CDAP SEASON 2

CDAP SEASON 2
CDAP, S2 : 36


Hayden mendengar perkataan Vegas, membulatkan matanya, karena Vegas mengatai dirinya sebagai seorang fans berat, ia pun langsung kesal dan pergi dari tempat itu,


Vegas langsung menarik tangan alara dan segera pergi dari tempat itu karena ia tidak ingin mommy mengoceh tidak jelas, karena telat pulang dan telat mengantarkan mantu kesayangan nya.


"Vegas, kamu akan. pulang naik apa?" tanya Raisa.


"Helikopter!" jawab Vegas singkat. Tanpa menoleh dan tanpa menghentikan langkah kakinya,


"Vegas, sebaiknya kamu pulang mengendari mobil Tante dulu, karena sudah malam, kamu juga harus mengantarkan calon istri kamu ke rumahnya." ucap Raisa menawarkan diri.


Vegas menghentikan langkahnya lalu berbalik arah menatap ke arah Raisa, mau tidak mau ia pun menerima tawaran tersebut, karena ponselnya mati dan tidak bisa menghubungi asisten atau orang rumah.


Setelah menerima tawaran, Vegas dan Alara pergi menggunakan mobil milik Raisa, ia langsung mengantarkan Alara pulang ke Keraton nya, agar ia bisa terbebas dari masalahnya.


*


*


Berapa, saat Vegas mengendarai mobil ia sudah sampai di kraton adipati dan sudah banyak para pengawal berjaga di depan kraton, karena mereka waspada karena mereka melihat mobil yang baru mereka lihat.


"Pak, tolong buka pagarnya." ucap Alara setelah menurunkan jendela mobil.


Para pengawal yang melihat putri mahkota yang berada di mobil itu pun langsung membukakan pagar untuk mempersilahkan Alara masuk ke dalam kraton.


Vegas, sangat kagum dengan disain kraton adipati yang sangat indah bahkan memiliki konsep yang sangat bagus dan sangat elegan. Vegas, lalu menghentikan mobilnya tepat berada di depan kraton,


Keduanya, langsung keluar dari mobil. Dan mereka langsung di sambut para pengawal yang berjaga.


"Selamat malam tuan putri." ucap para pengawal sambil membungkukkan badannya.


Keduanya masuk kedalam kraton dengan aura yang berbeda. Sepanjang jalan, vegas sangat kagum dengan interior kraton milik adipati.


"Putriku? Kamu dari mana saja kenapa baru bulang?" tanya seorang wanita dengan anggun dan penuh dengan kelembutan.


"Mungkin saja dia baru pulang dari nge*on*e." ujar seorang wanita paruh baya dengan sinis.


Plak.


"Jaga, bicara kamu Badra. Karena putri saya tidak mungkin seperti itu, dan kamu harus jaga batasan kamu untuk tidak berbuat jauh, inget di sini saya adalah adalah permaisuri, istri dari seorang raja. Jadi jangan coba-coba saya melakukan hal yang membuat kamu terusir." bentak anvaya.


Anvaya amaranggana adipati.


Permaisuri dari kraton adipati dan dia adalah seorang ibu dari Alara calon istri dari Vegas Marquez. Ia dari dulu tidak menyukai akan kehadiran dari Badra. Karana, dia selalu membuat masalah di dalam kraton. Bahkan dia sangat membencinya, karena dia putrinya yang harus menanggung akibatnya.


"Kalau, bukan ngeja**ng lantas apa? Seorang putri kraton tidak mungkin pulang selarut malam begini.!" bentak Badra.


"Alara?" panggil dengan suara khas seperti seorang raja penuh dengan wibawa.


"Maafkan saya ayahanda, karena saya pulang selarut malam, karena saya terjebak hujan di pertengahan jalan." ujar Alara dengan sopan.


"Lalu kamu dari mana? Dan siapa pria di belakang kamu?" tanya adipati. Dengan dingin.


"Dia.."


Belum sempat Alara menjawab pertanyaan dari ayahnya, Vegas langsung memotong pembicaraan mereka dan dia memperkenalkan diri kepada adipati.


"Saya adalah, Vegas putra Valdes. Dan saya hanya mengantarkan Alara pulang, karana mommy ingin bertemu dengan Alara sebelum masa di pingit berlangsung." ujar Vegas dengan tegas.


Adipati terkejut mendengar apa yang di katakan oleh vegas. Jadi pria di depannya adalah Vegas calon suami dari putrinya, bahkan auranya sangat memikat.


Kawangga adipati.


Raja kesultanan dari adipati. Dan dia hanya memilik satu istri tidak lebih. Namun ia memilik berapa saudara tiri dari para selir ayah'nya.


"Senang berkenalan dengan anda calon mantu ku." ucap adipati.


Anvaya, mengajak keluarga kecilnya untuk segera duduk di ruang keluarga yang berada di ujung, karena tempat itu hanya pertemuan keluarga,


Badra yang merasa terabaikan merasa marah dan ia pergi dari tempat itu. Ia ingin pergi menemui ibu dan putrinya. Karena ia akan melakukan apapun agar Vegas menjadi suami untuk putrinya.


"Badra, ada apa dengan kamu kenapa kamu seperti marah begitu?" tanya ajeng Srini.


"Ibu, kita harus segera membuat rencana agar putri kita yang menikah dengan Vegas. Karena dengan adanya Vegas yang menikahi Raden ajeng kaliyan, maka kehidupan keluarga kita akan sempurna." kata Badra.


"Kamu benar Putriku, apapun yang terjadi Vegas harus menikah dengan kali, karena dari berita yang ibu baca. Vegas adalah keturunan dari tiga keluarga besar pada masanya." ujar Srini.


"Maksud ibu?"


"Vegas adalah anak dari vanandya yang berasal dari keluarga Adiwilaga dan keluarga Miharjo, ibu vanandya adalah anak dari Adiwilaga yang ke 6, sedangkan ayah'nya adalah cucu dari Miharjo. Dan suami vanandya berasal dari keluarga Marquez yang memiliki bisnis dan kepimpinan yang sangat di segani. Dan Vegas yang menjadi penerus mereka." ujar Srini.


"Lalu, kita harus bikin rencana seperti apa? Agar Vegas Menikahi putriku?" tanya Badra.


Srini, membisikan sesuatu kepada Badra, karena rencana kali ini adalah rencana yang akan ia siapkan untuk bisa menikahi pria penguasa itu dengan cara yang sangat licik.


Mendengar rencana itu Badra, tersenyum puas karena rencana yang di buat oleh ibunya sangat bagus bahkan ia sangat yakin kalau rencana akan berjalan dengan sangat lancar.


*


*


*


"Kalau begitu saya permisi pulang terlebih dahulu. karena saya masih harus ada kerjaan yang segera saya selesaikan." ucap Vegas. Berpamitan pergi kepada raja dan ratu.


"Hati-hati di jalan nak, berikan salam bunda kepada mommy kamu." ujar anvaya.


"Baik, bunda akan Vegas sampaikan kepada mommy. Kalau begitu saya permisi." kata Vegas.


Vegas pun pergi meninggalkan kraton adipati dengan dingin. Bahkan ia tidak menyapa prajurit dari adipati.


Orangtua dari Alara yang melihat kepergian Vegas tersenyum karena Vegas adalah orang yang sangat baik. Namun hanya tertutup energi dingin saja, sampai membuat Vegas menjadi dingin.


"Aduh, sepertinya putri bunda sedang mengalami jatuh cinta." sindir Anvaya yang melihat putrinya senyum-senyum sendiri, bahkan putrinya sampai tidak menjadi kalau mereka menatap ke arah Alara.


Blush.


Pipi, Alara berubah menjadi merah tomat karena mendengar sindiran dari bunda'nya, ia pun langsung memalingkan wajahnya.


"Bunda, apaan sih mana ada Alara jatuh cinta sama pangeran dingin." ucap Alara.


"Kalau bukan jatuh cinta, lantas kenapa kamu seperti menahan malu seperti itu? Bahkan pipi kamu merah merona." ledek Anvaya.


"Ayah, lihat bunda dia selalu meledak al, padahal al tidak cinta sama Vegas."


"Bunda, biasa'nya wanita mengatakan itu tandanya dia sedang jatuh cinta, dan sekarang Putri satu-satunya sedang jatuh cinta dengan Vegas." adipati ikut menggoda sang putri. Alara pun sangat kesal kepada orang tuanya. Kedua orang tua pun tertawa bahagia melihat wajah sang putri.


"Alara, kali ini kamu bisa menikmati hidup kamu, tapi setelah itu aku akan merenggut kebahagiaan kamu."