
" STOP..." teriak seorang gadis berdiri disamping keduanya.
Seketika Raga menghentikan tangannya, dan menoleh ke samping.
" Tari.." ucap Raga menurunkan tangannya.
"Dia..." batin Alvin.
" Lu apa apaan sih Ga" kesal Wanita yang dipanggil Tari itu.
" Bukan gua Tari, dia yang salah" ucap Raga beralasan.
" Gua... lu nya aja yang dari tadi nyolot" bantah Alvin menatap Raga malas.
" Au.. kan kita yang datang lebih awal" ucap Dion membenarkan ucapan Alvin.
" Lu kan bisa pindah Ga, gk perlu berantem kek gini"
" Oke.. oke gua pindah" ucap Raga pergi meninggalkan mereka, diikuti dengan kedua temannya.
" Gitu kek dari tadi" ucap Dion.
" udah.. eh kalian anak baru kan" tanya temen tari yang bernama Airin. Membuat Tari menatap mereka satu persatu.
" Iya.." jawab Elang sekenanya. Sedangkan Alvin hanya tersenyum sambil melirik Tari.
" Yaudah, kalian ikut kita soalnya udah ditungguin sama kepsek" ucap Tari membuat mereka mengangguk.
" Oh iya kenalin nama gua Mentari Aulia, panggil aja.." ucapnya.
" Lia.." belum selesai Tari berucap, tiba tiba saja Alvin menyela, membuat Tari mengerutkan keningnya.
" Gua Alvin panggil aja Al" ucap Alvin seakan mengerti kebingungan tari.
" Lu.. lu bukannya yang kemarin kan" ucap Tari membuat Alvin sambil menganggukkan kepalanya.
" Oky.. panggil aja gua Tari" ucap Tari.
" Tapi gua rasa lebih nyaman panggil Lia sih" ucap Alvin tersenyum.
" Yaya terserah lu aja deh"
" Kacang... kacang" ucap Airin dan Elang bersamaan.
" oh iya kenalin juga nama gua Airin" ucapnya memperkenalkan.
" Gua Elang" ucapnya menyambut Airin.
" Gua Dion" ucap Dion menyela.
" Sit..." bisik Airin menyenggol lengan temannya yang sibuk mendengarkan musik.
" Hmm.." jawab temannya acuh.
" Kenalan dulu Napa" ucap Airin membuatnya memutar bola matanya malas.
" Sita" ucapnya berjalan berlebih dahulu, sedangkan dari tadi mata Dion terus menatapnya seakan ada ketertarikan.
" Menarik" batin Dion.
**Skip Dalam Kelas**
" Oke.. anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru" ucap seorang guru membuat kelas seketika heboh.
" Kalian Silahkan masuk" ucap guru itu, membuat Alvin, Dion dan Elang memasuki ruangan kelas itu.
"Ha.. mereka masuk dikelas ini" tanya Tari seakan tak percaya.
" B aja kali" timpal Sita.
" Yee.. lu mah dasar" cemberut Airin, seketika membuat mata sita membola dengan malas.
Sementara di sudut ruangan, seorang pemuda terus menatap Alvin dengan tajam, apalagi saat melihat Alvin dan Tari saling melempar senyum. siapa lagi kalau bukan Raga.
" Bisa diem gak sih" pekik Raga membuat kelas seketika hening.
" Alvin.." ucap guru tadi membuat Alvin seketika tersadar.
" Iya Bu.." ucap Alvin.
" Kamu boleh duduk, dikursi dibelakang Tari" seketika Alvin langsung menyusul Dion dan Elang yang ternyata sudah lebih dulu duduk.
Selesai perkenalan, kelas kembali hening dengan guru yang menerangkan materi pembelajaran mereka. Hingga tak terasa bel istirahat berbunyi nyaring membuat aktivitas mereka selesai.
" Baik anak-anak, silahkan rapikan buku kalian sekian dan terimakasih " ucap guru tadi lalu meninggalkan kelas.
" Kantin yuk" ajak Airin kepada Tari.
" Ayo.. Sit" ucap Tari seketika Sita langsung berdiri karna memang perutnya lapar.
" Kita boleh bareng gk" tanya Alvin berdiri membuat Tari menoleh.
" Boleh.. yuk" ucap Tari membuat Alvin tersenyum.
Sesampainya di kantin
Seketika seisi kantin mulai heboh dengan kedatangan makhluk tampan bersama ketua OSIS dan kedua temannya.
Raga yang melihat mereka bersama, dibuat semakin emosi hingga sendok yang ditanganinya tiba-tiba saja patah, membuat Saka dan Andra menahan Raga.
" Ngapain mereka bareng sih" kesal Raga.
" Sabar Boss, jangan buat onar disini apalagi ada Tari" ucap Andra mengingatkan Raga.
" Ah.. Sialan" kesalnya membuang garpu yang sudah patah tadi.
Sementara itu
" Gk mau terimakasih gitu" ucap Alvin setengah berbisik pada Tari yang tingginya sebahu Alvin.
" ohh.. ceritanya gk ikhlas nih, hmm" ucap Tari dengan nada pura pura merajuk.
" Ikhlas sih tapi gua ngarep" ucap Alvin sambil terkekeh.
" Hmm, gimana yaa.. yaudah deh makasih Alvin" ucap Tari menatap Alvin membuat Alvin semakin terkekeh, sehingga membuat siapa saja akan terpesona apalagi melihat lesung pipinya.
" terimakasih doang nih" gurau Alvin sambil menarik turunkan alisnya.
" lah terus apa dong" bingung tari.
" Traktir gua" bisik Alvin.
" iya deh iya, serah lu mau makan apa" kini tari balas berbisik.
" Gk" kekeh Alvin lagi.
" Haa.." Tari menatap Alvin sambil mengerutkan keningnya.
" Gua maunya"
Bersambung.......