
Plak.
"Kau...! Sudah sukur Vegas menikahi putrimu yang murahan itu, dan dengan percaya dirinya kamu tidak terima dengan mahar yang di berikan oleh Vegas.!"
Vanandya, tidak terima atas apa yang di lakukan oleh wanita di depannya. Sudah syukur putranya mau menikahi wanita itu, jika tidak mungkin dia sudah mati gantung diri.
Lagi-lagi Badra hanya diam saja. Karana perlakuan vanandya yang sangat berkuasa, andaikan ia yang menjadi istri Valdes mungkin ia akan membunuh vanandya saat ini juga. Karana Vanandya sudah berani mempermalukan dirinya
Lain dengan seorang pria yang baru saja datang karena dia tadi ada urusan dengan klien jadi ia harus pergi meninggalkan pesta pernikahan musuhnya. Namun saat ia kembali bersama dengan Jendral raksa dan sekertaris daven Li,
"Rak, dab.!" ucap Vincent yang melihat seorang wanita yang sangat cantik hal itu yang membuat sesuatu di bawah merasa bergerak. Dan itu di rasakan oleh Vincent.
"Ada apa tuan?" tanya kedua pria di sampingnya.
"Jono, kembali hidup lagi!" ucap Vincent dengan lirih. Hal itu membuat kedua pria itu menatap tuan dengan tatapan bertanya, karena tuan Vincent mengatakan kalau Jono udah kembali hidup.
"Yang benar tuan?" tanya daven dan raksa.
"Apa, kalian tidak percaya?" tanya Vincentius dengan dingin.
"Tentu, saja tidak tuan karena tidak mungkin Jono bangun." ucap kedua bawahan Vincent.
"Apa kalian ingin melihatnya agar kalian percaya?" tanya Vincentius.
Kedua pria itu pun langsung menggelengkan kepala dengan cepat, mana mungkin mereka melihat milik tuan mereka. Belum sempat mereka bertanya Vincent menghampiri wanita yang sudah membuat Jono nya berdiri lagi.
Saat sudah sampai di depan wanita itu ia berlutut dan memegang telapak tangan wanita di depannya. Hal itu tentu saja membuat semua orang terkejut dengan apa yang mereka lihat.
"Tuan putri, saya tidak mengetahui siapa nama kamu yang jelas aku ingin menikah dengan kamu tuan putri, karena kamu sudah berhasil membuat hal yang sangat berharga kembali hidup." ujar Vincentius.
Bugh..
Sebuah pukulan menghantam wajah Vincent dengan sangat keras sampai membuat sudut bibirnya mengeluarkan darah segar karena terkena pukulan.
Para wanita yang melihat itu pun berteriak histeris, karena melihat perkelahian antara mempelai pria dan seorang CEO dari perusahaan Greifen.
Cuihh..
Vincentius, meludah di hadapan mempelai pria yang tidak lain adalah Vegas, yang sudah memukul Vincentius. Lalu ia tersenyum sinis kearah Vegas,
"Kanjeng gusti pangeran Vegas. Kenapa anda memukul saya.!" ucap Vincent dengan tatapan bertanya.
"Apa, kamu tau siapa wanita yang sudah kamu lamar itu ha? Dia adalah istri saya, istri dari. Kanjeng gusti pangeran Vegas aldebarat M, L, S Adiningrat." ucap Vegas dengan datar.
"Hahaha.. Mana mungkin dia istri anda tuan, karena istri ada dia bukan wanita di samping saya ini." ucap Vincent, yang langsung memeluk tubuh wanita pujaannya dia adalah..
Alara amaranggana adipati.
Ya, Wanita yang di lamar oleh Vincent adalah Alara. karena Alara adalah wanita yang sudah berhasil membangunkan Jono, tongkat kebanggaannya. Bahkan, sekarang tongkatnya sudah sangat mengeras.
Bugh..
"Saya, sudah katakan kalau wanita yang kamu lamar itu adalah istri saya. Dan, saya tidak akan membiarkan orang yang sudah menjadi milik saya tidak akan merubah jatuh ke tangan orang manapun." ucap vegas dengan tegas.
Semua, orang hanya diam saja sambil melihat pertikaian kedua penguasa itu, begitupun dengan keluarga kamandanu, yang hanya melihat saja tanpa ingin ikut campur dalam urusan mereka.
"Jika, kamu saja bisa memiliki dua istri, otomatis Alara juga bisa memiliki dua orang suami? Bukannya itu adil tuan Vegas Adiningrat." sambung Vincent.
Bugh..
Bughh.
Berapa kali pukulan di layangkan oleh Vegas, karena merasa tak terima dengan Perkataan dari Vincent yang sudah menghina dirinya dan martabat keluarganya.
Vincentius,yang merasa tidak terima karena Vegas memukul dirinya pun membalas pukulan dari Vegas Dangan sangat membabi buta. Karena keadaan sudah semakin kacau, Greenland, grayland, dan kedua bawahan dari Vincent pun langsung memisahkan keduanya.
"Raksa, sebaiknya kamu bawa tuan kamu pergi atau saya akan memisahkan kamu dengan kekasih kamu!" green berkata dengan dingin.
Glek.
Raksa, tentu saja sangat terkejut karena green mengetahui hubungan dirinya dengan salah satu adik dari green, apa lagi dia mengatakan kalau green ingin memisahkan dirinya dengan sang kekasih. Bagaimana bisa ia berpisah dengan kekasihnya yang sudah terjalin hampir tiga tahun.
"Tuan, sebaiknya kita pergi." ucap raksa,
Vincentius, langsung menatap tajam ke arah raksa, karena sudah berani menyuruh dirinya untuk pergi, karena sebelum pergi ia harus bisa menikahi wanita yang sudah membuat Jono berdiri.
"Saya, tidak akan pergi sebelum saya bisa menikahi wanita itu, karena dia sudah berhasil membangunkan jiwa saya." ucap Vincent.
Plak.
Alara, menghampiri Vincent dan membalikan badan Vincent untuk menghadap ke arah dirinya lalu ia menampar pipi Vincent dengan sangat keras,
"Tuan, saya tidak tau anda siapa yang jelas, pergi dari tempat ini karena saya tidak akan menikah dengan kamu! Dan ingat saya sudah sah menjadi istri dari tuan Vegas jadi jangan membuat saya menyuruh seluruh pengawal buat mengusir anda.!" ucap Alara dengan sangat lantang.
Degh.
Vincentius terdiam mendengar suara yang sangat merdu dari Alara, dan niatnya ingin menikah dengan Alara semakin besar dan ia akan melakukan berbagai cara untuk memisahkan mereka, agar ia bisa mendapatkan Alara.
Dengan, terpaksa ia pun pergi dengan kemarahan, karena Alara sudah mengusir dirinya. Tapi, ia tidak akan menyerah.
"Daven, cari identitas dari wanita itu dan saya ingin mengetahui informasi dengan sangat detil." ucap Vincentius.
"Baik, tuan saya akan mencarinya, tapi sepertinya tidak akan mudah karena dari yang kita tau adalah Alara adalah seorang putri raja dari adipati." ujar daven.
"Saya, tidak perduli yang jelas saya ingin mengetahui informasi wanita itu, agar saya bisa memiliki wanita itu. Dan ya cari juga informasi dari Vegas, Vegas itu." ucap Vincent dengan dingin.
Setelah itu Vincent pergi mengendarai mobil seorang diri, tanpa di temani oleh sang supir, meraka sangat khawatir kepada Vincent karena saat ini dia mengendarai mobil dengan keadaan marah.
"Malang, sekali hidup tuan kita, lagian si Jono hidup tanpa mikir situasi dulu, dia harusnya lihat dulu Wanita itu sudah bersuami atau masih singel, dan harusnya Jono milih yang sudah janda seperti tantenya dan anaknya kan mereka sangat berpengalaman." gumam daven.
"Kamu benar dan di sini hubungan saya yang akan menjadi taruhannya, jika tuan berhasil menghancurkan rumah tangga raja Vegas, maka tuan green akan memisahkan saya dengan kekasihku." ucap raksa.
"Memangnya siapa sih kekasih kamu? Aku baru tau kalau kau bisa laku bahkan sampai memiliki kekasih."
"Dia adalah.."