatap sang putra yang berbicara dengan ketus kepada dirinya. Namun saat menatap ia sangat terkejut melihat Vegas seperti orang habis kalah judi.
"Ya Tuhan, sayang kenapa dengan muka dan pakaian kamu? Kenapa kamu seperti anak jalanan.!" ucap vanandya dengan histeris.
"Jangan bilang kamu kalah tender son?" tanya Valdes. Kepada sang putra yang melihat tubuh Putranya seperti seorang babak belur.
"Kenapa kamu berkata seperti itu sayang?" tanya Vanandya.
"Ya, mungkin saja Vegas kalah tender terus dia berantem dengan saingannya." ujar Valdes.
"Apa benar begitu sayang?" tanya vanandya.
Namun Vegas tak menjawab apa yang kedua orangtuanya katakan ia langsung pergi dari tempat itu dengan wajah Kekesalan dan wajah yang sudah tidak tampan lagi.
Valdes dan vanandya menatap ke arah Alara, meraka bertanya apa yang terjadi. "Alara. Apa kamu tau apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa dia seperti babak belur.?" tanya vanandya.
"Hm.." Alara ragu menjawab pertanyaan dari sang calon mertua, karana ia takut kena marah oleh Vegas, karana pria itu saja tidak menjawab pertanyaan dari mommy-nya apa lagi dirinya.
"Kamu tidak perlu takut sama anak cunguk itu, karena saat ini kamu sedang berada di kraton Miharjo." ujar Valdes.
"Eh-Eh, tunggu mama ingin bertanya apa vanandya sedang hamil? Kenapa Vanandya meminta kepada Vegas kalau dia menginginkan mangga muda." ujar rebecca mengintimidasi kepada Vanandya dan Valdes.
Keduanya saling bertatap satu sama lain mendengar apa yang di katakan oleh mama mereka, lalu ke-dua nya pun menatap sang mama dan papa yang berada di depan mereka lalu Vanandya dan Valdes tersenyum ke arah mereka.
Melihat Vanandya dan Valdes tersenyum membuat rebecca tak mempercayainya kalau saat ini Vanandya sedang hamil, bahkan di usianya sudah hampir setengah abad.
"Ahhhh..!! Akhirnya aku akan punya cucu lagi, dan itu dari kalian.. Ini tidak boleh tinggal diam mama akan memberi kabar ini kepada seluruh keluarga besar, dan kalian harus datang malam ini. " ucap rebecca dengan sangat bahagia.
"Tapi ma?" ujar vanandya.
"Tidak ada tapi-tapian, karena mama ingin memberi kabar ini keada seluruh keluarga besar. Dan mama akan mengatakan itu setelah seluruh keluarga besar berkumpul di kediaman utama Marquez." ucap Rebecca.
"Jika, mau mama seperti itu baiklah kami akan ikut saja." kata Vanandya dengan pasrah.
Rebecca langsung memeluk tubuh Vanandya dan memberikan selamat kepada vanandya karena sudah kembali mengandung lagi anak dari Valdes, ia lalu memberikan mangga muda yang Tadi di petik oleh Vegas.
"Ahh.. Mangga muda, aku sempat lupa akan hal itu." ujar vanandya.
"Hm, tante sini biarkan aku yang mengupas dan membuatkan sambal rujak." ujar Alara.
"Oh, kamu emang calon mantu yang baik, apa saya tidak merepotkan kamu?" tanya Vanandya.
Alara pun menggelengkan kepalanya, lalu ia meminta kepada vanandya memberikan Kantong plastik kepada'nya, setelah kantong plastik sudah berada di tangannya ia segera pergi ke dapur dan mulai mengupas mangga muda tersebut. Setelah terkupas ia langsung membuat sambal rujaknya.
"Teryata saya pandai segalanya." gumam Alara.
"CK, terlalu memuji diri sendiri...