
Di Mansion Kavindar, Elang dan Dion mengadu kepada Kavindar perihal Alvin yang hilang.
" Maaf Oppa, kita udah cari tapi Alvin gak ketemu juga" ucap Elang.
" Iya Oppa, kita juga bingung Alvin kemana" sambung Dion membenarkan ucapan Elang.
" Gua disini" pekik Alvin mengejutkan mereka.
" Alvin" ucap mereka terkejut.
" Lu dari mana aja sih" kesal Dion.
" Jalan jalan" jawab Alvin singkat.
" Lain kali jangan suka ngilang" cetuk Elang.
" Kamu dari mana Al" tanya Kavindar buka suara.
" Em.. tadi habis ngejar orang, eh malah kesasar Sampai depan Halte" jawab Alvin.
" Siapa emangnya Al" tanya Kavindar.
" Nggak tau deh Oppa, aneh aja pakaiannya serba hitam gitu" jelas Alvin membuat mereka semua terkejut.
" Tapi kamu nggak papakan" tanya Kavindar berusaha menetralkan keterkejutannya.
" Tenang aja Oppa, aku kekamar dulu yaa" ucap Alvin hendak beranjak.
" Ah, jangan lupa besok siap siap.. kalian sudah boleh masuk sekolah kembali" ucap Kavindar membuat langkah Alvin terhenti.
" Seriusan Oppa" tanya Alvin, jujur saja sekarang dia sudah merindukan pembelajaran sekolah.
" Wah gua gak sabar nih" sambung Elang yang juga antusias.
" Moga moga aja dapet yang bening" batin Dion.
" Iya, kalian sudah boleh masuk, nanti menghadap dulu diruangan Om yaa" pesan Galih.
" Oke Om" jawab mereka serempak.
Alvin kembali melangkahkan kakinya menuju kamar, rasa lelahnya kian menyeruak masuk, membuatnya ingin cepat cepat beristirahat.
" Lia... namanya Lia" gumam Alvin terus kepikiran dengan wanita tadi. Hingga didepan kamar mandi dirinya terus saja membayangkan wajahnya.
Lima belas menit berlalu, Alvin keluar dengan baju kaos putih disertai boxer hitam, membuatnya nampak begitu gagah. Dibaringkan tubuhnya diatas kasur empuk itu sambil kembali memikirkan wanita tadi, hingga lama berdiam diatas tempat tidur, membuat tubuhnya yang lelah ikut masuk kedalam alam mimpi.
Pagi Hari
" Morning guys" sapa Alvin sampai dimeja makan dengan seragam sekolahnya yang lengkap.
" Lang.. bentar boncengin gua ke taman yaa" ucap Alvin duduk disamping Elang.
" Gak usah, motor kamu udah Cakra ambilin semalam" jawab Galih membuat Alvin mengangguk.
" Makasih ya Om" ucap Alvin.
" Yaudah semuanya.. saya tinggal yaa" Galih berdiri setelah menyelesaikan makanya.
" Hati hati Galih" ucap Kavindar.
" Sebentar saya akan menyusul, sebagai wali mereka" ucap Sandi.
" Saya tunggu" jawab Galih meninggalkan mereka.
" Kalau gitu kita juga pamit ya Oppa" ucap Alvin berdiri diikuti Elang dan Dion.
Disekolah, Alvin datang beriringan diikuti Elang dan Dion dibelakangnya, membuat etensi beberapa siswa siswi menatap mereka dengan kekaguman.
***
" Wah liat deh, ada yang Dateng" ucap beberapa siswi.
" Jangan jangan anak baru lagi" sambung beberapa lainnya.
" Wih gila, cogan semua anjir" ucap mereka histeris.
" Ya Tuhan.. terima kasih kau telah mendatangkan seorang pangeran untukku" gumam salah seorang dari mereka berhalu.
Begitulah omongan para murid murid yang menyaksikan kedatangan Alvin.
Sementara Alvin yang samar samar mendengar teriakan gadis gadis, hanya bisa menggelengkan kepalanya, dan memilih segera memarkirkan motornya.
Tiba-tiba....
" Woy minggir lu" teriak seseorang membuat Alvin, Elang dan Dion mendongak.
" Kita" tanya Alvin menunjuk dirinya sendiri.
" Yaialah... minggirin motor lu, ini parkiran kita" teriaknya nge gas, membuat Alvin menatap sekelilingnya.
***
" Wah, kak Raga sama temen temennya tuh" pekik seorang siswa dengan girang.
" Mampus lu, so'soan sih" sambung yang lainnya.
**
" cepetan minggir" teriak pria yang bernama Raga dengan kesal. Dia adalah Raga Evendi yang terkenal suka membully di sekolah.
" Disini gada tulisan punya siapa kan, jadi bebas dong gua parkir disini" jawab Alvin dengan santai turun dari motornya yang sudah terparkir rapih.
" Lagian lu, lu pada, bisa kali parkir di tempat lain" sambung Elang.
" Au.. disini kan kita yang datang deluan" timpal Dion.
" Ajg.. lu pada anak baru ya" teriak Raga menatap tajam kearah mereka bertiga.
" Berani sama kita" teriak salah seorang teman Raga yang bernama Saka.
" Mending lu pada minggat deh" kekeh Raga menatap mereka tajam.
" Kalo kita gk mau gimana" ucap Dion tak kalah sengit.
" wah punya nyali juga ya lu" kesal Teman Raga yang satunya bernama Andra.
" Apa lu haa" kesal Dion menahan Andra.
" Gua bilang minggir, ya minggir" teriak Raga meremas kerah jaket Alvin.
" Hey.. selow lah, kan lu bisa parkir tempat lain" ucap Alvin tersenyum remeh " Masih banyak kan, yang kosong" sambung Alvin menunjuk parkiran lain.
" Ck.. cari mati lu" teriak Raga melayangkan Bogeman ke wajah Alvin.
" STOP..."
Bersambung........