Butterfly Trap

Butterfly Trap
Side Story 11


Rumor pernikahan Zurich dan Castella menjadi berita hangat yang bahkan sampai ke setiap penjuru kerajaan Dakota, ada banyak pro dan kontra yang mengiringi rumor tersebut, sebagian mendukung hubungan mereka dan sebagian yang lain menilai Zurich sebagai orang tidak tau diri yang menusuk keluarganya dari belakang.


Terlepas dari banyaknya rumor yang beredar, persiapan pertunangan Zurich dan Castella dapat berjalan lancar namun sebulan sebelum acara pertunangan, Duke Helwise mendatangi kediaman Zurich dengan wajah marah.


" Ada apa gerangan Sir? wajah anda terlihat tidak senang!" ucap Zurich saat mempersilahkan pria itu duduk.


" Saya dengar anda punya simpanan, apa anda berpikir bahwa hubungan kita ini adalah candaan saja?"


ucapnya dengan nada marah.


" Siapa yang anda maksud Sir?" ujar Zurich sambil tersenyum namun dadanya berdebar sangat cepat.


" Berhenti berpura-pura, apa menurut anda saya tidak mendengar rumor tentang anda? bahkan saya dengar beberapa bulan yang lalu anda seperti orang gila mencari gadis itu!"


" Anda salah paham Sir!"


Pria dihadapannya itu tertawa dengan keras namun Zurich dapat merasakan bahwa itu bukanlah tawa bahagia, dia menelan ludah dan berusaha untuk tidak menyebut nama Sisilia di depannya.


' Apa yang aku lakukan, jika aku menyembunyikannya dia pasti akan semakin curiga, tapi jika aku memberi tahunya maka semua rencana kami akan sia-sia'


Zurich masih berusaha tersenyum sambil menenangkan diri di depan pria itu, jantungnya masih berdegup tidak karuan dan kepalanya dipenuhi oleh banyak pikiran-pikiran negatif belum lagi rasa rindu nya terhadap Sisilia membuatnya harus mampu untuk menahan diri.


' Aku rasa sebaiknya aku mengambil resiko, aku akan melempar umpan kepadanya, jika umpannya termakan maka rencana ini akan berhasil dengan cepat, tapi untuk itu aku harus mengungkapkan identitas Sisilia'


' Bagaimana ini? jika dia tau siapa Sisilia sebenarnya dia pasti akan memburunya sampai kemana pun dan itu akan sangat membahayakan tapi..... Sisilia masih terkurung di kastil Under the Sea, tidak mungkin dia bisa membuka penghalang dan datang ke sini, jadi akan lebih baik aku mengambil resiko ini, ini juga demi keselamatan Sisilia'.


" Sebenarnya Sir......." Zurich berhenti sejenak, dia sengaja melakukan itu agar pria di depannya itu semakin curiga.


Zurich mendekatkan diri kepadanya, dan dengan hati-hati dia bicara setengah berbisik.


" Gadis itu adalah pewaris terakhir keluarga Mcgnagal, saya membuatnya tinggal di kediaman saya karena saya ingin mendapatkan bukti yang kuat tentang identitasnya, namun sayangnya sia berhasil kabur saat saya mengetahui identitasnya".


Duke Helwise membelalakkan matanya, wajah terkejut dan juga cemas tergambar jelas di wajahnya tetapi dia berusaha untuk menutup ekspresi itu dan mengalihkan pembicaraannya.


" Syukurlah kalian tidak ada hubungan apa-apa!"


" Tentu saja Sir, bagaimana mungkin saya memiliki hubungan sama seseorang dari keluarga yang sudah membunuh ayah saya tersebut" jawab Zurich.


Dia sengaja melontarkan kalimat itu untuk melihat reaksi dari pria itu selanjutnya dan seperti yang di harapkan, pria itu tampak puas dengan jawaban Zurich, dia tersenyum cerah.


" Baiklah jika begitu, tapi sebelum itu saya ingin pertunangan dengan anak saya di lakukan bertepatan dengan perayaan hari jadi kerajaan, saya ingin semua orang di kerajaan ini mengetahuinya dan merayakannya!"


" Tapi Sir itu agak....."


" Agak apa?" tanya menatap Zurich dengan tajam.


" Anda tenang saja, akan saya pastikan dia menyetujuinya!" jawabnya dengan percaya diri.


" Saya akan pamit dulu namun sebelum itu saya ingin menanyakan sesuatu" ucapnya setelah berdiri dari duduknya.


" Silahkan Sir!"


" Apa anda mengetahui dimana keberadaan gadis itu sekarang? maksud saya pewaris terakhir dari keluarga Mcganal itu?"


Zurich menggeleng dan memasang wajah kecewa, dia berusaha menunjukan ekspresi bahwa dia sangat kecewa karena dia tidak bisa menghentikan pelarian gadis itu, Duke Helwise menepuk pundak Zurich beberapa kali sebelum melangkah meninggalkan kediamannya.


" Sial!" umpat Zurich sambil membanting sarung tangannya ke sofa.


Dia bergerak mondar-mandir sambil menahan kepalanya dengan tangan, dia merasa mual setelah berbicara dengan pria tersebut, kemudian dia melihat keluar jendela, di sana dia dapat melihat bayangan Sisilia yang tengah berjalan-jalan di taman dan seketika itu juga rasa mual di perutnya menghilang.


" Ah....... Aku benar-benar merindukan mu Sisi, kau yang sabar disana ya, setelah semua ini berakhir aku pasti akan menjemput mu dan tidak ada lagi orang yang dapat memisahkan kita!" gumamnya sambil melihat jauh.


Kerinduannya kepada kekasih hati nya itu semakin dalam bahkan dia bisa melihat bayangan gadis itu di sekitar rumahnya namun ketakutan akan kematian gadis itu juga menggerogoti hatinya, dia selalu terjaga di tengah malam setelah bermimpi bahwa kekasih hatinya itu mati terbunuh di hadapannya yang membuatnya tidak berani untuk menutup matanya walaupun untuk sebentar.


*******


" Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa Duke Helwise mendesak untuk mengeluarkan surat penangkapan Miss Sisilia? dan apa-apaan dengan acara pertunangan yang diadakan bertepatan dengan acara hari jadi kerajaan ini?" geram Felix kepada Zurich setelah mereka selesai bermusyawarah dengan para bangsawan kerajaan itu.


Zurich tidak menjawab, dia hanya melangkah dengan wajah masam ke dekat meja kerja Felix dan mengambil beberapa dokumen.


" Apa kau tau siapa yang membocorkan informasi tentang Miss Sisilia ini? ah benar-benar, sebaiknya aku mencari tau siapa pelakunya dan segera membuat perhitungan dengannya!"


" Kau tidak perlu mencarinya!"


" Kenapa? kau tidak khawatir dengan keselamatan kekasih mu itu? dan juga kenapa wajah kau terlihat seperti itu? apa yang membuat mu terjaga sehingga membuat mata panda yang sebesar itu?"


" Karena aku yang memberi tahunya!"


" Apa!? apa kau sudah tidak waras? bagaimana bisa melemparkan kekasih mu ke mulut buaya seperti itu? kau tida memikirkan konsekuensi yang akan kau hadapi nanti?"


" Aku melakukan itu untuk memancingnya, lagian Sisilia berada di tempat dengan penghalang yang sangat kuat dan tidak mungkin dia akan sampai di Kapital ini sebelum aku menjemputnya, aku sudah meminta Peter untuk memberi alasan dan mengulur waktu!"


Felix menatap Zurich tidak percaya, dia tidak habis pikir mengapa sepupunya itu melakukan hal tidak terduga seperti itu, resiko yang akan dia hadapi dari keputusan yang dia ambil tidak lah kecil, jika rencana mereka berjalan dengan lancar maka itu akan bagus namun skenario terburuknya akan lebih mengerikan bahkan Felix tidak berani untuk membayangkan.


" Kau memang gila, kita memang harus mengambil resiko tapi keputusan mu ini seperti menggenggam dua mata pisau, setiap sisinya akan melukai mu, aku tidak ingin kondisi mu menjadi lebih parah dari ini"


" Lalu menurut mu apa yang harus aku lakukan? aku ingin masalah ini cepat selesai sehingga aku dapat bertemu dengannya, tapi jika aku tidak memberikan umpan bagaimana caranya membuat pria itu percaya kepada ku? aku bahkan tidak bisa tidur karena aku terus-terusan bermimpi buruk, apa kau tau di dalam mimpi ku itu aku melihat Sisi bersimbah darah di depan mataku? membayangkannya saja sudah membuat seluruh tubuh ku terasa tidak bertulang dan hatiku terasa sangat hancur!"