BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
Episode 49



visual Arjuna


pagi-pagi sekali Arjun pergi ke kantor, ia ingin segera menemui Rindu.


Arjun menghampiri ruang kerja Rindu, namun tak Rindu tak ada disana.


"kemana Rindu? " gumam Arjun, yanh masih berdiri di meja kerja Rindu.


tiba-tiba seseorang datang menghampiri Arjun, ia adalah rekan kerja Rindu.


"pak Arjun, lagi ngapain disini pak? ". tanya Rita.


"eh ta, saya lagi nyari Rindu! apa dia gak masuk hari ini? ". tanya Arjun.


"oh Rindu, iya pak! tadi Rindu WA saya. katanya dia Ijin gak masuk kerja dulu, karna lagi gak enak badan! ". ucap Rita.


"Rindu sakit? yaudah saya pergi dulu, ya! ". Arjun berlari dan menuju mobilnya. ia begitu cemas dengan keadaan Rindu.


"ya tuhan, Pasti Rindu terlalu lelah. dia seing lembur beberapa hari ini! ". gumam Arjun dalam mobil.


Arjun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, namun di sayangnya. Arjun terjebak kemacetan.


tit... tit... tit..


Arjun membunyikan klakson mobilnya, berharap pengendara lain memberinya jalan.


"ayolah! ". Arjun begitu terburu-buru, namun kemacetan belum juga reda. Arjun pun memukul setirnya.


setelah beberapa lama menunggu, akhirnya jalan telah berjalan seperti semula. Arjun pun bergegas melajukan mobilnya kembali.


setibanya Arjun di rumah Rindu. Arjun turun dan memasuki halaman Rumah Rindu. namun langkahnya terhenti di ambang pintu, ketika dirinya mendapati Rindu tengah tertawa bersama seorang pria.


"hihi, iya! yang kemarin itu kan? ". ucap rindu sambil cekikikan.


"kami masij ingat Ternyata! ". ucap seorang pria.


Arjun mengepalkan tangannya, Arjun terlihat sangat marah. ia pun langsung masuk ke dalam rumah Rindu dan menghajar seorang pria yang bersama Rindu.


Brugh... brugh.. brugh!


Arjun memberikan bogeman mentah pada pria tersebut dan pria itu pun tersungkur ke lantai.


"apa-apaan ini, Mas Arjun? ". Rindu langsung berlari keluar, menghampiri Arjun yang sudah tersulut emosi.


"Rindu! aku tidak suka jika kamu berdekatan dengan dia! ". ucap Arjun sembari menunjuk wajah pria tersebut.


"apa urusanmu? memangnya kamu ini siapa aku, mas? kamu bebas dekat dengan wanita lain, iya! begitu. " Ucap Rindu tak kalah garangnya dengan Arjun.


"apa maksudmu? " Arjun memandang Rindu dengan tatapan heran.


"kamu itu pura-pura bodoh atau bagaimana? jelas-jelas, kamu akan menikahi Bu Clara, bukan! ". Rindu mengeluarkan isi hatinya.


"itu semua, tidak seperti yang kamu fikirkan. kamu hanya salah paham! ". Arjun berusaha menyakinkan Rindu. namun, Rindu tak mau mendengar sepatah katapun dari mulut Arjun.


"cukup! kamu memang jahat, Mas! lebih baik sekarang kalian pergi dari sini.


brakk...


Rindu menutup pintu dengan sangat keras. hingga Arjun pun sempat terkejut.


"Rindu, Rin! buka pintunya, aku mohon! ". ucap Arjun, sembari terus menggedor pintu.


"pergilah, mas! aku tidak ingin mendengar apapun lagi dari mu! hiks.. " rindu menyandarkan tubuhnya di dekat pintu. ia pun luruh ke lantai dan menangis disana.


"Rindu, dengarkan penjelaskan ku dulu! ". Arjun mencoba membujuk Rindu. namun tak ada jawaban.


Arjun pun akhirnya pergi dari rumah Rindu.


"tunggu, Arjun! ". teriak pria yang sedari tadi terdiam. ia pun mengejar langkah Arjun.


"tunggu! ". teriaknya kembali.


Arjun menghentikan langkahnya dan menatapnya dengan bola mata malas.


"biar aku jelaskan! Aku dan Rindu, kami tidak ada hubungan apapun. selain dari pertemanan! ". ucap pria tersebut menjelaskan.


"o ya, lalu kau fikir! aku akan percaya dengan karangan mu itu. tentu saja tidak! ". ucap Arjun dengan sorot mata tajamnya. Arjun melenggang pergi dari hadapan Pria tersebut.


"sebaiknya kau diam, sebelum aku benar-benar membunuhmu! aku membenci mu hingga detik ini. mengapa papa harus menyelamatkanmu? seharusnya, dirimu yang tewas bukan papa! ". ucap Arjun


"Aku mengerti kebencian mu, tapi tak bisakah kita berteman? ".


"teman! kau hanya akan menjadi teman dalam selimut, Arya! kau penyebab kematian kedua orang tua ku. " Arjun melangkah pergi dan menjauh dari hadapan Arya.


Arya masih terus saja mengejar langkah Arjun. ia hanya ingin bersahabat baik bagi Arjun.


Arjun, dengarkan aku dulu!. " teriak Arya.


Arjun mengangkat sebelah tangannya, ia menghentikan langkahnya dan berbalik arah menghadap Arya.


"berhenti, kalau tidak! aku pastinya, pistol ini akan menembus jantungmu! ". ucap Arjun sambil mengeluarkan senjata apinya, dari balik jas yang ia kenakan.


Arya pun berhenti, ia tak lagi mengejar Arjun. tak mungkin Arya memaksa Arjun saat ini.


"oke, oke! ". Arya mengangkat kedua tangannya dan membiarkan Arjun pergi menuju mobilnya.


Arya pun pergi dari pekarangan rumah Rindu. ia pun melesat membelah jalanan.


"aku tak tau, apa tujuan hidupku saat ini? ". gumam Arya dalam hatinya.


Arya tak menyangka, kematian pak yogi! membuatnya bisa berubah. mengapa tidak dari dulu saja dirinya berubah. mungkin saat ini ayahnya masih hidup.


Arya menuju Rumahnya. namun jujur saja ia begitu malas jika berhadapan dengan Nyi Arum.


Arya membuka pintu dengan secara perlahan, ia berharap tak bertemu dengan Nyi Arum.


kreet...


ketika Arya berhasil membuka pintu dan hendak membukanya. tiba-tiba Nyi Arum datang dari arah dapur.


"Arya, kamu baru pulang! nak? ". Nyi Arum langsung menghampiri sang putra.


Arya menghela nafasnya sejenak, yang di takuti pun terjadi. ia berusaha bersikap biasa saja, di depan Nyi Arum.


"kelihatannya, bagaimana? ". ucap Arya dengan malas.


Nyi Arum memperhatikan wajah Arya. disana terdapat lebam di beberapa bagian wajah Arya.


"wajah kamu kenpa, Arya? ". ucap Nyi Arum sembari memegang wajah putranya.


"ini hanya jatuh! ". ucap Arya mencari alasan, agar Nyi Arum tak bertanya banyak hal.


"yaudah, kebetulan Ibu udah buatkan kamu makanan. gih di cobain! ". ucap Nyi Arum pada Arya.


"nanti saja. sekarang, aku mau mandi. badanku gerah sekali! ". Arya melenggang pergi, tanpa menunggu jawaban dari Nyi Arum.


Nyi Arum bukan orang bodoh! ia tahu pasti Arya habis berkelahi. makannya, begitu banyak lebam di wajahnya.


Arya menaiki tangga untuk sampai di kamarnya.


Arya merebahkan tubuhnya di atas kasur sejenak.


"melelahkan sekali hari ini! ". ucap Arya sambil menghembaskan tubuhnya di atas tempat tidur miliknya.


Arya begitu kelelahan, hingga tak terasa matanya terpejam. ia pun ketiduran sampai malam hari.


" ya tuhan, aku ketiduran dari siang! ". ucap Arya, mendapati dirinya masih berpakaian yang sama saat siang hari.


Arya bergegas menuju kamar mandi, ia melakukan ritual mandinya beberapa menit.


kurang lebih 30 menit, ritual mandi pun selesai. Arya keluar dan mengganti pakaiannya.


setelah selesai, Arya keluar dari dalam kamarnya dan menuju ke lantai bawah. tak sengaja Arya berpapasan kembali dengan Nyi Arum.


"kamu sudah bangun, Arya? ". ucap Nyi Arum ketika mendapati Arya yang menuruni tangga.


"mengapa kau tak membangunkan ku tadi? ". ucap Arya.


"kau tidur dengan sangat pulas, aku tidak tega membangunkan mu! ". ucap Nyi Arum.


Arya pun tak menanggapinya. ia pun turun dan menuju Ruang makan. perutnya sudah keroncongan, ingin segera di isi dengan makanan.


visual Arya