
Roh air membeku di tempat, mendengar nama yang tidak asing.
~ "Bagaimana kau mau ikut 'kan?"
Joy menatap roh air dengan antisipasi.
Roh air melirik ke arah belakang, sebelum akhirnya dia mengangguk menyetujui.
~ "Benarkah?"
~ "Ya."
Joy memiliki senyum cerah di wajah kecil miliknya. Dia memegang tangan mungil roh air, lalu membawanya menuju tempat Rein.
~ "Cutie pie! Joy berhasil mengajaknya untuk makan bersama."
Croft menggelengkan kepalanya melihat tingkah Joy. Dia pun mengikuti keduanya di belakang.
Rein melihat kedatangan mereka bertiga. Dia menghentikan makannya, dan mengambil wadah lalu menaruh beberapa buah-buahan ke dalam.
Kemudian, dia menaruh wadah tersebut berada tak jauh darinya.
"Ini makan."
~ "Baik."
Joy mengambil buah merah bulat dengan kedua tangan mungil miliknya.
Roh air menatap wajah Rein sejenak, lalu memakan buah secara perlahan.
Croft melayang dan duduk di pundak kanan Rein, dia memakan daging tusuk yang sudah dia pesan sebelumnya.
Rein melihat keduanya telah makan dengan baik. Dia pun melanjutkan makannya. Lalu, tatapannya jatuh pada Bell yang sedang memakan piring emas.
"Bell! Yang harus kau makan itu dagingnya, bukan piringnya."
Bell menatap wajah Rein dengan pandangan bingung, dia mengangkat piring emas yang sudah dimakan setengah.
~ Bell?
"Baik, kau bisa menghabiskannya. Setelah itu, makanlah dagingnya."
Rein menunjukkan daging yang telah dia potong pada Bell.
~ Bell Bell.
Bell mengangguk mengerti. Dia pun lanjut memakan piring emas, lalu memakan daging yang disediakan untuknya.
Moku melirik ke arah Bell sebentar, lalu melanjutkan makannya dengan anggun.
Yuda dapat mendengar suara Joy dan roh air, namun dia tidak memperdulikannya. Tampaknya, suara-suara yang dia dengar tidak memiliki niat untuk menyakiti Rein.
Dia pun makan dengan tenang, dan menghiraukan semua itu.
"Tuan muda, apa anda akan mengambil batu warna yang ada di sini?"
Rein menatap Eren yang mengajukan pertanyaan kepadanya. Dia menatap area sekitar yang terdapat banyak sekali Cristal magis.
"Batu warna yang kau maksud itu bernama Cristal magis. Batu itu memiliki kekuatan sihir di dalam, karena mengandung magis."
Rein terdiam sejenak, sebelum melanjutkan ucapannya.
"Kalian boleh mengambilnya sebanyak apapun, karena sepertinya goa ini adalah tempat terbentuknya Cristal magis secara alami."
"Jadi, sebanyak apapun kalian mengambilnya, Cristal magis akan tumbuh kembali."
Rein memiliki pikiran yang rumit setelah memberikan penjelasan kepada Eren.
Dia sudah bertanya kepada Croft sebelumnya tentang Cristal magis.
Cristal magis ternyata memiliki kegunaan yang hampir sama dengan tenaga listrik. Namun, Cristal magis memiliki kekuatan yang lebih berkualitas dari tenaga listrik.
Sudut mulut Rein berkedut.
Dia memiliki rencana memanfaatkan Cristal magis dan goa ini untuk menghasilkan tumpukan emas.
[ Ho. ]
Croft terkesiap.
Dia terkesan mengetahui pemikiran dari Rein.
"Saya mengerti Tuan muda."
Eren tersenyum lembut. Dia akan mengambil beberapa Cristal magis untuk keluarga dan rekannya.
"Hei kesatria, ambillah beberapa Cristal magis untukmu juga."
Yuda menatap wajah Rein, lalu mengangguk.
"Aku akan melakukannya."
"Itu bagus."
Rein akan meminta banyak emas pada bajingan itu saat bertemu nanti.
Roh air menatap interaksi di antara mereka dengan seksama. Dan dia telah mengambil sebuah keputusan.
Rein berjalan ke sudut goa bersama dengan roh air. Sedangkan yang lainnya sedang mengumpulkan Cristal magis.
"Apa yang ingin kau bicarakan?"
Rein bersandar pada dinding goa, lalu mengajukan pertanyaan untuk roh air.
~ "Aku sudah memperhatikan mu dan yang lainnya, saat kalian memasuki goa ini."
~ "Dan, aku telah memutuskan untuk mengizinkan mu menjadi kontraktor ku."
Rein memandang ekspresi yang terlukis di wajah roh air, dia melihat sebuah tekad dari matanya.
"Kau yakin?"
~ "Aku tidak peduli kau akan menggunakan kekuatanku untuk apapun itu, aku akan tetap berada di sisimu dan melindungi mu."
Roh air telah melihat Rein menghadapi anak panah terlebih dahulu sebelum anggota kelompoknya.
Dia juga menyembuhkan rekannya yang terluka, menghibur monster bulat yang bersedih, bahkan menyediakan tempat terpisah untuk mandi.
Dan, roh air tidak ingin melakukan kesalahan untuk yang kedua kalinya.
Rein tersenyum tipis.
Terkadang sesuatu yang lembut pun bisa menjadi berbahaya, bila kau mengusiknya.
"Baiklah, aku akan menjadi kontraktor mu."
~ "Beri aku nama."
"Moya."
Roh air menutup matanya. Tak lama dirinya berubah menjadi bola cahaya kecil berwarna biru, lalu bola cahaya tersebut masuk ke dalam tubuh Rein.
"Ugh."
Rein menahan diri saat kekuatan air mencoba untuk menyatu dengan tubuhnya.
[ Master. ]
Croft segera datang mendekati Rein, begitu mendengar rintihan kecil suaranya. Dia melihat dengan seksama proses menyatukan kekuatan roh air dengan tubuh Rein.
Beberapa saat kemudian, Rein dapat merasakan kekuatan air di dalam tubuhnya. Dia merasa lebih rileks dan tenang.
Tak lama kemudian, bola cahaya biru keluar dari tubuh Rein. Lalu, membentuk wanita muda yang memiliki rambut biru panjang dengan tanda air di keningnya.
~ "Namaku Moya, roh air milik Rein."
Moya memperkenalkan dirinya dengan hormat dan memiliki getaran keanggunan.
Croft memeriksa kondisi tubuh Rein, setelah mengetahui bahwa itu baik-baik saja. Dia pun menatap Moya, lalu memperkenalkan dirinya.
[ Halo, namaku Croft, roh pelindung Master. ]
Moya menganggukkan kepalanya mengerti.
Rein mencoba mengeluarkan bola air dari telapak tangannya. Bola air berukuran kecil terbentuk dan berada di atas tangan Rein.
~ "Rein."
Rein menghilangkan bola air, lalu menoleh melihat Moya yang memegang sebuah kotak kecil di kedua tangannya.
"Apa itu?"
~ "Ini benda peninggalan kontraktor Moya sebelumnya."
Moya memandang kotak kecil di tangannya dengan tatapan sendu dan senyum tipis.
~ Dia ingin agar Moya dapat memberikan benda ini untuk kontraktor Moya selanjutnya."
Moya menatap wajah Rein, lalu tersenyum lembut.
~ "Rein adalah kontraktor Moya setelah dia. Apa Rein mau menerimanya?"
"Tentu."
Rein menerima kotak kecil pemberian dari Moya. Dia membuka kotak tersebut yang di dalamnya terdapat sebuah cincin dengan liontin biru yang terletak di tengahnya.
[ Wow, itu blue diamond, Master. ]
Sudut mulut Rein berkedut. Dia memakai cincin tersebut di jari tengah tangan kiri.
~ "Benda itu merupakan cincin anti sihir."
Moya memberitahu fungsi dari benda yang di pakai oleh Rein.
~ "Serangan sihir apapun tidak akan mengenai dirimu. Rein juga bisa membuat domain wilayah anti sihir menggunakan cincin itu."
Rein memandang dengan mata berbinar melihat cincin di tangannya, begitu mengetahui fungsi dari cincin tersebut.
'Dengan cincin ini, mantra tidur ayah tidak akan mempan padaku.'
Croft memiliki ekspresi aneh di wajahnya.
[ Apa hanya itu yang anda pikirkan? ]
'Tentu saja.'
Croft memutar matanya, mendengar jawaban yang diberikan oleh pikiran Rein.
~ "Cincin itu juga bisa Rein gunakan untuk menyimpan barang."
~ "Di dalamnya sudah ada banyak buku tentang ramuan obat-obatan, serta penelitian yang pernah dia lakukan sebelumnya."
Rein mengerutkan keningnya.
'Mirip inventori?'
[ Tidak. Lebih mirip kantung penyimpanan. ]
'Oh.'
Rein menatap Moya dengan senyuman.
"Cincin ini sangat berharga, aku akan menjaganya dengan baik."
Mata Moya berkaca-kaca. Dia merasa terharu mendengar ucapan Rein yang mengatakan benda peninggalan darinya sangatlah berharga.
Sepertinya, keputusan dirinya dengan menerima Rein sebagai kontraktor selanjutnya tidaklah salah.
~ "Terimakasih."
Moya memiliki senyum tulus yang terlukis di wajahnya setelah sekian lama.