Cahaya Untuk Tuan Bisma

Cahaya Untuk Tuan Bisma
Mantan pacarnya Surya


"Sayang, kamu tahu sama hotel itu?" tanya Jinan, yang langsung menoleh pada suaminya.


"Eeng-, cuma tahu aja, sayang. Ngga lebih. Soalnya, itu hotel termasuk terkenal ketika aku masih bujang, dulu. Dan bahkan, mau merekrut aku sebagai manager disana. Tapi mereka maunya yang single, tapi aku udah nikah sama kamu." Kilah Surya. Tampak seperti Ia tengah menyembunyikan sesuatu dari semuanya.


"Oh, gitu." Jinan hanya mengangguk dengan semua penjelasan yang ada. Tapi, Daksa menatapnya dengan penuh rasa curiga dengan apa yang Ia lihat dari wajahnya.


"Sudah lah, sayang. Biarkan saja Kak Bisma menikah kali dengan pilihan hatinya. Kita hanya bisa mendukung dan mengawasi semuanya."


"Menagawasi apa maksudmu? Kau yang harus di awasi disini." sergah Bisma. Dan lagi-lagi, membuat Surya diam dan tak berkutik saat itu juga.


Jinan masih bersikeras dengan ketidaksetujuan nya. Ia merasa tak sesuai dengan keputusan Bisma yang tergesa-gesa menurutnya. Yang bahkan belum sama sekali memperkenalkan wanita itu untuk meminta persetujuan dari mereka semua. 


"Jangan mau dibutakan oleh cinta, Kak. Itu aja nasehat dari Jinan saat ini."


"Nasehat itu harusnya kamu berikan untuk diri kamu sendiri, Jinan." Lagi-lagi ucapan itu membuat Hati Jinan begitu perih dan hanya bisa diam mengusap rambut sang putra yang tengah tidur lelap. Hingga akhirnya kalah, dan berdiri untuk pergi ke kamar miliknya yang ada di rumah itu.


Oma masih diam dengan segala beban fikiran di kepalanya. Di satu sisi, memikirkan ucapan yang dikatakan oleh cucu perempuannya. Disisi lain, Ia tahu jika Bisma tak pernah bermain-main, dan pasti memiliki pertimbangan sendiri mengenai siapa yang akan Ia pilih sebagai istri. Berkali-kali menyakin kan hati, dan berkali-kali itu pula rasa ragu terus menghampirinya.


"Sayang, Bisma.... Okelah, sayang. Oma aka emrestui pernikahan ini. tapi, Bisma tak boleh kemanapun. Bisma harus tetap tinggal disini bersama Oma, Sayang. Oma ngga mau Bisma keluar lagi dari rumah ini. Bisma pemilik rumah ini beserta semua asetnya. Jadi, Bisma ngga boleh pergi." 


Ucapan yang terlontar dari mulut Oma sekar, menambah rasa kesal dihati Jinan. Meski Ia tengah di kamar, tapi semua itu terdengar jelas olehnya. Ia selalu merasa di anak tirikan hanya karena Ia adalah seorang perempuan. Apalagi setelah pernikahan nya dengan Surya, yang di awali karena sebuah kecelakaan, membuat Bisma selalu mengawasi gerak gerik Surya dan membatasi akses Jinan untuk perusahaan mereka.


"Belum apa-apa, udah begini. Gimana nanti, kalau udah jadi istri dan tinggal disini? Bisa-bisa langsung sok menguasai rumah, Dia." Surya terkesan memprovokasi, membuat kecemburuan sang istri semakin menjadi-jadi.


"Kita akan balik kesini, kalau dia berulah. Aku ngga rela, kalau dia menggantikan aku jadi kesayangan Oma."


 Bagai buah simalakama bagi Surya. Di satu sisi senang karena tinggal dirumah besar, tapi di sisi lain Ia akan semakin diawasi oleh Bisma. Apalagi dengan kehadiran Kia, yang tak lain adalah mantan kekasihnya dulu.


Ya, Surya dan kia adalah mantan kekasih dari sejak mereka Satu Universitas dengan jurusan yang berbeda. Mereka sudah begitu dekat, tapi Surya pergi meninggalkan Kia tanpa kejelasan hubungan mereka. Dan sakitnya, Kia tahu setelah Surya diketahui telah menikah dengan Jinan. Tapi Kia tak mau mencari tahu lebih jauh siapa Jinan dan bagaimana. 


Tapi kini, mereka akan bertemu dan bahkan tinggal bersama. Bagaimana jika Jinan tahu semua borok dan masa lalu suaminya?