
beginilah rasanya, mencintai tanpa bisa memiliki. begitu pula yang dirasakan Oleh Rindu. ia mencintai Arjun, begitu dalam.
"Aku telah salah mencintai seseorang! ". gumamnya.
Rindu, sadar. Cinta memang tak harus memiliki, namun tidak bisakah ia menggapai cintanya.
"dulu, aku selalu bermimpi hidup bersama mu, Arjuna. tapi, kau lebih memilih yang lain. " ujarnya, Rindu tak dapat menahan sesak dalam dadanya.
begitu perih luka yang Arjun torehkan. begitu dalam, rasa yang Rindu miliki untuk Arjuna, hanya Arjun yang selalu ada dalam hatinya, setiap langkahnya dan helaan nafasnya.
Rindu, tak mengerti! mengapa dirinya begitu mencintai Arjun. Cintanya tulus tanpa syarat, namun Cinta itu jua yang membunuhnya Secara perlahan.
"andaikan dulu, ku tak pernah mencintaimu. mungkin semua kan berbeda, takan pernah ku rasakan, luka! ". Rindu, mengutuki dirinya sendiri.
mengapa Ia bisa mencintai orang yang salah, pada awalnya Arjun datang membawa sejuta Bahagia. namun kini, Arjun pergi membawa sejuta luka yang ditorehkan pada hati Rindu.
Rindu, mengira Arjun akan menjadi cinta terakhirnya. namun, ia telah keliru. ternyata Cinta Arjun hanya palsu. ia hanya bisa menelan pil pahit, atas apa yang telah Arjun lakukan.
"mengapa? kau datang membawa Bahagia, seolah-olah kau akan membawa ku ikut serta, namun nyatanya kau hanya menorehkan sebuah luka di atas hatiku, Arjun! ". Rindu berkata lirih. air mata yang sejak tadi ia tahan, pada akhirnya jatuh juga. Rindu menangis pilu, menahan kesdihannya sendiri.
walau ia nampak bahagia, namun semua itu hanyalah sebuah topeng, untuk menutupi lukanya.
"bukan aku tak ikhlas melepasmu, tapi entah mengapa? aku belum siap kehilangan dirimu, Arjun! aku masih sangat mencintaimu. kau selalu ada, dalam setiap langkah kaki ku dan setiap helaan nafas ini! ". gumamnya lirih.
Rindu tak bisa lagi berusaha kuat, ia hanya manusia biasa. yang tak luput dari kesedihan. jika andaikan saja, dia tak bertemu dengan Arjun. mungkin saat ini hidupnya, dunianya akan baik-baik saja. tak akan ada yang namanya kecewa, luka dan air mata.
"hiks... hiks.. kau begitu tega! ". Ucap Rindu. ia memukul-mukul meja kerjanya.
Candra yang melihat Rindu yang amat kacau, segera menghampiri Rindu. ia berusaha menjadi teman yang baik untuk Rindu.
ia siap menjadi teman bercerita segala keluh kesah.
"Rindu! ". Candra berkata lirih, ia memegang bahu Rindu yanh tengah berguncang.
Rindu menghentikan tangisnya sejenak, ia pun melirik ke asal suara.
"Can-ndraa ". Ucap Rindu gugup, ia pun segera menghapus sejak air matanya.
"kamu menangis? untuk hal apa? karna Arjun? ". banyak pertanyaan, yang Candra lontrarkan pada Rindu.
Rindu hanya diam tak menjawab pertanyaan Candra. Candra duduk, di hadapan Rindu. ia menatap wajah Rindu, yang terlihat kusut.
"jangan menangisi laki-laki seperti Arjun! kau tak pantas menangisi laki-laki seperti itu. kau pantas bahagia, Rindu. kau cantik, Baik, dan juga pintar. banyak laki-laki yang akan mencintaimu! ". ucap Candra.
Rindu menatap ke arah Candra, apa yang di katakan oleh candra memang ada benarnya. ia hanya menguras tenaganya saja. lagi pula, sebentar lagi Arjun akan menjadi milik orang lain.
Rindu tersenyum menanggapi ucapan Candra, ia pun menghapus sisa-sisa air matanya.
"nah, gitu donk! senyum. kan kamu jadi kembali cantik. dengarkan aku, Rindu. jangan tangis laki-laki yang tak pantas kau tangisi. seharusnya Arjun yang menyesal telah meninggalkan mu! ". Ucap Candra.
"jangan galau-galau! aku tahu kamu pasti kuat. " ujar Candra.
"jangan biarkan Arjun mendekati dirimu lagi! kau harus bertindak tegas untuk hidup mu sendiri. jalani hidup mu dan lupakan yang menyakiti dirimu. bebaskan fikiranmu, nikmati setiap proses yang tuhan berikan. kau mampu melewatinya dan satu lagi, kau harus menerima, setiap ketentuan yang tuhan berikan padamu. " Candra memberi semangat pada Rindu.
Rindu tersenyum sembari mengangguk mengerti.
"tapi, bagaimana caraku menjalani dan melewati ini semua? ". ucap Rindu.
"ya, kau harus menikmati segala prosesnya dan lewati setiap jalan yang berliku! kau akan menemukan jalan yang lurus." ucap Candra.
"caranya? ".
"kau hanya perlu menerima setiap kenyataan. kau paham, bukan? ". ucap candra.
Rindu menganggukan kepalanya. mengapa Candra begitu bijak sana dalam mengambil setiap keputusan.
"besok, kau harus datang. buktikan! bahwa kau mampu hidup tanpa Arjun. kau bisa melewati segalanya. "
"entahlah, aku tidak yakin. aku mampu menghadapi dan melihat Arjun bersama Bu Clara. " Rindu menundukan pandangannya, ia terlihat begitu lesu dan tak bersemangat.
"besok, aku akan menjemputmu! kau harus bersiap-siap, oke! " Candra pun kembali pada pekerjaan yang sempat tertunda tadi.
bagitupun dengan Rindu. ia kembalj Bekerja seperti biasanya. ia harus bersikap seolah-olah, dirinya baik-baik saja.
Rindu tak ingin memperlihatkan luka hatinya pada semua orang.
tiba-tiba, 2 karyawan tengah bergosip Ria, mengenai pertunangan Arjuna dan Clara.
"wah! gak nyangka, ya! ternyata Bu Clara yang berhasil menaklukkan hati pak Arjuna. " ucap salah seorang.
"iya, ya! gak nyangka, sumpah! gue kira, Pak Arjuna mau tunangan sama si Rindu. soalnya mereka sempat terlihat begitu dekat. " celetuk salah satu.
Rindu, yang mendengar namanya di sebut-sebut, menundukan kepalanya. ia sama halnya dengan mereka, ia tak menyangka! jika Arjun akan memilih Clara dari pada dirinya. padahal Rindu yang terlihat dekat dengan Arjun.
"hidup ini memang lucu, ya! terkadang takdir tak sesuai dengan apa yang kita harapkan. namun, aku percaya! tuhan mendengar setiap apa yang aku inginkan. " gumamnya dalam hati.
Rindu, merasa miris dengan hidupnya sendiri. ia begitu mudah memberikan hatinya pada seseorang. ia tak tahu, jika laki-laki yang datang membawa bahagia, justru membuatnya terluka cukup dalam.
Cinta, yang Rindu anggap indah. justru bagaikan belati, yang mampu menusuk relung hatinya.
setulus apa pun, Rindu! jika tuhan dan semesta tak merestui mereka. maka mereka takan pernah bisa bersatu.
"mungkin, aku harus belajar mengikhlaskan dan melepaskan dirimu. bukan, karna aku tak lagi mencintaimu. bukan pula sudah tak ada lagi rasa sayang. namun, mencintaimu sendirian bukanlah hal yang wajar. aku di bunuh oleh perasaan cintaku terhadapmu. debaran-debaran halus yang mampu menyelusup hatiku yang dalam dan akan banyak rasa kecewa berselimut luka. jika memang kau terlahir untuku, maka kau akan mencari jalan untuk kembali padaku. namun, jika kau bukan takdirku. maka kau akan kembali padaku." gumam Rindu dalam hatinya.
Ia ingin mengungkapkan segalanya, namun tak ada yang dapat mengerti. sebab semua orang hanya ingin mengetahui, tanpa mau memberikan saran.
Rindu harus berusaha kuat, ia harus berusaha tegar. walau bagaimanapun, kenang-kenangan Arjun akan tetap bersamanya walau mereka tak bisa bersama.