
Matahari sudah mulai condong ke arah barat. Cahaya kemerahan mulai menghiasi langit. Satu persatu para bangsawan yang berpartisipasi dalam festival perburuan mulai keluar dari hutan Volker.
Setiap ekspresi yang mereka tampilkan di lihat dengan seksama oleh William. Hingga tatapannya tertuju pada seorang pemuda rambut merah yang keluar dengan menggendong seorang anak kecil.
Lalu di belakangnya terlihat seorang pemuda rambut kuning yang di pakaiannya terdapat bercak darah.
"Berikan ramuan penyembuh pada setiap orang yang terluka."
William berkata dengan suara rendah, namun tetap terdengar oleh Andrew yang berada di sampingnya.
"Sesuai perintah anda Yang mulia."
Andrew menunduk sedikit, lalu berjalan mundur selangkah. Kemudian, memberikan perintah kepada para pelayan untuk memberikan ramuan penyembuh pada setiap orang yang terluka.
Melihat Jasvier yang terdapat darah di pakaiannya, Valerie langsung berjalan ke arahnya.
"Salam Yang mulia."
Valerie memberi hormat pada Jasvier, yang di balas anggukan oleh Jasvier.
Valerie tersenyum lalu memberikan ramuan penyembuh yang kualitas tinggi, yang telah dia beli sebelum acara festival perburuan terlaksana.
"Tolong terima ramuan penyembuh pemberian dari saya Yang mulia, saya mengharapkan kesehatan untuk anda."
Jasvier memberikan senyum tipis, lalu mengambil ramuan penyembuh dari Valerie.
"Terimakasih atas perhatian anda, Lady."
"Ini sudah menjadi tugas saya Yang mulia."
Meskipun pertunangan mereka merupakan pertunangan politik, namun Jasvier memperlakukannya dengan baik. Dia menghormati dan menghargai setiap perhatian kecil yang telah Valerie berikan untuknya.
Valerie juga terkesan dengan sikap dewasa yang dimiliki oleh Jasvier, itulah alasannya menerima pertunangan yang di berikan oleh Raja William.
"Lady, saya izin permisi untuk menemui Yang mulia."
"Tentu, silahkan Yang mulia."
Jasvier memberikan senyum tipis sebelum melangkah maju menuju tempat dimana William berada. Jasvier melirik sebentar ke arah dimana Curran dan yang lainnya berada yang terlihat bahagia, dia pun menahan diri untuk menghela nafas.
Meskipun Jasvier merasa bingung kenapa dirinya di abaikan oleh Curran, namun dia perlu melakukan tugasnya. Jadi, dia mengesampingkan permasalahan tersebut. Dan, berjalan dengan tegak ke tempat William berada.
Jasvier berdiri tak jauh dari tempat William, dia menaruh telapak tangan kanannya di depan, lalu menunduk sedikit.
"Saya memberi hormat kepada penguasa kerajaan Xinlaire."
"Angkat kepala mu Putra mahkota."
Jasvier mengangkat kepalanya, lalu tatapannya menghadap ke depan, dan mulai memberikan informasi.
"Kami berhasil melakukannya Yang mulia."
Seulas senyum lembut terlukis di wajah William, kemudian dengan tenang dia berkata;
"Istirahat lah."
"Terimakasih Yang mulia."
Jasvier mulai merilekskan tubuh serta pikirannya, dan bersikap dengan santai.
William bangkit dari posisinya, yang membuat semua pandangan mengarah padanya.
"Terimakasih atas partisipasi kalian yang telah mengikuti festival perburuan yang telah di selenggarakan."
Rein memasang wajah malas, melihat seorang penguasa yang sedang mengatakan kalimat basa basi yang terlihat omong kosong.
[ Master, bagaimana kalau kita menculik pria itu? Lalu meminta tebusan berupa berlian. ]
Rein merasa gila dengan ide yang Croft ucapkan, belum lagi pria yang tunjuk oleh Croft merupakan Raja dari kerajaan Xinlaire.
Bukannya untung, yang ada dia akan menjadi buronan satu kerajaan.
'Croft, apa otakmu kemasukan tanah saat mengambil emas?!'
[ Apa? Tentu saja tidak. ]
Croft memiringkan kepalanya tidak mengerti maksud dari perkataan Rein.
'Berhenti mengatakan omong kosong, atau aku tidak akan merampok lagi!!'
[ Apa? Tidak!! Baiklah baiklah, saya tidak akan mengatakan hal itu lagi. Saya berjanji. ]
Croft melayang di atas kepala Rein, lalu mendarat disana.
Rein menghiraukan ocehan Croft, dan kembali fokus melihat ke depan. Dia memang pernah merampok di kehidupan sebelumnya, tapi dia tidak pernah menculik seseorang.
Rein tiba-tiba mengingat saat pertemuan pertamanya dengan orang itu. Pandangan matanya berubah menjadi datar, lalu dia merapatkan bibinya.
"Ada apa denganmu?"
Rein menatap wajah Curran yang sedang menatapnya dengan khawatir. Sudut mulutnya berkedut.
"Ayah."
"Ada apa hm?"
"Aku menyayangimu."
Curran tersenyum kecil, kemudian dia menyahuti ucapan Rein.
"Ayah juga menyayangimu."
Cup.
Rein mengedipkan matanya beberapa kali, dia terkejut bahwa Curran baru saja mengecup keningnya secara tiba-tiba.
Curran terkekeh geli melihat wajah Rein yang linglung.
Wajah Joy memerah, dia menahan diri untuk berteriak saat melihat adegan tersebut. Sedangkan Croft, dia sudah menjauhkan diri untuk memberi ruang bagi ayah dan anak.
"Dan pemenang dari festival perburuan kali ini, di menangkan oleh Curran Crimson dari keluarga Duke Crimson."
Curran merubah ekspresi wajahnya kembali menjadi tenang, dia melihat banyak tatapan sedang tertuju padanya dengan tepuk tangan yang meriah.
"Selamat atas kemenangan anda Tuan muda Curran."
Farenzo memberi selamat dengan suara tenang. Walaupun dia merasa terkejut bahwa Curran lah yang memenangkan festival perburuan, padahal dia ikut dalam membunuh penyihir Denzel.
Di samping itu, Farenzo merasa khawatir akan keselamatan mereka yang akan tinggal di wilayah ini. Sebuah ide muncul dalam benak Farenzo, dia pun dengan cepat mengambil sebuah keputusan.
Curran mengangguk. Dia menurunkan Rein, lalu mengusap kepalanya dengan lembut.
"Tunggu di sini."
Rein mengangguk. Dia berjalan mendekati Mark.
Curran melangkah maju dengan tenang dan tegas saat menuju tempat dimana William berada.
Langkah Curran berhenti di hadapan William, lalu dia menekuk kaki kirinya dan membungkuk untuk memberi hormat.
"Saya menghadap kepada penguasa kerajaan."
"Berdirilah."
Curran bangkit dari posisinya.
"Aku menghadiahkan wilayah ini padamu, aku berharap wilayah ini dapat membantu rakyat serta kerajaan Xinlaire untuk kesejahteraan."
William mengatakan dengan suara tenang tanpa emosi, tatapannya tertuju pada Curran yang berada di hadapannya.
Curran meletakkan telapak tangan kanannya ke dada, lalu menjawab ucapan William.
"Saya menerima hadiah yang telah diberikan, dan akan melakukan yang terbaik untuk kesejahteraan rakyat kerajaan Xinlaire."
William tersenyum tipis, lalu melirik ke arah Andrew.
Andrew menangkap maksud dari tatapan William, kemudian memberikan perintah untuk membawa hadiah yang akan diberikan pada Curran.
Para kesatria kerajaan datang dengan membawa lima kotak peti emas, dan dua kotak peti permata.
"Terima ini, untuk pembangunan wilayah baru agar bisa di huni oleh masyarakat."
"Terimakasih atas kemurahan hati anda Yang mulia."
Curran menunduk hormat, saat mengatakan kalimat tersebut dengan tenang.
Para bangsawan yang melihat adegan tersebut bertepuk tangan untuk kemenangan dan hadiah yang di terima oleh Curran.
[ Cih, dia bisa memberikan berlian mengapa harus permata? ]
Rein menghiraukan Croft yang menggerutu, dia menatap ke depan dengan pandangan rumit.
Di tengah hutan, Alex yang berniat menghampiri lokasi keberadaan Jasvier tidak menemukan apapun di sana.
"Aku tidak melihat Yang mulia putra mahkota, maupun putra angkat tuan muda Curran."
Alex bergumam sendiri. Lalu dia menemukan sebuah ranting seperti baru saja terbakar oleh api, tak jauh dari sana terdapat genangan darah yang mulai mengering.
"Aku harus melaporkan hal ini pada Yang mulia."
Alex pergi meninggalkan lokasi tersebut.
Di sudut terjauh hutan, sepasang mata hijau sedang memperhatikan pergerakan Alex. Kemudian, menghilang ke dalam kegelapan hutan.