CDAP SEASON 2

CDAP SEASON 2
CDAP, S2 : 48


Ilustrasi pakaian pengantin Vegas dan Alara




Saat, ini kedua keluarga sudah saling bertemu. Namun, mereka belum bisa mengeluarkan mempelai wanita sebelum Vegas mengucapkan ijab qobul, karena itu sudah menjadi adat merek. Untuk tidak mengeluarkan mempelai wanita..


"Apa kamu sudah siap? Untuk mengucapkan ijab kabul pangeran Vegas," tanya bapak penghulu setelah melihat calon pengantin pria sudah duduk di depannya, dengan pakaian Jawa yang sangat cocok di pakai Vegas.



( ilustrasi pakaian yang di gunakan buat ijab qobul.)


"Jika, saya tidak siap mana mungkin saya ada di sini.!" ucap Vegas dengan sangat datar.


Hal itu pun membuat gelak tawa para tamu undangan dan para abdi dalem, yang mendengar perkataan dari vegas, memang benar apa yang di bilang oleh Vegas, jika dia tidak siap mana mungkin ada di tempat itu.


"Pangeran, ini bisa aja bercanda." ujar penghulu.


"Saya, sedang tidak berjanda.. Eh maksud saya sedang tidak bercanda." ujar Vegas. Lagi-lagi dengan suara datar dan dingin.


Hal itu kembali membuat semua orang tertawa akan perkataan dari vegas. Mereka tidak menyangka kalau pangeran dingin bisa bercanda di saat suasana sedang tegang.


"Bisa, kita mulai?" sambung Vegas kepada penghulu.


Keluarga, Marquez sangat malu akan sifat vegas yang datar seperti itu. Apa lagi dia sedang berhadapan dengan banyak orang.. Sudah lagi tidak ada muka senyumnya, membuat suasana semakin tegang.


Penghulu pun menyuruh adipati berjabat tangan dengan vegas. Karena ini atas permintaan adipati sendiri yang menginginkan menjadi wali nikah buat putri tunggalnya.


"KANJENG GUSTI PANGERAN VEGAS ALDEBARAT MARQUEZ LACERTA WASANGMIHARJO ADININGSIH.!"


"YA."


"SAYA, NIKAHKAN DAN SAYA KAWINKAN ENGKAU DENGAN PUTRI SAYA YANG BERNAMA.. GUSTI RADEN AJENG ALARA AMARANGGANA ADIPATI HADININGRAT BINTI KANJENG GUSTI KAWANGGA ADIPATI HADININGRAT, DENGAN MASKAWIN BERUPA.. 50 SET PERHIASAN, 20 SAHAM V&V ADININGRAT, 17 MOBIL LAMBORGHINI, 28 MOBIL FERRARI, 10 MOBIL ALPHARD, 5 PULAU PRIBADI, 8 PESAWAT PRIBADI, 8 KAPAL PESIAR PRIBADI DAN SEPERANGKAT ALAT SOLAT DI BAYAR TUNAI..!"


"SAYA, TERIMA DAN KAWINNYA GUSTI RADEN AJENG ALARA AMARANGGANA ADIPATI HADININGRAT BINTI KANJENG GUSTI KAWANGGA ADIPATI HADININGRAT.. DENGAN MASKAWIN TERSEBUT DI BAYAR TUNAI..!"


"Gimana, para saksi sah?" ucap penghulu.


"SAHHHH.." teriak semua tamu undangan yang hadir di acara pernikahan dua keluarga besar.


*


*


*


*


Sementara, itu keluarga Vincentius baru saja datang karena keterlambatan, yang mengharuskan Vincent mengurus pekerjaannya. Sebelumnya Vincent sudah menyarankan adiknya untuk pergi bersama dengan Jendral raksa, tapi Hira tidak ingin mergi jika ia tidak ikut bersama dengannya,


Jadi, karana permintaan dari sang adik Vincent terpaksa menuruti keinginan adiknya yang sangat manja itu.


Begitu juga dengan keluarga kamandanu, mereka juga ikut hadir dalam acara pernikahan Vegas sanga raja dari tanah Jawa. Bahkan bukan hanya raja saja dia juga seorang CEO dari perusahaan terbesar .


Siapapun orangnya akan tertarik kepada Vegas yang sangat paket komplit itu,


Tanpa di sadari oleh semua orang seorang wanita melihat dan mendengar sendiri acara ijab qobul yang sangat mulus tanpa hambatan sedikitpun.


"Berbahagialah, selalu.sementara saya akan menjauh dari kamu dulu. Setelah itu akan datang lagi buat memulihkan ingatan kamu." ujar seorang dengan menggunakan pakaian tertutup,


Saat ia keluar, tanpa sengaja ia bertabrakan dengan seorang wanita. Namun mereka tidak menyadari siapa wanita yang sudah menabrak mereka. Karana, memang mereka sedang terburu-buru jadi mereka tidak mencegah itu.


"Kak, lihatlah tuan Vegas Sangatlah tampan, Bahkan sekilas mirip dengan kamu." celetuk Hira.


Mendengar itu sontak membuat Vincent membulatkan matanya karena tidak percaya kalau adiknya bisa mengatakan kalau dirinya hampir mirip dengan pria gila.


"Dih, mana ada kakak mirip cowo trenggiling itu, dan harus kamu garis bawahi kalau kakak kamu adalah pria terganteng di dunia. Bahkan belum ada yang bisa mengalahkan ketampanan kakak."


"Ck, kakak itu pria terganteng ke lima puluh, karena pria yang menduduki peringkat pertama adalah Taehyun. Dan, berapa aktor Korea lainnya, jadi kakak jangan berbangga diri." ujar sang adik dengan ucapan pedesnya.


Vincentius, yang kesal karena sang adik tidak memuji dirinya, ia langsung pergi ke tempat dimana rekan bisnisnya berada.


Begitu juga dengan Hira dia juga merasakan kesal karena kakak'nya meninggalkan dirinya seorang diri. Saat ia akan berjalan high heels nya patah membuat ia oleh dan hampir ia terjatuh ke lantai.


Hira, yang sedang memejamkan matanya, merasa heran karena ia seperti sedang melayang bahkan ia tidak merasakan jatuh karena perasaan dirinya ia hampir terjatuh.


Saat ia membuka matanya, pandangan yang ia lihat adalah.. Seorang pria yang sangat tampan tepat di hadapannya, mungkinkah ia sedang ada di surga sampai ia melihat seorang malaikat yang sangat tempat.


"Tuhan, terimakasih sudah membawaku ke surga, karana aku bisa melihat malaikat yang sangat tampan." gumam hira, yang masih dapat di dengar oleh seorang pria.


"Kamu, sekarang tidak sedang di surga. right now you are in my arms," ujar pria itu.


"Ahh.. Sorry, sorry saya tidak tau." ujar hira yang salah tingkah, karana mendengar perkataan dari pria di hadapannya itu.


"Yes, it is okay. What if we go there?" ucap seorang pria.


"Oh-iya, kenalkan saya chalian."


"Sa-saya Hira."


Setelah keduanya, berkenan chalian membawa hira ke tempat makanan, karena ia sangat kasian dengan tubuh cungkring Hira yang kurang gizi.


*


*


*


Saat sudah, sampai dua ia mengetuk pintu kamar Alara.


Sedangkan alara, dia harus saja di rias oleh MUA, ia mendengar Vegas menyelesaikan ijab qobul nya dengan lancar sangat terharu bahkan ia mendengar kalau Vegas mengucapkan dengan sekali tarikan nafas.


"Tuan putri, ayok kita turun, karena semua orang sedang menunggu kedatangan tuan putri." ucap pelayan.


"Baiklah," ucap Alara.


Alara dan para pelayan pun segera keluar dari kamar dan mereka pun berjalan ke arah tangga dengan sangat anggun, saat sudah sampai di tangga semua mata tertuju kepada Alara gadis yang sangat cantik.


Vegas, belum menyadari kedatangan dari istri yang baru saja di nikahi, karana ia sedang berbicara dengan sepupunya green, Green sedang bernegosiasi dengan Vegas tentang honeymoon.


Green, yang melihat Alara menghampiri sepupunya mematung karena melihat kecantikan dari Alara. Ia berbisik kepada vegas untuk melihat siapa yang menghampirinya.


"Ega. Lihat bidadari mu sedang mendekati mu." ucap green,


"Apa, maksud ka..." belum sempat Vegas menyelesaikan ucapannya, green memutar kepala Vegas menghadap ke arah wanita yang datang menghampirinya.


Seketika itu juga Vegas terdiam karena melihat aura kecantikan dari Alara, yang begitu pekat. Sampai ia tidak bisa berkedip sedikitpun, karana saking terpesonanya kepada Alara.


"Awas nanti bola matanya menggelinding." ujar green yang langsung pergi dari tempat itu.


Saat keduanya sudah berhadapan, penghulu meminta kepada Alara untuk mencium tangan Vegas, begitu juga dengan Vegas mencium dahi istrinya.


Alara, pun memegang tangan suami'nya saat dirinya akan mencium sebuah suara mengejutkan mereka..


"Berhenti...!"


*


*


*


*


*


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


( ILUSTRASI MAHAR )













MAHAR YANG DI BERIKAN KEPADA ALARA.