BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
ARJUN MENGETAHUI KENYATAAN


Tanpa tanpa henti. Sepertinya kemarahan tengah menghampiri Arya.


Beberapa kali Arjun tersungkur dan bangkit kembali, namun Arya masih saja tidak puas dengan semua itu.


"Jika aku tidak melawan, aku bisa mati! " Gumam Arjun.


Arjun pun bangkit, dan melayangkan tinju di wajah Arya. Kemudian Arya jatuh tersungkur, terlihat sudut bibirnya mengeluarkan darah.


"Persetan! " Teriak Arya marah.


Arya maju, dan hendak melayangkan tinjunya kembali, namun Arjun dengan sigap menangkap pukulan Arya. "Hentikan Arya! Apa yang kau lakukan? apa Kau fikir dengan menghajar dan menyakitiku, kau akan merasa senang? jika iya, maka lakukanlah! " Ucap Arjun.


Arjun pasrah, dan tidak akan melawan. Jika memang Arya akan membunuhnya saat ini juga. Arjun telah siap dengan segala kemungkinan yang terjadi.


Arjun menutup mulutnya, saat tangan Arya hendak melayangkan bogeman ke arahnya.


Brughh....


Tak lama kemudian, Arjun membuka matanya. Namun Arya tak melakukannya, Arya memukulkan tangannya ke arah tembok. Arjun begitu terkejut, kala cairan merah keluar dari tangannya.


Terlihat nafas Arya yang masih memburu menahan amarah. Arya pun melirik tajam ke arah Arjun.


"Apa yang kau lakukan, Arya? " Tanya Arjun.


Arya tersenyum miring. "Kenapa? bukankah ini yang kau inginkan? " Ucap Arya sinis.


Arjun menggeleng. "Apa yang katakan? ayolah, jangan menyakiti diri sendiri! " Ucap Arjun.


"Diam kau!! " Bentak Arya.


Akhirnya Arjun diam tak bersuara. Kemudian Arya berjalan mendekat dan mengelilingi tubuh Arjun. "Asal kau tahu Arjun, selama 2 tahun ini aku memang memiliki raga Rindu, tapi tidak dengan hatinya. Kenapa? sebab hatinya hanya untukmu! " Ucap Arya sembari menunjuk wajah Arjun.


Arya menghela nafasnya, kemudian melanjutkan ucapannya. "Dan dalam kisah ini, hanya akulah yang mencintai Rindu sendirian. Hanya aku! aku yang harus menanggung segala kesalahanmu di masa lalu, Arjun. Aku.. "


"Sudahlah, Arya. Hentikan ocehan mu! " Sela Arjun, Arjun mulai tidak mengerti dengan ucapan Arya yang terkesan bertele-tele.


"Aku belum selesai! jangan memotong ucapanku! " Ucap Arya.


Arjun pun menghela nafasnya dan kembali terdiam.


Kemudian Arya melanjutkannya. "Aku yang paling terluka dalam kisah ini. Aku adalah seseorang yang paling tidak beruntung dalam kisah ini, dan kau tahu? tentang Mario? Dia adalah... "


"Dia adalah Putramu, Arjun!! " Teriak seseorang memotong ucapan Arya.


Sontak saja Arya dan Arjun menoleh ke arah suara. Arjun begitu terkejut melihat Rindu yang sudah berada di ambang pintu. Namun tidak dengan Arya, ia hanya bisa tersenyum miris.


"Rindu! " Gumam Arjun lirih.


"Sudah ku duga! " Gumam Arya miris.


Arya tahu Rindu akan menyusulnya kesini. Namun pertanyaan besar tengah menghampiri Arjun, apa maksud dari ucapan Arya dan Rindu bahwa Mario adalah Putranya?


"Katakan padaku, apa maksud ucapan kalian? " Tanya Arjun seraya melirik Arya dan Rindu bergantian.


Rindu menghampiri Arjun, seraya meneteskan air matanya. "Ya, Arjun. Mario adalah Putramu! Putra kita. " Ucap Rindu menjelaskan.


Arjun membulatkan matanya. " Apa? bagaimana mungkin? " Tanya Arjun tidak percaya.


Lagi-lagi Arya hanya bisa tersenyum miris melihat pemandangan di depan matanya. pertemuan yang begitu mengharukan bagi Rindu dan juga Arjun.


Arya bertepuk tangan. "Wah, wah. kalian begitu hebat! yang satu pandai menyembunyikan dan yang satu melarikan diri! " Sindir Arya.


"Apa maksudmu, Arya! " Cecar Arjun.


"Kau menghamili Rindu, tapi aku yang harus menikahinya! " Ucap Arya.


Arjun melirik ke arah Rindu. " Apa maksudnya? katakan! " Ucapnya.


"Apa kau tidak ingat dengan kejadian itu Arjun? " Tanya Rindu.


Arjun memaksa otaknya untuk berfikir keras tentang kejadian itu. Fikirannya melayang pada kejadian di masa itu.


Sebelum pertunangan antara Arjun dan Clara di laksanakan. Arjun diam-diam datang menemui Rindu.


"Mau apa kau kemari? " Bentak Rindu.


"Aku mencintaimu, Rindu! " Ucap Arjun sungguh-sungguh.


Rindu menggeleng. "Tidak. kau berbohong! pergi kau dari sini! " Teriak Rindu.


"Rindu, aku mencintaimu. Aku ingin memilikimu seutuhnya! " Ucap Arjun lirih.


Arjun melakukan sesuatu yang tidak seharusnya ia lakukan. Karna Arjun terlalu terobsesi dengan Rindu, sehingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkan tujuannya.


Rindu menangis sesenggukan. " Kau jahat, Arjun!! " Ucap Rindu lirih.


Arjun menunduk seraya menghela nafasnya. " Maafkan aku, Rindu. Tidak ada cara lain selain cara ini! " Sahut Arjun menyesal.


Arjun melepaskan dirinya dari Rindu, kemudian turun dari ranjang dan lekas memakai kembali pakaiannya. Arjun melirik Rindu sekilas, kemudian mencium keningnya. " Maafkan aku! " bisiknya.


Rindu tak merespon ucapan Arjun, ia masih saja menangis. Rindu tak menyangka, jika Arjun melakukan ini padanya.


Arjun melangkah pergi, namun saat di ambang pintu Arjun berbalik dan tersenyum ke arah Rindu. "Semoga ada Arjun junior, agar aku segera menikahimu! " Ucap Arjun, kemudian ia benar-benar pergi.


Arjun pun tersadar dari lamunannya, ia baru mengingat segalanya. Arjun tak menyangka, jika Arjun hamil oleh perbuatannya.


Arjun menatap Rindu nanar. "Jika saat itu kau hamil. Lalu kenapa kau tidak memberitahuku, Rindu? " Ucap Arjun.


Rindu mengangkat wajahnya. " Bagaimana aku bisa mengatakannya? sementara kau pergi begitu saja tanpa kabar! " Sahut Rindu.


Arjun mengusap wajahnya. Ia memang salah, sebab telah pergi meninggalkan Rindu. Namun semua ini bukan reel kesalahannya. Arjun pergi sebab kesalahan Rindu juga!


"Ja-jadi Mario.. " Arjun menggantung ucapannya.


Rindu mengangguk sembari tersenyum. "Ya, dia adalah Putra kita! " Sahut Rindu.


Arya muak melihat drama yang ada di hadapannya. "Hentikan, drama kalian! " Ucap Arya.


Arjun dan Rindu pun menoleh ke arah Arya. Arjun dapat melihat kemarahan di wajah arya.


Arjun menghela nafasnya, kemudian melirik Arya dan Rindu bergantian. "Baiklah. Aku mengakui kesalahanku, untuk itu aku minta maaf! " Ucap Arjun menyesal.


"Ckck! " Decaknya.


Rindu menghampiri Arjun, ia pun memegang tangan Arjun. melihat hal itu hati Arya mulai terasa memanas.


"Lepaskan tanganmu, Rindu. Aku mohon! " Perintah Arjun seraya melepaskan genggaman Rindu.


Rindu membulatkan matanya. "Lalu bagaimana dengan janjimu, Arjun? " Tanya Rindu.


Arjun menghela nafasnya. " Maaf, Rindu. sepertinya aku tidak bisa memenuhi janjiku padamu! lagi pula sekarang kau sudah memiliki laki-laki hebat seperti Arya. Ia akan yang akan melindungi dan menyayangimu melebihi aku! " Ucapnya seraya melirik Arya.


Arya memalingkan wajahnya dari Arjun. Sementara Rindu, ia hanya menggeleng. "Tidak. Aku hanya ingin kau dan bukan Dia" Jeritnya seraya melirik Arya.


Arya mengepalkan tangannya marah, terlihat dadanya naik turun menahan amarah.


Arjun tersenyum. "Terkadang kau harus belajar menerima sesuatu yang tidak kau sukai, dan belajar mengikhlaskan sesuatu yang tidak di peruntukan untukmu! harusnya kau bersyukur memiliki Arya, Rindu. Bayangkan, dimana akan kau temui laki-laki sebaik dia! yang menerima perempuan hamil Kemudian menikahinya. Bahkan dia bertahan selama 2 tahun dengan harapan kau berubah. Apa Dia pernah meminta haknya padamu? tidak kan? " Ucapnya seraya berjalan menuju Arya.


"Lihatlah Arya dalam sisi yang lain, maka kau akan menemukan betapa baiknya dia. Betapa ia sangat mencintaimu. Aku memang mencintaimu, tapi itu dulu. Tidak untuk saat ini, esok atau pun nanti. Bahagialah bersama Arya, Rindu. Maaf atas kesalahanku di masa lalu, dan aku akan mengakui Mario sebagai Putraku" Lanjutnya.


Rindu menggeleng, ia tak terima dengan apa yang Arjun ucapkan. Dimana janjinya dulu? Dimana kata-kata manis yang dulu Arjun ucapkan untuknya? semuanya telah sirna terbawa angin lalu!


Arya menatap tajam ke arah Arjun. "Hentikan bualan dan omong kosongmu, Arjuna! " Ucap Arya geram.


Arya geram mendengar omong kosong yang Arjun katakan. Kupingnya terasa panas, Arya tahu Arjun hanya berpura-pura membela dirinya, Padahal di belakang Arjun menginginkan Rindu.


Arya mengeluarkan senjata api miliknya, Arjun terkejut saat senjata itu mengarah padanya. "Arya, apa yang akan kau lakukan? singkirkan itu dariku! " Perintah Arjun.


Arya tersenyum miring. "Kenapa, Arjun? apa kau takut? " Ucap Arya sinis.


Arjun menggeleng, dan mundur beberapa langkah. "Tidak, Arya. Jangan bertindak bodoh! " Ucapnya.


Kini Arya mulai mengarahkan senjatanya ke arah Arjun dan bersiap melepaskan pelurunya.


Arya tersenyum senang saat akan menembak, dan Arya meluncurkan satu tembakan.


"Awas, Arjun!! " Teriak Rindu.


Rindu yang melihat itu pun, berlari menuju Arjun. Akhirnya Rindulah yang harus tertembak dan bukan Arjun.


Seketika dunia terasa gelap bagi Rindu, tak lama kemudian tubuh Rindu ambruk ke lantai.


Arya dan Arjun pun memandang Rindu. Mereka berdua berlari ke arah Rindu.


"Rindu!! " Pekik keduanya.