BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
ARYA DAN YOGI


Arya datang menghampiri ruangan tempat dimana Yogi di rawat, nampaknya hingga saat ini Yogi belum sadarkan diri.


"Lihatlah, apa yang bisa kau lakukan? " Ucap Arya lirih.


Arya memperhatikan Yogi dari luar, ia hanya ingin melihat kondisi Yogi saja. Bukan berarti Arya peduli, namun ia lebih ingin melihat penderitaan Yogi.


"Ini semua belum usai, masih banyak kejutan yang akan aku berikan padamu! Kau harus membayar lunas untuk semua yang kau lakukan padaku! " Ucapnya.


Saat Arya hendak pergi dari ruangan Yogi, tiba-tiba ia tak sengaja bertemu dengan Arjun.


"Pak Arya! " Sapanya.


"Pak Arjun! " Ucapnya kaget.


Arya menjadi gelapan saat Arjun mulai menghampirinya.


"Ada apa Anda kemari? " Tanyanya.


"Aku tak sengaja berjalan-jalan di sekitar sini! " Ucapnya berbohong. " Kau sendiri sedang apa disini? " Lanjutnya mengalihkan pembicaraan.


"Ini ruangan Papa. Jika begitu, ayo kita masuk! " Ajaknya.


Awalnya Arya menolak, namun Arjun terus memaksanya. Hingga Arya mengangguk dan masuk ke dalam ruangan bersama Arjun.


"Arjun! Siapa dia? " Tanya Novi, kala melihat Arya.


Arjun tersenyum seraya menoleh ke arah Arya. "Kenalkan dia adalah Arya Aditya. Dia adalah rekan bisnis Arjun! " Jelasnya.


Arya pun mengangguk sembari tersenyum ke arah Novi, Novi pun membalas Arya dengan senyum dan keramah tamahannya.


"Mari duduk! " Ajak Novi.


Arya pun mengangguk dan duduk di kursi yang sudah di sediakan.


Arya memandang Yogi, dalam hatinya Arya sangat senang melihat Yogi menderita seperti ini. "Aku ingin membunuhmu, tapi ini bukan waktu yang tepat. Kau belum melihat Putramu hancur! " Ucapnya dalam hati.


Novi menyadari pandangan Arya. "Suami saya sudah di kroyok oleh orang yang tidak di kenal! Hingga saat ini Suami saya belum sadarkan diri. " Celetuk Novi.


Arya menoleh ke arah Novi. "Bagaimana bisa? " Ucapnya pura-pura tidak tahu.


Novi menggeleng. " Tante juga tidak tahu! " Sahutnya seraya menghela nafasnya.


"Tante harus sabar, serahkan segalany pada Tuhan! " Ucap Arya.


Novi mengangguk, memang benar apa yang di katakan oleh Arya. Ia harus menyerahkan segalanya pada tuhan.


Setengah jam berlalu, akhirnya Arya pamit pergi.


"Maaf! Tante, Arjun. Sepertinya saya harus pergi! " Ucapnya.


Arjun dan Novi pun mengangguk, Mereka mengerti kesibukan Arya.


Arya melangkah pergi meninggalkan ruang rawat Yogi. Ia cukup tahu saja bahwa sampai saat ini Yogi masih belum sadarkan diri, bahkan Arya ingin Yogi mati! Namun rasanya belum waktunya.


"Aku berharap kau pilih, agar kau bisa melihat bagaimana caranya aku menghancurkan Putra kesayangan dan kebanggaanmu! " Ucapnya lirih.


Rasa dendam dan kebencian Arya untuk Yogi sangatlah besar. Kemarahan yang besar lebih mendominasi, Arya ingin membuat Yogi hancur, sehancur-hancurnya.


Selama ini Arya di kenal sebagai orang baik, suka memberi dan taat. Namun siapa sangka, ia menyimpan amarah dan banyak sisi buruk yang tidak seorang pun ketahui.


Arya yang seorang Broken home, sehingga membuatnya tak memiliki pedoman dan tumpuan hidup. Ia menjadi seorang Pria yang liar, dan menjadi seorang yang terobsesi dalam segala hal. Segalanya harus dilakukan dengan sesempurna mungkin, walaupun hal sekecil apapun.


"Hari ini adalah hari keberuntungan mu, tapi tidak dengan nanti! " Gumamnya seraya melangkah pergi.


Sementara Arjun dan Novi tengah duduk di kursi yang berada di ruangan Yogi.


"Sepertinya Arya adalah orang yang sibuk dan pembisnis, ya! " Ucap Novi.


"Tentu saja, dia adalah pembisnis hebat. Dia memiliki beberapa bisnis di beberapa daerah! " Tutur Arjun.


"Pantas saja! " Sahut Novi.


Arya menuruni keahlian Yogi dalam bidang bisnis. Maka tidak heran jika ia bisa dengan mudah menjalankan bisnis-bisnisnya.


Tak berapa lama kemudian, Novi melihat tangan Yogi bergerak-gerak.


"Papamu! " Ucap Novi seraya menunjuk Yogi.


Arya menoleh ke arah Papanya, ia pun melihat hal yang sama seperti yang Mamanya lihat. Arjun bergegas memanggul Dokter.


"Dokter!! Dokter!! " Panggil Arjun.


Seorang Dokter datang menghampiri ruangan Yogi, lantas memeriksa keadaan Yogi. Sepertinya Yogi telah siuman.


"Keadaan pasien sudah mulai membaik! " Ucap Dokter.


Arjun dan Novi mengucapkan syukur atas kepulihan Yogi.


Dokter pun pergi setelah selesai memeriksa Yogi. Arjun dan Novi menghampiri Yogi.


Keesokan paginya, Yogi mendengar derap langkah seseorang mendekati ruangannya.


"Kau! Mau apa kau kesini? " Ucap Yogi tidak suka.


Laki-laki itu tersenyum sinis ke arah Yogi. "Bagaimana dengan kejutan yang baru saja aku berikan? " Ucapnya seraya melangkah menghampiri Yogi.


Yogi berusaha bangun dari tempat tidurnya, namun keadaannya masih belum benar-benar pulih. "Jadi kau yang telah melakukan hal ini padaku? " Tannyanya, Yogi tidak menyangka bahwa Arya tega melakukan ini padanya.


Arya tersenyum miring. " Tentu saja. Apa kau suka? " Tanyanya.


Beruntung di ruangan Yogi saat ini sedang tidak ada siapapun. Arjun kebetulan sedang pergi ke kantor, sementara Novi pergi keluar untuk membeli makan. Sehingga Arya leluasa.


"Apa kau dendam denganku! " Ucap Yogi penuh penekanan.


Yogi terkejut kala melihat Novi yang sudah berdiri di ambang pintu, ia takut jika Novi mendengar ucapan tadi.


Novi memandang Arya dan Suaminya bergantian.


"Mama! " Panggil Yogi, Arya menoleh ke arah Novi. Namun Arya terlihat santai dan menebar senyum manisnya.


"Tante! " Panggil Arya.


Yogi menatap ke arah Arya, ia belum tahu bahwa Arya dan Istrinya sudah saling kenal.


"Eh Arya! Kapan kesini? " Tanyanya.


"Baru saja! " Sahutnya seraya menghampiri Novi.


Novi pun mengangguk. Sementara Yogi, ia masih terdiam dan memandang Arya dan Novi bergantian. " Rencana apa yang akan kau lakukan selanjutnya, Arya? " Gumam Yogi.


Yogi tahu bahwa Arya punya maksud terselubung. Yogi tidak akan membiarkan Arya menghancurkan keluarganya.


"Tidak akan aku biarkan! " Gumam Yogi.


Banyak kejutan yang akan Arya berikan pada Yogi dan juga keluarganya, hingga Yogi tidak akan melupakannya.


"Tunggu dan lihat kejutanku selanjutnya! " Ucapnya dalam hati seraya melirik ke arah Yogi di sertai seringai licik.


Arya berjanji akan membalas semua perlakuan Yogi hingga akar-akarnya. Arya tidak akan membiarkan Yogi hidup dengan tenang.


"Kau akan melihat orang yang kau sayangi menderita. " Gumamnya.


Setelah beberapa saat, Akhirnya Arya berpamitan pada Novi dan juga Yogi.


Sebelum pergi, Arya menyempatkan diri untuk memeluk Yogi. " Jaga keluarga baik-baik sebelum aku bertindak! " Bisiknya di telinga Yogi.


Yogi menatap tajam ke arah Arya, ingin rasanya ia memaki Arya. Namun Yogi sadar bahwa saat ini ada Novi.


Arya pergi meninggalkan ruangan Yogi seraya tersenyum manis pada Novi, namun pada Yogi ia terlihat tersenyum menyeringai.


Rasakan sangat menyenangkan bermain-main dengan Yogi, Arya tidak sabar menunggu hari-hari kehancuran Yogi.