BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
EPISODE 113 #BAYANGAN ARJUN


Arjun kembali di pertemukan dengan Thania, namun hingga detik ini keduanya belum jua menyadari bahwa mereka pernah bersama di masa lampau.


"Kenapa kau selalu menghalangi pandanganku, Thania? " Celetuk Arjun, kala berpapasan dengan Thania.


Thania mengernyitkan keningnya. " Lha, menghalangi bagaimana maksudnya, Pak? " Ujarnya.


"Kau selalu ada dimana pun aku berada. Sudahlah, sana pergi!! " Sahutnya seraya berlalu pergi.


Thania mengangkat sebelah bibirnya. " Iih, aneh sekali. " Gumamnya.


Thania pun berjalan ke ruang kerjanya, ia pun tak lupa menyapa teman kantornya.


"Hallo, semua! Apa kabar? " Sapanya, kemudian duduk di meja kerjanya.


Rama menghampiri meja kerja Thania. " Hy, Thania! Bagaimana kabarmu? " Tanyanya.


"Baik. " Sahutnya tanpa menoleh.


Rama terlihat mengetuk-ngetuk meja kerja Thania. " Mmmm, bagaimana jika nanti siang aku mengajakmu makan? " Ujarnya.


Rama adalah karyawan senior di kantor ini, sejak kedatangan Thania ia mulai menyukainya dan ingin dekat dengannya, namun ia takut jika Thania menolaknya hingga akhirnya ia pun memberanikan diri untuk mendekatinya.


"Aduh, kayaknya gak bisa deh, Kak! " Sahutnya.


"Tenang! Aku yang traktir ko. " Ucapnya.


Semoga dengan cara itu Thania mau makan siang dengan dirinya.


Thania nampak berfikir sejenak. " Mmm, okelah! " Sahutnya.


Mendengar jawaban Thania, Rama pun langsung tersenyum, kemudian kembali ke tempat kerjanya kebetulan Arjun pun menghampiri Meja kerja Thania.


Arjun langsung melempar laporan yang Thania berikan padanya tempo lalu dengan kasar.


Thania tersentak kaget, dan mengambil berkas tersebut seraya menatap Arjun. " Ada apa ini, Pak? " Tanyanya.


Arjun menatap tajam ke arah Thania. " Kau masih bertanya ada apa? Kau itu bodoh atau dungu, Thani! " Bentaknya dengan nada tinggi.


Mendengar Arjun yang terlihat marah, sontak saja seluruh karyawan memandang ke arah Arjun dan Thania.


"Kau lihat. Seluruh laporan yang kau berikan semuanya salah! " Lanjutnya.


Thania memeriksa laporan tersebut, dan seketika itu Thania membelalakkan matanya kala melihat laporan itu benar-benar salah.


"Kau sudah lihat? " Ujar Arjun.


Thania mengangguk. " Saya minta maaf, Pak! " Ucapnya lirih.


Arjun memalingkan wajahnya, kemudian kembali memandang Thania. " Kau dengar baik-baik, Thani. Aku tidak suka jika pegawai ku seperti mu dungu, ceroboh dan tidak teliti. Jika kau sudah bosan bekerja di sini, maka silakan pergi. Lagi pula aku memperkerjakanmu tidak cuma-cuma! " Ujarnya.


Mendengar ucapan Arjun yang seperti itu membuat Rama geram, ia pun mengepalkan tangannya. Ingin rasanya Rama membantu dan membela Thania di depan Arjun, namun apalah daya ia hanya seorang bawahan yang tidak memiliki kuasa apapun.


Dengan mata yang berkaca-kaca, Thania pun berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh. "Saya akan merevisi laporan ini, Pak. " Ucapnya lirih.


Arjun berlalu pergi tanpa menggubris ucapan Thania.


Terlihat wajah Thania yang terlihat murung. Ingin rasanya Thania menangis dan memaki Arjun, namun dirinya masih membutuhkan pekerjaan ini.


Usai kepergian Arjun, Rama pun kembali menghampiri Thania. " Than. Kau baik-baik saja, kan? " Tanyanya khawatir.


Thania mengangguk sembari tersenyum. " Iya, aku baik-baik saja! " Sahutnya berbohong.


Rama tahu bahwa Thania sedang berbohong, ia pun berusaha menghibur Thania hingga sebuah senyum pun nampak terbit dari bibir Thania.


"Jangan di dengar. Memang Pak Arjun orangnya seperti itu! Kau tahu kenapa Dia seperti ini? " Ucapnya.


Thania langsung memandang Rama, kemudian menggelengkan kepalanya.


Rama terlihat mengamati sekitar, di rasa aman kemudian Rama pun memandang Thania. " Dulu, dia pernah mencintai seorang wanita banyak hambatan dalam hubungan mereka! " Ucapnya lirih setengah berbisik.


"Lalu apa yang terjadi? " Tanyanya penasaran.


Sepertinya kisah Arjun menarik perhatian Thania.


" Hingga akhirnya mereka tak bisa bersatu, saat mereka ingin bersatu tiba-tiba saudara Pak Arjun juga mencintai wanita itu kemudian Pak Arjun merelakan wanitanya bersama saudaranya. Nah, katanya lagi saat Pak Arjun mengetahui semua kenyataan sebuah insiden pun terjadi... " Lanjutnya.


Thania tak hentinya memandang Rama dengan tatapan penuh tanya, ia benar-benar penasaran dengan cerita selanjutnya.


"Serius amat, Than! " Celetuknya sembari tersenyum.


"Apaan sih. " Sahutnya.


Tapi, tak bisa di pungkiri bahwa Thania benar-benar penasaran dengan kisah percintaan Arjun, namun anehnya ia merasa pernah ada dalam kisah ini tapi mana mungkin?


"Lalu apa yang terjadi selanjutnya? " Tanyanya penasaran.


Thania pun membulatkan matanya kala mendengar pernyataan dari Rama. " Apa! meninggal? Lalu, lalu? " Ucapnya.


"Ya, seperti yang kamu lihat, Than, Pak Arjun berubah jadi kaku. " Sahutnya.


Thania terlihat manggut-manggut, ia pun memaklumi kondisi Arjun saat ini. Pantas saja ia begitu kaku?


Tanpa Thania sadaru bahwa Rama telah kembali ke mejanya, dan Arjun telah berdiri di depannya. Rama mencoba memberitahu Thania, namun Thania begitu larut dalam fikirannya mengenai Arjun.


"Than. Thania! " Ucapnya.


Rama berusaha memberi kode pada Thania, namun Thania tidak menggubrisnya sama sekali.


"Thania!! " Bentak Arjun.


Hingga bentakan Arjun membuyarkan lamunan Thania, dan Thania pun tersentak kaget. "Pak, Arjun. Kapan datang, Pak? " Tanyanya basa basi.


Namun Arjun tak menjawab ucapan Thania, ia menatap Thania dengan tatapan tajamnya. " Apa aku menggajimu untuk melamun, Thania? Apa laporannya sudah selesai? " Ujar Arjun.


"Sudah Pak, Sudah. Sebentar lagi akan saya berikan ke ruangan Pak Arjun! " Sahutnya.


"Cepat jangan lama-lama! " Ujarnya seraya berlalu pergi.


"Gadis menyebalkan! " Gumamnya yang masih dapat di dengar oleh Thania.


Thania pun bisa menghela nafasnya dengan lega, kemudian Thania segera menyelesaikan pekerjaannya sebelum harimau yang berwujud Arjun itu memakannya hidup-hidup.


Selesai merevisi laporan Akhirnya Thania memberikannya pada Arjuna.


"Ini Pak, Sudah selesai! " Ujarnya seraya menyodorkan berkas.


Arjun meraihnya, dan melirik Thania sekilas kemudian memeriksa berkas tersebut.


"Oke. Berkasnya cukup baik. Kamu boleh keluar! " Titahnya.


Thania mengangguk, dan bergegas keluar dari ruangan Arjun.


"Tunggu, Thania! " Panggilan Arjun menghentikan langkah Thania, kemudian Thania berbalik arah.


"Ya, Pak. Ada apa? " Tanyanya.


"Ikutlah denganku. Kita meeting diluar! Kebetulan sekretaris saya sedang libur. " Ujarnya.


"Saya, Pak! " Ucapnya sembari menunjuk dirinya sendiri.


"Ya, jika bukan kamu siapa lagi? Apa di ruangan ini ada orang lain selain dirimu? " Ucapnya.


Thania menghela nafasnya sejenak, kemudian mengangguk. "Oke. " Sahutnya.


Kemudian Thania pergi dari ruangan Arjun untuk menyiapkan berkas-berkas yang di butuhkan selama meeting berlangsung.


"Aku juga. " Gumamnya.


Kini, Arjun dan Thania telah bersiap, kemudian keduanya naik ke dalam mobil milik Arjun.


Selama di perjalanan Arjun maupun Thania tidak terlibat obrolan apapun, mereka hanya berdiam dalam fikiran masing-masing.


Entah mengapa detak jantung Thania berdebar-debar saat dekat dengan Arjun? Ia merasa pernah sedekat nadi dengan Arjun, tapi dimana?


"Ya tuhan. Perasaan macam apa ini? " Batinnya.


Thania memandang wajah Arjun, dan memperhatikannya tiba-tiba sekelebat bayangan menghampiri fikirannya hingga membuat Thania begitu pusing.


"Kau kenapa? " Tanya Arjun, kala melihat keadaan Thania.


Thania hanya menggeleng. " Tidak, Pak. Hanya pusing sedikit! " Sahutnya.


Arjun tidak sengaja menjatuhkan benda hingga akhirnya Thania dan Arjun berniat mengambilnya, namun tiba-tiba tangan mereka saling bersentuhan membuat sebuah getaran di antara masing-masing.


"Getaran ini? " Batinnya.


Arjun merasa sebuah getaran yang sama saat dirinya bersama Rindu dulu, namun kini ia merasakan hal itu kembali saat bersentuhan dengan Thania.


Thania pun merasakan hal yang sama, seolah-olah ada sengatan listrik saat bersentuhan dengan Arjun. tiba-tiba sebuah bayangan itu kembali lagi, kini bayangan itu mulai terlihat jelas dan menampilkan wajah Arjun.


"Wajah itu? " Batinnya.


Untuk beberapa saat Arjun maupun Thania larut dalam fikiran masing-masing, hingga akhirnya Arjun tersadar dari lamunannya, dan melepaskan tangannya dari Thania.


"Sorry! " Ujarnya.


Thania mengangguk sembari memandang Arjun. " Siapakah Arjun ini sebenarnya? Dan ada hubungan apa aku dengannya? " Batinnya.


Sebuah tanda tanya besar terkait bayangan Arjun yang selalu muncul dalam fikirannya, namun hingga detik ini tak ada kejelasan mengenai hal itu.