
Ceklek.
Pintu kamar di buka oleh Vegas, saat ia masuk pandangan mata'nya tertuju kepada sosok gadis yang sudah tertidur dengan memeluk bantal gulung. Padahal ia sudah menyiapkan makan buat dia, tapi dia tidur.
Ia pun meletakan nampan berisi susu dan makanan hasil masakan dari koki punto. Ingin sekali ia membangunkan Alara, tapi karena gengsinya terlalu besar ia pun mengurungkan niatnya, ia segera kembali mengerjakan laporan tentang perusahaan dan tentang kraton.
Jam, sudah menunjukan pukul tiga pagi, dan Vegas baru menyelesaikan semua laporan, karena sudah sangat lelah ia mengambil bantal dan selimut untuk dirinya tidur di sofa, ia masih canggung untuk tidur bareng bersama dengan wanita yang saat ini sudah berstatus sebagai istrinya.
*Hari sudah mulai pagi*
Alara, terbangun saat matahari masuk ke sela-sela korden jendelanya, membuat wanita itu tidak bisa kembali tertidur, lagi. Namun saat ia terbangun ia tidak mendapati suaminya berada di kasur atau berada di kamarnya.
Namun, pandangannya mengarah ke sebuah meja yang berada di kamarnya, ia melihat sebuah nampan berisi susu dan makanan, karena penasaran ia pun beranjak dari kasurnya dan berjalan ke arah meja.
"Apa, mungkin Vegas yang menyiapkan ini semua? Ah, tapi gak mungkin mana mau vegas menyiapkan makanan buat dirinya. Pasti ini Vegas menyiapkan untuk diri sendiri." gumam alara.
Ceklek.
Pintu kamar mandi terbuka, Alara yang mendengar pintu kamar mandi terbuka pun langsung melihatnya.
Deg.
Alara, sangat terkejut melihat suaminya bertelanjang dada, yang hanya menyisakan handuk untuk menutupi bagian terlarangnya. Saat ini Alara tak bisa berkata-kata lagi. Karana melihat kesempurnaan yang dia lihat membuat ia menelan ludahnya sendiri.
"Apa, kamu sudah puas memandangi saya seperti itu?" ucap vegas dengan dingin.
Alara, langsung tersadar dari lamunannya. karena terlalu menikmati memandang pagi, yang sudah di bikin oleh suaminya. Dengan rambut basah, dada yang sangat kokoh, bahkan air dari rambut mengalir ke tubuhnya membuat ia tidak bisa berbuat apa-apa.
Bahkan, Alara tidak menyadari kalau Vegas saat ini sedang berpakaian, tanpa bantuan dari dirinya.
"Biar, aku bantu mengancingkan kemeja kamu?" pinta Alara kepada vegas.
"Tidak perlu.!" tolak vegas.
Hufhh. Alara hanya bisa menghela nafas panjang, mendengar penolakan dari Vegas, padahal dirinya sangat berharap bisa melayani suaminya, tapi semua itu hanya angan-angan.
Saat, Vegas sudah menyelesaikan berpakaiannya, saat ini ia sedang menggunakan dasi. Tapi selalu gagal menggunakan dasi, ini yang di benci oleh vegas karena tidak bisa menggunakan dasi.
Melihat, kesulitan suami'nya, Alara berinsiatif membantu suami'nya menggunakan dasi, agar terlihat sangat rapi, dan hanya membutuhkan berapa detik saja Alara suami memasangkan dadi untuk suami.
Tapi, Vegas hanya menampilkan wajah datarnya saja tanpa ekspresi wajah senyum atau apa.
Bahkan, vegas langsung pergi meninggalkan Alara seorang diri di dalam kamar. Tanpa mengucapkan sedikit katapun untuk alara.
"Sepertinya, memang Vegas belum siap menerima pernikahan ini. Lalu aku harus sampai kapan memperjuangkan cinta ku untuk mu vegas. apa kamu sudah melupakan kejadian itu sampai kamu membenciku," gumam alara. ia sangat sedih jika suaminya bersikap dingin kepada dirinya.
Ia, pun segera pergi ke kamar mandi karena ia juga akan ada meeting penting dengan investor dari luar negri. Apa lagi mereka akan membangun sebuah hotel di atas laut. Karena ini akan menjadi pembangunan yang sangat memakan biaya yang cukup banyak.
Setelah, ia mandi ia pun langsung menggunakan pakaian kerja. Segera lah ia turun ke lantai dasar yang saat ini keluarga sudah kumpul, bahkan ia orang yang paling telat di antara mereka, karena datang paling akhir.
"Maaf, mom, dad, Oma, opa, Alara telat." ujar Alara yang segera duduk di meja makan.
"Tidak, apa-apa sayang. Oh-iya apa hari ini kamu akan berangkat ke kantor?" tanya vanandya kepada Alara.
"Iya mom."
"Kalau, begitu biarkan vegas mengantarkan kamu berangkat ke kantor, karena mommy tidak ingin terjadi sesuatu kepada kamu di jalan." ujar Vanandya.
""Tapi mom..
*
*
*
*
Vegas, hanya menatap kesal, karena mommy'nya selalu memaksa kehendaknya sendiri. Tanpa memikirkan perasaan dari dirinya. Andaikan ia tidak melihat mommy sudah pasti ia akan membuat wanita di sampingnya.
Sepanjang, jalan dan sampai dimana mobil yang di Kendari oleh denis berhenti di perusahaan besar yang menjulang sangat tinggi,
Alara, yang sudah sampai di depan halaman kantor langsung keluar dari mobil, tapi sebelum ia keluar ia menyalami tangan suami'nya meminta izin.
"Mas, aku masuk dulu ya?" tanya Alara,
Cup.
Alara mencium pipi suami'nya, lalu ia keluar dari dalam mobil karena takut mendapatkan amukan dari suami'nya karena tidak izin dulu untuk mencium.
Denis, yang melihat itu, sontak langsung terkejut dan ia segera membuang pandangannya ke sembarang arah. Sambil menyembunyikan senyumannya.
"Tuan, lihat saja dalam berapa Minggu kamu akan terbiasa dengan perlakuan dari nona muda. Bahkan bisa saja tuan akan mencintai nona muda, dan menghapus cinta nona aretha dalah kehidupan tuan vegas." batin Denis.
"Apa, kamu sedang mengutuk saya, sampai saya panggil tidak dengar?" ucap Vegas dengan datar.
"Mana, ada tuan." ucap Denis.
"Kalau begitu berangkat."
Denis, segera melajukan mobilnya keluar dari perusahaan milik nona muda, dengan kecepatan sedang mobil vegas membelah jalanan ibu kota.
"Dasar, wanita sialan. Beraninya main nyosor-nyosor, " gumam Vegas sambil mengelap bekas ciuman dari Alara, apa lagi ada bekas lipstik di pipinya.
Apa, kata orang kantor nanti jika melihat ada noda lipstik di pipinya, bisa-bisa dirinya di ketawain.
Karena kantor milik dirinya dan milik Alara tidak jauh, membuat mobil yang di Kendari oleh Denis terlah sampai di depan perusahaan adiwilaga. Perusahaan Adiningrat, perusahaan yang di kelola oleh vernando.
Saat, ini ia hanya menghadiri acara penyambutan CEO baru di perusahaan adiwilaga adiningrat. Saat sudah sampai, banyak pegawai dan karyawan yang berjejer rapi di depan perusahaan dengan vernando yang sudah menunggu di depan perusahaan.
Sebenarnya vernando akan memberikan jabatan CEO kepada vegas saat dia pulang dari honeymoon, tapi semua itu di percepat agar Vegas dan Alara bisa dengan damai tanpa memikirkan kedepannya.
Dan ide itu tentu dari semua keluarga Marquez dan keluarga adipati agar mereka bisa mengenal satu sama lain.
"Paman?" panggil Vegas, setelah keluar dari mobil dengan penuh wibawa, dan ia memasukkan tangannya ke dalam saku celananya. Dengan.
"Akhirnya, kamu datang juga. Apa kamu tau paman hampir jamuran karena menunggu kedatangan kamu?"
"Saya, gak tau kalau paman akan berdiri sangat lama di saat matahari hampir naik." ujar vegas.
Segeralah, vernando membawa Vegas masuk kedalam kantor yang sudah di persiapkan oleh karyawan-nya,
"Selamat pagi semuanya..
*
*
*
*
*
*