
"Mommy!" panggil Vegas, kepada mommy dan Oma Kim, karena sangat terkejut mereka akan tinggal bersama dengan dirinya di dalam kraton, padahal dirinya ingin tinggal sendiri tanpa ada keluarga. Tapi sekarang mereka akan tinggal di sini.
"Kenapa? Apa kamu ingin menolak kami untuk tinggal disini hah?" ucap vanandya dengan sangat ketus.
Mendengar, suara mommy seketika vegas terdiam dan tak melanjutkan ucapannya, sudah jelas jika suara sang mommy seperti itu berarti ada tanda bahaya. Sirine sudah berbunyi di tanduk sang mommy.
"Alara, sayang kamu gak keberatan kan kalau mommy Daddy, opa dan Oma tinggal disini?" tanya Vanandya.
Alara, menggelengkan kepala, lalu ia memegang tangan Vanandya dengan sangat lembut, "Al, sama sekali tidak keberatan mom. Justru al sangat senang kalau mommy tinggal disini." ujar Alara.
"Nah, ini mantu yang berbakti ga seperti anak durhaka." ucap vanandya sambil menyindir sang putra dengan lirikan matanya yang begitu tajam.
Karena hari sudah mulai gelap, vanandya menyuruh Vegas dan Alara untuk istirahat, dan mereka juga akan istirahat baru besok mereka akan melakukan kegiatan mereka.
Raden ajeng kaliyan diningrat.
Yang saat ini berada di kamar yang sangat jelek menurutnya. Bahkan tempatnya saja sangat tidak enak. Kalau bukan vanandya atau kim yang memilihkan mungkin dia sudah menolak semua'nya,
Ia, benar-benar sangat tidak terima jika dirinya di perlakukan seperti pelayan di keraton Adiwilaga. Karena seharusnya dirinya yang menjadi permaisurinya bukan Alara. Ia, menelpon ibunya untuk meminta bantuan agar dirinya yang bisa menjadi seorang permaisuri.
Dengan senang hati ajeng badra menerima permintaan dari putri satu-satunya untuk mengambil semua yang sudah menjadi milik Alara di kasih kepada kali. Apa, lagi Alara dia sudah tidak memiliki hal yang sangat berharga, karana semua itu sudah di ambil oleh putrinya.
* Sementara di kamar Valdes dan vanandya *
"Sayang, apa kamu yakin dengan rencana yang kamu buat? Aku tidak ingin kamu terluka lagi gara-gara, rencana ini. Ala lagi mereka adalah orang yang sangat licik jadi aku tidak ingin kamu dan janin di dalam perut kenapa-kenapa,"
"Kan, ada kamu sayang. Jadi apa gunanya kalau ada kamu tapi gak ngelindungi aku saat aku dalam bahaya." ucap vanandya.
"Sayang, aku akan selalu melindungi kamu dari apapun, bahkan aku rela mati agar bisa menyelamatkan kamu." ucap Valdes.
Keduanya pun terdiam, vanandya emang tidak meragukan valdes jika menyangkut keselamatannya. Karena ia tau Valdes sangat mencintai dirinya begitu pun dengan dirinya.
"Sayang, aku ingin menengok dedek bayi?"
"Hist, kamu ini sudah tua masih saja mesum."
"Mesum ke istri boleh kan?" tanya Valdes sambil menarik turunkan alisnya,
Tanpa, menunggu persetujuan dari vanandya Valdes mengangkat tubuh vanandya ia arahkan ke kasur, segera Valdes meletakan tubuh vanandya ke atas kasur, ia pun perlahan mel*ma* bibir vanandya dengan perlahan.
* Di dalam kamar Kim *
Saat ini kedua Oma dan opa muda juga sedang melakukan kegiatan panas mereka karena Faisal sudah satu minggu berpuasa, karena kim mengalami datang bulan, jadi selama itu pula faisal selalu uring-uringan karena tidak mendapatkan jatah dari Kimberly.
"Sayang, apa masih lama?" tanya Kim yang saat ini sedang berada di bawah Faisal.
"Apa kamu sudah tidak kuat lagi baby?" ejek Faisal yang memancing istrinya untuk kembali b*n*l, karena Faisal sudah mengetahui kelemahan istrinya yaitu tidak suka di ejek begitu saja.
Dan benar sesuai prediksi Faisal, kim langsung meminta kepada dirinya untuk di bawa dan Kimberly di atas. Dan itu adalah gaya kesukaan Faisal. Dengan melihat Kimberly bergoyang di atas tubuhnya. apa lagi dengan suara yang sangat merdu.
*Sedangkan di kamar pengantin baru.*
Saat ini Vegas dan Alara sedang berdiam-diaman karena ke-dua nya merasa sangat canggung. Jadi Vegas memutuskan untuk bermain dengan laptop untuk mengecek hasil laporan perusahaan dari Adiwilaga Adiningrat.
Melihat istrinya Alara yang masih duduk di meja rias, sambil membenarkan riasannya, ia yang mengetahui apa yang di pikirkan oleh istrinya pun segera berbicara kepada Alara, dengan pandangan mata masih mengarah ke layar laptop.
"Tidurlah, aku tidak akan melakukan hal itu kepada kamu, walaupun kita tidur satu kamar dengan kamu. Tapi, aku tidak akan melakukan, kamu tau kan kita menikah karena perjodohan yang di lakukan oleh kedua orang tua kita, jadi di antara kita tidak ada cinta yang ada di hati kita." ucap Vegas.
"Dan, saya juga tidak akan melakukan tanpa cinta, karena aku tau emas berharga milik wanita adalah keper**anan, jadi saya tidak akan melakukan tanpa adanya sebuah cinta. Karena hal itu hanya bisa di beli dengan menggunakan cinta dan kasih sayang, dan aku belum bisa membeli hal itu. Dari kamu,"
"Tapi kamu tidak usah khawatir walaupun tidak ada cinta, aku akan tetap memperlakukan kamu seperti aku memperlakukan mommy aku, aku juga tidak akan menyakiti kamu, jadi sekarang tidurlah. Ini sudah malam."
Perkataan, dari Vegas membuat hati Alara tersentuh dia tidak menyangka kalau Vegas akan mengatakan itu kepada dirinya. Bahkan ia sangat kagum dengan sifat yang di miliki oleh Vegas. Dan karena inilah membuat Alara semakin jatuh cinta kepada Vegas.
"Ya, Tuhan ijinkan aku memiliki Vegas seutuhnya, aku tidak ingin kehilangan sosok pria yang sangat-sangat aku sayangi." batin Alara.
Vegas, yang sedang bermain di laptop langsung menghentikan, lalu ia menatap ke arah Alara yang tidak ada pergerakan sedikit pun, ia berdiri dari duduknya dan segera menghampiri Alara yang sedang duduk di meja rias.
"Kenapa?" tanya Vegas.
"Tidak,"
Lalu, Alara berdiri dan ia berjalan ke kasurnya. Namun baru berapa langkah suara perut'nya berbunyi dengan sangat keras sampai membuat Vegas mendengar suara itu.
"Apa kamu lapar?" tanya Vegas.
Alara, yang di tanya seperti itu pun langsung terdiam ia sangat malu untuk menjawab pertanyaan dari suami'nya, bahkan ia tidak berani menatap Vegas.
"Kamu, ini seperti tidak punya mulut, kalau suami bertanya tuh di jawab." ujar Vegas dengan dingin.
Alara, hanya menganggukkan kepala saja. Karena terlalu malu untuk menjawab pertanyaan suami'nya,
Melihat, Alara hanya menganggu saja, Vegas langsung keluar dari kamar, dan ia turun ke lantai dasar. Setelah turun ia pun menunju ke dapur,
Dapur yang begitu sangat luas dan sangat besar membuat vegas susah untuk mencari alat dapur apa lagi ia baru di tempat ini jadi ia tidak mengetahui tata letak semua peralatan dapur.
Saat sedang mencari alat dapur, ia tidak menyadari ada seorang yang sudah berdiri di tempat itu dengan tatapan datar.
"Apa tuan membutuhkan sesuatu?" tanya orang itu.
"Hm"
Vegas, yang hanya berdehem saja langsung tersadar kalau dirinya di dalam dapur ada penghuni lain, segeralah ia menatap ke arah sumber suara itu berasal, dan betapa terkejutnya dirinya melihat orang berpakaian putih.
Karena tidak ingin menyembunyikan ketakutannya ia pun menatap dengan datar.
"Kau! Siapa kau."