BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
EPISODE 88


hari ini adalah hari pernikahan Rindu dan Arya. Arya terpaksa harus menikahi Rindu. walaupun begitu, Arya akan berusaha menerima Rindu dan calon bayinya.


pernikahan Arya dan Rindu di selenggarakan di sebuah gedung berbintang. mereka merayakannya dengan sangat mewah dan megah.


Arya terlihat tampan dengan setelan jas berwarna putih yang melekat di tubuhnya.


Arya nampak tidak siap dan masih ragu. " ayolah, Arya. kau harus melakukannya!! ". ucap Arya pada dirinya.


Arya terlihat mondar-mandir. ada rasa ragu dalam hati Arya. namun ada kebahagiaan juga disana.


Arya terlihat menghela nafasnya. kemudian segera melaju pelaminan yang di laksanakan di sebuah gedung.


"oke, Arya. tenangkan dirimu! jangan gugup dan tetap terlihat cool!! " gumam Arya.


Arya mulai melangkah ke dalam gedung. disana sudah banyak tamu undangan yang datang, dari rekan bisnis, karyawan dan banyak lainnya.


Arya duduk di depan penghulu. tak lama setelahnya datanglah Rindu, kemudian duduk di sebelah Arya.


Rindu nampak cantik dengan gaun berwarna putih yang melekat di tubuh rampingnya. Rindu memperlihatkan senyumnya pada Arya.


"baiklah, apa anda sudah siap?? ". tanya Penghulu.


Arya mengangguk dan memantapkan hatinya. " saya siap! " sahut Arya.


Penghulu pun menyodorkan tangannya di depan Arya. Arya pun meraih dan menjabat tangan penghulu.


"ikuti kata-kata saya. Arya Aditya Pratama. saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Rindu Atmaja. yang walinya di wakilkan kepada saya dengan Mas kawin seperangkat alat salat dan uang tunai sebesar 1 M dibayar tunai!! " ucap Penghulu.


Arya menghela nafasnya. " saya terima Nikah dan Kawinnya Rindu Atmaja dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!! ". ucap Arya lantang dengan satu tarikan nafas.


"bagaimana saksi sah?? ".


sah.. sah.. sah!!


sahutan demi sahutan mulai terdengar dari para tamu yang ikut hadir dalam acara mereka.


Rindu pun mencium tangan Arya dengan takzim dan Arya mencium kening Rindu.


"selamat atas pernikahan kalian berdua. semoga tuhan selalu menjaga pernikahan kalian dan semoga kalian langgeng sampai Kakek Nenek!! " ucap Penghulu memberi Selamat.


Rindu dan Arya pun tersenyum dan mengangguk. "terima kasih!! ". sahut Arya dan Rindu.


ijab qobul pun selesai. kini saat nya Arya dan Rindu berdiri untuk menyambut para tamu yang ingin memberikan selamat pada mereka.



"selamat, ya. semoga langgeng sampai Kakek Nenek. " ucap salah seorang


Rindu dan Arya pun hanya mengangguk dan tersenyum.


"terimakasih, Arya! " bisik Rindu di telinga Arya.


Arya melirik Rindu. "untuk apa? "


"kau telah bersedia menikahiku! " ucap Rindu.


"sudahlah. nikmati saja! " sahut Arya.


Rindu dan Arya pun menikmati pesta pernikahan mereka. walau nampak binar kebahagian dalam wajah Arya, namun tak bisa di pungkiri jika ada sebuah kesedihan yang menghampiri.


Arya melirik ke arah Rindu yang tengah menikmati pesta. " mengapa kau menjadi milikku setelah kau hamil anak orang lain. ini semua ibaratkan orang lain yang menikmati buahnya, aku yang harus menikmati getahnya!! " gumam Arya dalam hatinya.


Rindu tak menyadari bahwa Arya tengah memperhatikan dirinya. ia sibuk menikmati pesta itu, namun sedetik kemudian Rindu seperti melihat orang yang amat dia Rindukan.


"Arjun!! " gumam Rindu lirih.


Rindu hendak menghampiri orang yang begitu mirip dengan Arjun, namun langkahnya di hentikan oleh Arya.


"mau kemana kamu, Rindu. acaranya belum selesai!! " ucap arya sembari mencekal pergelangan tangan Rindu.


Rindu menggeleng, tak mungkin ia memberitahu Arya bahwa Arjun berada di pesta ini.


Rindu duduk kembali di kursi, namun matanya mencari-cari orang yang mirip dengan Arjuna. tapi Rindu tak bisa menemukannya.


"dimana dia? apakah dia benar Arjuna? " ucap Rindu dalam hatinya.


mata Rindu terus menelusuri se isi gedung tersebut. namun tak berhasil menemukannya dimana pun.


hingga Acara pun selesai. kini Rindu dan Arya menuju kediaman Arya.


"masuklah dan istirahat. aku akan pergi keluar sebentar!! " ucap Arya, kala sudah sampai di rumah.


Rindu mengangguk dan masuk ke dalam kamar Arya.



"maaf Arya!! " gumam Rindu dalam hatinya.


Rindu menyimpan barang-barangnya ke sudut ruangan dan hendak mandi.


Rindu melepaskan gaunnya, namun resletingnya sulit untuk dibuka.


"sulit sekali! " gerutu Rindu.


tiba-tiba Arya datang dan membantu membukan resleting Rindu.


"biar aku bantu! " ucap Arya.


awalnya Rindu kaget, namun Rindu juga tak bisa melakukannya sendiri.


"terimakasih!! ". ucap Rindu, kala Arya berhasil membuka resletingnya.


Arya mengangguk. " cepatlah mandi! kita gantian. " ucap Arya.


Rindu mengangguk dan segera masuk ke dalam kamar mandi.


Arya menunggu Rindu sembari membaca buku di tempat tidurnya.


beberapa menit kemudian, Rindu telah keluar dari kamar mandi. kini giliran Arya untuk membersihkan diri.


Rindu bersiap memakai piyama tidurnya dan tak lupa menyisir rambutnya.


setelah 15 menit berlalu, Arya keluar dari kamar mandi hanya menggunakan kolor dan handuk kecil dikepalanya.


Arya berjalan ke lemari untuk mengambil pakaiannya.


"apa kau lapar? " tanya Arya.


Rindu menggeleng. " atau kau ingin sesuatu? " tanya Arya Kembali.


Rindu masih menggeleng. " baiklah, jika kau tak mau. aku akan membuatkan mu susu hamil! " ucap Arya.


Arya bergegas pergi ke dapur, guna membuat susu untuk Rindu.


"andai itu anakku, Rindu. pasti aku akan sangat bahagia lebih dari ini! " gumam Arya lirih.


Arya naik ke lantas atas dan menuju kamarnya sembari membawa nampan berisi susu.


"minumlah dan habiskan! ". ucap Arya, kala


Rindu meraihnya dan meminum susu tersebut sampai habis.


"sudah! " ucap Rindu sembari menyimpan gelas di atas nakas.


"lekaslah istirahat. aku akan menyusul mu nanti! banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan. " ucap Arya sembari meraih laptopnya dan berjalan menuju sofa.


Rindu pun membaringkan tubuhnya dan menutupi tubuhnya dengan selimut.


pukul 01:00 Arya baru selesai dengan pekerjaannya. setelah itu Arya naik ke atas kasur dan membaringkan tubuhnya di sebelah Rindu.


matanya tak bisa terpejam begitu saja. Arya terlihat resah, seperti ada sesuatu yang harus di tuntaskan.


Arya melirik ke arah Rindu yang nampak tertidur dengan sangat pulas.


Arya memeluk tubuh Rindu. sembari memainkan rambutnya.


"apa pun yang terjadi aku akan tetap menerima dirimu!! " ucap Arya lirih.


Arya hendak meminta haknya sebagai suami. namun Rindu menolaknya.


tangan Arya dengan liarnya menyentuh area sensitif dan nafasnya terlihat kian memburu.


tiba-tiba Rindu terbangun. "maaf Arya! aku tidak bisa memberikannya. " ucapnya.


"kenapa? aku hanya meminta hak ku saja! " ucap Arya.


"tapi aku sedang hamil! bagaimana jika aku keguguran? " ucap Rindu.


"aku janji. akan melakukannya dengan perlahan! " ucap Arya.


"mengertilah Arya! " ucap Rindu memohon.


Arya menghela nafasnya. " baiklah! " ucapnya, Arya berusaha meredam hasrat yang tadi memburu.


Arya bangkit dari tempat tidur dan keluar dari kamar.


lebih baik bagi dirinya untuk berolahraga saja, agar hasratnya bisa tersalurkan. dari pada bermain nakal dengan orang asing.