
Rindu mulai sibuk dengan aktivitas bekerjanya. hingga ia tak punya waktu untuk sekedar berjalan-jalan.
"Rin, mumpung masih pagi. gimana kalo kita ngopi aja! ". ucap hellen teman kantor rindu.
"aku gak bisa. aku sibuk banget! kamu duluan aja ya". Rindu menolak ajakan Hellen dengan halus. Rindu kembali bekerja, karna kerjaan harian ini begitu menumpuk.
tiba-tiba semua karyawan berdiri. karna hari ini Arjun masuk kantor.
"selamat pagi, pak! ". ucap semua karyawan tak terkecuali Rindu dan juga Clara.
"pagi! ". Arjun berkata tanpa menoleh pada karyawannya. ia terus saja berjalan tanpa menyapa seorangpun disana.
"ada apa dengan mas Arjun? ". gumam Rindu dalam hatinya.
"kenapa dengan Arjun". gumam clara.
2 wanita itu memperhatikan kepergian Arjun. nampaknya Arjun sedang tidak baik-baik saja.
Clara pun memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan Arjun, sekalian ia akan memberikan berkas yang harus di tanda tangani oleh Arjun.
tok.. tok.. tok..!
clara mengetuk pintu ruangab Arjun.
"masuk". Sahut Arjun dari dalam.
Clara pun masuk dan menyodorkan berkas yang harus ditanda tangani.
Arjun menanda tangani berkas tersebut tanpa berbicara dan menoleh sedikit pun ke arah Clara.
"terimakasih pak, saya akan keluar dulu! ". ucap clara malas. ia berharap Arjun menahan dirinya. benar saja apa yang diharapkan oleh Clara terjadi.
"tunggu, Clara! ". ucap Arjun sembari berdiri menghampiri Clara.
"iya pak, ada yang bisa saya bantu? ". ucap Clara dengan senyum di bibirnya.
Arjun memandang wajah Clara dengan sangat lekat, ia pun menatap mata Clara dengan intens. Arjun terlihat menghela nafas sejenak, sebelum ia mengatakan sesuatu pada Clara.
"Clara, apa kamu mau menikah dengan saya? " Arjun berbicara setengah beberapa saat menutup matanya.
"apa pak! menikah, dengan bapak? ". Clara munutup mulutnya, ia tak percaya dengan apa yang dia dengar dari mulut Arjun.
Arjun mengangguk dan memegang tangan Clara. tentu saja hati Clara sangat bahagia, ia pun menganggukan kepalanya. tanda Clara setuju menikah dengan Arjun.
"ya tuhan, mimpi apa aku semalam? ". gumam Clara dalam hatinya, ia tak bisa mengungkapkan kebahagian atas semua ini.
"apa kamu mau? ". tanya Arjun sekali lagi.
"iya pak saya mau! ". senyum mengembang menghiasi wajah cantik Clara.
Clara pun pamit keluar dari dalam ruangan Arjun. Clara melanjutkan aktivitas kerjanya. saat ini hati Clara begitu berbunga-bunga.
"Ra, loe kenapa? ko gue perhatiin loe senyum-senyum sendiri! ". sendiri mengerutkan keningnya, tak biasanya Clara sebahagia ini.
"mau tau aja atau mau tau banget? ". ucap Clara sembari tersenyum dan pergi dari hadapan Cindy.
Cindy pun mengejar Clara dan rasa penasarannya meronta-ronta.
"tunggu, Ra! ayolah, kasih tau sahabat loe ini! ". Cindy berkata penuh harap
"tau gak Cin, kalo pak Arjun! ngajak gue nikah. " ucap clara, sontak saja Cindy menutup mulutnya tak percaya.
"Beneran loe, Ra! loe gak lagi ngigo kan? ". Cindy memandang lekat-lekat wajah Clara.
"benaranlah, masa aku bohong sih sama kamu! udah ah aku mau lanjut kerja, bye. " Clara pun pergi meninggalkan Cindy yang masih saja tak percaya.
"kenapa kamu begitu tega, mas! ". ucap Rindu tak percaya sembari menahan air matanya agar tak jatuh.
ia tak menyangka jika Arjun yang selama ini membuatnya candu, malah menikahi wanita lain.
"apa artinya kebersamaan kita selama ini? ". Rindu merasakan sesak di dadanya yang amat luar biasa.
setelah beberapa saat berlalu, Rindu mampu menetralkan fikirannya. ia bisa bersikap seperti biasa lagi. ia pun kembali ke meja kerjanya, ia harus segera menyelesaikan pekerjaannya agar cepat segera pulang.
"Rin, kamu baik-baik sajakan? ". ucap Rina resepsionis yang dekat dengan Rindu.
"aku baik-baik aja ko. aku duluan, ya! ". Rindu berusaha tersenyum dan menenangkan hatinya sendiri.
Rina memandang kepergian Rindu, ia tahu bahwa Rindu sedang tidak baik-baik saja. ia pun tau jika Rindu dan Arjun sudah dekat. dan Rina pernah memergoki keduanya jalan bersama.
"takdir yang sulit untuk di pahami! ". gumam Rina, ia pun fokus dengan pekerjaannya kembali.
sore hari pun tiba, semua karyawan sudah pulang. kecuali Rindu, ia masih saja mengerjakan banyak tugas. karna Clara memberikannya tugas 2x lipat dari biasanya.
"ya tuhan, niat hati ingin segera pulang. tapi malah lembur. nasib, nasib! ". Rindu berkata dan menghela nafas perlahan.
Sudah pukul 20:00 malam. namun pekerjaan Rindu belum juga selesai, ia masih sangat sibuk.
"kapan selesainya kalo begini? aduhh! ".
beberapa menit berlalu, namun pekerjaan Rindu masih juga belum selesai. hingga tak sengaja. ia tertidur diruang kerjanya. beruntung, Arjun belum pulang dari kantor.
"Rin, Rindu! ayo bangun dan cepatlah pulang! ". Arjun berusaha membangunkan Rindu, namun sepertinya Rindu amat lelah. hingga tak mendengar panggilan Arjun.
"kamu pasti kecapean, ya! ". Arjun membopong Rindu ke ruangannya. ia pun menidurkan Rindu di sofa yang berada di ruang kerjanya.
"good night and sweet dream, my honey! " bisik Arjun ditelinga Rindu. ia pun mencium kening Rindu sejenak.
tak lupa Arjun menyelimuti tubuh Rindu dengan jas miliknya. Arjun pun ikut tidur bersama Rindu di kursi kerjanya.
mereka pun tidur dengan amat pulas di ruangan tersebut. hingga pagi pun menjelang, Rindu bangun dan menyadari bahwa dirinya semalam ketiduran di ruang kerja.
"ya tuhan, aku ketiduran. sudah jam berapa ini? ". Rindu melirik jam tangan miliknya dan sudah pukul 06:00
Rindu pun memperhatikan sekitarnya. ia menyadari bahwa kini dirinya tidak berada di ruangan kerjanya, melainkan di ruangn Arjun.
Rindu pun melihat Arjun tidur di kursi kerjanya. Rindu mengira bahwa Arjulan yang memindahkan dirinya ke ruangannya.
"mas Arjun! ". ucap Rindu, ia pun segera bangun dan masuk ke kamar mandi yang berada di ruangan Arjun. ia pun membasuh mukanya dan keluar dari sana.
tak berapa lama kemudian, Arjun pun bangun dan menggeliat khas orang baru bangun tidur.
"kamu sudah bangun, Rindu? ". Arjun melirik ke arah Rindu sembari mengucek matanya.
Rindu pun menganggukan kepalanya. dan ia hendak pergi dari ruangan tersebut. namun langkahnya terhenti, karna cekatan dari tangan Arjun.
Rindu melirik tajam ke arah Arjun, ia berusaha menepaskan cekatan Arjun di pergelangan tangannya.
"maaf! ". Arjun melepaskan tangannya dan meminta maaf pada Rindu.
Rindu tak menanggapi permintaan maaf dari Arjun. ia hanya diam. sebenarnya banyak pertanyaan dalam hatinya untuk Arjun. namun ia sadar diri! apalah dirinya.
"kamu kenapa? mengapa sikap mu berubah? " Arjun tak mengerti mengapa Rindu bisa bersikap seperti ini padanya.
"apa hatinya terbuat dari batu? mengapa dia tidak mengerti wanita? ". gumam rindu dalam hatinya.
tanpa kata lagi, Rindu pun meninggalkan ruangan Arjun dan segera pulang.
sementara Arjun, ia masih terdiam di tempatnya. ia belum tahu apa kesalahannya. hingga membuat Rindu bersikap demikian.