
bu wina mendekat ke arah menantunya, ia menatap lekat wajah yogi yang terlihat gugup.
"katakan! apa maksud dari anak muda itu? yogi! ". bu wina bergantian memandang yogi, dan Arya!
pak yogi hanya diam, tanpa menjawab pertanyaan dari mertuanya.
"katakan! ". bentak bu wina
pak yogi hanya mengangguk lemah, ia tak berani memandang wajah ibu mertuanya.
"aku tidak menyangka! kau begitu tega mengkhianati putriku, novi! ". ucap bu wina, ia memalingkan wajahnya ke arah lain dan terdengar isakan kecil.
pak yogi mencoba mendekati mertuanya. ia ingin menjelaskan semuanya. namun bu wina menyuruhnya agar berhenti dan jangan mendekat.
" bu, aku bisa jel.. " ucap yogi terpotong
"cukup, yogi! aku tidak ingin mendengar penjelasanmu. salah apa anakku padamu? dan kau! ". bu wina memandang ke arah arya, ia menghampiri arya.
"kau membunuh anakku! dengan begitu keji. salah apa anakku padamu? aku tidak mengerti, mengapa kalian begitu tega pada putriku hiks.. hikss! ". bu wina tak kuasa menahan air matanya, kemudian ia menangis dan Arjun segera memeluk neneknya.
Arjun melirik ke arah arya dan pak yogi! ia tersenyum menyeringai pada keduanya.
"kalian berdua sama saja! ". ucap Arjun
"apa yang kau ucapankan, Arjun? " ucap pak yogi, ia tak percaya dengan ucapan Arjun.
Arjun tersenyum miring ke arah pak yogi, ia melangkah mendekat pada pak yogi dan Arya.
" jangan pura-pura bodoh! kalian tau apa yang aku maksud? kau arya, kau yang telah membunuh Ibuku, dan penyebab masalah yang aku alami. dan kau pa pa, bahkan aku tidak sudi menyebutmu papa! kau adalah penyebab dari kematian mama dan awal dari segala bencana ini! ". ucap Arjun melirik ke arah pak Yogi, dan Arya.
"apa maksud dari ucapanmu, Arjun? ". ucap bu wina, ia tak mengerti dengan arah pembicaraan Arjun.
"biar aku jelaskan, nek! dia, yang jadi penyebab bencana ini datang! karna dia telah bersekutu dengan siluman. bahkan dia menikahi siluman, dan terlahirlah seorang anak iblis ". ucap arjun sembari menunjuk ke arah pak yogi.
bu wina, begitu kaget dengan penjelasan dari Arjun. ia tak percaya bahwa yogi serendah itu.
"apa benar bagitu, yogi? " ucap bu wina
pak yogi tak memperdulikan pertanyaan bu wina. ia menghampiri Arjun, dan berusaha memegang bahunya. namun Arjun menepisnya.
"bukankah, papa meminta maaf padamu soal itu. lalu, mengapa kau mengungkitnya kembali? ".
"ck.. apa kau pikir dengan meminta maaf semuanya akan selesai? apa kau bisa mengembalikan segalanya seperti semula? ". terlihat dada Arjun yang naik turun, menahan amarah.
Arya, yang dari tadi hanya diam kini ia berteriak karna jengah dengan pertengkaran keluarga ini.
"hentikan! ". teriak arya, sontak saja teriakannya membuat pak yogi dan Arjun yang sedang berdebat pun memandang ke arah Arya!
"cukup, Arjun! kau telah keterlaluan, kau menganggap dirimu malaikat. sementara kau menyamakan aku sebagai iblis? ". teriak Arya
"ck.. jika kau bukan iblis! lalu, apa? keturunan siluman atau lebih tepatnya setan. " Arjun tersenyum mengejek ke arah Arya.
Arya begitu marah dengan ucapan Arjun. bagaimana bisa, ia disamakan dengan iblis.
tak berapa lama kemudian, Arya memejamkan matanya. terlihat bulu-bulu halus mulai tumbuh. keluar tanduk dari kepalanya. matanya pun berubah menjadi merah menyala.
"aaaakkhh". Arya meraung dengan suara yang keras. sontak saja semunya menjadi takut kecuali, Arjun. ia terlihat santai dengan perubahan Arya.
"awas! Arjun. " teriak bu wina, berta yang lain.
Arya pun berusaha menyerang Arjun. namun arjun selalu berhasil menghindar dari serangan Arya.
Arjun mengeluarkan pistolnya, ia terlihat menyeringai ke arah Arya. ia pun bersiap menembak ke arah Arya. namun tembakan Arjun berhasil di gagalkan oleh pak yogi.
"jangan Arjun! ". pak yogi berusaha mengambil alih pistol yang dipegang oleh Arjun.
"jangan halangi aku! ". Arjun berusaha mempertahankan pistolnya. namun pak yogi berhasil merebutnya, untuk kemudian ia lemparkan.
Arjun terlihat marah dengan kelakuan papanya. sorot mata tajam, raut yang mulai merah karna amarah.
tak berapa lama, Arjun memejamkan matanya. ia pun berubah menjadi siluman.
Arjun dan arya pun terlibat perkelahian. bu wina dan keluarganya terlihat begitu cemas. mereka hanya bisa menonton tanpa bisa melerainya.
hingga pada akhirnya, Arjun tak kuat mengimbangi kekuatan Arya. hingga ia kalah dan kembali ke wujud manusianya. Arjun tersungkur ke lantai. tubuh Arjun penuh dengan luka, darah segar terlihat mengalir dari bibir dan tubuhnya.
"Arjuuuun! ". teriak bu wina beserta keluarganya. mereka hendak menghampiri Arjun. namun Arjun menghentikan mereka dengan gerakan tangannya. ia mengatakan seolah-olah, ia baik-baik saja.
Arya pun merubah wujudnya menjadi manusia kembali. ia pun melangkah menghampiri Arjun dan tersungkur ke lantai. Arya pun terlihat tersenyum miring ke arah Arjun.
"apa tadi katamu, Arjun? tidak mudah mengalahkanmu. lihatlah, bahkan kemampuanmu tidak ada apa-apa nya." ucap Arya, dihadapan Arjun. ia pun membalikan badannya. saat itu pula, Arjun melihat pistol yang tadi dilemparkan oleh papanya. Arjun bergegas mengambilnya, dan berusaha menembak Arya! kala arya lengah
dorr... dor..
"awas, Arya! ". teriak pak yogi, ia berlari ke arah dan akhirnya dirinyalah yang tertembak.
"aakkkhh ". rintih pak yogi, kala peluru menembusnya.
Arya, dan seluruh keluarga pak yogi. mereka terlihat begitu terkejut! dan mereka menutup mulut tak percaya.
sementara Arjun, tangannya tak berdaya. hingga pistol yang ia pegang dengan erat, jatuh dari genggamannya begitu saja.
"papa". gumam Arjun, ia pun berusaha mendekat ke arah papanya.
"papa". arya berlari ke arah pak yogi
"yogi ". teriak bu wina.
mereka semua menuju ke arah yogi, tersungkur. pak yogi masih memegang bekas tembakan di dadanya, ia berusaha kuat.
" papa". ucap arjun, ketika ia sudah didekat papanya, Arjun memeluk sang papa
"Aar-jun pa pa minta maaf! jika bukan karna papa mungkin kamu tidak akan seperti ini. mungkin saat ini, kau bisa menjalani hidup dengan normal. " ucap pak yogi dengan nada tercekat.
Arjun menggeleng, dan terlihat air mata jatuh di pipinya.
"Arya, papa juga minta maaf sama kamu! bukan papa membuangmu. tapi, keadaan yang memaksa papa melakukannya. " kini pak yogi memandang ke arah Arya.
"pa-pa harap, setelah kepergian papa. kalian bisa hidup dengan damai, uhuk.. kalian juga bisa saling menguatkan. bagaimana pun, kalian adalah saudara! " setelah mengatakan hal itu. tiba-tiba pak yogi menghembuskan nafas terakhirnya.
"papa.. " teriak Arya dan juga Arjun bersamaan.
suasana dirumah yogi berubah menjadi suasana yang penuh dengan duka. mereka menangis.
sementara Arjun dan Arya. mereka berdua menyesali tindakan bodoh yang mereka lakukan. jika perkelahian itu tidak terjadi, mungkin saat ini papanya masih hidup.
"maafka aku, pa! ". ucap Arjun dengan suara parau.
lagi dan lagi Arjun harus kembali dihadapkan dengan kenyataan pahit. kehilangan adalah hal yang Arjun benci. luka akibat kepergian sang mama, belum seutuhnya sembuh. kini, ia harus dihadapkan dengan kepergian sang papa. sebenci apa pun Arjun pada papanya, tak menutupi kemungkinan bahwa mereka saling menyayangi.