
" Castella Helwise!"
" Kenapa kau bertanya tentang Si jala... ehm dia?" tanyanya dengan nada tidak senang.
Aku bisa melihat hubungan yang tidak baik antara mereka dari respon yang di berikan Penelope kepadaku, walau Penelope berusaha menutupinya namun raut mukanya tidak bisa berbohong.
' Bukankah dia hendak mengatakan Si ******? ternyata Penelope bisa juga berkata tidak sopan'
Aku tertawa kecil.
" Tadi aku bertemu dengannya, kami bahkan sarapan bersama!"
" Sama Si jal..ehm Miss Helwise? mengapa dia ke sini? bukankah seharusnya dia sibuk dengan fraksinya?"
" Katanya dia mau membantu Grand Duke".
" Dia? cih Grand Duke tidak membutuhkan bantuannya, memangnya dia pikir dia sekuat apa? kau tau Miss, dia ke sini itu untuk menggoda komandan, semua orang di negara ini juga tau kalau dia tergila-gila pada komandan"
" Kelihatannya hubungan kalian tidak baik" gumam ku setengah berbisik.
" Tentu saja, siapa juga yang mau berhubungan baik dengan ular berbisa itu, aku yakin dia menyapa mu dengan senyuman yang sangat ramah tapi matanya mengintimidasi".
" Salam kenal saya Castella HELWISE", ujar Penelope mempraktekan Castella dan aku bisa melihat kemiripan yang sempurna, mulai dari cara dia tersenyum, sampai dengan tatapannya, bahkan dia juga menekankan pada nama belakangnya yang membuatku tertawa semakin keras.
" Dia memang memperkenalkan diri seperti itu kepada ku, bagaimana kau bisa menirunya semirip itu?"
" Kau bahkan bisa meniru senyumannya"
" Cih, senyuman yang seperti ular berbisa yang selalu menandai mangsanya, jadi kau berhati-hatilah, karena dia tidak akan membiarkan siapa pun mendekat kepada komandan"
Aku menganggukkan kepala, Penelope memang terkesan dingin saat baru mengenalnya namun dia adalah orang yang sangat perhatian seiring kita berhubungan lebih jauh dengannya dan Castella terkesan lebih ramah tapi jika lebih di perhatikan lagi kita dapat melihat matanya yang seakan memangsa di balik wajah cantik dan senyuman manisnya.
" Kau harus segera mengabari ku jika dia mengundang mu ke pesta tehnya, percayalah dia mengundang mu bukan karena menyukai mu tapi ingin memperingatkan mu untuk menjauhi komandan!"
" Apakah se ektrim itu?"
" Tentu! bahkan kalau kau masih bersikeras dia bisa menyingkirkan mu dengan kejam, membunuh orang biasa adalah hal yang gampang bagi bangsawan, terlebih dia adalah komandan fraksi Virgo"
Aku bergidik ngeri, aku bertanya-tanya kenapa nasibku menjadi sangat sial semenjak aku bertemu dengan Zurich, percobaan pembunuhan oleh pembunuh bayaran, penculikan bahkan sekarang Castella juga mengincar ku, menjauh dari Zurich memang pilihan yang sangat tepat.
" Ngomong-ngomong aku juga mendengar rumor bahwa hubungan kalian memburuk karena kau juga menyukai Grand Duke"
" Siapa? aku? tentu saja aku menyukai komandan sebagai atasan, oh apa kau cemburu Miss?" tanyanya dengan mata menggoda.
" Ya ngak lah!" jawab ku cepat.
Senyuman usil tersungging dari ujung mulutnya.
" Bilang aja kalau cemburu, hanya kita berdua yang ada di ruangan ini"
" Ngak kok, beneran!"
" Jadi kau tidak menyukai komandan hmm?"
" Itu..... kalau kau tidak menyukai Grand Duke apa kau menyukai Duke muda Abelard?" tanya ku mengalihkan pertanyaan.
Penelope tidak menjawab, alih-alih wajahnya merah padam dan dia membelalakkan matanya kepadaku, bukan karena marah tapi kaget dengan kalimat yang ku ucapkan.
'' Apakah sejelas itu?" tanyanya sambil memegang pipinya yang memerah.
" Well, aku adalah tipe yang sering memperhatikan sesuatu di sekitarku lalu aku akan melakukan analisis, waktu kita jalan-jalan di taman saat kita berada di Utara, aku bisa melihat matamu yang terus mengikuti gerak-gerik Sir William, dan ketika dia berbalik untuk tersenyum kepadamu kau akan tersipu malu, walaupun kau mati-matian menyembunyikannya".
" Kok pembicaraannya jadi ke aku sih? Miss Butterfly memang benar- benarlah, hmm pokoknya kau harus mendengarkan saranku tentang si Jal.. Miss Castella itu, jika kau melihatnya dari jauh, segeralah menghindar, kalau bisa jika kau sudah selesai memurnikan komandan sebaiknya kau segera kembali ke Kapital!"
Aku mengangguk, Penelope ada benarnya semakin lama aku berada di sini, maka akan semakin banyak orang yang mengetahui keberadaan dan akan semakin besar kemungkinan rahasia ku akan terungkap, aku harus berusaha untuk tetap menyembunyikan diri dari mata-mata yang mungkin akan menikam ku.
Setelah lama berbincang-bincang dengan Penelope, aku pamit kembali ke kamar ku, sebelum pergi Penelope memberikan beberapa buku yang bisa aku baca untuk menghilangkan kebosanan ku selama aku berada di kastil itu.
Benar saja, saat di perjalanan aku melihat Castella memandangku dengan tajam dari kejauhan, aku menelan ludah.
' Baru juga Penelope memperingatkan ku dan sekarang orangnya sudah menunggu ku, gini amat hidupku'
Aku memutar otak, berpura-pura tidak melihatnya bukanlah alasan yang tepat untukku jika aku ingin menghindarinya karena mata kami sudah bertemu satu sama lain.
' Tidak adakah yang bisa menolong ku? haruskah aku pura-pura ke ruang kerja Zurich? tapi ruang kerjanya melewati tempat Castella yang sedang berdiri, siapa saja tolong aku!'
Dari arah Selatan aku melihat seorang pria yang sangat familiar tengah berjalan dengan catatan kecil ditangannya, aku tersenyum kecil kemudian berlari ke arah pria tersebut.
" Sir Claude, lama tidak berjumpa!" ujar ku kepadanya.
" Miss Sisilia? lama tidak berjumpa juga, anda terlihat sangat bersemangat", jawabnya dengan senyuman ramah yang menghiasi wajahnya.
Aku melirik Castella yang berjalan dengan santai kearah kami.
" Sir, bisakah anda mengatakan kalau anda membutuhkan bantuan ku? atau anda sedang punya urusan denganku atau apapun itu, hmm?"
Dia memandangku dengan heran, aku berkali-kali melirik ke arah Castella.
" Pokoknya bisakah anda ikuti saja apa yang saya katakan? ini tidak akan merugikan anda, malah saya akan berhutang budi kepada anda hmm?"
" Saya tidak mengerti, apa yang sebenarnya terjadi Miss?"
Belum sempat aku menjawab pertanyaan Claude, Castella muncul dengan senyuman khas di wajahnya, Claude menyapanya dengan sopan begitu pun dengan ku.
" Sir Claude, Apa anda hendak ke ruang kerja Grand Duke ?" tanyanya dengan ramah.
" Ah, benar Miss!"
" Lanjutkan, tentunya tidak bersama dengan Miss Sisilia bukan?"
Claude melirik ke arah ku.
" Aku... kami memang ada urusan yang mau di bicarakan Miss!' jawabku mengedipkan mataku dua kali ke arah Claude.
" Benar, kami hendak membahas bisnis yang sempat tertunda" jawab Claude meyakinkan Castella.
" Bisnis?"
" Iya Miss, karena saya seorang Herbalis jadi Sir Claude membutuhkan saya untuk memeriksa obat-obat untuk mengobati para ksatria yang terluka pasca serangan".
Dia menatapku dengan tatapan tidak percaya.
' Apa ini? apa alasan ku tidak masuk akal? kenapa dia menatap ku seperti itu?'
" Benarkah? hmm bagaimana ini? padahal aku hendak mengundang mu minum teh", ujarnya dengan nada yang terdengar kecewa.
Aku menelan ludah, sudah jelas dia sama sekali tidak kecewa, dia hanya berpura-pura supaya Claude membiarkan aku ikut dengannya, aku melirik ke arah Claude dan berharap supaya dia bisa meyakinkan Castella, dia sepertinya menyadari ketidak nyamanan ku lalu dengan senyuman ramah dia menoleh ke arah ku dan Castella.
" Saya minta Maaf Miss Helwise, saya sangat ingin mengobrol lama dengan anda tapi karena komandan sedang menunggu kami, jadi kami pamit dulu" ujarnya sambil membungkukkan badan.
Aku mengangguk dan ikut membungkukkan badan mengikuti gerakan Claude lalu melangkah mengikuti pria itu menuju bangunan dimana Zurich bekerja, aku menahan nafasku sampai kami menjauh dari Castella dan aku juga tidak berani menoleh ke belakang untuk melihat sudah seberapa jauh kami darinya.