
Sore itu Grand Duke tengah memimpin rapat yang penting, karena pembahasannya berhubungan dengan pertahanan negara, walaupun rapat itu diadakan di markas fraksi Taurus namun ada beberapa orang penting yang ikut serta dalam rapat itu, rapat berjalan lancar ketika seorang pengawal masuk dan membisikan sesuatu kepadanya.
Entah apa yang terjadi seketika itu wajahnya menjadi pucat, dia langsung menghentikan rapat dan bergerak memanggil semua anggota elit fraksi untuk berkumpul, Marie dan Gawin juga ikut serta dan menjelaskan kejadian penculikan terhadap Sisilia.
Grand Duke tampaknya tidak bisa mengendalikan emosinya, dia berkali-kali berdecak dan tidak sabar untuk segera pergi dari tempat itu, namun karena keberadaan Sisilia belum dapat dipastikan dia menahan diri.
" Apa kau sudah menemukan titik koordinasi tempat teleportasinya?" tanyanya kepada Wulfram seorang awakener spesialis teleportasi.
" Belum Sir, akan lebih baik jika Miss Butterfly memiliki kemampuan sehingga saya dapat melacak kekuatannya dari alat saya ini" jawabnya memperlihatkan sesuatu seperti kompas.
" Sial "
Dia terlihat putus asa seperti separuh jiwanya menghilang, dia memejamkan mata dan berusaha untuk menenangkan diri.
" Sir Dominic, coba telusuri bangunan yang ditinggalkan yang ada di capital! Sir Wulfram fokus pada deteksi teleportasinya, Sir Baldwin tolong telusuri hutan sebelah Selatan"
" Baik sir" jawab mereka kemudian pergi meninggalkan ruangan.
" Berapa lama alat deteksi teleportasi ini akan bekerja?"
" Saya mengatur waktu dari satu jam sebelum penculikan jadi akan memakan waktu enam jam Sir?"
" Sial, apakah tidak bisa lebih cepat?"
" Cukup sulit Sir tapi akan saya usahakan".
Grand Duke Zurich kembali ke meja kerjanya, dia menahan kepalanya dengan tangan sambil beberapa kali menarik nafas.
" Aku tidak tau apa ini akan membantu, tapi aku pernah membaca jika kita memiliki sesuatu yang dapat menghubungkan awakener dengan orang yang dilacak, maka pencarian ini akan lebih mudah" ujarku setelah dua jam menatap layar deteksi tapi belum juga menemukan hasil.
" Maksud anda Miss Penelope?" tanya Grand Duke sambil melirik ke arah Sir Wulfram.
" Itu hanya berlaku jika orang dilacak memiliki kemampuan awakener ataupun purifier, kalau tidak tetap saja akan sulit Sir" Jawab Sir Wulfram.
" Maksud saya........"
Aku ragu untuk mengatakannya karena aku yakin Sisilia tidak pernah mengatakan tentang hal ini karena dia tidak mau orang-orang mengetahui, aku pernah tanpa sengaja melihat tanda marking ditangannya namun tampaknya dia sengaja menutupi dengan lengan bajunya.
" Aku yakin Miss Butterfly tidak ingin orang lain tau soal ini, apa tidak apa-apa jika saya mengatakannya di sini Sir?"
Grand Duke tampak bingung.
" Apa maksudnya?"
" Itu....."
Aku mengangkat tanganku, mengisyaratkan sesuatu kepadanya tapi dia masih terlihat tidak mengerti. Aku kemudian melangkah kedekatnya.
" Marking" bisikku dengan pelan dan memastikan tidak ada yang mendengar ku.
" Benar, itu dia!" ujarnya tersenyum lega, lalu dia menghampiri Sir Wulfram yang masih sibuk dengan alat deteksi teleportasinya.
" Bisakah kau menggunakan ini?" tanyanya sambil mengulurkan tangan ke arah Sir Wulfram.
" Ini........temporary marking?" dia tersenyum.
" Dengan ini kita akan dapat menemukan dia lebih cepat Sir".
Grand Duke mengangguk.
Dia kemudian meletakan alat deteksinya diatas pergelangan tangan Grand Duke yang ada tanda seperti bunga teratai itu, beberapa tempat muncul dilayar deteksi.
" Ini..... Silent Forest"
" Silent Forest? perbatasan dekat negara Oleander?"
" Bagaiman bisa mereka membawanya sejauh itu? berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke sana ?"
" Kalau tanpa istirahat akan memakan waktu dua hari Sir".
" Baik kita segera berangkat, Sir Wulfram dan Miss Penelope juga!"
Kami segera berangkat menuju Silent Forest, ada lima belas orang yang ikut dalam misi penyelamatan tersebut, selain Grand Duke, anggota yang lain terlihat hampir memasuki kondisi berserk saat kami sampai di bibir hutan sehingga aku harus bekerja super keras untuk memurnikan mereka.
Kami hanya beristirahat selama dua jam kemudian memasuki hutan itu dan menemukan kabin yang sudah berantakan, sepertinya ada pertarungan yang telah terjadi disana namun kami tidak menemukan sosok Miss Butterfly, yang ada hanya beberapa mayat yang bergelimpangan dilantai.
" Sial, apa kita terlambat?"
Grand Duke melihat ke sekitar kabin tersebut namun tidak ada tanda-tanda manusia, dia lalu membagi tim kami untuk menyelusuri hutan tersebut ke segala arah.
" Sisi aku harap kau baik-baik saja" gumamnya sambil menunggang kuda menuju ke barat, tentu saja dia memintaku untuk mengikutinya.
" Miss Penelope ikut denganku, mungkin aku akan membutuhkan kekuatan mu saat kita bertemu dengan Sisi nantinya"
" Baik Sir"
Sekitar dua setengah kilo dari kabin, kami mendengar suara erangan dan tanpa pikir panjang kami menuju sumber suara dan tau pemandangan apa yang kami lihat? punggung Miss Butterfly tertebas pedang dari salah satu pria bajingan itu.
Grand Duke yang melihat pemandangan itu langsung mengamuk tanpa ampun, dia membunuh ketiga orang pria tersebut tanpa bantuan kami, dan dengan kejam dia membakar mereka dengan api hitamnya.
Api hitam Grand Duke memang sangat ditakuti karena api itu akan membakar targetnya sampai habis, hanya orang memiliki kemampuan yang sama yang dapat memadamkan api tersebut.
Kemudian dia berlari kearah Miss Butterfly, di didekapnya tubuh yang bergelimangan darah tersebut sambil memanggil- manggil Miss Butterfly dengan putus asa, ada butiran air mata yang jatuh dari kelopak matanya dan dengan putus asa dia memintaku untuk memberikan pertolongan pertama.
" Bentar Miss Penelope" potongku setelah mendengarkan ceritanya yang panjang lebar dan dramatis.
" Kalau kalian punya alat deteksi, harusnya Sir Wulfram dapat menemukanku dengan lebih cepat dong?"
" Iya, itu jika kondisi kita tidak berada di Silent Forest".
" Memangnya ada apa dengan Silent Forest?"
Dia menatapku dan menarik nafas.
" Miss Butterfly, tampaknya selain racun kamu tidak punya pengetahuan lain yang memadai"
Dia menggeleng-gelengkan kepala.
" Hutan itu diberi nama Silent Forest karena disana kita tidak bisa menggunakan kekuatan awakener, maka alat deteksi tidak bekerja disana".
" Bentar bentar, trus kenapa Zurich bisa mengeluarkan Api Hitamnya?"
" Miss, apa kamu tidak tau kalau Komandan adalah Awakener peringkat SS?"
" Tentu saja aku tau!"
Dia menatapku tidak percaya kemudian menahan kepalanya dengan tangan.
" Dari mana aku harus menjelaskan ini? selama ini kamu hidup dimana sih?"
Aku memiringkan kepala tidak mengerti.
" Oke...." dia menarik nafas.
" Mulai hari ini aku akan menjadi gurumu, apa kau siap untuk belajar?"
Aku tertawa.
" Kenapa kamu serius banget?"
" Tentu saja, bagaimana bisa calon Grand Duchess tidak memiliki pengetahuan dasar seperti ini?"
" Apa maksudmu calon Grand Duchess?"
Dia tertawa bingung mendengar jawabanku.
" Memangnya apa namanya bagi seorang purifier yang memiliki tanda temporary marking yang sama dengan Grand Duke kalau bukan bukan Grand Duchess?"
" Bagaimana kamu mengetahuinya? aku sudah menutupnya dengan alat sihir, apa Zurich yang memberi tahu? siapa saja yang mengetahui soal ini?"
" Oop Op santai Miss, Hanya aku dan Sir Wulfram yang mengetahui kamu soal kekuatan purifiermu tapi..."
" Tapi apa?"
" Soal kamu adalah wanitanya Grand Duke Dagaras sepertinya sudah menjadi rumor hangat di ibukota".
" Apa?"
' Gawat, ini ngak benar! sekarang hidupku tidak hanya diincar oleh para pembunuh bayaran itu tapi juga para penggemar Zurich'
" Kenapa kamu terlihat tidak senang begitu Miss?"
" Tentu saja, bagaimana jika para penggemarnya menargetkan ku?"
" Kenapa mereka menargetkan mu?"
" Kenapa? kamu nanya kenapa? kamu memang tidak tau apa pura-pura tidak tau? penggemar dia tidak hanya rakyat biasa tetapi juga gadis bangsawan dengan kekuatan awakener yang luar biasa, kamu pikir aku bisa menangani mereka? nyawaku cuma satu Miss Penelope".
Dia tertawa mendengar jawabanku.
" Apa yang kamu khawatirkan sih? memangnya siapa yang bisa menantang seorang Grand Duke yang merupakan sepupu Emperor penguasa kerajaan ini? paling cuma Emperor Felix yang bisa".
" Ini benar-benar gila, bagaimana bisa hidupku yang aman damai jadi sedramatis ini?"
Aku menghela nafas.
" Jadi apa kamu masih mau belajar soal awakener atau tidak?"
Aku mengangguk.
Penelope menjelaskan bahwa seorang awakener yang kekuatannya bermanifestasi sekali itu berasal dari alam sekitar biasanya mereka merupakan awakener dengan peringkat A sampai dengan peringkat F, sedangkan untuk awakener dengan peringkat S dan SS, mereka mengalami dua kali manifestasi yang disebut dengan double awkening, manifestasi kedua ini biasanya berasal dari dalam tubuh si awakener karena latihan dan juga pengalaman bertarungnya.
" Alasan komandan bisa menggunakan kekuatannya karena dia bisa menggunakan kekuatan yang bersumber dari dalam tubuhnya, itulah makanya mereka yang memiliki peringkat S dan SS dapat menarik keluar sumber kekuatan mereka untuk bisa di murnikan dengan air suci"
" Wow, kamu benar-benar pintar, bagaimana bisa kamu mengetahui semua itu?"
" tentu saja, kamu pikir kenapa aku sudah menjadi anggota elit fraksi Taurus di umurku yang masih sangat muda begini? tentu saja karena kepintaranku" jawabnya sambil tertawa.
" Saat masih di Akademi, aku adalah salah satu siswa yang dengan peringkat tertinggi selain Grand Duke Dagaras, yah walaupun kami tidak satu angkatan".
" Kalau begitu, jika nantinya aku punya pertanyaan apa si murid pintar ini mau membantuku?"
" Tentu saja".