
" Jadi gimana menurut anda Paduka? apa anda yakin untuk mempercayainya?" tanya Zurich setelah Fengyin meninggalkan mereka.
" Sepertinya kau sangat tidak mempercayai dia" jawab Felix dengan senyuman menggoda.
" Cih, bagaimana mungkin kita mempercayai informasi dari orang yang identitas masih meragukan, belum lagi cara dia mengancam ku atas nama peduli kepada Sisi, memangnya dia pikir dia siapanya? mentang-mentang pernah jadi tunangan, belagu banget dia"
" Haha,kau terdengar seperti memiliki dendam pribadi dan juga cemburu buta kepadanya, well kita tidak tau jika kita tidak menyelidikinya secara langsung, setidaknya kita punya yang bisa kita gunakan sebagai dasar penyelidikan"
" Apa kau bermaksud menyusup ke markas fraksi Virgo? jangan bercanda, orang tua itu tidak akan pernah menurunkan kewaspadaannya" ujar Zurich dengan nada cemas.
" Bukan aku, tapi kau!"
" Berhenti mengatakan omong kosong, baik itu kau ataupun aku hasilnya akan sama saja!"
Mereka kemudian terdiam beberapa saat, Felix memahami bahwa musuh yang mereka hadapi adalah seseorang yang licik, buktinya setiap ada insiden terjadi dia mampu mencari kambing hitam yang membuatnya tidak pernah dicurigai.
" Tapi...apa benar Miss Sisilia adalah pewaris Mcgnagal yang kita cari? aku masih tidak percaya dengan fakta yang cukup mengejutkan ini!"
" Itu benar, itulah mengapa dia selalu berusaha kabur dariku karena dia pikir jika aku tau identitasnya maka aku pasti akan membunuhnya!"
" Wah, kisah cinta kalian seperti kisah dalam novel saja!" ujar felix mengomentari sambil terkekeh.
" Sekarang dia dimana?"
" Kenapa memangnya?" tanya Zurich dengan wajah curiga.
" Well... aku punya ide yang tidak masuk akal sih tapi aku yakin kau tidak akan mau"
" Benarkah? ide seperti apa?"
" Bagaimana jika kita bersandiwara? kita pura-pura bertengkar sehingga hubungan kita memburuk dan karena itu kau memilih berpihak kepada Duke Helwise" ujar Felix dengan ragu-ragu.
Zurich diam sejenak dia putarnya skenario yang mungkin akan terjadi di dalam kepalanya, dia setuju dengan ide Felix namun Duke Helwise adalah orang yang sangat berhati-hati jadi kemungkinan sandiwara itu gagal lebih besar.
" Itu ide yang bagus, hanya saja kita semua tau kalau pria tua itu tidak akan percaya semudah itu, lain halnya jika aku menikahi Miss Helwise mungkin dia akan menurunkan penjagaannya sedikit, tapi tidak mungkin, Sisilia adalah satu-satunya cinta dalam hidupku, jadi mari kita pikirkan ide yang lain"
" Ah.... gimana kalau kalian pura-pura menikah saja?"
" Kau pikir Miss Helwise akan setuju? jangan bercanda, semua orang di kapital ini tau kalau dia menginginkan aku untuk jadi suaminya!"
" Pffff... aku kira kau tidak menyadarinya" jawab Felix sambil terkekeh.
" Maksudnya kau pura-pura bertunangan dengan Miss Helwise sambil mengorek-ngorek informasi darinya, lagian jika kau menjadi menantunya dan dia juga tau kalau kau dan aku memiliki hubungan yang tidak baik, aku yakin dia akan berusaha menarik mu ke dalam rencananya"
Zurich menatap Felix dengan lama, apa yang dibilang oleh pria itu memang ada benarnya tapi Zurich masih belum mampu untuk mengambil keputusan, ada banyak pertimbangan yang membuatnya berpikir bahwa dia harus melupakan ide tersebut.
" Kalau aku pura-pura bertunangan dengan Miss Helwise, bagaimana jika Sisi mengetahuinya? hubungan baru mulai membaik setelah kesalahpahaman yang berkepanjangan, kau tau kalau aku sangat mencintai dia bukan?"
" Well....informasi dari sini memang tidak akan mudah masuk ke Under Sea Kastil, namun jika dia sampai mengetahuinya?"
Felix menarik nafas panjang, kemudian bangkit dari duduknya dan menghampiri Zurich yang ada di depannya.
" Brother, apa kau berniat untuk mengurung Miss Sisi selamanya disana? jika kita tidak segera menyelesaikan masalah ini, maka kita harus bersiap jika sewaktu-waktu seseorang mencoba membunuhnya atau lebih parah seperti yang di katakan Sir Fengyin, Homuncullus akan mengambilnya dari mu dan mengekstrak hatinya untuk dijadikan obat"
" Baiklah, aku akan menghubungi Peter dulu untuk memastikan keadaan Sisi, aku sudah berjanji akan menjemputnya dalam tiga hari namun sepertinya aku harus meyelesaikan kasus ini terlebih dahulu kemudian berlutut meminta maaf kepadanya"
" Keputusan yang bagus!"
" Tapi ingat Paduka, aku melakukan ini bukan demi Negara tapi demi melindungi nyawa orang yang paling penting dalam hidupku, jadi setelah kita berhasil membuka kejahatan Duke Helwise kau harus membiarkan aku untuk membatalkan pernikahannya!"
" Tentu saja!" jawab Felix dengan mantap.
Setelah diskusi yang panjang dan melelahkan, akhirnya Zurich kembali ke kediamannya, dia segera menghubungi Peter dan memintanya untuk merawat dan mencari alasan yang tepat agar Sisi tidak mengkhawatirkan nya, tentu saja dia tau kalau Sisilia akan marah besar, namun dia lebih memilih di benci oleh gadis itu dari pada harus melihat gadi itu pergi meninggalkannya selamanya.
" Serahkan saja yang disini kepada saya Yang Mulia, akan saya pastikan Miss Sisilia menerima pesan dari anda dan saya akan berusaha memberikan pelayan yang dapat membuatnya betah untuk berada di sini sementara waktu" ujar Peter di seberang sebelum panggilan itu berakhir.
*****
Beberapa hari kemudian kabar tentang perpecahan antara Zurich dan Felix menjadi berita hangat di ibukota dan surat pun mulai berdatangan ke kediaman Dagaras dan seperti yang di duga, Duke Helwise juga mengirimkan surat pemberitahuan untuk mengunjungi kediaman Dagaras.
Zurich menjawab suratnya dan mengatakan bahwa dia sangat menantikan kunjungan pria itu di kediamannya, dua hari kemudian Duke Helwise berkunjung diikuti oleh putri tercintanya Castella Helwise.
Awalnya pembicaraan mereka hanya seputar fraksi dan keamanan kerajaan namun setelah beberapa minggu Zurich mulai memberikan umpan kepada Duke Helwise.
" Saya bermaksud untuk melanjutkan pertunangan saya dengan putri anda yang sempat tertunda dulu Sir, mengingat umur saya yang sudah segini, saya rasa Miss Helwise adalah pasangan yang cocok untuk menjadi Grand Duchess kerajaan ini" ucapnya setelah selesai berbasa-basi.
Semua orang tau akan retaknya hubungan Zurich dan Felix, dan itu dijadikan kesempatan bagi Duke Helwise untuk membuat hubungan mereka menjadi lebih buruk, namun dia tidak menyangka bahwa pria muda itu menyambutnya dengan tangan terbuka, bahkan dia juga mengajukan proposal yang seperti itu.
" Apa anda serius Yang Mulia?" tanya Castella mendengar ucapan Zurich.
Dia tersenyum dengan cerah, dia berpikir bahwa akhirnya usahanya untuk menarik perhatian Zurich akhirnya terbayarkan dan itu adalah kabar yang paling membahagiakan selama umurnya namun walaupun Duke Helwise menyukai ide Zurich tetapi dia masih belum mau menurunkan penjagaannya, dia masih curiga kalau-kalau pria itu merencanakan sesuatu di belakangnya.
" Kenapa anda yakin bahwa saya akan menerima proposal anda begitu saja?" tanya dengan nada menilai.
" Tentu saja karena itu juga akan sangat bagus bagi kehormatan keluarga kita bukan Sir? mengingat dua bangsawan bekerjasama melalui pernikahan maka tidak akan ada seorang pun yang berani macam-macam dengan kita" jawab Zurich dengan wajah serius.
" Well... saya akan mempertimbangkannya..."
" Apanya yang perlu dipertimbangkan lagi sih Dady? aku setuju dan sangat-sangat setuju, walaupun Dady tidak setuju, aku akan menerima lamaran dari Grand Duke!" ujar Castella cepat sambil memotong ucapan ayahnya.
Dia sadar bahwa jika kali ini dia tidak segera merangkul Zurich untuk menjadi miliknya maka dia tidak akan pernah lagi mendapatkan kesempatan kedua, mengingat pertunangan mereka pernah batal sebelumnya.
Duke Helwise menarik nafas, dia tidak sanggup menolak keinginan dari putri yang di cintainya itu walaupun itu artinya dia harus meyakinkan dirinya bahwa pria yang di pilih putrinya tersebut dapat membantu rencananya di kemudian hari.