BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
EPISODE 95


kini, Andrew telah memulai kehidupannya di kota Bandung sejak beberapa bulan terakhir. dirinya merasa nyaman disana. ia pun belum berniat untuk kembali ke kota kelahirannya.


bukan karna Andrew telah mendapatkan tambatan hati, namun ia berusaha menjauh dari kehidupannya dulu.


jika Andrew kembali, maka rasa Rindu dan Cintanya akan semakin besar.


walau Andrew hanya bisa memperhatikan sebuah foto yang selalu yang bawa kemana pun ia pergi.


seperti saat ini, Andrew tengah memandang foto dalam dompetnya. " kesalahan ku adalah mencintaimu, namun aku tak tahu kenapa aku bisa mencintaimu? aku ingin melupakanmu, namun rasa ku selalu bertahan dan selalu tetap sama seperti dulu! andai kau tahu betapa besarnya cinta ini, mungkin kau takan pernah memilih dia! " ucapnya.


Andrew melihat foto itu sebagai rasa melepas kerinduannya pada wanita itu. dalam hati kecilnya, ingin rasanya dirinya memeluknya, menciumnya dan mengatakan segalanya. namun semuanya sudah terlambat, sebab kekasihnya sudah berpunya.


Andrew sadar, ini semua adalah kesalahannya. ya, ini adalah kesalahannya sudah meninggalkannya begitu lama.


"aku harus tetap melanjutkan hidupku! jika aku terus begini, maka aku akan terperangkap dalam bayanganmu! " ucapnya.


Andrew mulai menyalakan korek api, ia pun membakar Foto dalam genggamannya. ia tak ingin lagi mengingat masa lalu. sebab itu semua hanya akan menyakiti dirinya saja.


foto itu telah hangus menjadi abu, Andrew hanya bisa menghela nafasnya. ia terpaksa melakukan hal itu demi kemajuan dan kebahagiaan orang lain.


jujur rasa yang Andrew miliki sangat menyiksa dirinya, rasa ini begitu membunuhnya. bagaimana mungkin, ia hidup dengan bayang- bayang masa lalunya. ingin rasanya Andrew berkelana cukup jauh, namun hal itu tak mungkin ia lakukan.


Andrew menikmati bekerja di kota barunya., walaupun semuanya terasa baru, namun hal itu lebih baik. Andrew juga tipe orang yang mudah bergaul dan gampang akrab dengan orang-orang. maka, tidak sulit baginya mendapatkan seorang teman.


hari ini adalah jadwal Arya pergi ke Bandung. ia harus turun langsung ke lokasi. Arya harus memantaunya sendiri.


"jika pun aku terus di rumah semuanya akan tetap sama. aku akan tetap sendiri dan bagaikan seorang bujangan yang tak punyaku istri. ini itu aku lakukan sendiri! jangankan melayaniku, memberiku sekedar kopi saja tidak pernah! ah, Rindu. terlalu banyak kekuranganmu, namun bodohnya aku selalu mencintaimu!! " ucapnya.


Arya berpamitan pada Rindu untuk pergi ke Bandung selama beberapa hari kedepan.


"aku akan pergi selama beberapa hari! jaga kesehatan mu! " ucap Arya dingin.


Rindu mengangguk, ia pun tak melarang Arya untuk pergi. padahal Arya ingin Rindu menghalangi niatnya.


Arya menghela nafasnya seraya berjalan menuju mobilnya.


"kau tidak peka atau pura-pura, Rindu. " ucapnya lirih.


Rindu merasa senang dengan kepergian Arya. itu Artinya Rindu akan bebas mencari keberadaan Arjun. Rindu akan menyelidiki Andrew, karna Rindu yakin! bahwa Andrew adalah Arjun.


"ini adalah kesempatan! " gumamnya dalam hati.


Arya pun pergi menggunakan mobilnya menuju kota Bandung. " mencintai seorang diri tidaklah menyenangkan, aku harus berjuang dengan cinta ini sendirian! " ucapnya.


1 jam berlalu, setelah kepergian Arya. kini Rindu pun pergi! ia menuju kantor Margaretha Grup untuk mencari keberadaan Andrew disana.


Rindu melangkah masuk ke dalam kantor, kemudian menanyakan ruangan Andrew.


"maaf, Mbak! cari siapa? " tanya Resepsionis.


"Andrew! " sahut Rindu.


"maaf, Mbak. sepertinya Pak Andrew sudah tidak bekerja disini lagi. beliau sudah di pindahkan ke kantor cabang sejak beberay bukan terakhir ini!! " tuturnya.


Rindu membulatkan matanya. "apa? di pindahkan? " tanya Rindu.


Rindu memutuskan untuk pergi menuju apartemen temen milik Andrew, setelah mendapatkannya dari Resepsionis.


"aku harap ada jejak mu disana, Andrew! " ucap Rindu.


Rindu berharap Andrew meninggalkan jejak, yang akan membawanya menuju kebenaran tengang insting yang ia miliki.


Rindu telah sampai di apartemen milim Andrew, namun sayangnya Rindu tak bisa membukanya. pintu kamarnya menggunakan password.


Rindu beberapa kali membukanya, namun tidak berhasil.


"ah, bagaimana ini? apa pasword nya? " ucap Rindu gelisah.


Rindu mencoba memasukan tanggal lahirnya sendiri.


Rindu memencet tombol dan mencocokkannya dan pintu pun seketika terbuka. Rindu tersenyum, ini adalah langkah pertama bahwa Andrew adalah Arjun.


"kau Arjun, sebab tidak mungkin orang lain tahu tanggal lahir ku! " ucap Rindu senang.


Rindu masuk ke dalam apartemen, ia pun menelusuri setiap sudut mulai dari ruang tamu hingga kamar pribadi Andrew.


di ruang tamu, semuanya nampak biasa saja. tak ada hal yang mencurigakan. Rindu menelusuri kamar Andrew.


namun Rindu tak menemukan apapun disana. hingga ia menemukan sebuah surat cinta yang sengaja di tulis oleh Andrew yang di tujukan untuk seseorang yang begitu istimewa.


dalam diam aku merindukanmu, dalam sujud aku selalu menyebut namamu. dalam setiap langkah ku selalu ada kamu. helaan nafas ini hanya untuk mu. aku merindukan saat-saat indah bersamamu. saat dimana kita saling mencintai dan saling berbagi.


aku kembali mengingat hari lalu tentang aku dan kamu. tentang hal-hal yang belum kita sepakati dalam cinta. aku pernah mencintai mu dengan Teramat dalam. hingga aku membiarkan diriku jatuh tenggelam dalam cinta yang perlahan membunuhku. orang yang aku cintai pelan-pelan menusuk jantungku.


ia berkhianag atas segala apa yang telah susah payah aku perjuangkan. ia mencampakkan aku dan memilih orang lain sebagai gantinya, kemudian melarikan diri dariku. ia terbang menjauh meninggalkan diri ini. ia menghilang setelah perasaan sayang ini sekarat, sebab ia bunuh. katanya, aku bukan lagi orang yang ia cinta. waktu itu yang aku tahu hanya sebuah cinta. hingga aku terjatuh dalam sebuah jurang kehancuran.


Rindu Sampai meneteskan air matanya, kala membaca surat yang di tulis oleh Andrew! Rindu semakin yakin, bahwa Andrew adalah Arjun. lelaki yang selama ini ia Rindukan.


namun sayang, Rindu tak tahu dimana keberadaan Andrew saat ini. kisahnya seakan rumit. benar kata Rindu, bahwa Arjun adalah sebuah kisah yang tak pernah usai.


Rindu selalu menunggu kehadiran Arjun kembali. ia selalu menunggu hari itu, namun sayang! Arjun malah semakin menjauh darinya.


semua yang terjadi adalah kesalahannya. adalah kebodohan yang Rindu ciptakan sendiri. ia telah salah!


"kembalilah, Arjun! " ucapnya lirih.


Rindu mencari-cari sesuatu tentang Andrew, agar keyakinannya semakin bertambah. Rindu membuka satu persatu laci yang berada di kamar Andrew. hingga Rindu menemukan sebuah kotak! Rindu membuka kotak itu, dan melihat isi di dalamnya.


Rindu meraih sebuah KTP, Disana tertulis dengan nama Arjuna Pratama!


kemudian banyak hal-hal lain yang menyangkut dengan nama Arjuna.


"benar dugaanku Selama ini, bahwa kau adalah Arjuna dan bukan Andrew! " ucap Rindu senang.


Rindu segera memasukkan identitas Andrew ke dalam tas kecil miliknya, itu semua untuk bukti jika seandainya Andrew atau Arjuna beralasan.


Rindu segera pergi dari apartemen setelah mendapatkan apa yang dia butuhkan. Rindu mulai merasa tak nyaman dengan perut buncitnya.


Rindu akan mencari keberadaan Arjuna lain kali saja, saat ini Rindu hanya ingin pulang. untuk kemudian beristirahat, sebab rasanya lelah dan berat saat menghadapi trimester terakhir kehamilan.