BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
EPISODE 105


Tak berapa lama kemudian Arya mendapatkan panggilan dari orang suruhannya, ia mendapatkan info tentang Rindu. Setelah di telusuri ternyata kemarin malam Rindu ingin menemui seseorang di Apartemen.


"Siapa yang akan kau temui, Rindu? " Tanyanya dalam hati.


Sepertinya Arya harus mencari tahu tentang siapa orang hendak di temui oleh Rindu.


Tiba-tiba Arya teringat akan sebuah berkas yang kemarin hendak ia lihat. Namun urung, akibat sebuah panggilan.


"Aku harus mencari bukti itu. Aku tahu Rindu menyembunyikan sesuatu dari ku! " Gumamnya.


Arya bergegas mencari-cari bukti itu keseluruhan sudut kamar, namun hasilnya nihil.


"Dimana Rindu menyembunyikannya! " Ucapnya kesal.


Tiba-tiba Arya teringat, ia melupakan lemari pakaian Rindu. Arya menuju ke lemari, dan mencarinya di tumpakan baju Rindu.


"Ini dia! " Ucapnya senang, akhirnya Arya bisa menemukannya dengan cepat.


Arya melihat isi dari berkas itu, di sana ada sebuah bukti tes DNA dan juga siapa Andrew.


Arya membulatkan matanya tak percaya, kala membaca isi di dalamnya. " Jadi benar, Andrew adalah Arjun dan Mario adalah Putra Arjun! " Ucap Arya tak percaya.


Arya tidak menyangka dengan semua kenyataan ini. Sungguh pilu yang di rasakan oleh Arya. Rindu berbohong padanya selama 2 tahun, ia sengaja menutupi kesalahan Arjun. Sungguh hati Arya begitu hancur, bagaikan di tusuk beribu belati.


Berulang kali Arya menghela nafasnya, ia mengeluarkan segala sesak dalam dadanya. Selama 2 tahun, Rindu selalu bungkam dengan soal ini. Tapi tuhan baik, ia memberikan jawaban dari segalanya.


Selama 2 tahun pula, Arya selalu menunggu Rindu mencintainya. Namun bukannya Cinta yang ia dapatkan, melainkan sebuah luka atas pengkhianatan.


"Selama 2 tahun, aku selalu menunggu mu. Tapi kau selalu menunggunya kembali. Bagaimana aku melukiskan luka yang kau torehkan? " Sesaknya.


Ya, selama 2 tahun. Arya tak pernah memaksa Rindu memberikan haknya, ataupun melayani dirinya. Arya tetap sabar menunggu, walau sering kali Arya di landa birahi yang membuncah. Namun demi sebuah kesetiaan, Arya rela menahannya dan melampiaskannya pada kesibukan dan olahraga.


Namun siapa sangka, ternyata pengorbanan Arya hanya sia-sia belaka. Kini, Arjun telah kembali. Cinta yang selalu di rindukan Oleh Rindu. Cinta yang selalu ia tunggu.


Arya Memiliki raga Rindu, tapi tidak dengan hatinya. Sebab hati Rindu hanya untuk Arjuna, bukan Arya. Ingin rasanya arya merutuki dirinya sendiri.


"Kenapa kau harus kembali dalam kehidupan ku? Arjuna! " Teriak Arya.


Arya segera meraih kunci mobilnya dan melewati ruang tamu, terlihat Rindu sedang duduk bersantai. Ia melihat Arya pergi dengan keadaan yang marah.


"Arya! mau kemana kau? " Tanya Rindu.


Namun Arya tak menghiraukan ucapan Rindu, ia pun berlalu menuju mobilnya dan melajukannya menuju suatu tempat.


"Ada apa dengannya? " Tanya Rindu heran.


Rindu pun melanjutkan aktivitas membaca novelnya, namun tiba-tiba rasa kantuk menyerang dirinya.


"Padahal hari masih siang, tapi aku sudah ngantuk saja! " Ucap Rindu.


Rindu bergegas menuju kamarnya untuk beristirahat dan tidur dengan nyenyak. Namun alangkah terkejutnya Rindu, kala melihat lemari pakaiannya begitu berantakan.


Rindu menutup mulutnya sendiri. "Ya tuhan, ada apa ini? " Tanya Rindu heran.


Rindu menghampiri lemarinya, dan melihat berkas-berkas itu. Ia beranggapan Bahwa Arya yang melakukan hal ini.


"Pantas saja Arya terlihat begitu marah tadi! " Ucap Rindu.


Rindu memikirkan kemana Arya pergi. "Astaga. Apakah Arya pergi menemui Arjun? " Ucapnya cemas.


Rindu bergegas menyusul Arya, ia takut terjadi hal buruk antara kedua saudara itu.


"Ya tuhan, selamatkan mereka berdua! " Pinta Rindu.


Arya telah sampai di Apartemen milik Arjun, lantas Arya mengetuk Pintu.


Arjun membuka pintu, nampak ia begitu terkejut dengan kedatangan Arya. " Pak Arya! ada apa kemari? " Tanya Arjun berusaha tenang.


Arya tak menjawab ucapan Arjun, ia menatap tajam ke arah Arjun. kemudian, Arya mencengkeram kerah baju Arjun dan melayangkan sebuah tinjuan tepat di wajah Arjun.


"Ada apa ini? " Tanya Arjun seraya berusaha melepaskan diri.


Arya masih saja menatap Arjun dengan tatapan marah. " Jangan pura-pura tidak tahu! " Geramnya.


"Apa yang kau maksud? " Tanya Arjun.


Arya begitu muak dengan kepura-puraan Arjun. Ia seolah-olah menjadi orang yang bodoh dan tak tahu apa-apa.


"Kau pura-pura bodoh, Arjuna! " Teriak Arya.


degh...


Arjun membulatkan matanya, dari mana Arya tahu bahwa dirinya adalah Arjun. Namun Arjun berusaha bersikap biasa, seolah-olah ia tidak tahu.


"Arjun? siapa dia? " Tanyanya pura-pura.


Arya begitu geram dengan Arjun, sudah tertangkap basah pun ia masih saja mengelak.


"Kau! Kau adalah Arjuna! " Teriak Arya lantang.


Arjun menggeleng, ia berusaha mengelak dan masih saja menyembunyikan jati dirinya. Hal itu membuat Arya kian muak dengan tingkah Arjun.


Arya melepaskan cengkraman di kerah Arjun, terlihat dada Arya yang naik turun menahan amarah.


"Kau benar-benar membuatku muak, Arjuna! " Ucapnya geram.


"Aku Andrew dan bukan Arjuna! " Bantah Arjun.


Arya kembali maju dan memberikan bogeman mentah pada Arjun. "Kau selalu mengelak, kau berpura-pura bodoh! Arjuna. " Ucap Arya marah.


"Kenapa kau selalu ada di hati Rindu? kenapa kau selalu ada dalam fikirannya, padahal kau tidak ada di sampingnya. Sedangkan aku, aku yang selalu bersamanya. Aku yang selalu ada untuknya dalam suka ataupun duka. Tapi kenapa hanya kau yang ada dalam dunianya? kenapa? " Cecar Arya.


Arya yang hilang kendali pun berulang kali Arya melayangkan pukulan pada wajah dan perut Arjun. Sehingga wajah Arjun terlihat begitu memar. Lama-lama di biarkan, Arya menjadi hilang kendali. "Hentikan Arya! " Bentak Arjun.


Arya pun tersenyum sinis, akhirnya Arjun mau berbicara juga. Ternyata memang benar dia adalah Arjun. "Kau sudah mengaku sekarang? " Sindirnya.


Arjun tak menggubris ucapan Arya, Arjun memalingkan wajahnya ke arah lain.


Arya melangkah menghampiri Arjun. "Kenapa kau hadir kembali di tengah-tengah kami, Arjun? kenapa? " Tanya Arya.


Arjun memandang wajah Arya. "Aku tidak pernah berniat datang kembali pada kalian. Aku sudah berusaha menghindar dari kehidupan kalian selama 2 tahun ini dan aku tak ingin mengusik kebahagiaan mu bersama Rindu! " Ucap Arjun.


Arya tersenyum miris. Apa tadi katanya, kebahagian? kebahagian macam apa ini? ini bukanlah kebahagiaan, namun sebuah siksaan bagi Arya.


"Kebahagian apa yang kau bicarakan Arjun? kebahagian yang hanya aku yang merasakannya! atau kebahagian saat Rindu memikirkan mu setiap saat. " Ucap Arya.


"Apa yang kau katakan, Arya. Aku tak pernah berniat merebut Rindu darimu! " Sentak Arjun.


Arjun tidak mengerti dengan arah pembicaraan Arya. Mengapa Arya mengatakan hal demikian? padahal Arya telah berhasil memiliki Rindu seutuhnya! Namun Arjun tidak tahu, bahwa Arya hanya memiliki raga Rindu dan bukan hatinya. Walau Arya memiliki raga Rindu, namun ia tidak bisa menikmatinya.