BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
EPISODE 76


keadaan Arjun mulai membaik, namun belum sepenuhnya pulih. ia masih terlihat lemah dan belum sadarkan diri.


dengan telaten Arya terus merawat Arjun dan Rindu. ia melakukannya dengan suka rela tanpa paksaan.


"cepat sembuh Arjun! ". ucap Arya.


Arya mendekat dan mengobati luka Rindu. ia menempelkan dedaunan dan meminumkan ramuan buatannya pada mulut Rindu.


kala Arya memandang wajah Rindu, seperti ada desir halus yang menghampirinya. namun Arya sekuat tenaga menepis rasa itu. ia harus mengalah dan merelakan Rindu untuk Arjun, walau hatunya akan terluka.


"entah mengapa setiap melihatmu detak jantung ini, hati ini dan raga ini selalu ingin dekat denganmu, Rindu. kau selalu ada dalam setiap helaan nafas dan dalam setiap langkah kaki ini!! ". gumam Arya


Arya hanya bisa tersenyum getir, kala mendapati kenyataan bahwa Cintanya akan bertepuk sebelah tangan. ia hanya menyimpan perasaannya dalam hati, dan mungkin saja Arya mencintai Rindu sendirian, tanpa Rindu ketahui.


"kamu tahu tidak, Rindu. mencintaimu seorang diri sangatlah melelahkan. ibarat kata kau adalah rembulan dan aku bumi, kau tak bisa aku gapai dengan tangan ini. kau juga tahu, Rindu. apa yang paling aku takutkan di dunia ini? ya, aku takut terbunuh karna perasaan ini. jadi lebih baik aku kubur segalanya tentang dirimu dan aku akan mencoba melepaskanmu bersama Arjun! ". tutur Arya lirih.


Arya menitikan air matanya, kala mengatakan hal itu. segera mungkin Arya menghapus air matanya. ungkapan Arya sangatlah tulus. cinta yang Arya miliki merupakan ketulus hatinya.


Arya harus mengalah demi Arjun, ia tak ingin menjadi manusia Egois. bukan karna Arya takut, namun ini semua ia lakukan semata untuk menebus rasa bersalahnya terhadap Arjun.


"kau adalah makhluk sempurna yang tuhan Ciptakan di muka bumi ini, Rindu. namun sayang, tuhan tidak menakdirkanmu untuku. mungkin di kehidupan selanjutnya kita akan bersama!! ". ucap Arya, detik kemudian Arya menggelengkan kepalanya. kala menyadari kebodohan atas ucapannya. mengapa ia bisa berfikiran demikian.


"kau ini kenapa Arya, mengapa kau jadi seorang pejangga Cinta. kau itu siluman, tak pantas kau patah hati!! ". ucap Arya, ia merutuki kebodohannya.


Arya mulai menyalakan api unggun untuk memasak air dan sesuatu yang bisa dimakan. Arya memilih untuk berburu hewan yang berada di bukit tersebut.


Arya mencari seorang rusa untuk di jadikan makanannya, ia harus masuk ke dalam hutan yang sama sekali tak pernah dia masuki sebelumnya.


"masuk tidak, ya?? ". gumam Arya.


ada rasa ragu dalam hati Arya antara masuk ataupun tidak. ia takut jika ada hal yang berbahaya di dalam sana.


"masuk sajalah, lagi pula niatku untuk mencari makan bukan untuk mencari musuh!! ". ucap arya.


akhirnya Arya memberanikan diri untuk masuk ke dalam sana, ia pun sedikit waspada. takut jika ada ancaman yang menghadang jalannya.


"itu dia rusanya!! ". ucap Arya senang.


Arya mulai membuntuti Rusa tersebut, dan ketika Rusa itu lengah, dengan sigap Arya menombaknya dengan menggunakan tombak dari kayu yang sengaja di buat Runcing dibagian ujungnya.


"berhasil!! ". ucapnya girang.


namun kala Arya hendak mengambilnya, tiba-tiba ada tombak lain yang mengarah padanya. sontak saja Arya menghindar secepat kilat, sehingga tombak itu meleset dan tidak mengenai kulit Arya.


"siapa kau, keluarlah!! ". teriak Arya


namun tak ada sahutan atau pun orang yang menampakan diri dihadapan Arya. Arya mulai mencari-cari dengan ekor matanya.


"keluarlah, jangan jadi pengecut. jangan sembunyi dan tampakan wujudmu!! ". teriak Arya kembali.


hahahaha...


terdengar suara orang tertawa, namun tak ada penampakan. Arya mulai clingukan menacari asal suara yang begitu nyaring di telinganya.


"tunjukan wujudmu dan hadapi aku, jika kau berani!!! ". teriak Arya kembali.


Arya benar-benar dibuat geram dengan orang tersebut, ada suara tapi tak ada penampakan. apakah dia seorang hantu atau siluman.


"hahaha.. kau mencari ku, anak muda??? ". ucap suara, tiba-tiba munculah seorang pria berawakan menyeramkan dengan tubuh kerdil, rambut panjang yang nampak acak-acakan dan tubuh bau.


Arya menelan salivanya dengan susah payah, kala melihat penampakan di depannya. ia pun membulatkan bola matanya.


"k-kau, siapa kau?? ". tanya Arya


"harusnya aku yang bertanya siapa kau, beraninya kau masuk ke dalam wilayah kekuasaan ku dan mengambil milikku?? ". ia malah balik bertanya.


hahahaha...


"apa katamu, wilayah kekuasaan mu. kau tidak salah? ". ucap Arya sembari tertawa lepas.


"hentikan tawamu, apa yang salah jika aku penguasa hutan dan bukit ini?? ". tanyanya marah.


Arya menghentikan gelak tawanya dan memandang serius pada si kerdil tersebut. Arya nampak berjalan mengelilingi tubuh si kerdil.


"lihatlah, badanmu kecil, rambutmu acak-acakan, dekil dan tubuhmu bau sekali. uhhh!! ". ucap Arya, ia pun mengipasi hidungnya karena tidak tahan dengan bau yang di keluarkan dari tubuh si kerdil tersebut.


si kerdil terlihat sangat geram dan marah dengan kalimat yang di lontarkan oleh Arya. kalimat yang ucapkan oleh Arya merupakan penghinaan bagi dirinya sebagai penguasa bukit ini.


"kurang ajar, beraninya kau menghina diriku. rasakan ini!! ". ucapnya marah. ia pun meninju perut Arya dengan tangan mungilnya.


bugh...


"Awww, sakit sekali pukulanmu. kerdil!! ". ucap Arya sembari meringis dan memegangi perutnya.


"kau belum tahu siapa aku, anak muda. kau berani menantang ku. maka rasakan ini!! " ucapnya dan ia pun mulai mengeluarkan ilmu dalamnya.


Arya dibuat kaget dengan ilmu yang di miliki oleh si kerdil tersebut, ia menggunakan Ajian yang sakti dan tiada tandingannya.


"gawat, aku bisa mati!! ". gumam Arya.


Arya mulai dibuat kelimpungan oleh si kerdil tersebut, Arya pun mulai mundur beberapa langkah ke belakang, ia pun tak sengaja menginjak ranting pohon dan terjatuh ke tanah.


Brughh..


"tidak, tidak. jangan lakukan itu!! ". ucap Arya


namun si kerdil tidak menggubris ucapkan Arya, ia terus melangkah menuju Arya. sementara arya mulak di landa rasa takut, sebab Ajian yang digunakan tidak main-main.


"jangan... " teriak Arya.


"sudah terlambat, kau manusia sombong. kau harus matii...!!! ". teriaknya lantang.


"jangan...". teriak Arya.


blusssss.....


"aaaaaaahhhh.. tidaaaaakkkk.. ". teriaknya.


si kerdil terbang terpental beberapa meter dan langsung tersungkur di atas tanah.


Arya yang sudah menutup wajahnya dengan tangannya, sontak saja membuka matanya dan melihat apa yang terjadi.


"Arjun, kau... " ucap Arya, kala melihat siapa yang telah menolongnya.


Arjun tersenyum dan mengangguk pelan ke arah Arya.


Arjun menghampiri Arya, walau keadaan Arjun masih belum pulih dengan benar.


"dari mana kau tahu aku disini?? ". tanya Arya.


"nanti saja aku jelaskan, ayo cepat kita pergi. sebelum dia menyerang kita!! ". ucap Arjun, dan Arya pun mengangguk.


"keparaaatt, beraninya kau... " teriak Si kerdil kala melihat Arjun dan Arya hendak kabur. segera mungkin ia menghampiri mereka berdua.


"ayoalah, arya. pegang tanganku dan pejamkan matamu!! ". perintah Arjun, Arya melakukan apa yang di katakan oleh Arjun.


bluuusssshh...


Arya dan Arjun menghilang dengan sekejap dari dalam hutan tersebut.


"sialan, keparaattt kalian semua!!! ". teriak Si kerdil marah.


Si kerdil sangat murka dengan Arjun dan Arya. mereka begitu berani masuk ke dalam wilayahnya. padahal selama ini tidak ada yang berani menginjakan kakinya disini.