
" Itu aneh, padahal komandan selalu pergi ke markas diperbatasan, karena banyak monster yang berusaha untuk memasuki wilayah penduduk" ujar Nabi.
" Maksudnya ke perbatasan Kota Dagara? tapi untuk kesana butuh waktu beberapa hari kan?" tanyaku membuat kedua sahabat itu menatapku heran.
" Kalian kenapa?"
" Si, kamu memang tidak tau atau sengaja pura-pura bodoh?" jawab Stella menatapku.
" Apa maksudnya?" tanyaku dengan wajah polos.
" Gini Si, jauh mana wilayah Abelard dengan Kota Dagara?"
" Jauh wilayah Abelard lah, memang apa hubungannya?"
" Hadeh", Nabi menarik nafas.
" Kenapa kamu jadi bego begini semenjak tinggal di kediaman Grand Duke? apa kamu tertekan tinggal disana? kembalikan Sisilia kami yang dulu tuhan", tambahnya.
Aku diam sejenak memikirkan ucapan mereka, " Ah.... pakai portal teleportasi, tapi bukankah perjalanan melalui portal akan menguras kekuatan? setidaknya kalau kau tiap hari pergi menggunakan itu resiko berserk akan besar, bukan?".
Mereka mengangguk.
" Itulah mengapa aku bilang aneh, kau berada di sana sudah hampir tiga bulanan tapi tidak sekalipun komandan meminta mu untuk memurnikannya, bagaimana bisa?"
" Hmmm kata Miss Penelope, Zurich masih bisa di murnikan oleh beberapa orang purifier tingkat A atau mereka bisa menarik keluar kekuatannya dan memurnikannya menggunakan air suci".
" Yah, walaupun itu bisa terjadi tapi dia tidak mendapatkan pemurnian yang maksimal dengan itu dan juga memakan waktu yang cukup lama sedangkan dia perginya setiap hari, tapi tunggu dulu....." Nabi berhenti sejenak kemudian saling pandang dengan Stella.
" Kamu mengenal Kapten Penelope Si?" tanya mereka hampir serentak.
" Iya, apa ada yang salah?" tanyaku kebingungan.
" Siapa sangka kau jadi orang luar biasa begini? tidak hanya menjadi pasangan Grand Duke tapi juga mengenal dengan baik Kapten Penelope, wow", ujar Stella sambil berdecak kagum.
" Kau tidak tau siapa dia?" tanya Nabi
Aku menggelengkan kepala, aku heran dengan ekspresi mereka ketika membahas soal Penelope, dia terdengar seperti sosok yang sulit untuk di dekati, tapi Penelope yang aku kenal adalah gadis manis yang pintar dan dia cukup ramah serta perhatian, ditambah lagi dia sangat mudah untuk diajak bergaul, jadi bagian mananya yang membuat dia sulit di dekati.
" Penelope Wihelman, wanita pertama yang menjadi kapten intelejen di fraksi Taurus dan juga junior Grand Duke Dagaras yang mendapatkan peringkat pertama di angkatannya dan peringkat ke empat se akademi, anak dari Duke Wihelman pemiliki banyak tambang batu sihir yang digunakan sebagai fasilitas kota dan banyak lagi hal luar biasa tentang dia" jelas Nabi panjang lebar.
" Kabarnya dia juga mengejar Grand Duke secara diam-diam sehingga dia menjadi musuh Castellana Helwise yang dirumorkan akan menjadi tunangan Grand Duke Dagaras", tambah Stella.
Aku yang mendengar ucapan mereka tersenyum dengan cerah.
'Benar, jika pelarianku tidak berhasil maka aku akan menjadi mak comblang mereka berdua untuk mendapatkan Zurich, jadi aku bisa bebas dari pria itu dan bendera kematianku juga dapat aku hindari.
Aku melirik ke Zeju dan tersenyum penuh makna, mengisyaratkan bahwa aku memiliki rencana lain untuk bebas dari Zurich, dia tampak tidak tertarik malah melompat menjauh dari kami.
" Zeju mau kemana?" teriakku.
Kelinci terus melompat tanpa mendengarkan teriakanku, aku menghela nafas dan kembali duduk bersama mereka.
" Apa tidak apa-apa membiarkan dia lepas begitu?" tanya Nabi.
" Sudah ku bilang kalau dia adalah kelinci yang pintar, nanti bakal balik lagi kesini", jawabku.
" Jadi Duke Wihelman siapa dan Castella Helwise ini siapa?" tanyaku penasaran.
" Percuma saja kau menjadi orang nomor dua di humingbird, masak kamu tidak tau apa-apa Si?" Stella tampaknya mulai gerah dengan ketidak tahuan ku.
" Justru karena tidak tau itu makanya aku bertanya, bilang aja napa sih?" jawabku sewot.
" Duke Wihelman adalah salah satu dari lima Duke yang ada di kerajaan Dakota, keluarganya juga merupakan pemimpin fraksi Cancer yang terkenal dengan kekuatan fisiknya dan rata-rata awakener yang bergabung disana adalah mereka yang mampu menjadikan tubuh mereka sebagai senjata, sedang Castella Helwise adalah komandan fraksi Virgo yang merupakan pewaris gelar Duke Helwise", jelas Nabi panjang lebar.
" Kalau dia sudah memiliki calon sebagus itu, kenapa malah dia memilih aku ya? apa matanya sudah buta? atau jangan-jangan dia punya selera yang aneh?"
Aku sudah lama bertanya-tanya mengapa Zurich sangat terobsesi menjadikanku di sisinya, apa hanya karena aku purifier yang memiliki kecocokan yang paling tinggi dengannya? padahal sebelum bertemu denganku dia baik-baik saja dan tidak satu hal pun yang membuatnya khawatir, tapi tiap kali aku tanya mengapa, dia selalu menjawab ku dengan pertanyaan atau dengan candaan.
" Mungkin dia menyukai kebodohanmu!" jawab Stella yang membuat kami tertawa terbahak-bahak membayangkan hal yang menggelikan itu.
Kami melanjutkan pembahasan kami tentang pengalaman orientasi Nabi dan Stella, walaupun mereka bergabung dalam waktu yang bersamaan tetapi karena mereka bergabung secara individu maka mereka ditempatkan di tim yang berbeda.
Kami bercerita saling bergantian, terkadang terdengar gelak tawa atas cerita bodoh dari masing-masing kami, terkadang terdengar salah satunya mengolok-olok yang lain, ini adalah pemandangan yang sudah lama tidak aku rasakan, aku menatap kedua sahabatku itu dengan senyuman penuh makna namun beberapa menit kemudian Nabi menarik lenganku dan menutupi tubuhku dengan tubuhnya.
" Awas, hati-hati!" teriaknya.
" Kenapa Portal itu ada disini?" gumam Stella sambil memperhatikan keadaan sekitar.
Tepat diatas tempat kami duduk muncul sebuah lingkaran hitam, melihat ekspresi mereka berdua aku yakin keadaan saat ini sangat mengkhawatirkan.
" Tetap di belakang Si, " teriak Nabi dengan postur siaga.
Dan benar saja, dari portal itu muncul monster besar bersayap, bentuknya mengerikan dengan mata merah dan pandangan seperti akan menelan kami bulat-bulat, ada dua monster yang keluar dari portal tersebut.
" Gawat, itu Gargoyle, kita harus segera menghubungi fraksi dua belas zodiak", teriak Stella kemudian dia langsung menyerang salah satu dari monster itu.
" Sial, kita harus segera menutup portalnya, atau monster lain akan bermunculan lagi" teriak Nabi sambil menangkis serangan dari monster itu.
Aku memutar otakku, melihat meraka yang kewalahan menghadapi monster tersebut membuatku berlari menuju pos keamanan terdekat dan segera menginformasikan kepada mereka tentang portal yang tiba-tiba muncul lalu kembali ke tempat Nabi dan Stella berada.
" Sial.." teriak Stella yang terluka oleh serangan monster tersebut, dia berusaha untuk berdiri namun kembali diserang oleh ekor monster itu sehingga dia terpental jauh.
" Stella......!!" pekik ku mengejar ketempat dia terjatuh, namun monster itu bergegas ke arah Stella dan tidak membiarkan dia untuk berdiri bangkit.
' Oh tidak, kalau dibiarkan saja, Stella akan terbunuh olehnya, Nabi juga sudah kewalahan menghadapi monster yang satunya, bagaimana ini'
Aku menarik tangan Stella menjauh saat monster itu kembali menghempaskan ekornya ke arah Stella, untungnya aku bisa bergerak cepat sehingga ekor itu hanya menghantam pepohonan yang ada disana, monster itu terlihat marah melihat mangsanya menghindari serangan, dia dengan geram menuju ke arah kami dan mengayunkan ekornya kembali.
' Gawat aku tidak akan bisa menghindar, Stella juga tampaknya terluka parah'.
" Kyiaaaaaaaa" teriakku sambil melindungi Stella dengan tubuhku.