BUKAN MANUSIA

BUKAN MANUSIA
EPISODE 104


Setelah Rindu tahu bahwa Arjun berada di kota yang sama dengannya, Rindu berusaha mencari keberadaan Arjun. Hingga akhirnya Rindu mendapatkan alamat Apartemen milik Arjun, gegas Rindu bergerak cepat sampai disana.


"Aku harus segera menemuimu, Arjun! " Ucapnya terlihat tergesa-gesa.


Rindu membawa semua bukti-bukti untuk di tunjukan pada Arjun. Rindu keluar kamarnya dengan tergesa-gesa. Namun tak sengaja Rindu menabrak tubuh Arya, Hingga bukti-bukti itu pun berserakan di lantai.


"Apa itu? " Tanyanya seraya berjongkok dan hendak meraihnya. Rindu mulai terlihat tegang, nampak keringat sebiji jagung membasahi pelipis Rindu. Ia takut jika Arya melihat dan tahu segalanya.


"Bagaimana jika Arya tahu segalanya? Matilah Aku! " Gumam Rindu.


Namun belum sempat Arya mengambilnya, tiba-tiba ponselnya berdering.


Arya tak jadi melihatnya dan melenggang pergi.


Akhirnya Rindu bisa bernafas lega. Rindu segera mengambil bukti-bukti tersebut dan memasukannya ke dalam tas miliknya.


"Huufs! hampir saja. " Ucapnya lega.


Rindu segera pergi, sebelum Arya datang kembali. Karna Rindu tahu bahwa Arya akan menanyakan hal yang barusan.


"Aku harus segera pergi sebelum Arya bertanya banyak hal! " Gumamnya.


Lantas Rindu pun pergi meninggalkan rumah menggunakan mobil miliknya.


Rindu sedang menuju kediaman Arjun, ia akan memberitahukan segalanya. Saat ini Rindu tengah berada di perjalanan menuju Apartemen.


"Kau harus tahu yang sebenarnya, Arjun! " Ucapnya sembari fokus pada jalanan.


Setibanya Rindu di apartemen Arjun, ia segera menuju tempat tinggal Arjun. Kini, Rindu sudah berada di pintu Apartemen Arjun. Rindu memencet bel, namun tidak ada sahutan.


Rindu menunggu beberapa jam lamanya, namun sepertinya Arjun sedang tidak berada di tempat saat ini. Hingga hari mulai larut, Rindu memutuskan untuk segera pergi dari sana, sebelum Mario mencari dirinya.


"Apa Arjun tidak berada di dalam? " Tanyanya.


Rindu melirik Arlojinya, dan waktu tengah menunjukan pukul 11 malam. Rindu mulai gelisah, sebab Arjun tak kunjung terlihat.


"Aku akan menunggu Arjun setengah jam lagi! " Gumamnya.


Hingga setengah jam berlalu, namun Arjun tak kunjung tiba. Akhirnya Rindu memutuskan pergi.


"Mungkin besok aku akan kembali lagi! " Ucapnya seraya pergi meninggalkan Apartemen.


Setelah kepergian Rindu, Arjun pun keluar dari persembunyiannya. Ya, sudah 1 jam Arjun bersembunyi. Ia sengaja tidak keluar, sebab ia tidak ingin bertemu dengan Rindu.


"Akhirnya kau pergi juga, Rindu. " Ucapnya.


Arjun menghela nafasnya, lantas segera masuk ke dalam apartemennya.


Arjun tak ingin menemui Rindu, ia sudah berusaha mengikhlaskan Rindu untuk Arya. Jika ia sering bertemu dengan Rindu, maka hal yang tak di inginkan akan terjadi. Arjun tak ingin hal itu sampai terjadi!


"Maafkan Aku, Rindu. Aku terpaksa melakukan ini semua. Agar kau pergi menjauh dari ku! " Gumamnya.


*yang sulit itu saat kita harus mengikhlaskan seseorang. Seseorang yang dulu pernah singgah, dan bertahta dalam lubuk hati yang terdalam. Mengikhlaskan bukan berarti rasa sayang kita sudah habis untuknya, namun kita harus sadar terkadang Cinta itu tak harus memiliki.


Dalam Cinta kita tak boleh egois, untuk selalu menuntutnya agar bersama. Biarkan dia pergi dan mengejar impiannya bersama pilihannya.


Jika dia jodohmu, maka dia akan kembali dengan berjuta kebahagian yang tak terkira. Namun saat dia bukan lagi jodoh mu, maka kau harus mengikhlaskannya bersama yang lain*.


kata-kata itu mewakili perasaan Arjun saat ini. Ia harus mengikhlaskan Rindu bersama Arya, walau sejujurnya Arjun begitu tersiksa dengan rasa yang dia miliki.


Tanpa terasa Arjun meneteskan Air matanya. Arjun bingung dengan dirinya sendiri, sebenarnya rasa Cinta seperti apa yang Arjun memiliki untuk Rindu? Bahkan saat tersakiti pun Arjun tak berniat membencinya!


"Kau adalah sebagian dari sebuah kisah yang akan aku ceritakan pada semua orang, bahwa aku pernah mencintai seseorang melebih aku mencintai diriku sendiri. Kau membawaku melayang menuju Nirwana, namun pada akhirnya, kau hempaskan diri ini ke jurang yang paling dalam. Mungkin aku terlalu bodoh, sebab mencintaimu dengan begitu dalam. Namun aku tak pernah meminta hal ini pada Tuhan sebelumnya!! " Ucapnya miris.


Kini hidup Arjun kembali tidak tenang, sebab Arjun yakin bahwa Rindu akan terus mencari dirinya dan akan Kemabli kesini lagi. Arjun dilema dengan keadaan yang serba salah ini. Arjun tak tahu tindakan apa yang akan ia lakukan kedepannya.


"Kenapa disaat aku mulai berusaha melupakanmu. kau hadir kembali, Rindu? " Tanyanya.


Awalnya Arjun pergi ke Kota ini untuk melupakan Rindu, namun Arjun tak pernah menyangka bahwa takdir akan mempertemukannya kembali dengan Rindu. Hal yang tidak pernah di rencanakan malah datang dengan sangat cepat.


"Apa aku harus pergi dari sini? Tapi, jika aku pergi siapa yang akan mengurus bisnis di sini? apalagi bisnis di sini masih baru? " Ucapnya bimbang.


Arjun ingin pergi dan menjauh dari Rindu, namun ia juga tak bisa seenaknya saja meninggalkan bisnis yang baru saja ia rintis.


Arjun harus bersifat profesional antara bisnis dan juga urusan Pribadi. Arjun mengesampingkan urusan pemerintahan pribadinya sejenak.


"Mungkin aku akan pergi setelah 3 bulan. Ya, setelah 3 bulan, maka aku bisa pergi dari sini. Mungkin untuk sementara waktu, aku tidak akan tinggal di apartemen ini lagi! Aku yakin, Rindu akan datang Kembali. " Gumamnya.


Arjun sangat Yakin, Rindu akan datang lagi Esok, atau pun lain kali. Arjun tidak akan membiarkan hal itu sampai terjadi. Ia takut mengulangi hal yang sama seperti dulu.


Arjun segera mengemasi pakaiannya dan bergegas pergi dari Apartemennya.


sementara Rindu, kini dirinya tengah menuju arah pulang. Ia begitu cemas dengan keadaan Mario.


"Pasti saat ini Mario tengah mencariku! " Ucapnya cemas.


Rindu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, agar segera sampai di rumah dengan cepat.


Sesampainya di rumah, Rindu berjalan mengendap-endap. Keadaan rumah begitu gelap gulita, mungkin Rindu mengira bahwa orang-orang sudah pada tidur.


"Apa mereka semua sudah tidur? Syukurlah! ternyata Mario tidak mencari ku. " Ucap Rindu lega.


Rindu membuka pintu secara perlahan, dan berjalan melewati rumah tamu dan menuju tangga. tiba-tiba ruangan menjadi terang.


"Kau habis dari mana Rindu! " Ucap Arya dengan nada tegas.


Rindu kaget saat Arya menghampirinya, terlihat kemarahan terpancar dari wajahnya.


"Aku tanya. Kau habis dari mana? " Ulangnya dengan nada tinggi.


Sepertinya Rindu tengah memikirkan alasan yang tepat untuk Arya. " A-aku... " Ucapnya gugup.


"Katakan!! " Bentaknya.


Rindu tersentak kaget. " A-aku habis ke rumah teman. Ya, ke rumah teman! " Jawabnya gelapan.


"Baiklah! " Ucap Arya.


Rindu membulatkan matanya tak percaya. " Dia percaya! " Gumamnya.


Rindu segera masuk ke dalam kamarnya dan membersihkan dirinya, untuk kemudian tidur.


Arya tahu sebenarnya Rindu tengah berbohong, namun Arya berpura-pura bodoh di depan Rindu. Ia ingin tahu siapa orang yang hendak di temuinya tadi.


Ya, Arya tahu segalanya. Arya sengaja menyewa orang untuk mengikuti Rindu.