
Aku mengikuti Zurich menuju balkon setelah dia memerintahkan kepala pelayan untuk menyiapkan tempat minum teh disana, aku mengendong Zeju dan duduk di hadapannya setelah kami sampai dan meminta pelayan untuk menyiapkan satu kursi lagi untuknya.
“ Miranda bilang kalung ini adalah artefak sihir dan harganya juga sangat mahal, kenapa kau memberikan hal se berharga ini kepadaku?” tanyaku membuka percakapan.
“ Begitukah katanya? hmm sebenarnya ngak semahal itu” jawabnya santai.
‘ Ngak semahal itu? satu milyar koin emas ngak semahal itu? apa sekarang kau pamer harta mu? apa kau berencana merayuku dengan hartamu? kau pikir akau akan tergoda, hah?’
Aku tersenyum canggung.
‘ Tentu saja aku akan tergoda, wajah tampanmu saja sudah cukup mengobrak-abrik pikiranku, apalagi ditambah dengan sendok emas? wah wah ngak salah lagi, ini mah paket lengkap’ pikirku sambil tersenyum menutup mulutku dengan tangan.
“ Kenapa memangnya?”
“ Tidak, hanya saja aku merasa ngak enakan menerima barang se berharga ini”.
Dia tersenyum tipis.
“ Kau jauh lebih berharga dari itu” jawabnya sambil mengangkat gelas berisi teh itu ke mulutnya.
‘ Kyaaaaaaaaaa tenang Sisi, jangan terlalu bersemangat, dan jantung tetap stabil oke? dan muka jangan gampang merah begitu’
Aku berusaha menyembunyikan senyuman tersipu malu ku sambil terbatuk kecil.
“ Jadi apa kau sudah memeriksa purifier yang ada di kapital?” tanyaku mengalihkan pembicaraan.
Dia mengangguk.
“ Ada sekitar empat puluh persen yang terjangkit, sedangkan yang masih normal kami sebar untuk memurnikan semua yang terjangkit”.
“ Purifier juga bisa dimurnikan?”
“ Karena pada kasus Sir Red kita berhasil, maka kami mengambil kesimpulan kalau itu dapat bekerja dan beberapa nya juga diutus ke Utara untuk membantu mereka yang disana”.
“ Baguslah”
“ Iya, tapi Sisi….” dia berhenti dan berpikir sejenak.
“Seberapa banyak yang kau ketahui tentang garaga Q ini?”
“ Yah, cukup banyak karena Guild Hummingbird melakukan penelitian tentang racun ini”.
“ Kenapa kalian melakukan itu?”
‘ Keceplosan lagi, Sisi sitolol, harus jawab apa ya? aku harus nyari jawaban yang cerdas, jangan sampai dia mencurigai Guild Hummingbird ada kaitannya dengan keluarga Mcgnagal'.
Aku melihat ke mata birunya dengan gugup, dia masih menatapku dengan wajah tenang, tidak ada tanda-tanda ada sesuatu dibalik pertanyaannya itu, aku mengurut leher belakangku dengan tanganku dan mengalihkan pandangan dari matanya.
“ Aku pernah bilang kalau aku sudah beberapa kali bertemu dengan orang-orang yang terkena garaga Q bukan? karena rasa ingin tahuku yang tinggi makanya aku dibantu oleh orang-orang yang ada di Guild Humingbird melakukan penelitian terhadap racun itu”, jawabku setenang mungkin.
“ Kenapa kau menanyakan itu?”
“ Well, Emperor meminta Fraksi Pisces dan Fraksi Leo menyelidikinya, dan mereka menemukan telur yang sangat kecil di bagian dalam hidung para purifier yang terjangkit”.
“ Benarkah, bagaimana bentuk telurnya?”
“ Sangat kecil dan berwarna bening tapi ada bayangan warna peach terang yang menutupi telur itu”
“ Sebesar biji bayam?”
“ Bayam? “
Aku mengangguk.
“ Aku tidak pernah melihat biji bayam tapi jika bijinya hanya seujung kuku, berarti memang sekecil itu”
Aku berfikir sejenak, memutar kembali buku-buku peninggalan kakekku yang sudah pernah aku baca, sesuatu yang berhubungan dengan telur dan berkaitan dengan garaga Q.
“ Sudahlah, tidak usah terlalu dipikirkan” ujarnya menyadarkan ku.
“ Aku yakin pernah membaca tentang telur itu……………ah” , aku berhenti bicara, mataku melebar menatap Zurich.
“ Cacing Naccobus, sejenis hewan parasit yang dapat menyerap nutrisi dari inangnya, walaupun racun sekalipun, cacing ini pernah dikembangkan untuk senjata biologis untuk perang oleh bangsa oden kuno, tapi mereka sendiri yang menjadi korban sehingga menyebabkan kehancuran bangsa mereka”.
Zurich mendengarkan dengan seksama.
“ Untuk mencegah penyebaran cacing ini, bangsa Elf memilih membumi hanguskan mereka semua supaya tidak ada lagi korban yang berjatuhan”.
Aku mengangguk.
“ menurut buku yang aku baca, tidak ada satupun peninggalan dari mereka baik itu manusia ataupun benda, jadi bagaiman pelaku bisa mengetahui tentang hal ini?”
“ Jika kau mengetahui soal ini, bisa jadi mereka juga mengetahuinya”.
“ Itu tidak mungkin, buku yang membahas tentang cacing Naccobus ini hanya ada di perpustakaan kerajaan Elf, dan tidak ada yang bisa memiliki akses kesana”.
“ Lalu bagaimana kau mengetahuinya?”
Aku terbatuk.
‘ Tentu saja dari buku catatan yang ditinggalkan kakekku’ jawabku di kepalaku.
“ Tentu Guild master yang memberitahuku” jawabku sambil membuang muka darinya.
Dia menatapku lama, aku beberapa kali mencuri pandang darinya dan berdehem kecil.
“ Ya… Yang pasti kau sudah dapat informasinya, darimana itu berasal aku punya hak untuk merahasiakannya, lagian itu dapat membantu penyelidikan fraksi Pisces”.
“ Baiklah jika kau tidak mau memberitahu ku”.
“ Aku akan terus membantumu tapi dengan syarat kau hanya menerima informasinya tanpa menanyakan darimana aku mengetahuinya, Deal or No Deal?”
Dia tertawa lalu membelai rambutku dengan lembut kemudian memandangiku dengan hangat.
“ Oke tapi sekarang habiskan dulu kuenya”.
Aku mengangguk sambil tersenyum lega, lalu memberikan beberapa potongan kue ke Zeju yang menatapku dengan sinis.
‘ Bisa-bisanya kau melupakan ku saat kau sudah bersamanya’ begitulah kira-kira kalimat yang diucapkannya kepadaku dari matanya.
“ Maaf” bisikku kepadanya.
“ Aku akan menunggu sampai kau mau mempercayaiku dan mengatakan sendiri padaku”
Setelah itu kami hanya membicarakan tentang rutinitas ku selama penyembuhan dan dia juga mengizinkanku untuk mengunjungi Miranda, menurutnya artefak yang tergandung dileherku sudah sangat membantuku untuk melindungi diri jika aku dalam bahaya. Dia juga menambahkan bahwa dia tidak mau aku merasa terkekang bersama dengannya tetapi aku tidak boleh melarikan diri darinya dan dia menegaskan bahwa aku hanya boleh bertemu Nabi dan Stella di luar, karena sangat beresiko jika aku memasuki Fraksi Taurus setelah rumor yang menyebar tentangku.
***
Aku kembali ke kamarku setelah acara minum teh dengan Zurich, sesampainya dikamar, aku membentangkan lembaran kertas yang berisi peta kediaman Zurich.
“ Kau yakin masih pengen kabur?” tanyanya setelah berubah ke wujud manusianya yang tampan.
“ Oh my god, aku selalu terkesima berapa kali pun aku melihat wujud manusia mu”
“ Kepalamu tu terkesima!!” dengusnya.
“ Barusan kau juga terkesima melihat wajah si Zurich, sok malu-malu kucing pula di depan nya, huek, serasa pengen muntah ngeliatnya”
“ Aku di kasih kesempatan buat cuci mata ngeliat yang bening-bening kenapa menolak? rugi dong”.
“ Idih”
Dia melihatku dengan pandangan menjijikan lalu menggeleng-gelengkan kepalanya, aku hanya tertawa melihat ekspresinya.
“ Sekarang kembali ke peta, apa kau menemukan jalan buat kita kabur?”
Dia menunjuk pagar tembok disamping kediaman yang dipenuhi oleh taman bunga.
“ Kau mau aku manjat tembok ini? auto gagal lah, kan langsung kelihatan”
“ Ck bukan manjat temboknya, disini adalah lubang tempat anjing keluar”
“ Maksudnya kau menyuruh gadis cantik yang rupawan sepertiku buat masuk ke lubang yang hanya digunakan anjing? kau bercanda ya?”
“ Kau mau kabur atau tidak?” tanyanya dengan tersenyum tapi dia tidak bisa menyembunyikan kekesalan diwajahnya.
“ Tentu saja haha “ jawabku tertawa canggung.
‘ Dia cakep tapi kalau ngomong pedes banget’ pikirku.
“ Tapi ini lobang anjing siapa? bukankah Zurich ngak punya anjing?”