Butterfly Trap

Butterfly Trap
Part 53


" Bisa aja ni bocah" jawab gadis pertama sambil terkekeh.


Aku yang mendengar percakapan mereka tersenyum cerah namun rasa ingin tau memenuhi kepalaku, aku menoleh kearah mereka kemudian tersenyum ramah.


" Apakah pertunangan Grand Duke adalah topik terhangat saat ini?" tanyaku kepada gadis pertama.


" Tentu saja, walaupun semua orang sudah tau kisah mereka tapi melangsungkan pesta pertunangan bertepatan dengan perayaan ulang tahun kerajaan, bukankah Grand Duke sangat romantis? aku juga mau jadi tunangan seperti Grand Duke" jawabnya.


" Maksud anda hari ini?" tanyaku tidak percaya.


" Iya, sebenarnya arak-arakan ini bertujuan untuk memperkenalkan calon tunangannya kepada khalayak ramai" ucap gadis itu sambil berbisik.


" Lihat kereta emperor sudah nampak diujung jalan" teriaknya kepadaku yang membuatku reflek melihat kearah yang dia tunjuk.


Orang-orang dibelakang mendesak ku karena ingin melihat arak-arakan lebih dekat, sehingga aku terdorong ke belakang, aku masih memikirkan ucapan dari gadis tadi yang membuat pikiran ku dipenuhi dengan pertanyaan tentang pertunangan Zurich, aku sudah tidak tertarik lagi melihat arak-arakan.


' Apa maksudnya memperkenalkan calon tunangannya ke publik? tunggu dulu, apa Zurich sudah mengabarkan Peter tentang pesta pertunangan kami duluan tapi karena Peter tidak menemukan ku di kerajaan Aquamarine, makanya informasinya tidak sampai kepada ku?'


' Tapi... kata gadis itu pertunangannya dilakukan hari ini, jadi.....dia bertunangan dengan siapa?'


" Disini Anda rupanya!" teriak Sabrina memegang tanganku.


Aku tersentak kaget, pikiran ku menjadi buyar saat Sabrina memegang tanganku, aku tersenyum kepadanya.


" Orang-orang mendorong ku makanya aku sampai ke belakang sini".


" Tidak apa-apa, kita masih bisa melihat mereka walaupun dari sini " jawabnya sambil tersenyum.


" Oh iya, ini kembang gula, aku membelinya untuk mu tadi, ah kereta Emperor sudah dekat" teriaknya setelah memberikan makanan yang dia sebut kembang gula itu kepada ku.


" Terima kasih" ucapku kemudian mencoba mencicipi makanan yang berbentuk kapas dan berwarna pink itu.


" Lihat di belakangnya ada komandan fraksi Aquarius, Duke Abelard dan istrinya!" teriaknya penuh semangat sambil bertepuk tangan.


Aku ikut melihat kearah kereta kuda yang berjalan dengan lambat, disana nampak Duke Abelard duduk sambil melambaikan tangannya kepada para penduduk yang berbaris di pinggir jalan, aku masih menikmati kembang gula ku sambil menikmati riuhnya arak-arakan.


Tetapi mataku menangkap sosok yang berada di kereta belakang Duke Abelard, aku melihat Castella mengandeng tangan Zurich dan dengan senyuman bahagia menyapa dan melambaikan tangannya ke arah kerumunan.


Saat itu juga aku membeku seperti roh ku dicabut dengan paksa dari dalam tubuhku, jantungku serasa berhenti berdetak, tubuhku terasa lemas, makanan di tanganku terjatuh ketanah, dan air mata menetes dari kelopak mataku, ada rasa perih yang menjalar di dadaku saat kereta yang ditumpangi oleh Castella dan Zurich lewat di depanku.


Zurich melihat ke arahku, aku menutup kepalaku dengan jubahku dan berusaha menghindari matanya, dia melihat lama sebelum beralih melihat ke sisi lainnya.


' Apa dia melihat kearah ku barusan? apa dia tidak lagi mengenaliku karena dia sedang bersama wanita lain?'


Aku tidak bisa menahan rasa sakit yang bergejolak di dalam dadaku, dengan cepat aku meninggalkan kerumunan itu dan berlari menuju lorong yang sepi, aku sandarkan badan ku ke dinding bangunan dan berusaha untuk menahan gejolak dalam dadaku namun air mataku tidak bisa aku bendung.


" Tidak! ini semua pasti salah paham, Zurich jelas-jelas mengatakan kalau dia dan Castella hanyalah rekan kerja"


Aku berusaha meyakinkan diriku bahwa yang aku dengan dan yang aku lihat hanyalah rumor belaka, Zurich tidak mungkin mengkhianati ku setelah tau siapa identitas ku yang sebenarnya.


" Benar, dia bilang dia mencintaiku jadi tidak mungkin dia menikahi wanita lain, aku harus mencari tau kebenarannya, aku datang jauh-jauh ke Kapital bukan untuk terluka begini"


Aku menghapus air mata yang membasahi pipiku dan dengan mantap aku langkahkan kaki ku menuju kediaman Zurich, aku meninggalkan Sabrina begitu saja, aku tau dia akan kesulitan mencari ku lalu dia akan kembali ke penginapan untuk berkumpul dengan keluarganya.


" Aku tidak akan mempercayai semua rumor itu sebelum semuanya keluar dari mulutnya sendiri, aku harus mendapatkan penjelasan darinya bagaimana pun!"


Di sepanjang perjalanan aku terus berusaha untuk tetap berpikir positif, aku terus meyakinkan diriku bahwa Zurich bukanlah orang yang akan mengkhianati orang yang dicintainya, pasti ada alasannya mengapa dia dan Castella muncul bersama.


Aku sampai di gerbang kediamannya dimana ada dua orang ksatria yang sedang berjaga di sana, aku rapatkan tudung dan mendekat kearah mereka.


" Permisi Sir" ucapku dengan suara bergetar.


Aku berusaha menyembunyikan wajahku dari mereka, jangan sampai mereka mengenaliku, mereka melihat ke arahku dengan pandangan datar.


" Bisakah saya masuk ke dalam? saya hendak menemui Grand Duke".


" Tidak sembarangan orang dapat bertemu dengan beliau, kenapa kau tidak menyebutkan identitas mu?" tanyanya dengan tegas.


" Haha anda benar, tapi saya harus bertemu dengannya karena ini urusan yang mendesak, bisakah anda mengizinkan saya Sir?", aku berusaha sesantai mungkin supaya mereka tidak mencurigai ku.


" Kau bahkan tidak menyebutkan identitas mu, bagaimana jika kau adalah pembunuh bayaran?"


" Ayolah Sir, pembunuh bayaran mana yang akan meminta izin penjaga untuk menyusup ke dalam kediaman".


" Tidak bisa!" jawabnya dengan muka datar dan nada yang tegas.


" Ayolah Sir, sebentar saja!" ujarku sambil menyodorkan beberapa koin emas ke tangannya namun dia dengan cepat menepis tanganku.


" Beraninya kau melakukan itu kepada seorang ksatria, apa kau ingin mati?" teriaknya dengan nada marah yang membuat teman disebelahnya melihatku dengan pandangan sinis.


" Siapa kau sebenarnya? apa yang kau rencanakan?" geramnya sambil menghunuskan pedangnya kepadaku.


" Sudahlah Sir Ivan, dia hanya rakyat biasa!" ujar temannya berusaha menenangkan ksatria yang sudah geram tersebut.


" Apapun keperluan anda, saat ini Grand Duke tidak bisa diganggu!" tambahnya.


" Ah, saya mendengar rumor kalau hari ini adalah hari pertunangan beliau, betapa bodohnya saya tidak mengetahui kalau Grand Duke tengah sibuk dengan pertunangannya", ucapku sambil mengepalkan tanganku.


Aku berusaha bicara setenang mungkin dan memaksakan senyumanku kepada mereka, walaupun mereka melihat dengan jelas wajahku namun sepertinya mereka tidak mengetahui identitasku.


" Jika kau sudah tau, mengapa kau masih disini? menjauh lan sebelum tamu undangan datang!"


" Baik Sir, tapi saya dengar beliau bertunangan dengan gadis yang paling diimpikan se kerajaan Dakota, kalau tidak salah namanya Miss Castella Helwise, bukankah Grand Duke sangat beruntung?"


Pria yang bernama Ivan tersebut tertawa sambil berdecak, dari raut wajahnya aku dapat mengetahui bahwa rumor itu benar adanya.


" Kenapa kau ingin tau kehidupan pribadi beliau? apa kau seorang penguntit?" dia kembali menghunuskan pedangnya kepadaku.


" Bukan, bukan Sir, saya hanya turut bersuka cita mendengar kabar bahagia beliau" jawabku cepat sambil tertawa kecil.


" Baiklah Sir, saya akan datang lagi jika beliau sudah tidak sibuk", ujarku sambil tersenyum.


Tentu saja itu adalah senyuman yang aku paksakan, aku menelan ludah dan pergi meninggalkan gerbang kediaman tersebut, hatiku hancur, aku mengepalkan tanganku untuk menahan supaya air mataku tidak jatuh.


Sekarang sudah jelas kalau yang aku lihat dan aku dengar bukanlah rumor belaka, Zurich benar-benar mencampakkan ku, itulah mengapa dia tidak mengabari ku selama aku berada di kastil Under the sea, kenapa dia mengurungku disana padahal dia bertemu dengan wanita lain disini, aku benar-benar kecewa.