
Raden Mas Alvegas Aldebarat Marquez Adiningrat.
Raden Greenland Faresta Marquez Adiningrat.
Raden Grayland Faresta Marquez Adiningrat.
Chalian Athalla Marquez.
Valeeqa Nayesha Marquez.
Granata Stella Marquez.
Laksha Vander Marquez.
Lakshmita Kimli Marquez.
Vernia putri Marquez.
Sembilan anak, muda yang saat ini berdiri di depan pintu gerbang menuju ke pemakaman keluarga Marquez. Mereka ingin menjenguk saudara mereka yang tidak bisa di selamatkan.
"Kami datang vagas.!" gumam mereka semua karena mereka sudah melihat rumah yang di buat oleh Daddy nya kusus untuk vagas.
Vegas, lalu berjalan mendahului mereka, karena ia benar-benar sangat merindukan akan sosok sang adik yang sudah begitu lama meninggalkan dirinya dengan sangat lama.
Mereka lalu berjalan mengikuti langkah vegas yang masuk kedalam kuburan, dan mereka semua pun berhenti tepat di depan makam Vegas, mereka langsung duduk Dangan mengintai makam vagas.
"Vagas, kakak datang kesini untuk menjenguk adik kakak. Apa kamu tau dek, kalau besok kakak harus menikah dengan wanita yang mommy jodohkan buat kamu tapi berhubung kamu gak ada mommy malah menjodohkan aku..! Oh-iya dek apa kamu tau kalau saat ini mommy sedang hamil, bahkan karena kehamilan mommy vagas yang selalu mendapatkan sial. batin Vegas.
"Kak, saya tidak tau wajah kakak seperti apa? sifat kakak seperti apa aku tidak tau. Tapi yang aku tau kalau kakak adalah kakak yang teramat sangat baik bahkan saya yakin kalau kakak juga sangat tampan." ujar valeeqa
Kesembilan orang yang berada di makam mereka adalah generasi muda. anggota keluarga Marquez pun, langsung memberikan doa untuk ketenangan dari vagas.
Setelah melepaskan rindu mereka, Vegas dan yang lain'nya pun berdiri dan mereka mengucapkan selamat tinggal buat vagas yang sudah tenang di alam sana.
Mereka lalu pergi dari pemakaman keluarga Marquez dan mereka berjalan memasuki mobil mereka satu persatu. Dan mereka pun mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar mereka bisa sampai di mansion, walaupun hari sudah mulai senja.
Saat mereka sudah sampai di halaman mansion Marquez, mereka keluar dari mobil mereka yang sudah tertata rapi dengan sempurna. Saat mereka keluar, mereka melihat mobil milik orangtuanya yang sudah terparkir dengan rapi juga.
"Gawat, sepertinya kita telat?" tanya grayland.
"kita, memang telat karena janji perkumpulannya jam dua, dan ini hampir jam empat. " ujar Laksha.
"Sudahlah sebaiknya kita masuk saja." kata green, pria yang paling tua di Antara mereka.
Mereka pun langsung berjalan memasuki mansion dengan langkah yang sangat tenang, tanpa ada rasa takut sedikitpun, bahkan mereka mengabaikan tatapan para pelayan dan bodyguard.
"Dari mana saja kalian? Jam segini baru datang!"
Deg.
Refleks mereka menghentikan langkah mereka mendengar suara orang yang paling berbahaya di dunia, bahkan para pria saja tidak mampu melawannya karena kekuasaan mereka begitu tinggi. Siapa lagi kalau bukan para wanita,
Dia adalah ratu di dalam mansion, dan dia juga adalah orang yang sangat berkuasa sampai bisa mengatur suami agar tunduk.
"Mommy.!"
"Mama.!"
"Bunda."
"Mama."
Secara bersamaan para generasi muda memanggil wanita yang sudah membuat mereka sangat terkejut karena mereka telat datang sampai membuat para ratu kesal.
Vanandya menghampiri sang putra dan ia langsung menjewer telinga putranya itu, walaupun dia seorang pria dingin tapi dia seorang pria yang sangat keras kepala. Bahkan dia akan mengikuti kemana saudara-saudaranya pergi.
"Vegas, apa kamu tau? malam nanti adalah pengangkatan kamu sebagai raja. Dan besok kamu juga harus menikah, jadi tidak sepantasnya kamu pergi-pergi," oceh vanandya kepada Vegas.
Begitupun dengan hazel dia berjalan mendekati kedua putranya dan satu putri angkat yang bernama valeeqa. Karena selama ini valeeqa di asuh oleh dirinya.
"Kalian, dari mana saja? Dan kenapa kalian tidak pulang ke mansion? Dan, selama kalian pulang ke indo kalian kemana dulu kenapa gak kabarin mama, atau kabarin orang rumah." ucap hazel kepada anak-anaknya.
Dan sekarang giliran Tanu, dia juga merasa kesal karena anaknya tidak bisa di atur. Bahkan dia selalu pergi-pergi tidak jelas. Sampai membuat ia dan suami merasa pasrah,
"Lian, sudah berapa kali mama bilang kamu itu gak pernah nurut. Kamu tidak bisakah pulang ke mansion." ucap Tanu.
Sekarang adalah giliran dari Kim wanita yang sangat tegas kepada sang putri dan sang cucu, karena ia tau kalau mantu'nya itu sangat lembut mendidik sang putra,
"Kimli, Vander.! Kalian tau kan kalau jam dua adalah pertemuan keluarga? Kenapa kalian bisa telat dan ini sudah memasuki jam empat, tapi kalian baru saja sampai." ucap Kim dengan sangat tegas.
Leksa, yang melihat itu hanya bisa diam. Karena ia sudah terlalu lelah menghadapi sang putra yang selalu saja membangkang, apa lagi jika dia sudah keluar. Maka dia tidak perduli untuk pulang, tapi ia hanya memberikan waktu saja, jika putranya sudah di. ambang batas maka dia akan melakukan cara agar putranya jera.
Tania Vernon Marquez.
Hanya, menatap tajam sang putri, karana ia tidak menyukai kalau Putri terlambat sedikitpun. Karena keluarga Marquez sangat menghormati waktu, karena waktu sangat penting.
"Vernia.! Kamu tau kan kalau kamu terlambat? Maka bunda akan membekukan black card kamu, agar kamu tidak bisa berbelanja lagi."
Seorang anak perempuan yang tidak mendapatkan Amara dari yang lain hanya bisa menatap dengan sedih, di saat saudara-saudara yang lain kena marah oleh mama mereka, dirinya tidak pernah mendapatkan kemarahan dari para wanita bahkan ia juga tidak pernah mendapatkan kasih sayang.
"Apa, aku tidak di inginkan di dalam keluarga ini, sampai-sampai aku di abaikan begitu saja? Di saat yang lain mendapatkan ceramah dari mama mereka, aku hanya bisa diam saja." batin seorang wanita.
Grenatta Stella Marquez.
Wanita yang sangat jarang mendapatkan kasih sayang dengan tulus oleh keluarganya sendiri bahkan ia seperti orang asing di dalam mansion Marquez.
Dengan hati yang sangat sedih dia pergi dari tempat itu, sampai tidak ada orang yang menyadari kalau grenata pergi. Mungkin karena rasa khawatir mereka yang begitu dalam kepada anak-anak mereka sampai tidak menyadari dirinya pergi.
Ia berjalan ke dalam kamarnya ia langsung menumpahkan semua isi hatinya dengan air mata yang terus mengalir, bahkan ia membanting semua barang-barang yang ada.
"Kenapa kalian, tidak pernah melihatku? Apa salah aku yang harus lahir tanpa mendapatkan kasih sayang dari kalian. Aku juga sangat menginginkan hal itu seperti kalian menyayangi anak-anak kalian." teriak grenatta.
"Apa, aku memang anak yang tidak di inginkan oleh kalian? aku sangat iri, tuhan jika boleh meminta lebih baik saya mati saja, karena saya tidak kuat harus berada di dalam keluarga Marquez yang tidak menyayangi ku." sambung grenatta memohon kepada Tuhan untuk segera memanggil dirinya.
Tok.. Tok.. Tok..
Grenatta sangat terkejut mendengar suara pintu di ketuk, ia pun segera beranjak dan mengelap air matanya agar tidak ketahuan oleh orang-orang kålau dirinya habis menangis. Setelah itu ia pun merapihkan pakai dan make-upnya,
Cklek.
"Ma...