
Zurich sampai di Kapital saat fajar menyingsing, dia langsung menuju istana walaupun lelah menggerogoti badannya, dengan langkah mantap dia menuju ke ruang kerja Felix, kebetulan asisten Felix sudah bertemu dengannya lebih dulu, sesampainya di ruangan tersebut Zurich kaget melihat wajah yang dia kenal tengah duduk di sofa dekat meja kerja Felix.
" Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Zurich tanpa basa basi dengan wajah masam kepada pria tersebut.
Pria itu menoleh ke arahnya, raut mukanya datar namun wajah menawannya cukup membuat Zurich kesal dan marah, dia benar-benar tidak ingin bertemu lagi dengannya mengingat terakhir kali bertemu pria itu mengecup kening kekasihnya.
" Bukankah ini Grand Duke Dagaras, senang berjumpa dengan anda di sini!" jawabnya dengan senyuman kecil tapi itu bukan senyuman ramah ataupun senyuman persahabatan.
" Tapi wajah mu terlihat tidak senang!"
" Well.... syukurlah kau mengetahuinya" jawabnya masih dengan senyuman yang sama.
" Apa kalian mengenal satu sama lain?" tanya Felix yang tiba-tiba muncul di pintu.
" Saya bahkan bisa mendengar suara kalian dari lorong".
" Tidak!"
" Ya!"
Jawaban mereka hampir bersamaan yang membuat Felix mengerutkan dahinya, dia tidak mengerti kenapa sepupunya melihat tamunya seperti sedang melihat musuh bebuyutan.
" Cih" dengus Zurich kemudian menghempaskan dirinya diatas sofa yang berhadapan dengan pria tersebut, wajahnya dengan jelas menunjukan ketidak senangan nya akan kehadiran pria tersebut.
" Baiklah mari kita tunda dulu masalah antara kalian berdua, sekarang kita akan fokus pada informasi yang di bawa oleh tuan Fengyin!"
Zurich menatap Felix tidak percaya, dia bertanya-tanya kenapa Felix sangat santai dihadapan pria yang menurutnya sangat licik itu.
" Sejak kapan kalian bekerja sama?" tanya Zurich.
" Oh ayolah Grand Duke, kalau bukan karena Sisilia berada di bawah lindungan anda, saya tidak akan pernah mau membagi informasi yang sudah susah payah saya kumpulkan ini!" jawab Fengyin.
Zurich hanya mendengus tapi dia tetap memposisikan dirinya untuk mendengar ucapan dari pria yang tidak dia sukai itu.
" Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya Paduka, informasi ini separoh saya dapatkan dari guild Master Hummingbird, pertama-tama saya akan membahas para petinggi di wilayah monster.
Felix dan Zurich menfokuskan dirinya untuk mendengarkan penjelasan Fengyin dengan seksama, mereka juga saling berbagi informasi yang mereka dapatkan.
" Sebelum saya menjelaskan temuan terbaru saya, saya mau bertanya dulu kepada Grand Duke Dagaras, apa Sisilia berada ditempat yang aman saat ini?"
" Kenapa saya harus memberitahu anda?"
" Kalau anda tidak bisa memastikan keamanannya maka saya tidak sudi untuk berbagi informasi dengan anda, syarat informasi saya adalah Sisilia berada di tempat yang aman dan nyaman".
" Dia adalah kekasih ku, bagaimana mungkin aku membiarkan dia dalam bahaya?" ketus Zurich.
Felix melirik kedua pria yang nampak bersitegang tersebut, dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bertanya.
" Sebenarnya apa hubungan anda dengan Miss Sisilia Sir fengyin? kenapa anda terdengar sangat mengkhawatirkannya? Sudah pasti Grand Duke Dagaras akan menjamin keselamatannya bukan? lalu mengapa anda terlihat sangat tidak percaya?"
Mendengar itu muka Zurich terasa memanas, dia tidak menyangka Sisilia menyembunyikan fakta bahwa dia sudah punya tunangan darinya namun walaupun begitu dia tidak pernah punya niat untuk melepaskan Sisilia dan kalau pun dia punya kesempatan untuk mengulang kembali dia tetap akan memilih Sisilia.
" Bagaimana bisa nama Miss Sisi muncul dalam diskusi penting kita ini?" Felix masih bingung dengan situasi saat ini.
Mereka berdua saling berpandangan sebelum kemudian mengalihkan wajah mereka, Zurich terbatuk kecil kemudian dengan ragu-ragu dia menjawab.
" Karena Sisilia adalah pewaris Mcgnagal terakhir yang sedang kita cari"
" Apa!?"
Felix nampaknya sangat terkejut, dia menoleh ke arah Fengying, pria itu menganggukkan kepalanya kemudian dia berkata.
" Pemimpin kerajaan monster adalah Homuncullus dan saat perang besar terjadi, dia mengalami luka parah yang belum sembuh sampai saat ini, menurut Zhi yan yang merupakan istri dari Mcganal, dia mengincarnya karena dia berasal dari klan spirit teratai yang memiliki kekuatan penyembuhan yang luar biasa, dia pernah meminta bantuan Zhi yan namun Zhi yan menolaknya karena sifatnya yang membuat kerusakan membuat Zhi yan berpikir bahwa tidak ada artinya dia menyelamatkan Homuncullus itu"
" Lalu?"
" Karena penolakan itu dia akhirnya berniat untuk membawa Zhi yan secara paksa, itulah mengapa dia menargetkan kediaman Mcganagal dan membunuh semua penghuninya, tapi Zhi yan tidak ada di kediaman saat ledakan itu terjadi, dia sangat marah kemudian menyerang wilayah klan teratai yang ada di daerah kekuasaan siluman"
" Bentar, kalau insiden Mcganal adalah ulah monster itu lalu kenapa kita tidak menemukan jejak mereka?"
" Benar, itu karena mereka tidak melakukannya secara langsung, ada kaki tangan yang membantu, dan jika si kaki tangan ini mengetahui siapa Sisilia sebenarnya maka saya yakin kita tidak akan bisa menjamin keselamatan Sisi, bahkan perang besar kedua pun tidak akan bisa hindari"
" Apa karena itu kah Sisi menyembunyikan identitasnya?" tanya Zurich.
" Benar, Sisi adalah satu-satunya yang selamat pada insiden itu, setelah kejadian itu Sisi tidak bisa mengingat apa yang terjadi, baru beberapa tahun belakangan ini ingatannya kembali dan menurut Miranda, Sisi melihat pelaku melakukan aksinya, hanya karena trauma dia tidak ingat siapa orangnya, setiap kali Miranda bertanya dia hanya mengatakan orang itu atau paman itu"
" Masuk akal, saya pernah mendengar bahwa cucu perempuan Mcgnagal bernama Prisillia Mcgnagal dan dia miliki kekuatan purifier yang hebat namun tiba-tiba saja kekuatannya itu menghilang, itulah mengapa bagian penelitian menyimpulkan bahwa kekuatannya tidak stabil" kali Felix yang menjelaskan.
" Jadi apa kau sudah tau siapa orang itu yang di maksud Sisilia?" tanya Zurich
" Sudah, hanya saja saya belum memiliki bukti yang kuat untuk memastikan bahwa dia adalah mata-mata monster yang sedang berada di pemerintahan kerajaan ini" jawab Fengyin.
" Kalian ingat tentang insiden terbukanya portal monster secara tiba-tiba? hal itu tidak akan mungkin terjadi jika tidak ada seseorang yang membuka portal dari dalam kota bukan? saat portal hampir tertutup saya melihat pergerakan orang yang mencurigakan dan saat saya mengikutinya diam-diam, dia hilang di balik gerbang fraksi Virgo".
Zuric dan Felix sama-sama kaget, mereka tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar, walaupun secara politik faksi Virgo adalah Oposisi namun mereka tidak pernah menunjukan tanda-tanda bahwa ketidak puasan mereka akan pemerintahan Felix.
" Apa anda tidak tau kalau dia adalah bangsawan tinggi kerajaan ini? jika anda mengatakan sesuatu yang tidak bisa dipertanggung jawabkan seperti itu maka itu sama saja anda mencemarkan nama buruknya dan secara hukum, anda sudah melakukan pelanggaran berat"
Felix masih belum percaya dengan penjelas Fengyin, Keluarga Helwise merupakan satu-satunya keluarga yang mendominasi fraksi Virgo, jadi Fengyin menuduh fraksi Virgo itu sama artinya dia menuduh Duke Helwise.
" Pff.... Ayolah Paduka, kita semua tau kalau Duke Helwise menginginkan tahta anda, itu sudah menjadi rahasia umum bukan? dan anda juga menyadari betapa besarnya kekuatan dia, itulah mengapa istana tidak pernah ikut campur atas kejahatan yang sudah banyak dia lakukan".
Zurich yang mendengar ucapan Fengyin menarik pedangnya dan mengayunkan ke leher Fengyin, dia sudah siap untuk bertarung dengan itu.
" Wow..wow tenanglah brother, kenapa anda kasar begini?" ujar Fengyin dengan gesit menghindarinya.