CDAP SEASON 2

CDAP SEASON 2
CDAP, S2 : 43


Para, anak muda saat ini sedang melakukan Parti, melepas lajang sang Vegas. Eh bukan lagi Vegas, melainkan Sultan Vegas. Mereka Benar-benar sangat bahagia, karana Vegas di angkat menjadi seorang raja,


"Vegas, bagiamana perasaan kamu? Apa kamu bahagia, karena secara besok kamu akan segera menikah, siapa tau kamu akan menikmati surga dunia." ujar Grayland


Plak.


Green, memukul adiknya yang berbicara dengan sangat blak-blakan, bahkan pembicaraannya tidak di saring terlebih dahulu.


"Kamu, ini bisa tidak berbicara dengan sopan. Andaikan kamu bukan adik aku sudah aku jadikan perkedel," ucap green.


Grayland, hanya berdecak sebel karena kakak'nya sangat kejam kepada dirinya. Bahkan dia selalu memarahi dirinya. Andaikan dia bukan kakaknya, sudah ku jadikan bubur ayam.


Vandar, pun langsung menghentikan perdebatan keduanya, lalu vander menantang mereka semua untuk melakukan permainan, siapa yang kalah maka dia akan menerima hukuman.


Semua'nya, pun menyetujui tantangan dari vander, karana mereka sangat menyukai. Akan tantangan apa lagi ada hukuman yang siapa kalah.


"Baik, kita akan melakukan permainan seperti apa?" tanya green dan di angguki yang lain.


Vandar mengeluarkan sebuah permainan, dan permainan itu bernama. Uno, mereka akan melakukan permainan itu dengan menghukum metode kartu. Dan siapa yang kalah maka, mereka harus mengabulkan tiga permintaan dari sang pemenang, bukan hanya itu saya. Yang kalah juga harus mengasih apartemen buat yang menang.


Mendengar itu mereka sangat tergiur, karena ini adalah permainan yang sangat mereka inginkan dari dulu, mereka semua pun menyetujui akan ide dari vander.


"Tapi, sepertinya ada yang kurang." ucap kimli.


"Apa itu tan?" ujar semua orang yang ada di tempat itu.


"Bisa tidak kalian memanggil saya dengan sebutan nama?" ucap kimli,


Kimli, sangat kesal di usia mudah sudah di panggil Tante, padahal umurnya tidak jauh berbeda dengan mereka, bahkan di antara mereka dirinya yang paling muda. Tapi mereka masih saja memanggil dirinya dengan sebutan tante.


"Tidak, usah permasalahkan itu, yang terpenting sekarang kasih tau kita, apa yang kurang?" tanya mereka kepada kimli.


Kimli, langsung berdiri dari duduk'nya dan dia berjalan ke dapur tempat di mana semua pelayan mengerjakan pekerjaannya. Saat ia akan membuat minuman ada orang yang sangat mencurigakan masuk kedalam keraton.


Karena, penasaran kimli mendekati orang yang mengendap-endap seperti seorang maling yang ingin merampok rumah. Saat ia sudah ada di depan wanita itu ia memegang bahunya, sampai membuat orang yang sedang menutup pintu keraton dengan pelan-pelan langsung terkejut.


"Ampun..! Ampun ayah, vera tidak bersalah Vera minta maaf karena berjalan dengan mengendap-endap." ucap vera, membungkukkan badannya sambil menyatukan telapak tangannya.


"Ini saya, kimli." ucap kimli, yang berbicara kepada orang yang bernama vera.


"Hufhh. Syukur lah, saya kira tadi bunda atau ayah yang menyentuh pundak saya, teryata tante yang memegang pundak saya."


"Apa, ada yang di sembunyikan dari saya? Karena kamu seperti orang ketakutan.. Jangan-jangan kamu kabur dari asrama?" tebak kimli kepada Vera.


Verosa Vira Adiwilaga Marquez Adiningrat.


Dia adalah putri tunggal dari vernando dan Pitaloka. Saat ini Vera sedang menjalani pendidikannya di universitas kusus bangsawan. Namun, karena peraturan yang sangat ketat dan Vera tidak menyukai akan hal itu ia pun kabur dari asrama dan ia pulang ke indo, karena dia ingin menemui keluarga apa lagi besok adalah hari pernikahan Vegas. sepupunya.


Vera, kikuk mendengar perkataan dari kimli, ia bingung mau mengatakan seperti apa, yang jelas ia tidak ingin ada yang tau kalau dirinya pulang.


"Tante, nanti akan saya jelaskan, karena saya sangat lelah. Nanti setelah lelah saya hilang akan saya jelaskan." ucap vera.


Melihat kepergian Vera, kimli hanya menggelengkan kepala pelan, lalu ia kembali melanjutkan membuat minuman untuk memain mereka,


Setelah, semua'nya sudah siap kimli kembali ke tempat mereka berkumpul dengan membawa sebuah nampan berisi minuman, di nampan tersebut terisi dua belas gelas yang akan mereka coba.


Green dan yang lain terkejut kimli membawa nampan berisi minuman yang sangat aneh bahkan warnanya sangat berbeda dari minuman biasanya.


"Apa yang kamu bawa tan?" tanya grayland dan vander.


"Ini adalah minuman yang sudah Tante siapkan buat kalian, dan minuman ini terbuat dari buah-buahan terpilih dan sayuran terpilih, jadi buat kalian yang kalah, kalian harus menerima minuman ini." ujar kimli.


Kimli, membuat minuman itu dari sayur kangkung, sayur brokoli, tomat, wortel, pare, dan bayam. Sedangkan buahnya ada, jeruk, lemon, semangka, buah duren, buah sirsak dan buah belimbing.


Kimli, sengaja bikin juice yang terbuat dari buah-buahan dan sayur-sayuran, karena selain untuk menyehatkan tubuh juice itu juga membuat mereka kebal.


Mereka, akhirnya menyetujui permintaan dari sang kimli, lalu meraka pun memulai permainan meraka dengan sangat serius, agar mereka tidak kalah, jika kalah maka mereka harus meminum apa yang sudah di persiapkan oleh kimli, dan meraka juga akan menyerahkan semua yang mereka mau.


Permainan mereka semakin memanas apa lagi salah satu di antara mereka sudah hampir menang. Namun gagal mendapatkan kemenangan,


*


*


*


*


Sementara itu, seorang pria sangat marah kepada keluarga Marquez. Karena ia tidak terima jika keluarga meraka bahagia. Ia akan membuat keluarga mereka merasakan kehancuran akibat kesalahan mereka.


"Marquez, akan saya pastikan kalian tidak akan hidup tenang selama saya masih hidup. Karena kalian keluarga saya harus mati mengenaskan dalam kobaran api." gumam seorang pria yang tidak lain adalah.


Vincent Greifenhagen.


Dia memiliki dendam kepada keluarga Marquez, karana keluarga mereka sudah membuat orangtuanya hangus terbakar di dalam lautan api.


"Saya, akan membantu kamu melakukan pembalasan dendam kepada mereka, asalkan kamu harus menuruti semua kemauan saya. Bagaimana?" tanya seorang wanita paruh baya.


"Maaf Tante saya tidak minat. Karena saya lebih baik melakukan sendiri, dari pada harus berkerja sama dengan anda. Orang yang sangat licik." ujar Vincentius kepada cho Kyuhyun.


"Vincentius, kamu tidak tau seperti apa keluarga yang akan kamu hadapi, Meraka adalah keluarga terkejam,, bahkan mereka pernah melakukan pembunuhan di kuil," ujar kyun.


"Saya, tidak perduli sekuat apapun mereka, saya akan melakukan dengan sendiri, dari pada saya harus berkerja sama dengan anda. Itu akan membuat anda bisa memanfaatkan saya." ujar Vincentius dengan dingin.


Lalu, Vincent pergi dari tempat itu, lalu ia pergi ke tempat di mana adiknya berada ,karena dia sangat merindukan sosok sang adik. Dari pada ia harus melihat wajah sang Tante yang sok polos, mendingan ia menemui adik tersayangnya.


Saat ia membuka pintu ia mendengar ucapan sang adik, yang begitu dalam.


"Tuhan, aku sangat mencintai sosok pangeran di dalam keluarga Marquez, tapi saya sadar kalau saya orang biasa."


"Apa...