
rindu, dan juga Arjun telah sampai dikantornya. kemudian rindupun turun dan diikuti oleh Arjun. hal itu dilihat oleh Clara yang baru saja datang kekantor.
"dasar ******. mencari kesempatan pada Arjun". gerutu Clara, dan ia mendapatkan ide yang bagus untuk membuat rindu menjauhi Arjun.
Clarapun melintas dihadapan Arjun, ia tersenyum ke arah Arjun. namun, seketika itu tubuhnya hampir terjatuh. beruntung ada Arjun disana, Arjun menopang tubuh Clara. hingga terjadi adegan yang membuat rindu terbakar cemburu. bagaimana tidak, Arjun memegang pinggang Clara, begitupun dengan Clara memeluk erat tubuh Arjun. rindupun berdehem. hingga membuat Arjun melepaskan pelukannya.
"ehemmmmz". rindu sengaja berdehem. hingga arjun, dan Clara pun melirik ke arahnya. rindupun langsung pergi meninggalkan Arjun dan juga Clara. sontak saja Arjun mengejar rindu dan meninggalkan clara. Clara pun tersenyum, karna ia berhasil membuat rindu cemburu. ia pun masuk kedalam kantor.
"rindu.. tunggu". Arjun mengejar rindu. namun, rindu tak berhenti. ia malah berjalan dengan cepat sambil sedikit berlari. namun, langkahnya terhenti, ketika Arjun berhasil mencekal tangan rindu. dan membuatnya berbalik ke arah Arjun. rindupun tak sengaja memeluk Arjun. Arjun hanya tersenyum dan membisikan sesuatu tepat ditelinga rindu.
"kamu cemburu". bisik Arjun pada rindu. bisikan Arjun membuat bulu Roma rindu meremang.
"tidak". ucap rindu sembari berusaha melepaskan dirinya dari pelukan rindu.
"benarkah, tapi kamu terlihat begitu cemburu". ucap Arjun sembari memindai wajah rindu.
rindu tak menjawab ucapan arjun. rindupun melepaskan dirinya dari pelukan Arjun. kemudian rindu pergi meninggalkan Arjun sendiri diluar kantor.
Arjun hanya menggelengkan kepalanha sembari tersenyum melihat peragai rindu. ia tahu bahwa rindu tengah cemburu. namun, ia berusaha menyembunyikannya.
"kau pembohong ulung rindu". ucap Arjun sembari tersenyum. dan masuk kedalam kantor menuju ruangannya.
Arjun duduk dikursi ruangannya, dan mulai bekerja seperti biasa. namun, tiba-tiba rasa kantuk menghampirinya, Arjun pun menjadi tak fokus untuk bekerja. iapun keluar dari ruangannya untuk membuat kopi sendiri.
ia pun pergi membuat kopi, setelah selesai membuat kopi, Arjun pun kembali keruangannya. ia bisa sedikit fokus kembali pada pekerjaannya.
sore hari pun tiba. waktunya semua karyawan pulang. namun, berbeda dengan rindu. ia masih mengerjakan pekerjaannya. karna Clara sengaja menambahkan pekerjaan rindu. agar ia tak bisa pulang bersama Arjun.
ketika semua orang telah pergi meninggalkan kantor, hanya rindu yang yang masih bekerja sendirian Disana. ia pun melirik jam tanganya. waktu sudah menunjukkan pukul 20: 30 malam. ia harus segera pulang. namun, pekerjaannya masih sangat banyak.
"kalau menunggu kerjaan selesai pasti aku akan pulang tengah malam". ucap rindu sambil sesekali melirik jam tanganya.
rindupun berhasil menyelesaikan pekerjaan nya. ia pun melirik jam tangannya. sudah pukul 22:00
"ah pasti jam segini gak akan ada angkutan umum". ucap rindu sembari berjalan keluar dari kantor. dan benarnya semuanya sudah sepi, tak ada kendaraan berlalu lalang disana.
ketika rindu sedang menunggu kendaraan lewat. tiba-tiba seseorang datang dari arah belakang. sontak saja rindu sangat terkejut, jantungnya hampir copot.
"ya tuhan, kamu ko ngagetin aku sih! gimana coba kalo jantung aku copot". gerutu rindu pada pria yang tengah berdiri disampingnya. namun, pria tersebut hanya terkekeh geli mendengar Omelan yang keluar dari mulut rindu.
"aku minta maaf". pria tersebut terlihat menyesal dan menggaruk kepalanya yang tak gatal. namun, rindu tak menjawab permintaan maaf dari pria tersebut.
"lagi nunggu, kendaraan ya". ucap pria tersebut. namun, lagi-lagi rindu hanya meliriknya sekilas dan fokus melihat kendaraan yang lewat.
"yaudah, aku antar kamu pulang. lagian ini udah malam". ucap pria tersebut yang tak lain adalah Arjun. ia sengaja belum pulang, karna menunggu rindu.
"aku sengaja nunggu kamu". ucap Arjun sembari tersenyum ke arah rindu.
"ngapain nungguin aku segala. lagian aku bukan siapa-siapa kamu juga, kan! ". ucap rindu.
"siapa bilang kamu bukan siapa-siapa aku! buktinya kamu kerja dikantor milik ku". ucap Arjun kembali. ia sengaja berpura-pura tak mengerti maksud ucapan rindu. ia hanya ingin melihat ekspresi rindu. dan benar saja rindu terlihat menghela nafasnya, dan bergumam. namun, masih bisa didengar oleh Arjun.
"dasar gak peka". ucap rindu.
Arjun yang mendengar rindu menggerutu pun tersenyum. ia suka membuat rindu cemberut, karna baginya ia begitu menggemaskan. ketika sedang marah.
"ini bukan waktu yang tepat, untuk mengungkapkan perasaanku". Arjun bergumam dalam hatinya.
"yaudah, ayo! kita pulang. gak baik cewek lama-lama diluar, nanti takutnya ada yang nyulik, lho! ". Arjun mencoba menakuti rindu. namun, rindu tak peduli.
"mana ada yang mau nyulik cewek kayak aku". ucap rindu.
"ada" . ucap Arjun
"siapa? ".
"si lu man". Arjun berbisik ditelinga rindu. membuat rindu sedikit bergedik ngeri.
"apaa? si lu man? ". ucap rindu, terlihat ia begitu ketakutan mendengar kata siluman.
"iya siluman, siluman tampan kayak aku, hahahaha". Arjun pun tertawa lepas, setelah mengatakan itu. namun, hal itu lagi-lagi membuat rindu cemberut.
"udah ah, jangan cemberut terus, nanti cantiknya ilang, lho! ". ucap Arjun, seketika itu pula rindu tersenyum karna ucapan Arjun.
Arjun pun membukan pintu mobilnya dan menyusuh rindu untuk masuk. rindu dan Arjun pun masuk kedalam mobil. dan mereka menikmati malam yang bertabur dengan bintang. rindu menikmati pemandangan yang menurutnya indah. Arjun sesekali melirik ke arah rindu, yang ada disampingnya. ia pun tersenyum ketika melihat rindu tersenyum.
"kamu laper gak? ". ucap Arjun, karna jujur saja ia merasa lapar.
rindupun menganggukan kepalanya, dan Arjun pun menepikan mobilnya ditepi jalan. tujuan Arjun adalah warung pecel lele. Arjun tak sungkan makan dipinggir jalan, asal menurutnya enak. maka, itu gak jadi masalah. rindupun melongo dengan tingkah Arjun. ia tak percaya bahwa orang kaya seperti Arjun mau makan ditempat lesehan seperti ini.
"kamu gak salah? makan disini!". ucap rindu tak percaya.
"tidak, memangnya kenapa? kamu gak suka makan ditempat seperti ini? ". Arjun malah bertanya pada rindu.
"tidak.. tidak, bukan gitu. tapi, aku heran aja. kamu kan kaya masa mau sih makan ditempat kayak gini". rindu pun kagum dengan Arjun.
"lalu, aku harus makan dimana? direstoran ? gak ada bedanya, disini ataupun disana. menurut aku yang penting enak". Arjun berkata, dan melangkahkan kakinya menuju tempat makan tersebut, rindupun mengikuti langkah Arjun. merekapun memesan 2 porsi pecel lele+ nasi, dan 2 gelas teh manis hangat.
setelah pesenan mereka datang, kemudian mereka menikmati nya. terlihat Arjun begitu lahap memakan makanannya, begitupun dengan rindu. mereka asyik menyantap makan malam mereka di tempat lesehan tersebut.