
Baru saja Vegas naik ke atas pohon mangga, ia langsung terjatuh saat ada yang memanggil maling, hal itu pun membuat Vegas terkejut sampai terjatuh.
Alara, langsung menolong Vegas yang terjatuh dari mohon karena di sebut sebagai maling. Gimana gak di sebut sebagai maling, orang dia metik mangga tidak izin dulu.
Namum sebelum ia menolong Vegas, Vegas sudah lebih dulu mendapatkan pukulan dari para warga. Karena Vegas maling mangga milik pak RT.
"Oh jadi ini orang yang sering nyong mangga. Pantesan saja mangga di sini sering hilang." ujar salah satu warga desa.
"Ganteng-ganteng kok maling mangga mas?" ucap ibu-ibu.
"Saya tidak maling mangga." ujar Vegas.
"Maling mana ngaku kalau ngaku penjara penuh di masuki oleh." ucap para warga.
Karena tidak ingin Vegas di tuduh oleh para warga ia langsung mendekati Vegas dan menolong Vegas yang badan'nya sudah remuk karena jatuh dari mohon, belum lagi terkena pukulan dari para warga.
Alara Pun langsung meminta kepada para warga untuk menghentikan memukuli Vegas karena saat ini Vegas sudah sangat tidak berdaya.
"Vegas you're okay?"
"Hm."
"Saya tegaskan saya tidak maling, saja hanya ingin memetik mangga untuk istri saya yang sedang hamil." ujar Vegas yang langsung memeluk tubuh Alara.
Mendengar itu para warga menatap ke arah Alara yang diam mematung mendengar perkataan dari Vegas yang mengatakan kalau dirinya sedang hamil.
Hal itu pun langsung berkata kepada Alara...
"Neng, apa benar kalau kamu sedang hamil?" tanya ibu-ibu.
"Benar buk, saat ini saya sedang hamil dan saya sedang menginginkan mangga moda." ujar Alara dengan tatapan sedih sambil mengusap perut'nya seakan-akan sedang berbicara kepada anaknya.
"Mas, kalau mau mangga bilang dong, kan kami jadi salah paham mengira kalau mas itu tukang maling mangga." ujar para warga.
Vegas terkejut bukan main, emang tampang dirinya yang ganteng dan tajir, bahkan ketampanan dirinya sangat di atas rata-rata. Tapi bisa-bisanya mereka menyebut dirinya sebagai maling,
"Sekali lagi kami minta maaf Bu, pak. Karena tadi kami sudah panggil pemilik Mangga tapi tidak ada yang menyaut." ujar Alara.
Para warga pun juga minta maaf karena sudah memukuli Vegas dan sudah menuduh dia maling, dan salah satu warganya pun mengizinkan Vegas untuk mengambil buah mangga untuk istrinya yang tengah hamil,
Setelah warga pergi dan sudah mengizinkan Vegas memetik buah mangga, Vegas pun langsung manjat pohon mangga, kalau bukan karena sang mommy ia tidak Sudi manjat mohon, udah jatuh dari mohon, di tuduh maling, dan di pukuli warga.
Ia selalu mengumpat si kecebong tengil, karena sudah membuat dirinya susah, dan sudah membuat hidupnya menjadi kacau. Belum lahir saja sudah membuat masalah dengan dirinya, apa lagi nanti setelah dia keluar.
"Awas saja kau kecebong tengil akan saya jadikan dodol, agar kamu tidak membuat masalah lagi dengan saya." gerutu Vegas.
Ia pun sudah memetik mangga, setelah itu ia berterima kasih kepada tetangga dari pemilik mangga, yang sedang duduk di teras rumah.
Dan Alara meminta kepada Vegas untuk membayar mangga itu karena ia merasa tidak enak kepada ibu-ibu yang sedang duduk di teras. Karena Vegas masih kesal, ia menyerahkan uang kepada Alara untuk dia yang bayar. Karana ia tidak ingin menghampiri salah satu warga desa. Yang sudah memfitnah dirinya.
Namun ibu itu menolak di bayar oleh Alara, karena dia ingin memberikan kepada Alara yang sedang hamil muda, ia juga mengatakan semoga bayinya lahir dengan selamat.
Dan itu di balas dengan senyuman dari Alara dan ia pun langsung berpamitan kepada ibu-ibu, setelah itu ia masuk kedalam mobil. Dengan wajah murung.
"Kenapa?" tanya vegas. Yang melihat wajah Alara yang terlihat sangat murung karena tidak seperti biasanya dia seperti itu, apa lagi ia tidak pernah melihat Alara murung seperti itu,
"Tidak apa-apa, sebaiknya kita segera pergi." ujar Alara.
Seorang pria sangat kesal karena gagal mendapatkan tender, tapi ia ia tidak akan bertindak merebut itu, karena ia sedang menunggu kedua kubu akan bertengkar merebutkan satu sama lain.
Saat sedang pikiran kacau seorang wanita menghampirinya dan ia berkata kepada dirinya dengan suara yang sangat lembut.
Vincent Greifenhagen.
Yang melihat adiknya berada di sini pun tersenyum, karena jarang-jarang dia datang ke tempat dirinya, bahkan ia selalu menunggu adiknya datang tapi yang datang adalah adik uang dan si Tante girang. Mereka datang hanya untuk meminta uang kepada dirinya.
"Tumben banget adik kakak yang tersayang datang menemui kakak?" tanya Vincent kepada adik tersayangnya.
Cho Nadhira Greifenhagen.
Anak kedua dari Cho Kyuhyun dan Sungmin nagaf. Dia Nadhira adalah adik tersayangnya ketimbang adiknya yang bernama Cho kayla, anak pertama dari Cho Kyuhyun. Dan dari penampilan dan sifat yang di milik keduanya berbeda sangat jauh.
"Maaf aku kak, karena aku sudah lancang datang ke perusahaan kakak, karena aku ingin mengasih tau kepada kakak." ujar Nadhira. Dengan sangat takut melihat kemarahan sang kakak.
Mendengar adiknya ketakutan ia merubah ekspresinya menjadi hangat lalu ia tersenyum menatap sang adik, ia segera memeluk tubuh adik tersayangnya itu.
"Kaka, tidak marah sama kamu, palah kakak senang kamu datang ke perusahaan kakak. Karena kamu itu sangat jarang menemui kakak." ucap Vincent.
Karena semenjak dirinya keluar dari mansion, ia sudah tidak bertemu dengan adiknya itu, bahkan ia juga tidak pernah mendatang ke mansion untuk menemui adiknya.
Karena baginya mansion itu adalah neraka baginya karena di tempat itu ia menjadi hal yang sangat menjijikkan, membayangkan saja ia sudah muak. dan merasa kotor.
"Kak" panggil Nadhira.
"Kenapa dek?"
"Kenapa kakak diam?" tanya Nadhira.
"Tidak papa, kakak hanya merindukan kamu karena sudah lama kakak tidak menemui kamu." ujar Vincentius.
Keduanya pun saling berpelukan kembali, dan itu pun di lihat oleh sekertaris'nya dan jendral dari Vincentius tanpa sadar keduanya tersenyum melihat ke-duanya.
Jendral raksa dan sekertaris daven, merasa senang karena adik tersayang dari tuannya datang menemui Vincentius yang sedang dalam pikiran kacaunya.
Setelah puas berpelukan Vincent menyuruh Nadhira untuk duduk, dan ia menanyakan tentang kehidupannya selama ia tidak ada, walaupun ia sudah mengetahui nasib adiknya yang sangat memperihatinkan.
Karena dia selalu di jadikan babu oleh kakak dan ibu nya, bahkan ia juga harus mengurus ayah'nya yang mengalami stroke karena peristiwa kecelakaan.
"Hidup aku baik-baik saja kak, bahkan aku sangat menikmatinya sampai lupa dengan kakak." ujar Nadhira bohong.
Vincent yang mendengar adiknya berbohong ia hanya menghela nafas panjang, ini yang tidak Suka, kalau adiknya berbohong masalah hidupnya, padahal ia sudah mengetahuinya tapi kurang lengkap kalau tidak mendengarnya langsung dari adiknya.
"Hm Hira, apa yang yang kakak kirimkan cukup?" tanya Vincent.
"Sangat cukup kak."
Lagi-lagi, Hira berbohong kepada dirinya, adiknya yang ini selalu melindungi keluarganya bahkan adiknya harus bekerja di part time. Padahal ia selalu mengirimkan uang yang sangat cukup.
"Apa kamu tidak berbohong...