
Arjun dan Arya yang tengah menelusuri ruangan pun merasakan sebuah getaran, seperti gempa bumi.
"ada apa ini?? " tanya Arjun.
"gawat, Pintu gerbang telah di tutup. kita tidak bisa keluar dari sini!! ". tutur Arya.
"apa?? ". ucap Arjun, nampak bola mata Arjun membulat sempurna.
Arya pun sama halnya dengan Arjun, ia merasa takut jika tak bisa keluar dari sana.
"bagaimana ini?? ". tanya Arjun.
"tenanglah, lebih baik kita cari Rindu!! ". ucap Arya.
mereka tak sengaja melihat rombongan para penjaga yang melintas didepan mereka berdua. mereka sepertinya sedang membicarakan sesuatu hal yang serius.
"kau tahu tidak, tadi aku melihat seorang wanita tengah dicambuk oleh para penjaga. banyak luka ditubuhnya, ia pun nampak merintih kesakitan. namun tak ada yang berani menolongnya!! ". ucap salah seorang.
"siapa wanita itu?? ". tanya seseorang.
sementara Arya dan Arjun, mereka berdua tengah menguping pembicaraan mereka. Arjun dan Arya mulai menajamkan pendengarannya.
"aku tidak tahu pasti. namun aku yakin, dia bukan siluman atau pun jiwa yang di ambil. dia adalah manusia." tutur seseorang.
Arya yang sedari tadi menguping pun, lantas melirik ke arah Arjuna.
begitu pula dengan Arjuna, ia melirik ke arah Arya. mereka memikirkan hal yang sama. bahwa yang saat ini tengah mereka bicarakan adalah Rindu.
"Rindu!! ". ucap Arya dan Arjun Secara serempak.
mereka bisa mengetahui siapa wanita yabg tengah dibicarakan oleh mereka. namun hati Arjun begitu tersayat kala mendengar bahwa Rindu tengah terluka dan sedang di hukum cambuk.
"kurang ajar, beraninya mereka mencambuk Rindu!! ". ucap Arjun geram.
"tenangkan dulu dirimu, siapa tahu yang mereka bicarakan bukan Rindu. " ucap Arya, walau Arya berasumsi sama dengan Arjun. namun dirinya masih berfikir dengan positif.
"lebih baik kita ikuti kemana mereka pergiini rindu ya agar kita tahu kemana mereka pergi!! ". ajak Arya.
"Ayo!! ". ucap Arya, Arjun mengikuti langkah Arya dari belakang.
mereka berdua mengikuti para penjaga, nampak para penjaga berjalan menuju Ruangan yang amat gelap. hingga Arjun dan Arya tak bisa melihat sesuatu disana. hanya saura derap langkah yang terdengar dan mereka ikuti.
hingga tiba masanya, mereka telah sampai di salah satu sel penjaga. mereka menyalakan obor di tangannya. terlihat seorang gadis tengah terkulai lemah tak berdaya dengan tubuh penuh luka dan darah.
Rindu!! ". gumam Arjun
Arjun hendak maju dan menolong Rindu, namun langkahnya dihentikan oleh Arya. Ia mencekal lengan Arjun.
"tunggu, Sampai mereka pergi!! ". perintahnya
"tapi.. Rindu!! ". ucap Arjun
"jangan bodoh, Arjuna. kau bisa mati jika menolong Rindu sekarang!! ". ucap Arya
Arjun mengikuti saran dari Arya, ia pun lebih memilih menunggu sampai penjaga itu pergi dari ruangan tersebut.
"jangan lupa kunci kembali selnya!! ". perintah salah satu.
setelah selesai mengantarkan makanan pada Rindu, mereka lantas mengunci sel Rindu kembali.
mereka pun bergegas pergi dari ruangan tersebut. Arya dan Arjun keluar dari tempat persembunyiannya untuk menyelamatkan Rindu.
"Rindu, kau baik-baik saja!! ". ucap Arjun.
nampak Arjuna begitu khawatir dengan keadaan Rindu.
Rindu, tak bergeming ia hanya mampu membuka matanya, sebab rasa sakit disekujur tubuhnya sangat terasa perih.
"cepat buka pintunya, Arya!! ". perintah Arjun.
"sabarlah, aku sedang berusaha. " ucap Arya, ia berusaha membuka kunci sel tersebut, namun nihil. pintu itu sama sekali tak terbuka.
"kenapa? ". tanya Arjun.
"susah sekali, aku sulit membukanya! ". ucap Arya.
Arjun mencoba membuka gembok tersebut, namun hasilnya sama dengan yang pertama Arya lakukan. mereka terlihat bingung, harus dengan cara apa mereka membuka gembok tersebut.
"sepertinya, kita harus menggunakan kekuatan siluman kita, Arjun!! ". ucap Arya.
"sepertinya begitu. " sahut Arjun
tak lama kemudian, keduanya telah berubah menjadi siluman.
mereka memegang gembok. terlihat Arjun dan Arya, keduanya menggunakan kekuatan mereka berdua. terlihat gembok itu semakin memanas dan mulai meleleh. sampai akhirnya hancur berkeping-keping.
namun belum selesai Arjun dan Arya membuka pintu. masih ada pintu yang lainnya.
"sialan, begitu ketat sekali penjagaan disini! ". geram Arjun.
kali ini mereka mencoba menggunakan tenaga dalam yang lebih.
buhsss ...
Arjun dan Arya menggunakan kekuatannya dengan mengerahkan tenaga dalamnya.
Duarrrrtt ...
pintu sel pun terbuka dan hancur. Arjun dan Arya segera masuk ke dalam sel. mereka berdua melihat keadaan Rindu.
"ya tuha, Rindu. kau harus bertahan! ". ucap Arjun.
Arjun membawa Rindu keluar dari ruangan tersebut bersama Arya. mereka berdua bisa keluar dari ruangan tersebut dan menuju diluar penjaga.
"mau kemana kalian!!! ". teriak seseorang.
sontak saja keduanya menghentikan langkahnya, lantas mereka menoleh ke arah sumber suara.
"kau! ". ucap Arjun.
"Bu Arum! " gumam Arya.
yang berteriak tadi adalah Nyi Arum. ia menghentikan keduanya untuk membawa Rindu keluar dari sini.
Nyi Arum berjalan menghampiri keduanya sembari tersenyum miring ke arah Arjun.
"hy Arjuna, apa kabar kau?? ". tanya Nyi Arum
Arjun membuang mukanya ke arah lain, ia pun meludah kesisi kirinya. ia begitu muak melihat perempuan di hadapannya.
"cuiiih". Arjun meludah ke sisi kirinya.
"aku memang menunggu kedatangan mu, Arjuna!! ". ucap Nyi Arum sembari tersenyum.
"keparat! kau telah membunuh Ibuku, Ayah ku kemudian kau ingin membunuh Cintaku, hah!! mengapa kah begitu ingin melihat ku hancur?? ". teriak Arjun geram. ia tak mengerti mengapa Nyi Arum begitu gencar ingin menghancurkan hidupnya. segalanya telah dia ambil.
hahha
Nyi Arum tertawa lepas mendengar ucapan Arjuna. ucapan yang di lontarkan oleh Arjun terasa menggelitik.
"dengarkan aku baik-baik, Arjun. kau harus membayar semua kesalahan Ayahmu padaku. karna dia telah membuatku hancur, dia telah meninggalkan ku Secara tidak hormat!! ". teriaknya marah.
Arjun tersenyum getir ke arah Nyi Arum, ia pun bertepuk tangan ke arah Nyi Arum.
prok.. prok.. prok!!
"hebat, kau menuntut balas atas segala sesuatu yang telah kau perbuat sendiri. bukannya kau yang telah merebut papaku dari Ibuku. kau menjeratnya dengan tipu muslihat mu, maka dari itu nikmati kesendirian mu dengan rasa hancur yang kau ciptakan sendiri!! ". ucap Arjun.
mendengar ucapan Arjun, seolah-olah Arjun telah merendahkan dirinya. emosinya kian memanas, raut wajah Nyi Arum merah padam. ia terlihat amat marah dengan ucapan Arjun.
"kurang ajar!! ". teriaknya marah.
"lihatlah, kau dikuasai rasa amarahmu sendiri. pantas saja Papaku meninggalkan wanita Siluman seperti mu!! ". ucap Arjun kembali.
sontak saja ucapan Arjun membuat Nyi Arum kian marah. ia tak bisa lagi menahan kemarahannya.
Nyi Arum pun melompat dan berdahapan dengan Arjun.
"kau menantang ku ,Arjuna!! ". ucap nya marah.
"bukan aku yang menantangmu, tapi kau sendiri yang menantang diriku. wanita siluman. " ucap Arjun disertai senyum miris.
Nyi Arum kian marah dan ia mulai mengibarkan bendara perang pad Arjuna. ia hendak menyerang Arjun.
ciat... ciat.. ciat..!!
terdengar suara berkelahi. Arjun dan Nyi Arum terlibat peetaruangan yang sengit.
namun, Arjun tak mungkin menghadapi Nyi Arum sembari menggendong Rindu, ia pun menurunkan Rindu. setelah itu ia pun mulai menghadapi Nyi Arum.