
Valdes Marquez dan vanandya valdes Marquez.
Kedua pasangan yang sedang berbahagia karena putra mereka akan segera menikah. Keduanya lalu berjalan menuruni anak tangga, karena saat ini keluarga lacerta baru saja datang.
"Ayah." panggil vanandya kepada ayah'nya setelah berada di lantai bawah, kehamilannya kali ini selalu di jaga dan di manja oleh suaminya, karena suami'nya tidak ingin kalau ia mengalami seperti berapa taun silam.
"Putriku. Bahagia kabar kamu?" tanya Hendrik.
Hendrik lacerta.
Semenjak istrinya meninggal ia pergi meninggalkan kota, bahkan sampai meninggal negara untuk menenangkan diri agar rasa bersalah dan rasa untuk mengikhlaskan kepergian varisa bisa hilang. Namun ia tetap saja masih saja kehilangan wanita yang sudah menemani dirinya puluhan tahun.
"Ayah, kesini sendirian atau sama yang lain?" tanya Valdes.
"Ayah bersama dengan Oma dan opa kalian, saat ini mereka sedang membicarakan sesuatu dengan kakek kalian " ucap hendrik.
Keduanya pun menganggukkan kepala. Lalu mereka pun duduk di sofa. Karena rencana mereka malam ini akan pergi ke keraton secara bersamaan.
"Selamat malam semuanya," ujar seorang wanita yang bernama Tania dan dia memasuki mansion bersama dengan suami'nya. Vernon.
Vernon Marquez dan Tania Vernon Marquez.
Pasangan bungsu dari keluarga Marquez, ke-duanya pun langsung berjalan menghampiri Valdes yang sedang duduk bersama dengan ayah mertuanya.
Kimberly dan Rebecca yang sedang berada di dapur hanya menggelengkan tingkah anak dan mantu mereka yang seperti anak kecil, padahal mereka sudah memilik anak yang sudah pada besar tapi kelakuan mereka seperti anak kecil.
"Kaka, ipar sepertinya mansion kita kembali rampai dengan kehadiran anak-anak kita." ujar rebecca.
"Kamu benar rebecca, mansion ini yang terasa sangat sepi, semenjak mereka pergi ke rumah baru mereka. Bahkan di rumah ini hanya tersisa berapa orang saja." ujar Kimberly.
"Tapi, sekarang mansion ini sangat ramai mereka sudah berkumpul kembali. Andaikan salah satu cucuku masih hidup mungkin saat ini dia yang akan menjadi pelengkap, karena dia adalah cucu yang paling usil." gumam Rebecca.
Karena dia Sangat sedih tidak bisa melihat cucunya yang selalu tersenyum dan selalu menghibur mereka saat tak kala semua orang sedang risau sedang banyak masalah, tapi vagas selalu membuat mereka melupakan semua beban yang ada.
"Sudah becca. Saat ini kamu jangan memikirkan itu, walaupun aku sangat sedih, apa kamu ingin melihat vanandya bersedih karena kamu mengingat vagas?" tanya Kimberly.
Rebecca pun langsung menghapus air matanya karena tidak ingin di lihat oleh mantu'nya, apa lagi saat ini mereka sedang merayakan hari bahagia sebelum besok Vegas melaksanakan ijab qobul.
Saat mereka sedang berkumpul datang lah suami-isteri berjalan beriringan dengan senyum yang mengembang, karena keduanya baru saja sampai di tanah, dan pasang itu adalah..
Grey's Marquez dan Hazel Grey's Marquez.
Pasangan itu menghampiri ayah mereka yang sedang duduk bersama dengan vanandya dan yang lain, ke-dua nya pun menyalami mereka satu persatu.
"Ayah, hazel rindu sama ayah. Ayah selama ini dari mana saja hm?" ucap hazel dengan memeluk tubuh Hendrik dengan sangat erat, ia tidak ingin melepaskannya pelukan ayah'nya.
"Ayah, tidak habis dari mana-mana, ayah juga sangat merindukan kamu putri ayah." ujar Hendrik.
Walaupun hazel tau kalau hendrik bukan ayah kandungnya, tapi ia sangat menyayangi dan dia akan selalu menganggap Hendrik adalah ayahnya, karena dia adalah sosok pria yang sudah membesarkan dirinya.
"Apa kamu tidak ingin melepaskan pelukan kamu hm? Ayah tidak bisa bernafas." ujar Hendrik.
"sorry I forgot." ujar hazel.
"Hazel langsung melepaskan pelukannya kepada Hendrik fan ia duduk di samping Vanandya, karana dia sangat merindukan sosok sang adik apa lagi ia baru mengetahui kalau adiknya sedang hamil,
"Dek, kakak tidak menyangka kalau kamu sedang hamil, saat kamu berbicara di telpon kakak mengira kalau itu bohongan." ujar hazel.
"Ahh. Kakak sangat bahagia mendengar hal itu." ucap hazel.
Saat, mereka sedang bertukar cerita datanglah dua pasangan yang telat datang karana mereka terhalang kemacetan, kalau saja mereka tidak menggunakan tanda Marquez mungkin mereka akan terlalu lama di jalan. Pasangan itu adalah..
Virendra Marquez dan Tanu virendra Marquez.
Laksh Marquez dan leksa Marquez.
Kedua pasangan itu berjalan ke arah ruang keluarga yang di situ sudah berkumpul keluarga besar Marquez, saat mereka baru saja duduk rebecca dan Kimberly datang membawa cemilan dan minuman untuk keluarga besarnya, lalu Kim menyuruh para pelayan untuk meletakkan semua yang mereka bawa ke meja.
"Mami, dan mama memang selalu kompak dari dulu, makanya saat kami di luar negri kami sangat merindukan kebersamaan kalian." ujar vernon.
Para pelayan yang sudah menata minuman dan cemilan di meja para pelayan pun segera pergi ke dapur meninggalkan anggota keluarga Marquez,
"Ngomong-ngomong ini generasi muda pada kemana? Kenapa meraka belum sampai di mansion, bukannya ini sudah jam kumpul?" tanya rebecca, yang tidak melihat keberadaan cucu-cucu mereka.
Mereka semua menggelengkan kepala, karena mereka tidak tau keberadaan anak-anak mereka, karana anak-anak bilang kalau anak-anak ingin pergi duluan.
Saat mereka akan berdiri kakek vinton, opa Rudra dan Oma Eleanor datang dengan wajah yang sangat datar dan ke-tiga nya datang menghampiri semua keturunan mereka.
Namun, ke-tiga nya terkejut karena mereka tidak mendapati keberadaan cicit mereka apa lagi ini sudah jam kumpul, tapi cicit-cicit merek tidak ada di mansion.
"Kalian, apa kalian mengetahui kemana anak-anak kalian pergi? Kalian sudah bilang kan kalau Jam dua mereka harus berkumpul di mansion ini? Karena malam nanti kita harus segera berangkat ke kraton Adiwilaga." ucap opa Rudra.
"Bukannya, anak-anak, green, grayland dan valeeqa sudah pulang ke tanah air satu minggu yang lalu, ya opa?" tanya hazel, karena ketiga anak-anaknya sudah pulang duluan, ke tanah air.
"Itu memang benar, bahkan grayland pernah mengunjungi bar, bahkan dia memaksa Vegas untuk ikut bersama dengan Grayland, tapi untuk green dan valeeqa, itu sama sekali tidak pulang ke mansion." jelas Rebecca.
"Kalau anak-anak kal..." belum sempat rebecca menyelesaikan ucapannya kedua pria paruh baya datang secara bersamaan,
"Kalian baru datang?" ucap vinton.
"Iya yah, kami baru saja sampak karana jalanan macet lalu ada sedikit kendala di induk Marquez." ujar Faisal menjelaskan apa yang membuat mereka telat.
"Apa kalian mengetahui di mana cucu-cucu kalian?" tanya Eleanor.
"Untuk itu kami tidak mengetahuinya." ujar mereka berdua.
*
*
*
*
Di sebuah jalan terdapat berapa mobil saling kejar-kejaran satu sama lain, hal itu membuatkan sumpah serapah dari pengemudi lain. Namun mereka tidak memperdulikan sumpah serapah dari pengendara.
Mereka adalah generasi muda dari keluarga Marquez, dan mereka sedang berkendara di atas rata-rata dengan Vegas yang memimpin jalanan.
Citt..
Suara gesekan ban mobil dan aspal langsung terdengar saat mereka mengeram. Sembilan mobil berhenti tepat di area parkir tempat itu adalah rumah terakhir bagi manusia.
"Kami datang vagas.!"