
Setelah kejadian malam itu, hubungan ku dengan Zurich mulai membaik namun dia lebih sering menyentuhku tiba-tiba, aku masih belum terbiasa dengan cara dia menunjukan cintanya kepadaku, berada di kastil ini juga tidak buruk, pelayan yang mengurus kastil itu juga tidak banyak hanya ada sekitar dua puluh orang yang terdiri dari delapan orang pelayan wanita dan yang lainnya adalah pelayan pria dan ksatria yang berjaga.
" Mau aku tunjukan sesuatu yang bagus?" tanya Zurich kepadaku setelah kami selesai menyantap sarapan.
" Contohnya?"
" Kau pasti akan menyukainya, aku jamin!" ujarnya sambil tersenyum kemudian menjalin jemarinya dengan jemariku.
Dia membawaku ke sebuah lorong, menuruni anak tangga yang jauh ke bawah kastil tersebut, tangganya tidak terlalu luas namun sangat panjang.
" Kita hendak kemana?" tanya ku masih bingung tapi tetap mengikuti langkah pria tersebut.
" Sttt ikuti saja!"
" Baiklah, ngomong-ngomong bukankah kau sibuk dengan festival kerajaan?"
" Ada Claude dan Gawin yang menggantikan ku jadi kau tidak usah khawatir!"
" Kau terdengar seperti orang yang tidak bertanggung jawab".
Dia tertawa mendengar ucapanku tetapi masih terus melangkah menuruni tangga dengan cahaya yang remang-remang tersebut.
" Aku sudah bilang kalau kau adalah prioritas utama ku" jawabnya tergelak.
" Terserah deh"
Kami sudah berjalan lama menuruni anak tangga tersebut, aku tidak merasa lelah namun yang menjadi pikiran bagiku adalah bagaimana cara naik ke atas nantinya, memang menuruni tangga tidak menghabiskan tenaga tetapi tidak dengan menaikinya.
" Apa masih lama?" tanya ku karena sudah bosan melihat pemandangan tembak yang suram.
" Bentar lagi, sabar".
" Awas aja kalau sesuatu yang mau kau perlihatkan tidak sebanding dengan usaha kita menuju kesana!" geram ku.
" Aman, aku jamin kau akan mendapatkan pengalaman luar biasa yang belum pernah kau rasakan selama ini!"
Aku terkekeh, tidak percaya dengan apa yang aku dengar dari mulut pria tersebut.
' Memangnya apa yang hendak dia tunjukan sampai-sampai dia sangat percaya diri begitu?' gumamku menoleh ke bawah tangga.
Dari sana aku dapat melihat sebuah cahaya keluar dari dinding yang aku tidak tau apa itu, rasa penasaran ku semakin memburu, ku langkahkan kaki dengan cepat mendahului Zurich, dia hanya tertawa kecil sambil mengikuti aku dari belakang.
Kami sampai di sebuah pintu yang sangat besar, pintu itu terbuat dari batu dan memiliki ukiran aneh dan gambar-gambar yang tidak aku mengerti.
" Apakah kita harus membacakan mantra untuk membukanya?" tanyaku padanya sambil mengagumi ukiran yang terpahat di pintu tersebut.
" Matra?" tanyanya sambil tergelak.
" Iya, open sesame!" teriak ku sambil menyentuh pintu tersebut.
" Apa itu open sesame?"
Dia terkikik mendengar ucapan ku, dia berusaha untuk menahan tawanya namun bahasa tubuhnya dapat menjelaskan padaku bahwa saat ini dia sedang mengolok-olok aku.
" Kau mentertawakan ku ya? memangnya ada yang lucu?" ucapku dengan geram.
" Bukan begitu, dari mana kau mendapatkan matra seperti itu untuk membukakan pintu ini?" ujarnya masih terkikik.
" Di novel-novel begitu, saat kau berpetualangan dan bertemu sebuah goa yang memiliki pintu batu maka kau bisa membawa matra tersebut untuk membukanya!" jawabku dengan polos.
Dia masih tertawa sambil mengacak-acak rambutku yang membuatku merenggut karena rambutku menjadi berantakan.
Dia menggeleng-gelengkan kepala lalu menyentuh pintu batu tersebut, aku dapat merasakan getaran saat pintu besar itu mulai terbuka dan dengan penasaran aku mengintip ke balik pintu tersebut.
" Holy moly" teriak ku tidak percaya dengan pemandangan yang ada di hadapan ku.
" Apa ini nyata? apa aku sedang ada di negeri dongeng? bagaimana bisa kastil mu terhubung dengan tempat se luar biasa ini?"
Aku sangat bersemangat melihat pemandangan terumbu karang yang berwarna-warni dan ada beberapa mermaid dan merman yang tengah berjalan hilir mudik tidak jauh dari tempat kami berada.
" Bagaimana? bagus bukan?"
Aku menganggukkan kepala.
" Inilah alasannya mengapa kastil ini di beri nama under the sea, karena sebenarnya tempat ini adalah penghubung antara dunia manusia dengan kerajaan bawah laut yang dipimpin oleh raja Neptune!"
" Wah... ini benar-benar luar biasa, tapi apa tidak apa-apa kita datang ke sini begitu saja?"
" Tentu saja, aku sudah mengirimkan surat kepada kerajaan bawah laut akan kedatangan kita dan sebentar lagi mereka akan kesini untuk membantu untuk jalan-jalan menikmati pesona bawah laut".
Beberapa saat kemudian beberapa merman datang membawa sebuah kereta yang ditarik oleh kuda laut, mereka bicara sebentar dengan Zurich kemudian mempersilahkan kami untuk menarik kereta yang tidak beratap tersebut.
" Sebenarnya hubungan seperti apa yang kau dengan penguasa di sini?"
" Well, kita memiliki hubungan diplomatik sama seperti hubungan dengan bangsa elf dan kurcaci, walaupun untuk bangsa siluman, hubungan kita mulai tidak baik-baik saja semenjak meninggalnya keluarga mu" jawabnya sambil merendahkan suaranya saat menyebut keluarga ku.
Aku terdiam, sekilas aku melihat ke arah mata biru tersebut, nampaknya dia menyesal telah menyebutkan kata itu kepadaku.
" Aku yakin keluarga ku adalah korban dari rencana seseorang!"
" Aku tau Sisi, tetapi bangsawan di kerajaan ini tidak percaya dengan fakta itu sebelum kita membuktikan bahwa keluarga mu bukanlah pengkhianat!"
" Jika kau berkata begitu, apa kau juga tidak percaya kalau keluargaku lah dalang di balik meninggalnya ayah dan paman mu?"
Dia menarik nafas panjang kemudian melihat kearah luar beberapa saat sebelum kembali melihat ke arahku.
" Entahlah, aku percaya kalau guruku tidak akan pernah melakukan itu!"
" Guru?" tanyaku dengan nada terkejut.
" Iya, Noah mgcnagal adalah guruku dan Emperor yang sekarang, kau pasti tau betapa bagusnya hubungan antara keluarga Muller dengan keluarga Mgcnagal, tapi entah mengapa tiba-tiba paman berpikir kalau keluarga mgcnagal akan melakukan pemberontakan, entah siapa yang memberi info kepadanya, karena itulah mengapa aku yakin kalau keluarga mu bukan pengkhianat!".
" Lalu kenapa aku dengar kau akan mengeliminasi ku jika kau menemukan ku?"
" Iya aku akan melakukannya tapi tidak dengan membunuh mu, aku masih meragukan opiniku tentang keluarga mu namun aku memilih mempercayai orang yang aku cintai dan menyelidiki lebih lanjut tentang kasus ini".
Aku lega mendengar ucapan Zurich, aku sempat berpikir bahwa dia adalah orang yang tidak bisa berpikir terbuka jika itu menyangkut keluarganya mengingat dia apa yang telah dilakukannya kepada ku namun setelah mendengar ucapannya, pikiran negatif ku tentangnya mulai menghilang hanya menyisakan semua rasa kagum di dalam hatiku.
Kami sampai di sebuah bangunan yang seperti kastil tapi dengan gaya yang unik, dindingnya di hiasi oleh terumbu karang dan beberapa ksatria berlalu lalang di depannya.
" Bukankah seharusnya mermaid memiliki ekor?" tanyaku kepada Zurich karena pemandangan di depan ku tidak ada bedanya dengan pemandangan yang ada di kapital.
Dan fakta bahwa kami sedang berad di lautan namun masih bisa bernafas dengan nyaman membuat ku pertanyaan bermunculan di kepalaku.
" Coba lihat ke atas, itu terlihat seperti langit bukan? sebenarnya itu adalah penghalang air laut, bangsa mermaid tidak kesulitan hidup di dalam air namun ada beberapa dari mereka yang merupakan keturunan campuran antara manusia dan mermaid, sehingga mereka membuat sebuah kawasan yang mereka sebut dengan ibukota kerajaan laut dimana keturunan campuran dan mermaid bisa hidup berdampingan, menurutku Raja Neptune sangat bijaksana sampai dia memikirkan hal seperti itu!"
" Dan juga karena mereka membuka tour wisata bawah laut, sehingga semua jenis rs dapat menikmati sensasi hidup di kedalaman laut sambil menikmati ekosistem yang ada disini, walaupun biaya untuk wisata ke sini sangat mahal, jadi yang berkunjung hanya mereka yang mampu saja".