
Langit terlihat lebih cerah dari biasanya namun tidak dengan perasaan seorang pria yang tengah sibuk menyelidiki wilayah perbatasan monster dengan seksama, dia merasakan firasat buruk dalam beberapa hari terakhir, karena itu dia memutuskan untuk kembali ke wilayahnya namun dia hendak mengecek keadaan dari gadis yang sudah mulai mengisi hidupnya beberapa bulan terakhir.
Dia langsung berubah menjadi Naga yang perkasa, terbang melewati awan-awan putih yang suah mulai menggumpal namun di tengah perjalanan dia merasakan kontak yang kuat dari sisik yang dia tinggalkan pada gadis itu, lalu tanpa pikir panjang dia langsung berteleportasi ke tempat gadis itu berasa.
Saat sampai disana alangkah terkejutnya dia saat melihat tubuh gadis itu melayang di udara dan dengan anak panah yang tertancap di dadanya, dia langsung menangkap tubuh gadis tersebut.
" Apa yang terjadi pada mu Sisi? aku baru meninggalkan mu sebentar saja!" lolongnya dan segera turun ke daratan untuk memeriksa luka di tubuh gadis tersebut.
" Ini......"
Dia segera memberikan pertolongan pertama saat dia menyadari bahwa anak panah itu menancap tepat dia bagian vitalnya, pikirannya kalut namun menyelamatkan gadis itu adalah prioritas utamanya.
Dia dengan cepat menuju ke wilayahnya sambil menenteng tubuh yang bersimbah darah tersebut, di terus menggumamkan bahwa dia pasti akan menyelamatkan dan melindungi gadis itu.
" Tetua Mu!!" teriaknya saat sampai di sebuah kabin yang terbuat dari kayu jati.
Kabin itu terlihat mewah dan estetik walaupun hanya berbahan dasar kayu, bangunan dengan lantai yang tinggi dari tanah dengan anak tangga yang cukup tinggi sebagai pintu masuknya.
Dari dalam kabin itu seorang pria berumur lima puluhan tergopoh-gopoh keluar, wajahnya tampak sedikit lelah dan dari pakaian dapat di lihat bahwa dia adalah pria yang mempunyai ilmu pengetahuan yang tinggi.
" Tolong......tolong selamatkan dia" ucap pemuda itu dengan putus asa.
" Apa yang terjadi Tuan Muda? sebelum itu kita harus membaringkannya di tempat yang nyaman!" ucapnya sambil membantu Zurich menuju kamar tidur.
Zurich mengikutinya dengan patuh kemudian membaringkan tubuh gadis yang sudah dipenuhi oleh darah itu diatas tempat tidur yang terbuat dari kayu tersebut.
" Ini..... kita harus mengeluarkan panah ini terlebih dahulu!" ucapnya.
" Aku sudah memberikan tenaga dalam ku tapi itu tidak membantu banyak!"
" Tuan Muda, saya minta maaf harus mengatakan ini tapi walaupun saya mengobatinya, nyawanya tidak akan bisa kita selamatkan karena panah ini di tembakan tepat pada jantungnya"
" Aku juga tau itu!" ucap pemuda itu dengan emosi.
" Apa anda tidak punya cara lain untuk menyelamatkannya, Tuan Mu? apapun itu, tolonglah!"
Pria itu melirik kearah gadis yang ada di ranjang kemudian mengalihkan matanya ke arah pemuda yang menatapnya seperti memohon tersebut, ini pertama kalinya dia meminta bantuan kepadanya walaupun dia sudah lama mengenalnya.
" Tuan Fengyin...." ucapnya akhirnya.
" Walaupun ilmu medis saya luar biasa namun bukan berarti saya bisa menghidupkan orang yang sudah meninggal, itu hal yang tidak mungkin!"
" Tapi dia belum meninggal!"
Pria tua itu menarik nafas kemudian mencabut panah yang tertancap di dada gadis tersebut dengan bantuan dari asistennya, sementara itu pemuda yang di panggil Fengyin itu menunggu dengan penuh pengharapan.
Tidak lama kemudian pria tua itu keluar sambil mengelap keringat yang membasahi dahinya, Fengyin segera menghampirinya.
" Bagaimana Sir?"
" Untuk saat ini dia masih dalam kondisi kritis tapi...."
" Tapi...?" Fengying mengulang kalimatnya dengan penuh antisipasi.
" Maksud anda?"
" Awalnya saya bertanya-tanya kenapa dia masih hidup di saat jantungnya telah ditembus oleh benda tajam seperti itu namun setelah saya memeriksanya saya menemukan fakta bahwa dia memiliki kekuatan penyembuhan namun karena kondisinya yang kritis maka kekuatan itu tidak mampu menyembuhkan lukanya dan satu-satunya keluarga yang memiliki kemampuan itu adalah keluarga spirit teratai"
" Anda benar, dia adalah gadis yang hendak jadi tunangan ku tapi karena insiden kebakaran di keluarga Mcgnagal jadi aku tidak tau keberadaannya, baru beberapa bulan terakhir aku menemukannya".
" Jadi dia adalah cucunya Zhi yan, pantas saja!"
Pria tua itu manggut-manggut sambil memainkan jenggotnya, kemudian dia kembali melirik ke arah Fengying.
" Jadi bagaimana Sir?"
Pria itu menggelengkan kepalanya beberapa kali kemudian menghela nafas, dia menimbang-nimbang kalimat yang hendak di sampaikan nya kepada Fengyin.
" Sejujurnya saya tidak yakin apakah saya bisa menyelamatkan nyawanya atau tidak, saya rasa kita harus bisa mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk".
Fenying merasa separuh jiwa menghilang mendengar ucapan dari pria tua tersebut, dia bersedia melakukan apa saja demi menyelamatkan gadis itu, dia juga menyesal karena sudah meninggalkan gadis tersebut dan membiarkannya dalam bahaya.
Berkali-kali penyesalan menghantuinya dan berkali-kali juga dia memohon di dalam hatinya agar dia menemukan cara untuk menyelamatkan gadis tersebut.
" Walaupun kita membiarkan tubuh Silumannya mendominasi namun itu tidak akan mengubah kemungkinan terburuk yang akan terjadi tetapi itu dapat menunda kematiannya dalam beberapa bulan"
" Maksud anda?"
" Karena gadis itu merupakan setengah manusia dan setengah siluman maka kita bisa membiarkan tubuh manusianya meninggal dan tidak dengan tubuh silumannya tetapi karena tubuh manusia dan silumannya adalah satu kesatuan, jadi tubuh silumannya juga tidak akan bertahan lama"
Fengying memutar otaknya, mengingat kembali pelajaran yang pernah di pelajari nya selama ini, dia berharap ada sesuatu yang dapat membantunya untuk menyelamatkan gadis itu.
" Bagaimana dengan permata naga ku Sir?"
" Jangan bercanda Tuan Muda, permata naga bukanlah sesuatu yang bisa and gunakan sembarangan!"
" Satu tau Sir, tapi jika itu dapat menyelamatkannya saya bersedia memberikan apapun!"
Pria tua yang di panggil Tetua Mu itu menggelengkan kepala, dia tidak habis pikir bagaimana bisa pemuda itu mengambil keputusan sembrono seperti itu, permata Naga bukanlah benda yang bisa di dapatkan dimana saja, itu adalah simbul dan juga identitasnya.
" Tuan Muda, coba anda pikirkan lagi matang-matang, saya tidak melarang anda untuk menggunakannya karena itu bukanlah hak saya namun konsekuensi yang akan anda terima nanti, kalian belum resmi bertunangan apalagi mate, bagaimana jika dia menemukan orang lain yang di cintainya lalu bagaimana dengan anda? Naga hanya memiliki satu pasangan dalam hidupnya dan anda tau itu".
" Memberikan permata Naga untuk menyelamatkannya memang jalan keluar dari masalah ini tetapi itu sama saja dengan memberikan hidup anda kepadanya, dan konsekuensinya adalah saat dia terluka, orang yang akan menanggungnya adalah anda, bagaimana bisa anda dengan ceroboh mengambil keputusan seperti itu?"
Tetua Mu terus meyakin Fengyin bahwa keputusannya adalah tindakan paling bodoh yang pernah dia lakukan sebagai seorang penerus kepemimpinan wilayah siluman namun Fengyin tetap bersikeras untuk melakukannya.
" Aku bersedia mengorbankan hidup ku agar dia bis selamat Si, aku tau dia sudah memiliki orang lain di hatinya tapi bagiku lebih baik aku melihatnya bahagia dengan orang lain dari pada aku tidak dapat melihatnya lagi!"
" Apakah dia pantas mendapatkan semua itu, Tuan Muda?"
Fengying menggelengkan kepadanya, wajahnya memperlihatkan bahwa dia sudah sangat putus asa dengan keadaan yang dia hadapi, dia tidak tau lagi keputusan apa yang sebaiknya dia buat karena baginya gadis itu sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidupnya.
" Dia lebih dari pantas Sir!" jawab Fengyin dengan suara percaya diri.