Butterfly Trap

Butterfly Trap
Part 54


' Kenapa dia tega melakukan ini kepada ku? apakah semua yang terjadi diantara kita hanyalah kebohongan belaka? '


Aku terus bertanya-tanya di sepanjang perjalanan ku menuju penginapan, walaupun hatiku hancur aku harus kembali, aku tidak ingin keluarga Marko mengkhawatirkan ku, aku berusaha membendung air mata ku dan berjalan dengan cepat sambil menunduk.


Aku mengepalkan tanganku, berusaha agar air mata ini tidak mengalir di pipiku, dadaku terasa sesak, bahkan tanah yang aku pijak teras bergetar, aku berhenti kemudian meringkuk, sekuat apapun aku bertahan pada akhirnya air mataku menguyur pipiku.


Aku menutup mukaku dengan kedua telapak tanganku, aku tidak peduli dengan orang yang berlalu lalang di sekitarku, dada ku sangat sakit, aku tidak tau harus bagaimana, untuk pertama kalinya aku merasakan sakit seperti ini, air mata ku masih mengalir dengan derasnya ketika pundakku di pengang oleh seseorang.


" Sisi, apa kau baik-baik saja?" ujar suara yang terdengar familiar tersebut.


Aku mendongakkan kepala, didepan ku berdiri Nabi dengan wajah khawatir, melihat dia yang ada di depanku, aku langsung berlari ke pelukannya, tangisan yang tadinya tidak terdengar sekarang pecah dan bersuara, Nabi kewalahan menghadapi ku dan melepaskan pelukanku.


" Stt.. Mari kita ke tempat yang lebih sepi, disini kita terlalu menarik perhatian!" ujarnya sambil mengelap air mataku yang berjatuhan.


Aku menganggukkan kepala, dia membimbingku menuju taman yang tidak jauh dari kami, disana ada sebuah bangku tempat duduk, dia membantuku untuk duduk sambil menggenggam tanganku dengan erat.


" Aku tidak menyangka akan menemukan mu ditengah jalan seperti itu, setelah kau kabur waktu itu, aku mendengar rumor aneh tentang mu di kapital".


Aku hanya diam membeku, Nabi yang melihat keadaan ku kembali memelukku dengan erat.


" Apa kau mau memberitahu apa yang sebenarnya terjadi?" tanyanya sambil menepuk-nepuk lembut punggungku.


Aku tidak sanggup untuk menjawab pertanyaannya, rasanya nafasku sudah tersengal di tenggorokan, aku terluka dan tidak sanggup untuk menyampaikan perihnya hatiku.


" Kau bisa memberitahuku saat kau sudah tenang, bagaimana jika kita ke kediaman ku dulu sekarang?"


" Aku...... apa ...apa.. yang sebenarnya terjadi.... kami...kami...hu...kemarin kami baik...baik saja" akhirnya aku membuka mulut walaupun dengan terisak-isak.


Aku melepaskan pelukan ku dari Nabi, air mata dan ingus ku sudah bercampur menjadi satu yang membuat muka ku benar-benar berantakan, Nabi membersihkan mukaku dengan sapu tangannya sambil menepuk-nepuk lembut lengan ku.


" Dia .......dia mengurung ku lalu dia menikahi ....wanita lain,....kenapa...ke..kenapa dia mengkhianati ku saat aku sudah memberikan hati ku kepadanya.... kenapa Bi....kenapa?"


Aku menggoncang-goncang tubuh Nabi, suara yang keluar dari mulutku terdengar seperti jeritan kepiluan, Nabi memandangku dengan khawatir, dia masih berusaha membersihkan ingus dan air mataku namun tidak ada kalimat yang keluar dari mulutnya.


" Ayo kita kembali ke kediaman ku, kau bisa menenangkan diri di sana, kau bisa berteriak atau pun menggila sesuka mu, dan aku akan selalu berada di sisi mu, aku pasti akan meminta penjelasan dari Komandan, sekarang kau tenang dulu ya"


Aku masih terisak, tidak suara yang keluar dari mulutku namun aku tetap berdiri mengikuti Nabi, dia memapah ku menuju tempat penyewaan kereta kuda namun belum sempat kami sampai disana beberapa ksatria menghadang kami.


" Ada apa ini Sir?" tanya Nabi waspada sambil melindungi mu.


" Kami diperintahkan untuk menangkap pengkhianat kerajaan" jawab salah satu dari mereka yang terlihat seperti pemimpin mereka.


" Siapa pengkhianat kerajaan yang kalian maksud? dilihat dari seragam kalian, bukankah kalian adalah ksatria dari fraksi Virgo?"


Nabi membaca tulisan yang tertera di dalam dokumen tersebut dan seketika itu juga matanya membesar, di menoleh ke arahku yang masih tersedu-sedu.


" Apa kalian bercanda? dia bukan Prisilia Mcgnagal, dia Sisilia Agatha, kalian pasti salah orang!" jawab Nabi dengan tegas sambil menyerahkan kembali dokumen tersebut kepada mereka.


Aku melirik kearah para prajurit dengan persenjataan lengkap tersebut, kemudian dengan lengkingan miris aku tertawa terbahak-bahak.


" Jadi sekarang kalian ingin menangkap ku karena aku adalah Prisilia Mcgnagal? menggelikan!" ujarnya ku masih tertawa.


" Berhenti bermain-main, jika kau tidak mau bekerja sama maka kami akan menyeret mu dengan paksa!" jawab pria tersebut dengan tegas.


" Beraninya kalian memperlakukan teman ku seperti itu, jika kalian ingin membawanya maka langkahi dulu mayatku!" teriak Nabi dengan geram .


Dia mengambil ancang-ancang untuk menyerang ksatria yang didepan kami, namun aku menghentikannya, walaupun hatiku hancur namun aku masih bisa berpikir jernih, jika aku membiarkan ini berlanjut, maka Nabi akan terseret ke dalam masalah ku dan tidak hanya dia, mungkin Stella dan Penelope juga akan ikut terjerat.


" Sudahlah Bi, aku akan ikut dengan mereka, tidak apa-apa, mereka tidak punya bukti bahwa aku adalah orang yang mereka maksud"


Aku menepuk pundak Nabi dua kali, aku memaksakan diriku untuk tersenyum walaupun muka ku sudah bengkak karena aku menangis tadi, Nabi memegang erat tangan ku, dia menatapku sambil menggelengkan kepalanya.


" Aku pasti akan baik-baik saja, jangan khawatir" ucapku sambil tersenyum.


" Sebenarnya siapa yang mengkhawatirkan siapa sekarang?" jawabnya masih belum melepaskan tanganku.


Aku melepaskan tangan Nabi dengan paksa, kemudian melangkah mengikuti para ksatria tersebut, aku tidak berani melihat ke belakang, aku tidak sanggup melihat wajahnya yang begitu mengkhawatirkan ku, ikut dengan para ksatria ini keputusan terbaik ku.


Semua ini adalah masalahku dan aku tidak mau seorangpun kena imbasnya atas apa yang telah aku lakukan, di kepala ku bertanya-tanya mengapa mereka mengetahui identitas ku, selain Nabi, Stella dan Miranda, hanya Zurich yang mengetahui identitas ku yang sebenarnya.


' Tapi Zurich tidak mungkin sekejam itu, dia bilang kakek ku adalah gurunya jadi dia tidak mungkin memberitahu yang lain tentangku walaupun Emperor sekali pun! ya, pasti bukan Zurich pelakunya'.


' Namun bagaimana jika dia masih dendam kepada keluarga ku? dan semua tindakan dan perlakuannya kepadaku hanyalah caranya agar aku memberitahu identitas ku yang sebenarnya kepadanya? ah tidak Sisi, aku yakin Zurich bukan orang yang seperti itu, pasti seseorang telah mencari latar belakang ku'


Kepalaku terasa pusing, aku menolak percaya bahwa Zurich adalah orang yang telah membuka identitasku walaupun di sisi lain aku juga curiga kepadanya, mereka membawaku ke penjara fraksi Virgo dan mengunci ku di ruangan berjeruji dan lembab tersebut.


" Tunggulah disini, hukuman mu akan diputuskan besok karena saat ini masih dalam masa perayaan hari lahir kerajaan Dakota" ujar si ksatria yang membawa ku tadi.


Aku tidak menjawab ucapnya, aku melangkah ke tempat tidur kayu yang ada di ruang tersebut kemudian melihat ke sekeliling ku, penjara itu bercahaya remang-remang, ada banyak tahan yang mendekam di sana dan satu-satunya fasilitas yang mereka sediakan hanya tempat tidur yang terbuat dari kayu.


Aku menghela nafas panjang dan menyandarkan tubuhku ke dinding, di kepala ku kembali terputar pemandangan saat Castella mengandeng lengan Zurich, dadaku kembali sesak, aku memejamkan mataku, menahan perih yang bergejolak di dadaku.


" Tidak hanya pembohong , kau juga pengkhianat! apa ini adalah sifat kau yang sebenarnya? bagaimana bisa aku dibutakan oleh cintaku kepada mu? aku benar-benar bodoh" gumam ku sambil melihat ke langit-langit penjara.