Butterfly Trap

Butterfly Trap
Side story 6


Zurich memandang langit-langit kamarnya, pikirannya menembus jauh ke masa lalu saat pertama kali dia bertemu dengan Sisilia, satu-satunya orang yang membantunya saat dia mengalami double awakener, dia yakin nyawanya tidak akan selamat saat itu namun pertemuannya dengan gadis polos itu merubah hidupnya.


Gadis polos yang mengejar kupu-kupu dengan riangnya, senyumnya secerah matahari pagi dan semanis manisan yang selalu disembunyikannya dari mata ayahnya, dia tidak menyangka gadis kecil itu adalah seorang purifier namun sejak saat itu matanya hanya tertuju pada gadis tersebut walaupun dia tidak tau nama aslinya.


Dia selalu menyempatkan diri untuk menemui gadis manis itu diatas bukit yang penuh dengan bunga liar tersebut, namun suatu hari kediaman gurunya porak-poranda karena kebakaran yang melahap bangunan dan isinya tersebut, Zurich terlambat mengetahuinya karena saat itu dia tidak berada di Kapital.


Dia yakin gadis yang dia temui adalah anak dari salah satu petinggi keluarga Mcgnagal, saat dia sampai di kediaman tersebut dia terjatuh ke tanah melihat mayat yang bergelimpangan dan ada anak-anak diantaranya, pertama kalinya dia merasakan penderitaan ditinggalkan oleh orang yang sudah mengisi hatinya.


Hari itu dia menangis sejadi-jadinya, bahkan dia tidak meneteskan air matanya saat ibunya meninggal sehingga orang-orang mengatakan bahwa dia adalah monster berdarah dingin, dia duduk lama menatap reruntuhan yang sudah menjadi arang tersebut, dia menyesal pergi ke luar kota hari itu karena harganya adalah dia harus kehilangan orang yang berharga baginya.


" Aku kira kau meninggal dalam kebakaran itu, tapi siapa yang mengira aku akan bertemu lagi dengan mu dalam keadaan sehat seperti itu" gumamnya sambil mengangkat tangannya ke belakang untuk dijadikannya bantal.


" Sekarang aku tidak akan pernah lagi membiarkan mu hilang dari pandangan ku Sisi, walaupun itu artinya aku harus menipumu untuk berada di sisiku"


Dia menarik nafas dalam- dalam kemudian bangkit dari tempat tidurnya menuju beranda, tanpa sengaja dia melihat bayangan memasuki kediamannya, dia memperhatikan bayangan itu dengan sangat lama sampai akhirnya dia menyadari kalau sosok itu adalah pujaan hatinya.


Zurich melakukan berbagai cara untuk menarik hati Sisilia namun gadis itu tampaknya tidak tertarik kepadanya walaupun dia melindungi gadis itu dari semua ancaman yang datang kepadanya, dia juga pernah memergoki gadis itu mencoba kabur dari kediamannya.


" Sampai kapan kau akan mengurungnya di kediaman mu? sebaiknya kau memperjelas statusnya atau bangsawan akan mulai menyebarkan rumor buruk tentangnya" ujar Felix saat Zurich mengunjungi dia di istana.


" Aku bukannya tidak ingin melakukannya hanya saja aku tidak mau memaksakan kehendak ku kepadanya, aku sudah memaksanya untuk berada di sisiku dan sekarang aku memaksanya untuk menikahi ku, aku yakin jika aku melakukan itu dia pasti akan menghilang lagi"


" Lagi? jadi kau sudah mengenal sebelumnya?"


" Benar, sekitar sepuluh tahun yang lalu aku bertemu dengannya di bukit dekat kediaman Mcgnagal"


" Pff.... jadi dia adalah cinta pertamamu yang kau kira sudah meninggal itu?" tanya Felix sambil tergelak.


Zurich tidak menjawab tapi melihat senyuman cerah yang menghias wajahnya Felix sudah mendapatkan jawaban yang jelas dari sepupunya tersebut.


" Bagaimana perkembangan para Purifier yang terkena racun garaga Q?"


" Kita sudah melakukan tes darah secara diam-diam dan juga mengkarantina mereka yang terjangkit"


" Apa menurutmu ada musuh dari dalam yang tidak kita ketahui?"


" Kau benar, nampaknya kita harus memainkan sandiwara besar untuk mengetahui siapa yang berpihak ke kita dan siapa yang oposisi"


Felix dan Zurich sepakat untuk bekerja sama dengan Guild Humingbird yang merupakan guild yang dapat memberikan informasi yang terpercaya walaupun mereka tau tidak mudah untuk membuat pemimpin mereka bekerja sama namun demi mempertahankan kedamaian kerajaan tersebut mereka harus mampu meyakinkan master guild tersebut.


Zurich benar-benar harus mampu untuk membagi waktunya antara meyakinkan Sisilia untuk selalu di sisinya dengan pekerjaan yang semakin hari semakin menumpuk, walaupun begitu Zurich merasa semuanya sebanding karena dia bisa melihat senyuman pujaan hatinya tersebut.


Suatu hari dia pergi ke Guild Humingbird untuk meminta Miranda bekerja sama dengannya, namun wanita paruh baya tersebut tidak menyetujui ataupun menolaknya.


" Sebenarnya saya enggan untuk bekerja sama dengan anda, karena seperti yang anda tau, Guild ini netral tapi karena Sekarang anak angkat saya berada dalam perlindungan anda, saya akan mengusahakan mengumpulkan informasi yang anda butuhkan, bukan karena saya menyetujui kesepakatan ini namun ini semua semata-mata karena saya ingin anak saya dalam keadaan aman"


Wanita itu dengan tegas menyampaikan opininya walaupun dia tau dihadapannya ada seorang bangsawan tinggi kerajaan, baginya keselamatan putri angkatnya lebih penting dari pada apapun.


" Selagi saya hidup, saya akan memastikan keselamatan Sisilia, saya mengatakan ini bukan karena saya ingin anda menyetujui kesepakatan saya, tapi karena saya mencintai putri dan dia adalah orang yang sangat penting dalam hidup saya"


" Baiklah, saya akan pegang kata-kata anda tetapi..... jika sesuatu terjadi padanya saat dia bersama anda, saya pasti akan membuat perhitungan dengan anda walaupun saya harus berhadapan dengan seluruh orang di kerajaan ini!"


" Very well!" jawab Zurich menjabat tangan Miranda.


Seperti yang Miranda katakan, surat dati mata-mata mulai berdatangan ke markas Zurich bahkan informasi yang mustahil untuk didapatkan pun sampai ke tangannya, Zurich merasa dia semakin dekat dengan tujuannya namun kejadian tidak terduga bermunculan seperti portal yang tiba-tiba terbuka dan para monster mengamuk di berbagai tempat dan juga satu kejadian lagi yang membuat Zurich semakin cemas adalah fakta bahwa gadis pujaannya itu tengah berjalan dengan santai dengan pria lain di wilayahnya.


Melihat ini darah Zurich naik ke kepala, dia merasa terganggu dengan kehadiran pria yang berambut panjang dan memiliki paras yang tampan tersebut.


' Sejak kapan Sisilia begitu dekat dengan seorang pria selain ku? dan mengapa pula mereka bersenang-senang seperti itu?'


Sebenarnya Zurich sangat ingin mengayunkan pedangnya memotong kepala pria tampan tersebut namun diurungkannya niatnya karena menjadi citra yang bagus di depan Sisilia adalah hal terpenting baginya.


Sisilia tampak tidak terganggu dengan kemarahannya, gadis itu tidak memahami rasa sakit dan rasa takut yang menggerogoti dada Zurich, karena itulah Zurich sangat ingin mengurungnya di suatu tempat sehingga hanya dia yang dapat menikmati keindahan gadis tersebut.


Untungnya pertemuannya dan pria tersebut tidak berlangsung lama dan Zurich merasa cukup lega saat mereka kembali ke Kapital, itu artinya Sisilia tidak akan bertemu lagi dengan pria tersebut namun ternyata dia salah, pria itu mengikuti Sisilia ke Kapital bahkan dia mencium kening gadis itu yang berhasil membuat Zurich naik pitam.


Ingin rasanya dia mencincang-cincang pria tersebut dengan pedangnya dan membakarnya dengan api hitamnya namun Sepertinya dia adalah orang penting bagi Sisilia yang membuat dia mengurungkan niatnya tapi untunglah setelah itu gadis itu mau memberitahunya siapa pria tersebut sebenarnya.