
Grenatta, merasa kecewa yang datang bukan mama'nya melainkan pelayan mansion. Dia menyuruh grenatta untuk segera turun karena meraka ingin membicarakan hal yang sangat penting, karana itu grenata harus Hadir di acara tersebut.
Walaupun, kecewa grenata pun turun dari kamarnya menunju di mana keluarganya berada, sebelum turun ia merapikan pakaian dan ia kembali memakai make up, agar mata sembab'nya tidak kelihatan.
Saat dia sudah berada di lantai dasar dengan sangat angkuh, sampai membuat semua keluarga menatap grenata dengan begitu sinis. Karena, penampilan grenata sangat tidak bisa di contoh.
"Grena, dari mana saja kamu? Di saat yang lain sedang berkumpul kamu malah pergi." ucap rebecca.
"Grena, habis mengangkat panggilan, karena ada hal yang penting. Jadi grena pergi." ujar grenatta.
"Kamu itu, tidak memilik sopan, santun apa kamu tau jika kita sudah berkumpul di larang menggunakan ponsel?!" bentak hazel.
Vanandya, yang melihat grenatta di pojokan oleh keluarganya, tidak terima karena ini juga bukan salah grenatta.
"Kak, berhentilah menyalahkan grena, dia tidak bersalah. Dia hanya mengangkat panggilan telpon saja." ucap vanandya.
"Vanandya! Vanandya, kamu itu selalu membela anak itu? Apa kamu tau gara-gara dia.."
"Bisakah kalian tidak bertengkar? Aku memang salah, tapi bisakah kalian tidak perlu bertengkar?" bentak grenatta.
"Kau..! Berani sekali kau meninggikan suara kamu?"
Grayland, menenangkan mama'nya untuk tidak perlu membesarkan masalah sepele ini. Karana sudah terlalu banyak masalah, dan sekarang mereka waktunya bahagia. Di saat acara pernikahan Vegas.
Vanandya, berdiri dan menghampiri anak asuhnya, walaupun grenata tidak lagi dari rahimnya ia sangat menyayanginya. Karena itu adalah permintaan terakhir dari Gisel sebelum dia meninggal.
Namun, teryata semua keluar tidak mengharapkan semua itu, apa lagi grenatta adalah anak dari Gisel yang sudah menghancurkan keluarga mereka.
"Sayang, duduklah bersama dengan mommy. Mommy, tau pasti saat ini hati kamu sedang sedih."
Semua orang, hanya diam saja saat vanandya mengajak grenata duduk di dekatnya, dan vanandya menyuruh sang kakek dan opa untuk memulainya.
"Apa, kalian tau kenapa kami mengumpulkan kalian disini?" ucap vinton menjeda ucapannya, sebelum kembali menjelaskan kepada mereka kalau mereka akan segera menjodohkan putri-putri mereka.
"Kemarin, opa bertemu dengan sahabat varisa, sekaligus dia saudara jauh dari varisa. Dia mengatakan kalau nyonya kamandanu ingin menjodohkan cucu laki-laki mereka dengan cucu anak perempuan yang sudah di pilih oleh varisa.
"Apa? Di jodohkan?" ucap valeeqa.
"Iya, varisa sudah merencanakan kalau dia ingin menjodohkan valeeqa bersama dengan Derian, cucu pertama dari nyonya kamandanu. Dan varisa juga ingin menjodohkan kimli bersama dengan daffin." ujar Rudra.
"Tapi, opa? Kami masih sangat muda untuk menikahi. Kenapa tidak para pria dulu yang di jodohkan?" ujar kimli.
"Ini, semua sudah wasiat dari varisa, kalau dia menginginkan tali persaudaraannya tetap lekat dengan cara menikahkan mereka satu sama lain." ujar Rudra.
"Kapan perjodohan mereka akan di mulai opa?" tanya vanandya.
"Perjodohan kalian kalian akan berlangsung setelah pernikahan Vegas selesai. " ujar opa Rudra.
Semua hanya pasrah saja. Karena mereka tidak bisa melawan kehendak yang sudah di buat oleh meraka, apa lagi ini adalah tentang wasiat dari varisa, jadi mereka tidak bisa menolak.
"Jika, itu keputusan yang sangat tepat kami akan menyetujui permintaan kalian." ujar vanandya dan di angguki oleh yang lain.
Vinton, juga mulai angkat bicara, dan dia mengatakan kepada keluarganya kalau mereka harus segera bersiap karena malam, nanti adalah malam pengangkatan Vegas menjadi seorang raja Adiwilaga Adiningrat.
Semua keluarga, sudah menyetujui kalau Vegas menjadi penerus, karana green maupun grayland tidak menginginkan kekuasaan itu. Karena mereka sangat ingin berada di dunia luar.
Jadi, mereka menyerahkan semuanya kepada vegas, sebagai seorang pemimpin. Mereka lebih baik menjadi seorang pangeran, dan sebisa mungkin mereka akan membantu vegas mengembangkan bisnis dan keraton.
Oma eleanor dan nenek agni. Sudah menyiapkan pakaian buat mereka nanti datang ke acara. Dan itu adalah pakaian jawa. yang harus mereka pakai.
"Ini, adalah pakaian Jawa yang harus kalian pakai. Dan ini semua di berikan oleh sultan vernando. Jadi kalian harus menggunakan pakaian ini di saat acara." ujar agni.
*
*
*
Kraton adipati.
Saat ini para pelayan sedang berkerja dengan sangat keras, karena mereka sedang mempersiapkan acara pernikahan dari putri tunggal dari kesultanan adipati. Bahkan, adipati tidak menginginkan pernikahan putrinya ada yang gagal sedikitpun.
"Suamiku, aku sangat bahagia akhirnya putri kita bisa menikah dengan pria yang sangat baik... Saya yakin putri kita akan bahagia dengan rumah tangganya," ujar anvaya.
"Iya, istri ku aku juga berharap putri kita akan bahagia menikah dengan vegas, anak dari valdes." ujar adipati.
Tanpa, mereka sadari seorang wanita mendengar semua percakapan dari adipati dan anvaya. Ia mengepalkan tangannya dengan sangat erat. Ia tidak ingin membiarkan putri mereka bahagia bersama dengan vegas, karena Vegas harus menjadi milik putrinya.
"Saya tidak akan membiarkan putri kalian bahagia adipati, karena putri saya yang harus bersanding dengan vegas." gumam ajeng badra.
Ia lalu pergi dari tempat itu untuk pergi ke kamarnya, karena ia akan melakukan strategi agar mereka bisa berpisah,
*
*
*
*
Malam hari tiba, saat ini pitaloka dan vernando, sedang menyambut kedatangan para tamu undangan mulai dari kalangan bangsawan sampai kalangan pengusaha, mereka hadir untuk memeriahkan acara penobatan raja baru.
Sudah, banyak bodyguard dan pengawal yang selalu menjaga keraton agar tidak ada penyusup yang ingin menghancurkan keluarga mereka..
Mobil dari keluarga Greifen datang bersama dengan keluarganya. Mereka, langsung di sambut oleh vernando. karena dia adalah salah satu ketiga kerajaan bisnis yang ada di dunia.
"Selamat datang, Greifen family. Senang sekali kalau Keluarga kalian bisa hadir di acara kecil ini."
"Kami, juga sangat tersanjung bisa menghadiri acara penobatan ini sultan Adiwilaga." ujar nyonya cho Kyuhyun.
Karena ia akan menfaatkan acara ini untuk mencari para penguasa untuk melepaskan hasratnya, agar dia bisa meminta tanggung jawab. Semua gerak-gerik cho Kyuhyun sudah di baca oleh Vincentius, ia mendekati Cho Kyuhyun dan membisikkan sesuatu.
"Tante, jika kamu membuat masalah, jangan salahkan saya kalau besok pagi semua pakaian tante sudah berada di luar." ujar Vincentius dengan tegas.
Cho Kyuhyun, yang mendapatkan ancaman dari Vincent menggertarkan giginya karena ia sangat marah, karena dirinya harus mengurungkan niatnya untuk tidak membuat masalah.
Setelah itu Vincent dan keluarganya di persilahkan untuk masuk kedalam kraton, karena mereka harus menyambut kedatangan tamu-tamu yang lain.
Vincentius, pun masuk kedalam sambil menarik tangan adiknya dengan lembut. Cho Nadhira, pun hanya mengikuti langkah sang kakak.
Cho kayla, yang melihat kakak nya lebih memilih bersama dengan Hira merasa marah karena kakak'nya selalu peduli kepada adiknya itu.
Vernando dan sang istri pun menyambut satu persatu keluarga yang sudah hadir di keraton mereka. Mereka juga sudah mengundang bapak presiden untuk datang,
Lima buah mobil yang sangat mewah berhenti di halaman keraton, lalu seorang wanita berumur keluar dari mobil dan di susul oleh yang lain. Melihat itu vernando dan yang istri menghampiri orang tersebut,
"Selamat datang eyang.."