
Bus pun berjalan melewati jalanan yang lumayan ramai. Terlihat beberapa orang yang sibuk memainkan handphone mereka, bahkan ada pula dari mereka yang asyik berpacaran.
" Huh ada ada aja" gumam Alvin memakai kacamata nya, sementara wanita disampingnya memasang earphone di telinganya, mungkin dia mendengar juga mendengar kedua sejoli didepan mereka yang tengah bermesraan.
Alvin pun mengalihkan pandangannya kearah jendela, memperhatikan wanita disampingnya yang sibuk memainkan handphone nya.
" Cantik.." gumam Alvin tersenyum.
Tring.. Tring..
(Notifikasi Hp wanita itu)
📲 Lia,, Oppa pulang nya agak malem yaa, gak papa kan.
📲 Iya Oppa gak papa kok.
📲 Yaudah makasih ya sayang.
📲 Iya Oppa ku sayang.
Alvin yang sedari tadi memperhatikan, ikut senyum senyum sendiri.
" Lu ngintip yaa" ucap wanita itu melirik Alvin.
" Eh Eng-nggak ko" elak Alvin mengalihkan pandangannya ke arah depan, kejadian itu membuat Alvin menarik kembali sudut bibirnya.
***
" Ah sial.. Alvin dimana sih" pekik Elang setelah lama mencari.
" Gimana dong ini Lang" tanya Dion khawatir.
" Ya mau gimana lagi" jawab Elang asal.
" Jangan kayak gitu lah Lang" kesal Dion.
" Yaudah kita cari dijalan aja" usul Elang.
" Trus motor Alvin gimana" tanya Dion.
" Udah biarin aja, titip sama Security disini besok baru kita ambil" jawab Elang membuat Dion mengangguk.
***
Beberapa menit berdiam dengan rasa canggung, Alvin memberanikan diri menoleh kesamping, terlihat wanita itu sedang asyik mendengarkan musik dengan earphone-nya.
Alvin pun dengan leluasa memandangi wajah wanita itu yang menurutnya meneduhkan, hingga dirinya dibuat terkejut ketika merasakan kepala Wanita itu bersandar di bahunya.
" Dasar nih cewe.." gumam Alvin memindahkan kepalanya dijendela dengan hati hati.
Namun akibat goncangan bus yang lumayan kasar membuat Alvin terkejut, secara refleks dia pun menahan kepala wanita itu dengan kedua tangannya.
" Dasar kebo" umpat Alvin saat merasakan tangannya perih akibat benturan kaca.
Tiba tiba pandangan Alvin turun menatap wajah cantik wanita itu, sungguh disituasi seperti itu Alvin merasa serba salah, takut untuk membangunkan dia, namun di satu sisi Alvin takut dengan pandangan orang yang melihatnya.
Dipandanginya lekat lekat wajah indah dan lembut wanita dihadapannya itu, ada getaran aneh yang memenuhi relung hatinya, bahkan jantungnya berdebar sangat kencang, tidak seperti biasanya.
" Lia.. nama yang indah, sama kayak orang" Batin Alvin tersenyum sambil menyelipkan anakan rambut wanita itu kebelakang telinga. Saking lamanya memandangi, Alvin sampai tak sadar jika kini Bus sudah berhenti dan penumpang sudah pada bubar dari tempatnya.
" Astaghfirullah Mas.. mau ngapain" ucap seorang kenek bus yang datang menghampiri Alvin.
" Eh, saya gak ngapa ngapain kok.. jangan salah paham ya pak, tadi kepalanya hampir kebentur" jelas Alvin meletakkan secara perlahan kepala wanita itu.
" Oalah.. Saya kira mau ngapain" celetuk kenek bus itu terkekeh kecil.
" Emm, pak.. punya kertas sama pulpen gak pak" tanya Alvin.
" Ada mas.." jawabannya merogoh tas dan menyerahkan pulpen dan sebuah buku kecil.
Dengan cepat Alvin menerimanya, dan menulis sesuatu di kertas itu, hingga setelah itu dia pun merobeknya.
" Makasih ya pak" ucap Alvin mengembalikan buku serta pulpen sang kenek bus, lalu dengan perlahan menyalipkan kertas yang sudah dia tulis kedalam tas wanita tadi.
" Saya pergi dulu ya pak, ini ongkosnya.. sekalian sama cewe itu" ucap Alvin memberikan selembar uang seratusan.
" Loh Emba nya mas" tanya kenek bus bingung.
" Biarin aja dulu mas, entar lagi bangun kok" jawab Alvin segera berlalu.
" Makasih mas" ucap kenek bus menatap kepergian Alvin yang sudah turun dari bus.
Beberapa saat kemudian (DiBus)
" Astaghfirullah..." ucap wanita itu terbangun, sambil menatap sekelilingnya.
" Loh udah berhenti" gumamnya ketika sadar disekelilingnya tidak ada orang lagi. Dengan cepat dia merogoh tasnya hendak mengambil ponselnya, namun bukannya mendapat ponsel dirinya dikejutkan dengan secarik kertas yang entah dari mana.
^^^isi surat ^^^
^^^Mbak.. lain kali tidurnya jangan kelamaan, untung saya orangnya baik gak ngapa ngapain Mbak...^^^
... Al.......
" Siapa" gumamnya bertanya tanya. " Apa cowo tadi" sambungnya lagi, namun dia sama sekali tidak memikirkan itu, karena dia sudah terlambat untuk pulang.
TBC.......