Butterfly Trap

Butterfly Trap
Part 18


Sudah seminggu aku terbangun dari tidur panjangku, selain Penelope dan Alfred tidak ada seorangpun yang berkunjung untuk menjengukku, termasuk dua sahabatku Nabi dan Stella, padahal menurut Penelope rumor tentangku adalah berita hangat yang sedang mengguncang kapital, jadi sangat tidak mungkin mereka tidak mendengarnya.


Tidak hanya mereka, Miranda yang biasanya sangat perhatian kepadaku juga tidak menunjukan batang hidungnya.


" Apakah ada yang berkunjung hari ini?" tanyaku kepada salah seorang pelayan yang bernama Talia.


Semenjak kejadian penculikan, Marie mendapat hukuman dari Zurich karena kelalaiannya dalam menjagaku sehingga dia tidak diperbolehkan lagi untuk berada di sekitarku, tidak hanya itu bahkan dia juga ditugaskan ke perbatasan, itu hukuman yang cukup kejam menurutku mengingat bukan kesalahan dia mengapa aku diculik.


" Tidak ada Miss, tapi tadi saat anda masih tertidur, yang mulia Grand Duke singgah sebentar".


" Begitu ya" ujarku dengan nada kecewa.


' Sepertinya rumor tentangku tidak begitu besar, mungkin Miss Penelope hanya melebih-lebihkan saja'.


Aku memandangi beberapa hadiah dan buket bunga di samping tempat tidurku, kalau memang rumor tentangku sehangat itu maka aku yakin sudah banyak hadiah yang berdatangan, entah itu dari mereka yang hanya ingin mengenalku karena penasaran ataupun dari mereka yang ingin mendekatiku untuk tujuan tertentu.


Aku menghela nafas panjang.


" Itu hadiah-hadiah dari mereka yang mengenal anda Miss, kalau yang lainnya Grand Duke menyuruh kami untuk meletakkan di ruangan sebelah" ujar Talia melihatku yang memandangi tumpukan hadiah tersebut.


Barangkali dia pikir aku kecewa karena statusku yang merupakan wanita seorang Grand Duke hanya mendapatkan hadiah yang bisa dihitung jari.


Aku terkekeh.


"Bukan begitu, aku pikir akan banyak hadiah yang berdatangan karena Miss Penelope mengatakan kalau kapital sedang heboh dengan rumor tentangku".


" Memang begitu keadaannya Miss".


" Maksudmu Miss Penelope tidak bergurau?"


" Benar Miss"


' Apa-apaan ini? lalu kenapa Nabi, Stella dan Miranda tidak mengunjungi ku? apa terjadi sesuatu pada mereka?'


" Hadiahnya bahkan tidak muat di ruangan sebelah, kami memindahkan beberapa ke kamar yang lain"


" Apa? lalu kenapa tidak diletakkan dikamar ini aja?"


" Kata Grand Duke itu akan mengganggu sirkulasi udara karena anda masih dalam masa penyembuhan"


' Kenapa si Zurich melakukan hal-hal aneh begitu? apa dia benar-benar jatuh cinta padaku? aku? aku tertawa membayangkannya, bagaimana mungkin es batu seperti dia punya perasaan padaku, sepertinya aku sudah mulai tidak waras'.


Aku tertawa dengan keras yang membuat Talia menoleh ke arahku dengan wajah penuh tanda tanya namun dia hanya tetap diam walaupun wajahnya sudah menjelaskan apa yang dia pikirkan tentangku.


Sorenya barulah Nabi, Stella dan Miranda datang secara bergantian, Nabi menangis mendengar tentang penculikan ku namun karena dia dalam masa orientasi, maka dia tidak bisa datang mengunjungi ku sedangkan Stella mengatakan kalau dia dalam misi saat mendengar kabar tentangku, setelah selesai dengan urusannya masing-masing barulah mereka datang berkunjung.


Miranda berkunjung saat Nabi dan Stella sudah kembali, tentu saja seperti yang diharapkan, dia menceramahi ku sampai telingaku sakit mendengarkannya.


" Sudah berapa kali aku bilang, berada disini berbahaya, sangat berbahaya malah, kenapa kamu ngak mau dengar sih Si?"


" Aku di culik kan bukan di sini Madam, tapi di jalan saat kembali dari tokomu"


" Ini salahku yang terlalu fokus dengan penyelidikan Homuncullus itu sampai-sampai aku tidak mendengar kabar tentang mu, kalau saja aku tidak keluar untuk bertemu dengan salah satu mata-mata, aku tidak akan mendengar soal Sisilia si wanita yang berhasil meluluhkan es Grand Duke Dagaras ini".


Aku terbatuk mendengar ucapannya.


" Wanitanya Grand Duke Dagaras? apa kamu sudah bosan hidup? sekarang tidak hanya pembunuh bayaran yang mengincar mu tapi para gadis-gadis di negara ini juga, belum lagi Emperor Felix yang akan mulai menggali tentang latar belakangmu".


Dia terlihat khawatir dan cemas tapi ucapannya benar, semakin lama aku berada di sekita Zurich maka bendera kematianku semakin terlihat, aku hanya ingin hidup damai sampai tua tapi sepertinya hal itu menjadi mustahil semenjak aku bertemu dengannya.


" Aku akan mencari cara untuk kabur dari sini, jadi Madam tenang saja" ujarku menenangkannya.


" Apa susahnya untuk pergi dari sini? dia tidak memiliki hak terhadapmu, kamu punya hak untuk pergi kemanapun kamu mau, atau...."


Dia menatap lurus ke mataku, aku menelan ludah.


" Rumor tentang kamu yang menjadi wanitanya dia itu bukanlah sekedar rumor tapi benar adanya?" tanya nya dengan tatapan curiga.


" Sisi, jangan bilang kau jatuh cin..."


" Jatuh cinta apanya" potongku dengan cepat.


" Lalu?"


" Itu........itu....".


Aku tidak bisa mengatakannya, aku tau persis respon Miranda jika aku memberi tahunya tentang temporary marking.


" Sisi, kamu yakin tidak ada yang kamu sembunyikan dariku?"


Aku menelan ludah.


" Sebenarnya.......... alasan kenapa aku tidak bisa pergi dari sini begitu saja karena..."


Aku mengangkat tanganku pelan-pelan dan membuka kertas sihir penutup tanda yang ada di tangan ku, aku benar-benar cemas untuk memperlihatkan tanda itu kepada tapi jika aku ingin pergi dari sini, maka aku perlu bantuannya untuk menghentikan alat deteksi yang bisa melacak keberadaan ku.


" Apa kini?" pekiknya terkejut melihat tanganku.


" Kalau warnanya masih cerah begini berarti.....Temporary marking?"


Aku mengangguk tapi tidak berani menatap matanya.


" Ya tuhan" ucapnya menghela nafas.


" Aku... tidak sengaja melakukannya, aku tau aku salah Madam makanya aku tidak memberitahu mu, aku ingin menyelesaikan masalah ini sendiri, aku juga sudah merencanakan untuk melarikan diri, tapi masalahnya aku baru tau kalau tanda ini bisa mendeteksi keberadaan ku".


Dia hanya diam menatap ke arahku, sepertinya dia tidak tau hendak mengatakan apa kepadaku, entah harus marah atau kecewa, yang jelas aku tidak bisa membawa raut wajahnya.


" oke" ujarnya pada akhirnya.


" Bagaimana kontrak ini bisa terjadi?"


' itu karena kebodohanku mempercayai pria gila itu, karena aku bodoh Madam'


Aku memutar otakku, sudah pasti aku tidak boleh mengungkapkan yang sebenarnya, aku harus mencari jawaban cerdas yang akan membuat Miranda percaya.


" Karena aku pikir mendekatinya akan membuatku mendapatkan lebih banyak informasi"


" Jadi? apa sebanding?"


Aku menggeleng.


" Sisi, kamu tau kenapa Guild Hummingbird ada? itu untuk membantu kamu, kita punya banyak mata-mata yang dapat memberikan informasi, kamu tidak harus mengorbankan dirimu begini, kalau kamu ketahuan bagaimana? apa gunanya usaha keras kita selama ini? apa kamu ngak mikir sampai kesana?"


" Maafkan aku Madam" jawabku dengan nada rendah.


Dia menarik nafas untuk yang kesekian kalinya, tampaknya dia sangat mengkhawatirkan ku walaupun aku bukan darah dagingnya.


" Sudahlah, sekarang istirahat yang cukup nanti kita pikirkan lagi bagaimana cara menghilangkan tanda itu atau minimal kita cari alat yang membuat kamu tidak terdeteksi saat melarikan diri nantinya"


Aku mengangguk lalu dia memelukku sangat lama, rasanya dia enggan untuk meninggalkanku di kediaman yang merah ini, dia berulang kali melihatku dengan wajah khawatir lalu dia pamit meninggalkanku saat Zeju memasuki ruanganku dari jendela.


" Zeju, kemana aja kau selama ini? aku kira ku tidak selamat dari pembunuh itu" teriakku kepadanya.


" Cih, sekarang kau baru ingat kepadaku" jawabnya ketus.


Dia melompat ke meja dekat jendela yang masih penuh oleh makanan ringan karena Miranda tidak menyentuhnya sama sekali dan dengan ligat kaki depannya mengangkat satu cookies dan memakannya.


" Hei Zeju, bisakah kau berubah jadi manusia lagi?"


Dia menatapku dengan sisi matanya.


" Ayolah "