
semalaman Arya terus berolahraga sampai menjelang pagi. ini adalah cara terbaik, agar hasratnya tak lagi menggebu.
Arya menghentikan aktivitasnya sejenak dan rehat. "menikah, tapi tak bisa merasakan!! " ucap Arya sembari tersenyum kecut.
namun, Arya sadar ini adalah sebuah resiko jika menikahi seorang wanita hamil. namun tidak bisakah Rindu memberikan hak Arya sebagai seorang Suami?
Arya menghela nafasnya seraya melangkah menuju kamarnya.
Cklek..
Arya membuka pintu kamarnya, terlihat Rindu masih tidur nyenyak di atas ranjang. Arya enggan mendekatinya, sebab percuma saja.
Arya memandang Rindu yang terlelap. " mungkin saat ini kau adalah Istriku, namun aku tak bisa memiliki mu! mungkin kau aku di takdirkan untuk menjadi penjaga untukmu!! ". gumam Arya lirih di sertai senyum kecut.
Arya melangkah menuju kamar mandi dan segera bersiap pergi ke kantor. walaupun ini masih jam 6 pagi.
Arya menyiapkan sarapan pagi dan membuatkan Rindu Susu hamil.
"menikah tapi bagaikan bujangan. ya, sudahlah! nikmati saja. " ucap Arya.
Arya sarapan seorang diri tanpa Rindu. sebab Rindu masih tertidur dengan pulas.
selesai sarapan Arya beranjak dan mencuci piring bekas makannya sendiri.
Arya menuliskan sebuah surat dibawah gelas Susu. " aku pergi ke kantor. jangan lupa minum Susu dan sarapannya di makan!! " tulis Arya.
Arya mengeluarkan mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan sedang.
Arya sengaja pergi ke kantor sepagi ini, sebab jika di rumah pun percuma.
sebelum Arya pergi ke kantor. ia menyempatkan diri datang ke sebuah kedai kopi.
Arya mengangkat tangannya. gegas pelayan pun datang menghampiri meja Arya.
"mau pesan apa? " tanyanya.
"kopi latte 1 " sahut Arya.
"di tunggu, ya!! " ucap pelayan.
Arya mengangguk dan menunggu sembari membuka laptopnya.
"Arya!! " panggil seseorang.
Arya menoleh ke sumber suara. "ya! " sahutnya sembari menyipitkan matanya.
"boleh duduk!! "
"silakan! " sahut Arya.
"kamu masih kenal aku gak? " tanyanya pada Arya yang masih sibuk dengan laptopnya.
Arya menghentikan aktivitasnya seraya melirik. " tidak! " sahut Arya dingin.
"Aku Reta, Lho! teman SMA kamu dulu. "
"oh, baiklah. salam hangat untukmu teman SMA! " ucap Arya.
sejujurnya Arya malas, bertemu ataupun mengobrol dengan wanita yang berpakaian terlalu ketat.
tak lama kemudian, pesanan Arya pun datang.
"silakan! "
"oke. terimakasih! " sahut Arya.
Arya meminum kopinya, dan Reta pun memandang wajah Arya yang masih nampak sama seperti dulu.
"kenapa? ada yang salah? " tanya Arya, kala Reta memperhatikannya dengan senyum.
"tidak. kau masih tampan seperti dulu! " ucapnya.
Arya hanya tersenyum tanpa menjawab.
"apa kau sudah menikah, Arya? "
"sudah! " sahutnya.
"wah! beruntung sekali wanita yang menjadi istrimu itu. " ucapnya.
Arya hanya tersenyum kecut. " entahlah, aku atau dia yang beruntung dalam pernikahan ini? " Gumam Arya dalam hatinya.
"sudah berapa lama kau menikah? "
"sudah lama! " sahut Arya berbohong.
"kau sudah memiliki anak, Arya? " tanyanya kembali.
"istriku sedang mengandung dan kami akan segera memiliki anak!! " sahut Arya.
Arya bergegas meminum kopinya, agar bisa segera pergi. sebelum Reta bertanya banyak hal. sebab, Arya tak suka di tanya dengan detail.
"sudah, ya! aku pergi. aku harus ke kantor!! " ucap Arya sembari beranjak dan menuju mobilnya.
Reta mengangguk dan hanya bisa menghela nafasnya.
"Arya, kau masih sedingin dulu! " ucapnya lirih.
Reta sudah hafal betul perangai Arya. sebab, Reta pernah menyukai Arya bahkan hingga kini. namun cintanya tak pernah terbalaskan. sebab Arya yang terlalu dingin dan kaku.
"beruntung sekali wanita itu bisa di cintai oleh dirimu, Arya! " gumamnya lirih.
Reta selalu menyimpan perasaan sukanya pada Arya. sebab saat Arya melihatnya saja pun Arya sudah pergi.
Reta pun memesan kopi dan duduk santai di kedai kopi tersebut, sembari menunggu seseorang.
"Hy, Reta!! " seorang Pria datang menghampiri Reta.
"sorry, nunggu lama. soalnya jalanan macet!! " ucap Pria tersebut.
"its oke. no problem. Andrew! "
"terimakasih! " ucap Andrew tersenyum sembari duduk di depan Reta.
"Drew. kamu jadikan ngajuin kerja sama dengan Prtama grup? " tanya Reta.
"jadi. memangnya kenapa? " tanya Andrew kembali.
Andrew menikmati kopi yang sebelumnya Reta pesan.
"nggk papa sih. yang pegang siapa sih? " tanya Reta.
"katanya sih Arya! " sahut Andrew.
"Arya Aditya? " ucap Reta penuh tanya.
Andrew mengangguk dan membernarkan ucapan Reta.
Reta pun tersenyum dan senang. kala mendengar nama Arya.
Andrew melirik ke arah Reta yang terlihat senyum-senyum sendiri.
"kau kenapa? " tanyanya heran.
"tidak ada. aku hanya senang saja! " sahutnya.
Andrew mengernyitkan keningnya. " kenapa? " tanyanya.
" Arya adalah Cinta pertama ku, lho! tapi sayangnya.. " Reta menggantungkan ucapannya.
"Dia sudah menikah? " ucap Andrew.
Reta menyipitkan matanya. " dari mana kau tahu? " tanya Reta sembari memindai wajah Andrew.
"aku hanya menebaknya saja! " sahut Andrew.
Reta hanya ber Oh ria dan menganggukan kepalanya.
mereka sedang membicarakan berkas kerjasama dengan perusahaan Arjuna yang kini di pegang oleh Arya Aditya.
"baiklah. berhubung aku tak bisa datang untuk kontrak kerja itu, maka kau yang harus menggantikannya!! " ucap Reta pada Andrew.
"kenapa harus aku!! " bantah Andrew tak setuju.
"karna kau adalah orang yang aku percaya!! " ucap Reta.
"aku tidak bisa. cari saja yang lain!! " ucap Andrew masih menolak.
Reta menggelengkan kepalanya. " tidak ada yang bisa menolak perintah ku!! " ucap Reta.
Andrew pun menghela nafasnya dan terpaksa mengyiyakan.
"oke. aku yang akan datang!! " ucap Andrew kesal.
namun, terpaksa ia memberikan senyuman pada Reta.
"Reta dan Andrew pun pergi dari kedai kopi tersebut.
mereka berada dalam satu mobil yang sama, namun Reta akan turun di sebuah Boutique.
"sudah, aku turun saja! " ucap Reta.
Andrew menghentikan mobilnya dan Reta pun turun.
Andrew melajukan mobilnya menuju perusahaan Pratama Grup.
"aku tidak yakin!! " ucapnya.
sesampainya disana. Andrew memarkirkan mobilnya dan bergegas turun.
Andrew mulai melangkah menuju kantor. semua mata memandang ke arahnya.
Andrew hanya tersenyum pada semua orang yang berada disana.
"hallo! boleh antarkan saya ke ruangan Pak Arya? " ucap Arya pada Rina.
Rina pun masih melongo tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.
"hallo! " ucapnya sekali lagi.
sedetik kemudian, Rina tersadar. " iya bisa, bisa!! " sahutnya sambari mengantarkan Andrew ke ruangan Arya.
tok.. tok.. tokk..
"masuk!! " sahut Arya dari dalam.
Rina dan Andrew pun masuk ke dalam ruangan Arya.
Arya yang sedang sibuk dengan laptopnya pun seketika menoleh dan terkejut seperti para karyawan lainnya.
"Arjuna!! " gumam Arya.
Arya menghampiri Andrew yang masih berdiri disana.
"Arjuna, kau kembali? " tanya Arya sembari memeluk tubuh Andrew.
Andrew mengernyitkan keningnya heran. "Arjuna. siapa dia? " tanya Andrew bingung.
"kau adalah Arjuna!! " ucap Arya sembari memegang bahu Andrew.
Andrew menyipitkan matanya. " bukan, aku bukan Arjuna. perkenalkan nama ku Andrew Alexander. aku perwakilan dari Margaretha Grup!! " ucap Andrew sembari menyodorkan berkas kontrak ke hadapan Arya.
Arya menerimanya dan saling pandang dengan Rina. setelah itu Arya membaca surat tersebut, dan benar saja Orang yang di kira Arjuna adalah Andrew perwakilan dari Margaretha Grup.