BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
EPISODE 97


Arjun masih menikmati kesendiriannya di cafe ini. Arjun masih tak ingin beranjak dari tempatnya.


Arjun ingin bangkit, dan memulai kehidupannya tanpa adanya bayang-bayang Rindu yang menghantui setiap langkahnya.


tiba-tiba seseorang yang tak di inginkan oleh Arjun datang menghampirinya. siapa lagi jika bukan Winda.


"dia lagi, dia lagi. apakah dia hantu, selalu ada dimana-mana? " gerutu Arjun.


Arjun hanya tersenyum kecut, tanpa menyapanya kembali.


Winda menyapa Arjun dan tanpa permisi atau pun meminta izin, Winda langsung duduk di hadapan Arjun.


"dasar wanita aneh! tanpa meminta izin, ia duduk disini. " gumam Arjun.


Winda memesan sebuah minuman dan juga makanan.


"kau sendiri saja? " tanya Winda.


"iya! " sahut Arjun dingin.


"apa aku mengganggumu? " tanyanya.


ingin rasanya Arjun mengatakan iya, namun hal itu tidak mungkin ia lakukan. "tidak! " ucapnya berbohong, padahal dalam hati Arjun ingin menyuruhnya pergi.


"apa di kantor tempatmu bekerja ada sebuah lowongan? " tanya Winda.


"ada. " sahut Arjun.


bola mata Winda terlihat berbinar. " wah, benarkah? pekerjaan apa itu? " tanya Winda penuh semangat.


akhirnya setelah sekian lama tidak bekerja, ia akan segera mendapatkan pekerjaan dengan gaji besar.


"OG " sahut Arjun tanpa ekspresi.


sontak saja Winda membulatkan matanya. " apa? OG? gak salah? " sahut Winda tak percaya.


jika bekerja sebagai OG, mana mungkin Winda mau. sebab pekerjaan itu tak setara dengannya.


"iya OG! kenapa? kau tidak mau? " ucap Arjun.


Winda menghela nafasnya. "baiklah, aku mau! " sahut Winda dengan terpaksa.


Winda terpaksa menerima tawaran Arjun menjadi OG, agar bisa dekat dengannya setiap saat.


namun tidak dengan Arjun, Arjun terlihat tidak senang dengan keputusan Winda. niat hati, Arjun ingin menjauh dari wanita bernama Winda, namun ia malah semakin dekat. padahal begitu banyak lowongan karyawan dan lainnya.


"sial! kenapa wanita ini ingin Saja? " gumam Arjun.


tiba-tiba pesanan Winda sudah datang, namun Arjun memilih pergi!


"aku duluan, ya. Winda! " ucap Arjun seraya berdiri.


Winda ingin menghentikan Arjun, namun ia tak bisa. sebab Arjun juga bukan siapa-siapa! ingin mengejar pun tak mampu, sebab makanan sudah terlanjur di pesan. Alhasil Winda menikmati makannya.


"sebentar lagi aku akan segera mendapatkan mu, Andrew! " ucap Winda lirih.


Arjun berjalan keluar dari dalam cafe sembari menggerutu. " malas sekali rasanya jika harus berdekatan dengan wanita konyol itu! " gumam Arjun.


Arjun bergedik geli, kala membayangkan Winda. ia pun berjalan menuju mobilnya untuk beristirahat. hari ini cukup melelahkan baginya.


sesampainya di Arjun di penginapan, ia langsung merebahkan dirinya di kasur.


"lelah sekali hari ini! " ucapnya.


ketika matanya hendak terpejam, tiba-tiba ponselnya berbunyi. ia meraih ponselnya dan mengangkatnya.


"hallo! ada apa, Retha? " ucap Arjun.


"tidak. apa kau baik-baik saja disana? bagaimana dengan pekerjaanmu disana? " Retha memberondong pertanyaan pada Arjun tanpa henti.


"bisa tidak, jika bertanya itu satu-satu! agar aku tidak sulit menjawabnya. " ucap Arjun.


terdengar kekehan kecil dari sebrang sana. " oke. maaf, maaf! gimana kerjaan kamu di Bandung? " ucap Retha.


"baik, tidak perlu khawatir! " sahut Arjun.


Arjun menghela nafasnya. " tadi aku ingin tidur, namun kau menelpon ku! " sahut Arjun sedikit kesal.


"jadi aku mengganggu, donk? " ucap Retha tak enak.


"tentu saja! sudah, ya. aku ingin beristirahat! " ucap Arjun.


Arjun mematikan teleponnya, saat sudah mendapatkan jawaban dari Retha.


"wanita memang aneh! mereka muncul dan pergi seperti hantu! " ucap Arjun.


kemudian Arjun benar-benar memejamkan matanya dan tidur.


Arjun bermimpi dalam tidurnya, ia bermimpi hidup bahagia bersama Rindu. mimpi itu seakan nyata, namun Arjun dibangunkan oleh sebuah ketukan di pintu.


Arjun bangun dari tidurnya, kemudian bergegas membuka pintu.


"ada apa? " tanya Arjun sembari mengucek matanya.


"aku bawakan makanan untukmu! " sahut Winda.


Arjun menghela nafasnya, kemudian meraih makanan dari tangan Winda. berharap Winda segera pergi dari hadapannya.


"oke. terima kasih! "ucap Arjun.


namun, Winda tidak beranjak dari sana. Arjun menyipitkan matanya. " ada apa? apa ada yang tertinggal? " tanyanya.


Winda tersenyum sembari mengangguk. " ada! " ucap Winda.


"apa? " tanya Arjun heran.


"hatiku! " ucapnya.


Arjun memutar bola mata malas, mendengar gombalan Winda.


"baiklah, nanti akan aku berikan jika aku sudah menemukannya! " sahut Arjun dingin.


Winda memajukan bibirnya. " padahal hanya bercanda! " gumamnya dalam hati.


"ya sudah, aku pamit pergi, ya. Mas! " ucap Winda berpamitan.


"pergilah, lagi pula aku malas melihatmu dimana- mana! " gumamnya lirih.


"apa? tadi ngomong apa? " tanya Winda, sepertinya ia mendengar Andrew mengatakan sesuatu.


"tidak ada. " sahutnya.


Winda pun pergi dari hadapan Arjun, Arjun pun kembali masuk ke dalam rumahnya. " lama-lama aku malas juga bertemu dengannya! " ucap Arjun.


Arjun meletakan makanan yang diberikan oleh Winda di atas nakas, tanpa menyentuh ataupun melihatnya. Arjun duduk di ruang tamu, untuk tidur pun rasanya sudah tidak bisa.


Arjun yang beridentitas sebagai Andrew Alexander harus giat bekerja, sebab dirinya bukan lagi Arjun pemegang perusahaan yang bisa bersantai. kini dirinya hanya sebagai menager di perusahaan milik Margaretha. mau tak mau Arjun harus membiasakan diri.


sebenarnya Arjun tidak nyaman dengan identitas yang sekarang! ia harus beradaptasi sebagai Andrew yang cuek, dingin dan kaku. tidak seperti Arjun yang sebenarnya.


melelahkan sekali rasanya bagi Arjun, harus berpura-pura menjadi orang lain. namun Arjun terpaksa melakukannya demi kebaikan bersama.


walau umur Arjun sudah menginjak hampir 30 tahun, namun dirinya masih terlihat seperti umur 22 tahun. ia nampak tampan dan masih terlihat masih muda. hingga kini, Arjun belum memutuskan untuk menikah. sebab hatinya masih untuk Rindu. rasanya masih bertahan hanya untuk Rindu, ya. hanya Rindu.


saat Arjun akan berjuang untuk segalanya, Rindu malah menghancurkan harapan Arjun. dengan menyatakan cinta pada Arya kala itu.


Arjun yang berusaha ingin merubah takdir demi Rindu, namun Rindu menghancurkan perjuangan Arjun. apa Rindu kira hal itu tidak menyakiti dirinya?


Arjun menghela nafasnya dan berusaha menepis fikirannya, ia tak ingin terjebak dalam masa lalu bersama Rindu. sebab kini Rindu sudah berpunya. apalagi dia adalah milik Arya, saudaranya sendiri!


"apa aku sudah gila, menginginkan istri saudaraku sendiri? " ucapnya.


Arjun hanya bisa geleng-geleng kepala menghadapi sikapnya. namun tak bisa di pungkiri jika dirinya masih mencintai Rindu. namun itu semua hanya sebatas Cinta dalam diam, tanpa harus memiliki.


terkadang mencintai tak harus memiliki, namun melepaskan orang yang kita cintai bersama orang lain adalah suatu kebahagiaan tersendiri. sebab mencintai bukan soal memiliki, namun melihat orang yang kita cintai bahagia bersama pilihannya. hal itu pula yang kini di lakukan oleh Arjun.


Arjun rela melepaskan Rindu untuk Arya, jika memang itu adalah kebahagiaan bagi Rindu.