CDAP SEASON 2

CDAP SEASON 2
CDAP, S2 : 46


Teriakan, seseorang membuat para wanita gelagapan karena hal itu akan memicu terjadinya kiamat di dalam keraton, apa lagi orang itu mengatakan kalau tidak turun dalam. Waktu lima detik mereka mereka semua akan di blacklist.


"Kak, ayo cepat sepertinya itu ibu ratu mu yang memanggil, jika tidak segera datang maka kita semua akan menjadi gelandangan." ucap vernia.


Para, gadis pun segera pergi ke lantai bawah dengan sangat terburu-buru karena mereka merasa takut akan ancaman dari ibu ratu. Apa lagi mereka baru saja memejamkan matanya yang masih terasa sangat mengantuk.


Karena, hari ini adalah hari yang sangat bahagia dan sangat penting keluarga Marquez sudah berkumpul di ruang keluarga. Namun saat mereka turun mereka sangat terkejut dengan pandangan yang mereka lihat, ruangan sudah berantakan seperti kapal pecah.


*


*


*


Begitu juga dengan para anak muda yang berada di bioskop, mereka hampir saja mencapai puncaknya, tapi mendengar teriakkan dari ibu ratu membuat mereka harus menggagalkan pencapaian nya. Mereka segera merapikan pakaian dan segera keluar dari ruang bioskop dan mereka segera pergi menemui ibu ratu.


Saat ini semua anak muda sudah berada di ruang keluarga dengan cemas, karena saat ini semua anggota keluarga sedang menatap ke arah anak-anak mereka. Karena meraka sudah membuat kekacauan di kraton.


"Kalian tau apa kesalahan kalia?!" ucap Pitaloka dengan dingin. Namun mereka semua belum menyadari ada Vera di situ. Karena saking marahnya mereka sampai tidak melihat Vera.


"Seperti biasa bunda akan seperti burung beo." gumam Vera. Namun masih di dengar oleh meraka semua, lalu Pitaloka dan yang lain menatap ke arah Vera, dan


Deg.


Mereka terdiam melihat Vera yang berada di barisan para anak muda yang saat ini sedang membuat masalah. Karena sudah mengotori dan membuat ruangan berantakan.


"Verosa?" panggil Pitaloka, Dengan dingin Pitaloka menyuruh putri tunggalnya maju ke depan, karena ia ingin mendengar penjelasan kenapa verosa berada di sini. dan kenapa mereka tidak mengetahui kalau verosa pulang.


"Verosa! Kenapa kamu pulang? Bukannya ayah sudah fasilitas yang kamu mau, bahkan apapun yang kamu Inginkan. Tapi kenapa, kamu pulang sebelum kami menjemput kami, " ucap vernando dengan suara yang sangat berat.


"Maafkan Vera yah,bun. Tapi Vera tidak nyaman berada di universitas Bangsawan, Vera menginginkan menjadi orang biasa saja dan Vera juga ingin menemukan jalan hidup vera." ujar Vera.


Kedua orangtua, Vera terdiam merah menjadi sangat bersalah. Seharusnya mereka tidak terlalu memaksakan kehendak putrinya, yang dia inginkan. Karena selagi putrinya bahagia mereka akan merasa bahagia.


"Jika, itu mau kamu tidak apa-apa saya. Bunda sama ayah tidak akan melarang kamu untuk memilih apa yang kamu, karena selagi kamu bahagia kami juga akan bahagia." ujar Pitaloka dengan lembut.


Vera, yang mendengar itu pun sangat bahagia. Karena orangtuanya tidak melarang dirinya lagi. Karena sangat bahagia ia langsung memeluk sang ayah dan bunda.


"Tapi, ingat saja kamu harus menerima perjodohan yang sudah ayah dan bunda buat jadi untuk kali ini kamu tidak bisa menolak." ujar vernando.


Glek.


Vera, terjebak teryata ini adalah rencana ayah dan bunda, kenapa dia menyetujui permintaan dari dirinya yang menginginkan menjadi orang biasa.


"Tapi yah..."


"Husstt. Tidak ada penolakan oke sayang," ujar vernando, walaupun terkesan lembut tapi bagi Vera itu adalah suara kematian.


Mereka, sampai melupakan anak-anak mereka yang sudah membuat kekacauan, lalu vanandya maju ke hadapan anak-anak bersama dengan kimberly, jika kedua wanita itu sudah bersatu, maka mereka akan habis oleh mereka.


"Kalian, tau kan apa kesalahan kalian? Jadi siapa yang akan membersihkan tempat ini hm? Gak, mungkin kan kita suruh pelayan kita karena ini semua kalian yang melakukannya!" ujar vanandya.


"Saya, tidak mau tau kalian harus membersihkan semua ini dalam waktu satu menit jika tidak beres, maka kami akan menikahkan kalian semua hari ini juga. Dan hukuman kedua kalian harus membuat anak dalam waktu satu minggu," ucap kimberly.


Semua mata membulat, karana mendengar hukuman dari kimberly. Bagaimana bisa kimberly menghukum mereka dengan cara seperti itu apa lagi meraka tidak mempunyai pasangan. Jadi bagaimana bisa meraka akan menikah dan memiliki anak dari orang tercintanya.


Refleks, mereka segera melakukan tugasnya untuk membersikan semua yang di tempat itu, bahkan mereka langsung memasukkan kedalam sampah untuk di buang. Gelas, piring, toples, kartu, botol minuman. Semua di buang ke tong sampah oleh para pria. Sedangkan para wanita menata bantal sofa dan membersihkan debu,


"9"


"8"


"6"


"4"


"2"


"Waktu, kalian habis." ucap Kimberly,


Kimberly dan para wanita yang melihat tingkat kebersihan yang mereka kerjakan sangat bagus. Padahal mereka berharap kalau tempat itu masih kotor, Kim mencari cara agar tempat itu kotor. Karena, mereka menginginkan semua keturunannya segera menikah dan mereka bisa pergi jalan-jalan.


"Gimana? Jadi, tidak ada alasan lagi untuk kalian menyuruh kami menikah! Karena semuanya sudah beres." ucap green.


"CK, kerja sama yang bagus. Kalau seperti ini kalian harus mau di jodohkan dengan pilihan kita," ucap Kim dengan kesal.


"Tidak, bisa dong Oma. kita kan sudah membersikan dengan tepat waktu dan sangat rapi," ucap grayland tidak terima dan di angguki oleh yang lain.


Faisal, yang mengetahui kalau istrinya itu sangat jail pun mendekati sang istri dan dia memeluk tubuhnya untuk tidak perlu ikut campur dalam urusan percintaan mereka. Jadi biarkan saja mereka ingin memilih jodoh mereka.


"Saya, akan izinkan kalian memilih pasangan hidup kalian, tapi ingat jangan pernah menggunakan nama keluarga kita, jadi kalian harus menjadi gembel terlebih dahulu. Jika ingin memilih pasangan hidup." ucap Faisal.


Sontak di situ terkejut mendengar perkataan Faisal. Bagaimana bisa Faisal mengizinkan mereka memilih jodoh mereka sendiri, apa lagi mereka harus menjadi seorang gembel dulu.


"Jadi bagaimana?" tanya faisal.


"Kami.." mereka sangat bimbang dengan permintaan dari Faisal, karena mereka belum pernah menjadi seorang gembel, jadi mereka tidak tau caranya seperti apa.


"Papi, come on jangan membuat mereka seperti seorang gembel karena kami tidak tega. Kami ingin mereka menikmati fasilitas yang sudah kita punya." ucap leksa, karena tidak ingin kalau anak-anak mereka harus menjadi orang susah.


"Karena, ini adalah peraturan keluarga kita, jika tidak ingin di jodohkan maka mereka harus menjadi gembel terlebih dahulu." ucap Faisal.


"Sudah, sebaiknya kita bicarakan nanti lagi sekarang kalian harus bersiap karena kita akan pergi ke keraton adipati, karena pesta pernikahan akan di adakan disana." ucap Eleanor.


Mereka, pun menyetujui perkataan dari Eleanor, karana hari sudah mulai pagi, dan acara pernikahan akan di gelar pagi nanti. Jadi mereka segera bersiap.


1 jam.


2 jam.


3 jam.


Mereka, sudah menghabiskan waktu tiga jam, untuk bersiap. setelah mereka bersiap, mereka segera berangkat ke kraton adipati, mereka langsung masuk kedalam mobil mereka, masing-masing dengan menggunakan sang supir.


Namun, sebelum mereka menjalankan sebuah mobil berhenti tepat di hadapan mobil mereka, sampai mereka mengurungkan niatnya untuk menjalankan mobilnya.


"Berhenti..