CDAP SEASON 2

CDAP SEASON 2
CDAP, S2 : 25


Vanandya langsung pun memakan hasil masakan dari Putranya membulatkan matanya karena rasa nikmat yang begitu hakiki, apa lagi ini semua masakan yang putra,


Untungnya ia membuat adonan dengan Valdes dengan sangat hati-hati dan sangat panas tentunya jadi mereka bisa mencetak seorang anak yang sangat jenius dan sangat berbakat.


Karena masakan Vegas yang sangat lezat, vanandya pun besok-besok meminta kepada Vegas untuk dia yang membuat makanan karana tidak ingin bayinya ileran karena tidak si turuti oleh abangnya.


Sontak saja Vegas tersedak oleh makanan karena mendengar perkataan dari mommy'nya yang menginginkan dirinya untuk masak buat si kecebong tengil itu,


Vegas sudah menduga kalau hari kesengsaraannya akan segera tiba, ia juga akan menjadi babu dari seorang kecebong tengil yang belum lahir kedunia.


Valdes yang duduk di tengah-tengah mereka pun langsung memberikan air minum kepada Vegas. Namun dengan senyum jahilnya karena sang putra sulung akan di menjadi pesuruh buat istrinya, yang saat ini sedang hamil muda.


Setelah menerima minum dari Daddy'nya Vegas menatap sang mommy dengan tatapan membantah, ia tidak ingin melakukan itu karena ia juga memiliki kesibukan sendiri.


"Mom come on, kan masih ada Daddy? Jadi mommy harus menyuruh Daddy kan itu kecebong tengil milik Daddy bukan milik vegas. Jadi mommy suruh aja bapak dari kecebong tengil untuk menuruti keinginan mommy." ujar Vegas.


Plak.


Daddy Valdes memukul lengan anaknya karena sudah berani mengatai benih unggul dirinya sebagai kecebong tengil, belum lagi berkata seperti itu kepada istrinya.


"Vegas, kan ini permintaan dari adik kamu masa kamu tidak mau menuruti keinginannya.. Hiks... Hiks.. Hiks.." ujar Vanandya.


"CK, itu kenapa kecebong tengil bisa jadi sih. Bikin susah saja," gumam Vegas yang lalu menghembuskan nafas panjangnya.


"Baiklah. Tapi mommy jangan sedih lagi oke?" ucap Vegas.


Kelemahan Vegas adalah tidak menyukai. Kalau air mata milik mommy jatuh begitu saja. Ia dengan terpaksa menuruti keinginan sang mommy untuk membuat masakan buat adiknya kecebong tengil. Yang sudah membuat dirinya sudah.


Setelah, makan malam. Vegas langsung pergi dari meja makan tanpa ikut gabung bersama dengan orangtuanya yang sudah berada di meja makan. Namun saat ia baru menginjak satu anak tangga sudah di panggil dulu oleh mommy-nya itu.


Firasat Vegas sudah tidak enak karena pasti mommy'nya menyuruh dirinya untuk menuruti keinginan dia.


Ia berjalan berbalik arah menghampiri sang mommy yang berada di ruang keluarga bersama dengan Daddy yang sedang berpeluk manja dengan sang mommy.


"Ada apa mom?" tanya vegas.


"Vegas mommy ingin martabak sata. Sama batagor coklat." ucap vanandya.


Valdes mendengar itu menahan tawanya, apa lagi saat melihat wajah kesal sang putra, bahkan pupil matanya sampai menatap tajam ke arah Daddy'nya.


"Itu ada Daddy?" tunjuk Vegas.


"Kamu ini bagaimana? Saat ini dedek gemes lagi pengen memeluk Daddy'nya, jadi mommy mohon ya?" ucap Vanandya sambil menunjukkan pupil mata unyu nya itu.


Lagi-lagi Vegas hanya bisa menghela nafas panjang lalu ia berjalan ke kamar untuk mengambil jaket, kunci dan dompetnya. Setelah semua'nya sudah berada di tangan ia segera pergi dari mansion untuk mencari makanan yang mommy'nya mau.


"Kecebong tengil awas saja jika kamu menyusahkan saya lagi akan ku.. Jadikan seperti bakso. Mau nyari kemana makanan seperti itu, dan memang ada martabat sate? Dan lagi batagor coklat, dasar kecebong tengil bikin susah hidup orang saja." gerutu Vegas di dalam mobil.


"Para kecebong tengil kalian sudah membuat permusuhan denganku maka aku akan melakukan apa saja agar kalian para kecebong bisa diam tidak melakukan permintaan lagi." gumam Vegas.


Vegas turun di depan jalan karena melihat tulisan 'Jual martabak' tapi tidak ada kata 'sate' hal itu pun membuat Vegas mengurungkan niatnya untuk tidak membeli di tempat itu.


Satu jam, dua jam dan jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas. Namun saat ini Vegas belum bisa menemukan martabat sate. saat ia akan pulang ia menemukan penjual martabak yang bersebelahan dengan penjual sate. Ia pun segera turun dari mobil dan bergegas menyamperi pedagang martabak.


"Permisi pak disini jual martabak?" tanya vegas.


Pertanyaan yang sangat tidak masuk di akal, jelas-jelas tulisannya martabak tentu saja orang'nya jual martabat.


"Iya tuan disini jual martabak. Tuannya mau rasa apa?"


"Martabak sate." ujar vegas.


Ucapan Vegas membuat pengunjung yang sedang memesan terkejut karena permintaan aneh dari Vegas. Bahkan penjual martabak juga ikut terkejut dengan permintaan dari Vegas.


"Tuan disini gak ada martabak sate, yang ada hanya martabak manis dan martabak telur." ucap penjual martabak.


Saat Vegas akan mengatakan kepada penjualnya seorang pria datang menghampiri mereka dan dai merangkul pundak Vegas, lalu ia mengatakan kepada penjual martabak.


"Sudah pak bikinin saja. Mungkin saat ini istrinya pria ini sedang hamil dan pasti dia meminta yang aneh-aneh. Maka bapaknya bikinin saja, tuh di samping bapak ada penjual sate." ucap Vincentius.


Ya, pria itu adalah Vincentius, pria yang tidak sengaja bertemu dengan Vegas di depan toko martabak karena ia ingin membalas dendam kepada Vegas ia pun menghampirinya. Namun saat ia mendekati ia mendengar permintaan dari Vegas yang menginginkan martabak sate.


"Kau?" ucap vegas.


"Kenapa?" tanya Vincent.


"Buat apa anda disini?" kata Vegas.


"This is a public place so there is nothing to stop it" ujar Vincent.


Tiga puluh menit sudah Vegas menunggu dan martabak pesanan nya jadi, karena tidak inging berlama-lama di situ ia segera pergi dari toko itu setelah membayar. Apa lagi ada pria yang sudah membuat dirinya kesal,


Perlakuan dia yang sudah menaburi paku ke jalanan tidak bisa di maafkan karena itu bisa membuat orang celaka.


Vincentius yang melihat Vegas pergi, segera menyusul Vegas karena ia ingin menawari Vegas buat berkerja sebagai aktor di studio Greifen. Apa lagi dari segi penampilan dan segi tubuhnya sangat bagus dan sangat cocok membintangi film biru.


Vegas saat ini sedang mencari orang yang jual batagor coklat, karena permintaan dari kecebong tengil membuat dirinya merasa malu. Bahkan ia di tatap aneh oleh orang yang berada di tempat itu.


Apa lagi ia harus bertemu dengan pria gila, itu membuat Kekesalan seorang Raden mas alvegas aldebarat Marquez Adiningrat menjadi semakin memuncak,


Ia pun segera berhenti di tempat penjual batagor coklat dan entah kebetulan atau tidak di sebelahnya ada orang yang jual coklat panas, benar-benar sangat kebetulan sekali.


Setelah itu ia segera mengatakan kalau ia ingin pesan batagor coklat. Dan tentu buat orang nyidam. Karena Ia tidak ingin di permalukan lagi oleh orang-orang, mana ada seorang pangeran di permalukan kan itu sangat tidak ada dalam kamusnya.


Karana permintaan penjual pun segera membuatkan batagor dengan saus coklat yang menjadi pelengkapnya.


Setelah mendapatkan semua yang mommy nya mau ia segera pulang ke mansion dan ia meletakkan pesanannya di meja.


"Dimana mommy?"